Sunday, June 13, 2021

Politisasi Islam kehilangan ide besar.

 





Tagar ganti presiden didengungkan ke seantero negeri. Tapi hasilnya tetap presiden tidak tergantikan. Fatwa Ulama mendukung Prabowo jadi bahan lucuan sampai kini. Tetapi mereka tetap tidak ada rasa malu. Kemudian, doa massa dilantunkan agar MK berpihak kepada Prabowo. Ternyata kalah juga. Doa jadi bahan lucuan. Tapi mereka tetap tidak ada rasa malu. Gerakan massa islam yang sukses menjatuhkan Ahok, berujung kepada galang kekuatan ekonomi lewat 212 Mart. Malah rugi dan fraud.  Gerakan ekonomi umat jadi bahan lucuan. Walau kasus First travel dan kebun kurma, property bersariah melengkapi deretan malu. Tetapi tetap saja mereka tidak punya malu.


Setelah itu, kesempatan datang untuk menggiring emosi umat lewat hoax gagal pergi haji. Alasan ? karena uang terpakai oleh pemerintah untuk bangun infrastruktur. Dua hal yang mereka hendak tuju. Pertama, mengangkat issu bahwa sukses Jokowi membangun infrastruktur adalah kehebatan umat islam lewat dana haji. Kedua, pemerintah zolim kepada umat islam yang hendak melaksanakan ritual rukun islam ke lima. Tetapi terbukti dua hal itu terbantahkan,  bahkan membuka aib yang tidak seharusnya orang lain tahu, ongkos haji disubsidi dan Corona lebih ditakuti daripada perintah Allah. Malukan?


Sudah? belum. Setelah itu muncul lagi berita “ Sembako dan knalpot dipajaki. Pemerintah zolim kepada rakyat kecil. “ Padahal itu draft RUU KUP yang belum dibahas DPR. Ternyata RUU itu adalah reformasi perpajakan yang mengganti UU 83 era Soeharto,  yang bagaimanapun tanpa dibahas dan disetujui DPR, tidak akan disahkan RUU KUP itu.  Lagi lagi, mempermalukan diri sendiri sebagai anggota fraksi di DPR yang tidak paham substansi RUU. Bagaimana mungkin dibayar negara duduk di DPR tapi tidak paham substansi RUU. 


Apa yang terjadi sebenarnya? Politisasi Islam semakin lama semakin kehilangan ide besar. Mengapa ? karena masih terjebak dengan politik langit dan tidak pernah  berpolitik menginjak bumi. Akibatnya otak lapuk tergantung dilangit. Di bumi tidak ada kinerja kecuali retorika kebencian dan halu yang tak sudah, dosa berjamaahpun tercipta. Berkah Tuhan semakin menjauh. Dan rasa malu terhalau sudah. Tobatlah


No comments:

Mereka tidak peduli.

  Ada cerita dari teman. Dia perlu pelabuhan khusus untuk angkut Sawitnya ke pabrik. Posisi pelabuhan itu di muara sungai. Dia urus ke pemda...