Monday, November 24, 2008

Krisis Ekonomi Jepang.

Pada tanggal 14 november jepang mengumumkan bahwa mereka sudah masuk dalam lubang resesi. Hal ini diindikasikan oleh dua kwartal pertumbuhan ekonomi mengalami negative. 0,% antara April dan Juni. Juni dan September 0,1% Jepang, yang menyumbang 7% output dunia. Kaoru Yosano, Menteri kebijakan fiskal, berkata " Penurunan ekonomi akan terus berlanjut saat ini sebagai akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Kami harus mengingatkan bahwa kondisi ekonomi dapat lebih buruk lagi seperti AS dan Eropa sebagai akibat dari krisis keuangan, apabila sikaf kawatir berlebihan yang akan membuat nilai saham jatuh dan pasar valuta asing semakin kacau.

Nikkei 225 indeks saham telah turun 40% sejak awal tahun dan telah kehilangan seperempat dari nilai selama bulan ini. Perusahan jepang kehilangan dana sangat besar ketika yen terjadi koreksi. Padahal mereka berkeyakinan bahwa yen lebih stabil ketika terjadi bencana krisis dan nilainya lebih kuat dibandingkan dollar AS. JPMorgan Chase ekonom Masamichi Adachi berkata, " It's only going to get worse. Japan may be entering its deepest recession in a decade as the global financial crisis cools demand."." Padahal sejak tahun 2001 jepang tidak pernah mengalami krisis. Ekonomi terus tumbuh meroket meninggalkan negara negara lainnnya.

Jepan adalah kekuatan ekonomi kedua didunia. Sebagian pengamat ekonomi mengatakan bahwa Asia Tenggara akan menjadi penyelamat ekonomi dunia. Walau fakta sebaliknya. Ada juga yang mengatakan bahwa dampak krisis di Jepang tidak akan berpengaruh besar bagi pereknomian global karena sumbangannya hanyalah 13% PDB Global. Ini jelas tidak masuk akal. Para ekonom seakan buta melihat kenyataan dan selalu salah memprediksi masa depan yang akan kita hadapi.

Sumbangan jepang lebih dari 60% nilai barang dan jasa yang yang dihasilkan di Asia. Ini sama saja dengan 10 kali dari produksi Korea dan 20 kali lebih dari Indonesia dan merupakan satu dari delapan negara Industri maju dunia. Jadi krisis ekonomi di Jepang akan mempercepat proses menuju depresi global. Yomiuri Shimbun, menulis "Is the Japanese economy destined to share the fate of the Titanic?...unless some effective measures are taken, Japan...could even trigger worldwide economic chaos." Bila jepang masuk dalam deplasi spiral maka ekonomi Asia akan tumbang. Tidak banyak berharap jepang akan mampu mengatasi krisis ,sedangkan AS saja tak mampu menjaga keselamatan ekonomi mereka.

Karena krisis dijepang sudah sangat dalam dan semua itu berakar dari regulasi yang melekat dengan system kapitalisme. Dimana upah yang diterima dari para pekerja lebih rendah dari nilai barang yang mereka hasilkan. Disamping barang yang dihasilkan mempunyai keterbatasan untuk menyerap Karena para pekerja tak mampu lagi membeli barang yang berlimpah.. Kelebihan barang harus diexport Namun pasar negara lain juga punya masalah yang sama. Inilah akibat dari system kapitalisme yang mengejar laba tanpa memperhatikan kepentingan yang lain. Inilah apa yang disebut oleh system kapitalis yaitu Debt Deplation, dimana hutang menahan pengeluaran kosumen dan investasi Gabungan hutang, ketidak amanan kerja dan generalisasi ketidak pastian berlangsung dalam dilemma klasik dari pemikiran Keynes dimana pemerintah harus menurunkan suku bunga agar pasar bergairah. Nyatanya pengalaman ketika depresi hebat tahun 30an ternyata suku bunga rendah sampai 0,5% tak menghasilkan minat public untuk berhutang membeli kebutuhannya

Jepang adalah sebuah model , seperti banyak negara lainnya yang percaya system kapitalisme klasik yang bangga dengan kesuksesan pertumbuhan ekonominya.. Tentu mereka percaya bahwa akan selalu ada solution . Persainga pasar, kepemilikan pribadi dan lainnya harus dipetahankan dalam kuridor globalisasi system.. Jepan dan negara maju lainnya merasa dapat sendirian puas dengan kehebatannya dibidang tekhnologi, tapi persaingan mengabaikan kemanusiaan dan sumberdaya alam. Kapitalisme hanya memberikan pertumbuhan 1 sampai dengan 3 % pada saat booming. Perencanaan nasional maupun international dalam mengatasi krisis dapat saja memberikan hasil tapi itu hanya berharap sebuah keajaiban, walau sebetulnya rencana itu tidak seutuhnya dari kapitalisme system. Yang pasti solusi mengatasi krisis ini tidak ditangan para banker, pemegang saham, politisi tapi ditangan rakyat , para buruh dan tani, nelayan.

Dari masa kemasa kerisis terus terjadi dan terjadi. Menimbulkan kesedihan yang begitu luas akibat system kapitalisme. Jhone Gray, mantan Penasehat Thatcher menulis dalam bukunya False Dawn, mengatkan bahwa “ If Japan's policymakers yield to the demands of the Washington consensus, Japan will join all those western societies in which mass unemployment, epidemic crime and the collapse of social cohesion are problems without solutions’ Anehnya, Indonesia yang tak sekuat jepang , masih percaya dengan konsesus Washinton…

Saturday, November 15, 2008

PBB...?

Bilderberg adalah nama sebuah Hotel di Belanda. Tidak ada yang istimewa. Namun nama ini menjadi sangat familiar bagi banyak kalangan. Dari nama ini muncul istilah konpirasi. Ada juga muncul istilah screet society ( masyarakat Rahasia). Apa sebab? Di tahun 1952 diadakan pertemuan para elite dibidang keuangan , Industri, Media , Politik di hotel Bilderberg. Para undangan berdatangan dari Amerika dan Eropa yang berjumlah 130 orang. Mereka mempunyai kesadaran yang sama untuk menjalin hubungan lebih dekat dalam mengatasi masalah setelah perang dunia kedua, khususnya masalah sikap anti AS.. Selanjutnya pertemuan ini dilakukan terus secara regular setiap empat tahun. Kantor secretariatnya ada di Leiden dan di Amsterdam. Pada tahun 2007 dari tanggal 31 Mei sampai dengan 3 june pertemuan di gelar di Rick Carlton Hotel , Istanbul , Turkey. Kemudian di tahun 2008 ini diadakan pada bulan Juni di AS, tepatnya di Hotel Marriott, Chantilly, Virginia..

Berbagai pihak menganggap Bilderberg adalah kumpulan segelintir (elite) yang mempunyai rencana besar namun sangat rahasia. Terbukti, walau setiap pertemuannya melibatkan para TOP executive dari berbagai kalangan dan dalam jumlah besar namun tak ada satupun media massa dapat mengakses pertemuan itu.Bahkan kapan dan dimana acara itu digelar tak ada yang tahu.Publik baru mengetahuinya setelah acara selesai digelar. Yang menarik bahwa dibentuknya Dewan Trilateral oled David Rockefeller tahun 1972 tak lebih adalah untuk mengimplementasikan agenda Bilderberg, khususnya untuk mengontrol kekuasaan politik di AS. Pada pertemuan dibulan Juni 2008, Barack Obama dan Hillary Clinton termasuk ikut dalam pertemuan itu, bersama sama team penasehat dan juga sahabat dekat Obama di Senat Komite Hubungan Luar negeri , yaitu Joseph Biden ( democrat).dan Senator Richard Lugar ( republic ) ikut dalam pertemuan itu.

Yang menjadi pertanyaan dan akhirnya menjadi bahan spekulasi terhadap agenda dari Bilderberg adalah sebagian besar anggotanya adalah para elite dilembaga Keuangan, termasuk pimpinan Bank Central , Worldbank, IMF dan juga para politisi yang berada dijantung kekuasaan di AS dan Eropa. Sebagian dari mereka terlibat dalam berbagai skandal yang untouchable.. Bahkan terjadinya berbagai krisis ekonomi dan komplik di seluruh dunia tak bisa dilepaskan dari pengaruh kelompok Bilderberg. Program World Bank,IMF , UN dan lainnya , hampir sebagian besar berasal dari konsep yang datang dari kelompok ini. Mereka bergerak dengan sangat sistematis dan terstruktur, berspectrum luas. Maklum saja karena hampir semua anggota dari Bilderberg para billionare dibidang keuangan dan persenjataan, media massa yang mempunyai dana tak terbatas untuk melancarkan programnya.

Ada agenda yang sejak tahun 1992 sudah dicanangkan oleh Bilderberg yaitu mengontrol perbahan dunia yang mereka inginkan melalui PBB. Cara yang ditempuh mereka adalah memperbesar dukungan pendanaan yang berasal dari AS untuk kegiatan PBB. Tentu dana ini didapat dari para pembayar pajak di AS. Pihak yang gencar mensponsori ini adalah Barack Obama dengan proposalnya kepada Dewan Hubungan Luar Negeri di Senat yang berjudul “Global Poverty Act. Diharapkan apabila proposal ini disetujui maka sampai dengan tahun 2021 AS berkomitmen untuk memberikan pendanaan tambahan bagi PBB yang mencapai USD 845 billion atau 0,7% dari GNP AS.. Dari luar nampak proposal ini sangat mulia yaitu untuk terciptanya dukungan konkrit terhadap masalah kemiskinan diberbagai negara miskin atau istilahnya Global Millennium Development Goal. Tapi menjadi lain ketika usulan tersebut disertakan dengan kondisi seperti membatasi pembelian senjata bagi negera tertentu, pembentukan Pengadilan criminal international ( ICC ). Nyatanya ICC sejak berdiri tahun 2002 di Den Haag sebagai pengadilan kejahatan perang , hanya menyelidiki kejahatan di Uganda, Republik Demokratik Kongo dan Republik Afrika Tengah dan Sudan. Belum ada di Israel. Walaupun ada jargon untuk mendorong undang undang Pemanasan Global dan memperkenalkan “keaneka ragaman hayati “ namun tak ada protocol yang konkrit kearah implementasi.

Yang pasti, semakin besar dukungan pendanaan AS terhadap PBB maka semakin besar pula pengaruh elite Politik AS ( yang juga anggota Bilderberg) untuk mengatur dunia. Keadilan akan semakin jauh diharapkan apalagi concern yang mengemuka dalam pertemuan Bilderberg tahun 2008 adalah masalah Rusia, Islam, Iran, Irak, Palestina.Afganistan, Pakistan, Sudan. Tidak ada pembahasan bagaimana mengatasi krisis ekonomi global. Padahal yang hadir dalam pertemuan itu adalah bandit yang menciptakan crisis supreme dan bebebarap gembong yang membuat Lehman Brother bankrupt , juga beberapa petinggi yang banknya terlibat kasus CDOs, CDS...

Friday, November 14, 2008

G20...?

Akhir minggu ini pertemuan G 20 digelar di Washington, setelah sebelumnya diadakan pertemuan Tingkat Pejabat tinggi dibidang ekonomi di Sao Paulo, Brazil. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi mengatasi krisis global. Pertemuan kali ini memang sangat penting. Setidaknya menentukan arah dan corak pengelolaan sytem financial global dimasa depan. Maklum saja hampir sebagian besar negara dunia sudah menerima secara penuh system liberalisasi pasar sebagai satu idiologi kapitalisme. Akankah kapitalisme dipertahankan atau dikoreksi ? Dalam kapitalisme sendiri ada dua paham yang bertolak belakang satu sama lain. Yaitu kapitalisme anglo saxon, yang membiarkan pasar bergerak bebas untuk menentukan keseimbangan. Yang satunya lagi adalah Kapitalisme cara Eropa ,yang menginginkan intervensi negara menjaga pasar. Perdebatan sengit antar dua kubu ini tak dapat dielakan.

Negara maju menginginkan agar dunia menerima proposal untuk memberikan dukungan likuiditas perbankan dalam rangka meningkatkan kepercayaan pasar akibat krisis. Namun sebagian negara berkembang khususnya kelompok Amerkan Latin tidak menginginkan bail out kepada lembaga keuangan namun mengutamakan kebijakan untuk mendukung sector riel melalui ekspansi fiscal. Hal ini senada dengan sikap dari US Treasury tapi segera dibantah oleh team Ekonomi Obama. AS tetap di garis depan untuk mempertahan system pasar bebas ,khususnya sector keuangan. Keliatannya dualisme sikap tak bisa dielakan. Hingga memastikan pertemuan G20 dalam bayang bayang no action. Hanya sebatas jargon.

Ditambah lagi , ada desakan dari negara berkembang , Rusia, China, India serta Amerika Latin ,agar dibentuknya Lembaga Baru yang menggantikan peran IMF. Karena kebijakan IMF yang memaksa negara anggota untuk menerima pasar bebas ternyata justru mengakibat krisis. Ini sebagai satu bentuk reformasi financial global secara menyeluruh agar ekonomi dunia tidak hanya diatur oleh G7. Sudah saatnya negara berkembang dilibatkan dalam mengatur keuangan global. Itulah sebabnya G20, yang merupakan gabungan dari G7 negara industri maju dan G13 negara berkembang diharapkan menjadi satu kelompok yang menyatu untuk menyelesaikan masalah financial global. Namun , pertemuan Sao Paulo tidak melahirkan kesepakatan yang suptansial. Kecuali hanya memberikan rekomendasi yang serba mengambang. Dan kemungkinan pasti akan kandas dalam petemuan tingkat tinggi G20 di Washington. Apalagi tekad untuk menggusur IMF.

Tidak semua negara berkembang bersikap militan untuk memperjuangkan system keuangan global yang berkeadialan. Sebagian dari mereka justru menggunakan kesempatan krisis ini untuk meloby negara maju untuk mendapatkan pinjaman lunak dan menggunakan alasan demi kesinambungan demokratisasi yang sedang belangsung dinegaranya. Demi memperahankan penguasaan sumber daya alam oleh pihak asing. Demi menggerakan ekonomi nasional agar tetap menjadi konsumen. Demi hutang tetap terbayar. Mereka tidak peduli untuk memperjuangkan system apalagi merubah system ekonomi negaranya. Walau mereka sadar system kapitalisme dan kebebasan pasar telah menelan korban tak terbilang. Namun mereka tetap berkata, “ beri kemi pinjaman lunak agar demokratisasi dan kapitalisme tetap menjadi system politik kami.”

Para loyalis system kapitalisme sadar bahwa pengaruh krisis global ini akan membangkitkan paham neososialisme yang akan menjungkir balikan structure kapitalisme. Nasionalisasi penguasaan sumber daya alam akan terjadi dengan sendirinya. Pemimpin baru untuk itu akan tampil dengan sendirinya, yang tentu akan menjadi blok kekuatan untuk melawan system kapitalisme..Pertemuan G20 di Washinton tak lebih adalah loby para penghamba paham kapitalsime untuk menjilat kepada G7 agar mendapatkan pinjaman lunak karena bayang bayang revolusi terhadap kapitalasime yang menakutkan didepan mata…

Sunday, November 9, 2008

Sang president ?

Obama telah menujuk Team Ekonominya yang terdiri dari Robert Rubin, mantan menteri keuangan dan Direktur Dewan Ekonomi Nasional; Profesor Larry Summers, mantan Rektor Harvard University, ekonom Bank Dunia, serta mantan menteri keuangan pada periode kedua pemerintahan Bill Clinton; Eric Schmidt, CEO dan Pemimpin Google; Paul Volcker, mantan Gubernur Bank Sentral AS pada masa Presiden Carter dan Reagan; Laura Tyson, mantan penasihat ekonomi Bill Clinton; serta Jamie Dimon, CEO dan pemimpin JP Morgan Chase. Dari sekian team ekonominya itu , Paul Volcker termasuk yang perlu disoroti sebagai dasar mengetahui siapa sebetulnya Obama dan siapa pendukung suksesnya dia terpilih sebagai president

Karirnya, Paul Volcker seorang democrat yang pernah diserahi tugas sebagai Ketua Federal Reserve pada bulan Agustus 1979 oleh Presiden Jimmy Carter dan kemudian diangkat lagi pada tahun 1983 oleh Presiden Ronald Reagan. Di era Volcker's , FED memberikan sumbangan luar biasa untuk mengakiri krisis Stagflation AS 1970-an dengan membatasi pertumbuhan pasokan uang, mengabaikan kebijakan sebelumnya dari target suku bunga. Perubahan kebijakan yang dibuatnya telah memberikan sumbangan yang significant terhadap resesi ekonomi AS sebagaimana dialami ditahun 1980an dengan tingkat pengangguran tertinggi sejak era great depression dan Volckers , Fed menghadapi protes luar biasa dari public karena efek dari tingginya suku bunga pada sektor konstruksi dan pertanian, menurunkan pertumbuhan sector riel. Kebijakan ini memang berhasil menarik uang beredar dan memanjakan para orang kaya menikmati suku bunga FED yang pernah mencapai diatas 7%. Memang inflasi berhasil ditekan dari 13,5% pada tahun 1981 , menjadi 3,2% ditahun 1983.

Sejak Oktober 2006, saat ini Volckers adalah Ketua Dewan Trustees dari badan penasehat Ekonomi Washington yang sangat berpengaruh, Kelompok Tiga puluh, dan merupakan anggota dari Komisi Trilateral. Dia telah lama berhubungan erat dengan keluarga Rockefeller, tidak hanya dengan posisi di Chase Bank dan Komisi Trilateral, tetapi juga melalui keanggotaan dari Komite Trust Rockefeller Group, Inc (RGI), yang bergabung pada tahun 1987. Pernah memimpin The Rockefeller Center yang merupakan kelompok dari sejumlah anggota klan Rockefeller . Dia saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Trustees dari International House di Manhattan, NY.

Apakah Trilateral itu ? Adalah kelompok kekuatan dari tiga group yaitu AS, Eropa dan Jepang ( asia). Merupakan NGO yang dIdirikan oleh David Rockefeller pada bulan juli 1973. Awal tahun 1972 , Rockefeller mengadakan pertemuan yang pertama kalinya dan dilaksanakan di kompleks Pocantico's Rockefeller di New York Hudson Valley. Perrtemuan ini dihadiri oleh sekitar 250 orang yang dipilih secara hati-hati oleh Rockefeller dan mewakili para elite keuangan dan industri. Salah satu yang diudang adalah Alan Greenspan and Paul Volcker. Mereka dipilih sebagai komite untuk terbentuknya Trilateral. Trilateral , pada awalnya keangotaan Trilateral di Asia hanya Jepang. Namun dalam perkembangan berikutnya keanggotaan ini meluas sampai keseluruh dunia. Mereka adalah para elite politik yang dekat dengan kekuasaan, yang terdiri dari para professor Universitas, LSM, Pengamat dan banyak lagi. Tahun 2000, indonesia mulai masuk dalam lingkaran group Trilateral ini bersama dengan singapore, Philipina. Hanya Tiongkok dan Rusia yang belum tersentuh oleh Group ini.

Kritik dari kalangan conservative mengatakan bahwa "Komisi Trilateral merupakan sebuah konspirasi untuk menguasai Pemerintah AS dalam rangka menciptakan sebuah tatanan dunia baru. Mike Thompson, Ketua Florida Konservatif Union, berkata: "Ia meletakkan penekanan pada saling ketergantungan, yang merupakan suatu eufemisme untuk satu-pemerintahan dunia.". Selanjutnya , masyarakat percaya bahwa Komisi Trilateral didedikasikan untuk pembentukan satu pemerintah dunia. Pada tahun 1980, Holly Sklar merilis sebuah buku berjudul Trilateralism: the Trilateral Commission and Elite Planning for World Management ( Komisi trilateral dan elite merencanakan untuk menguasai dunia. Komplik dan crisis tidak bisa dilepaskan dari rekayasa kelompok ini, dengan tujuan melemahkan posisi pemerintah dihadapan publik dan akhirnya berkiblat kepada kelompok ini untuk mendapatkan rescue.

Sen. Barry Goldwater menulis dalam bukunya With No Apologies: "Dalam pandangan saya, Komisi Trilateral merupakan perwujudan dari keterampilan, koordinasi untuk meraih kontrol dan mengkonsolidasikan empat pusat kekuasaan: politik, moneter, intelektual, dan keagamaan. Tak ada satupun lembaga multilateral seperti WTO, IMF, WorldBank, UN yang tak tersentuh oleh pengaruh dari elite Trilateral. Karena yang menjadi niat dari Trilateralists adalah pembentukan suatu kekuatan ekonomi dunia yang superior dihadapan kekuatan politik pemerintahan dinegara yang terlibat, termasuk AS. Amin Novak dalam bukunya issue of Atlantic, "meskipun perhatian utama komisi adalah ekonomi, yang Trilateralists pinpointed adalah tujuan politik : untuk mendapatkan kontrol dari presiden Amerika ... Untuk kesekian kalinya di abad ini, sekelompok orang terdidik, pengusaha, dan pejabat pemerintah berencana untuk membentuk sebuah emporium penguasa dunia.

Dari konteks terpilihnya Obama sebagai president adalah karena semua public AS dan dunia mengetahui bahwa Bush adalah anggota Trilateral dan Mac Cain indentik dengan Bush. Keterpurukan ekonomi di AS dianggap sebagai biang kesalahan dari Bush dan Partai republic yang loyak dengan Tilaterals . Namun setelah terpilih sebagai president, Obama menempatkan para elite Trilateral sebagai anggota team ekonominya. Hal ini sama ketika terpilihnya Jimmy Carter sebagai president yang menunjuk 26 mantan anggota Komisi Trilateral untuk menduduki posisi senior di pemerintahannnya. Jimmy Carter sendiri adalah mantan anggota Trilateral. Dalam pemilu 1980, Carter dan dua lawan utama, John B. Anderson dan George HW Bush, juga anggota, dan ini dijadikan issue dalam kampanye politik oleh Ronald Regent. Pendukung Ronald Reagan menyatakan bahwa Regan bukan anggota Trilateral, tetapi setelah dia dipilih sebagai calon Republik ia memilih Bush sebagai wakilnya dan menunjuk beberapa anggota Trilateral di Kabinet dan posisi penting di gedung Putih.

Bagi para elite Trilateral, siapapun president , tidak penting. Yang penting president tersebut loyal terhadap visi perjuangan mereka untuk membentuk tatanan dunia baru yang menghamba kepada kekuatan dan cara mereka untuk mengatur masa depan yang mereka inginkan. Jadi ,siapa Obama maka lihat siapa dibelakangnya dan apalagi Kepala Staff Gedung putih yang ditunjuknya adalah Rahm Israel Emanuel yang merupakan Pelobi ulung untuk kepentingan Israel. Dikenal sebagai jalur keras pro - Israel. Pesta demokrasi di AS adalah pegelaran pentas termahal dan terbohong didunia. Tapi , dunia dan public AS terjebak dengan politik ala Holliwood , dimana orang berduyun datang ke bioskop karena pemeran utama filem dan tidak peduli bila cerita filem itu hanya sebuah ilusi tentang kebenaran, kebaikan dan keadilan. Tokoh diciptakan lewat publikasi untuk orang percaya dan memilih…

Saturday, November 8, 2008

Elite AS

Dua minggu lalu saya berkunjung ke Eropa Timur. Pada kesempatan itu sahabat saya- wanita keturunan libanon- mengatur pertemuan untuk makan malam bersama Ketua Parlemen yang membidangi Perekonomian. Dalam percakapan selama makan malam itu saya terkesan analisa senator ini yang mengatakan sesuatu dengan diawali satu pertanyaan kepada saya “ Apakah business nomor satu didunia ini ? Saya jawab “ Minyak!” Dia tersenyum mendengar jawaban saya. sambil minum wine, dia berkata “ salah! Yang benar adalah senjata.!. saya terkejut. Belum hilang keterkejutan saya, dia melanjutkan “ Satu buah pesawat tempur sama dengan 2 juta barrel minyak atau sama dengan 7500 kendaraan atau sama dengan 200,000 jas Armany atau 200,000 motor cycle atau sama dengan 40,000 Ton CPO atau sama dengan 400,000 ton beras atau sama dengan APBN Timor Leste…dan lebih daripada itu adalah tidak ada yang bisa tahu berapa harga pokok dari pesawat tempur itu. Orang membeli karena politik untuk tetap berkuasa. “

Jadi andaikan banyak industri dan manufacture di AS yang diambil alih oleh China dan Jepang atau banyak industri yang tutup karena kalah bersaing dengan barang import dari China, Elite AS tidak akan peduli. Bagi mereka yang menganut system kapitalis, aspek sosial industri menampung angkatan kerja masal adalah pemborosan. Industri yang menghasilkan produk masal tidak perlu dipertahankan apabila harganya lebih mahal dari import. Ini berlaku hukum Alam bahwa yang lemah dimakan yang kuat. Laba menjadi tujuan dengan pengorbanan sekecil mungkin.

Pengangguran yang terjadi di AS , rontoknya harga property, collepsnya bank terkemuka tidak ada hubungannya dengan kekuatan strategy politik yang diinginkan oleh elite AS. Krisis diciptakan untuk terjadinya market adjustment walau akibatnya menelan korban masyarakat bawah tak terbilang.Sama dengan ratusan juta petani dan buruh di belahan dunia lain. Mereka tidak pernah diperhitungkan. Krisis global yang diawali dari AS adalah bagian dari kehendak pengusaha dan elite politik melampiaskan sifat rakusnya untuk menguasai dunia dan akhirnya memaksa orang berkeja keras mengorbankan segala resource untuk membayar. Perang dunia pertama maupun kedua, diawali oleh karena adanya krisis ekonomi dan akhirnya menghidupkan indusri senjata AS dari depresi. Setiap krisis ekonomi , akan melahirkan krisis politik dan instabilitas dunia. Dari sinilah industri senjata bermain untuk meningkatkan produksi mereka dan mendulang hasil dari kekacauan.

Selama ini para industriawan senjata yang menguasai sendi politik disemua elite partai merampas uang pajak rakyat AS untuk membiayai perang di Irak, Afganistan dan belahan dunia lainnya. Di luar lingkaran industriawan senjata , ada juga kelompok yang mendapatkan manfaat dari kebijakan politik luar negeri AS. Mereka itu terdiri dari para kontraktor, supplier dan consultant. Ketika AS berhasil menganeksasi negara yang dijadikan targetnya maka para pengusaha AS dari group lain akan mendapatkan manfaat. Para consultant yang dekat dengan elite politik partai menjadi broker bagi perusahaan transnational untuk menguasai sumber daya alam negara tersebut. Konspirasi elite politik dan pengusaha terjalin dengan erat untuk merampas didalam negeri maupun diluar negeri.

Ketika Credit crisis yang melanda AS, kita tidak menemukan daftar perusahaan yang tergabung dalam group konspirasi itu hancur atau dilikuidasi seperti
AAI CorporationBAE Systems Inc.,Boeing,Carlyle Group,Colt's Manufacturing Company,General Atomics,General Electric GEAE),GeneralDynamics,HoneywellLockheed-Martin,Northrop Grumman Corporation, Raytheon Corporation, United Technologies ,Pratt and Whitney, Sikorsky Aircraft Corporation). Berdasarkan data research pada tahun 2006 , total belanja dunia akan persenjataan mencapai USD 1,158 Triliun. Ini tidak termasuk belanja untuk training, spar part dan lain lain, yang jumlahnya bisa dua kalipat. 50% lebih pangsa pasar itu dikuasai oleh industriawan asal AS.

Industri senjata memang mengasyikan, karena tidak membutuhkan tenaga kerja berlebih, dan tidak perlu transfarance. Soal promosi , tugas negara dan politisi untuk menciptakan market requirement. Begitupula business turunan dari senjata yang dekat dengan politik berkaitan dengan konsesi business dinegara negara yang butuh senjata. Jumlahnya tak terbilang. Bahkan hampir sebagian besar potensi negara tersebut praktis dikuasai oleh mereka. Dari semua inilah elite AS menikmati kemakmuran dan menguasai dunia.

Ketika akan usai makan malam , saya sempat bertanya satu hal kepada senator ini “ Where is their money ? dia jawab dengan singkat..” You know very well, where ? Dia tersenyum. Sahabat saya Tanya wanita cantik keturunan Libanon , wajahnya memerah tersenyum kearah saya.. Ketika dalam perjalanan pulang ,saya sempat termenung dan Tanya berkata kepada saya “ Obama akan terpilih sebagai orang kulit hitam pertama tinggal di White House, namun dia tampil untuk sebuah euphoria dan harapan. Sebuah pengalihan jenius untuk memaafkan keculasan dari konspirasi elite penguasa untuk terus berkuasa dalam bentuk dan cara lain..

Wednesday, November 5, 2008

Cara China

Dunia international khususnya pihak Barat ( inggeris ) dan AS menuding China tidak serius mengatasi akibat krisis global saat ini. Padahal negara ini termasuk raksasa ekonomi dunia bersama dengan India. Setidaknya dengan melepas sebagian cadangan devisanya untuk pasar uang global tentu akan berdampak positip bagi likuiditas pasar uang global. Sebetulnya China bukannya tidak bereaksi cepat tapi lebih wait and see. Karena China harus memperhatikan kebijakan AS dan Eropa dalam mengatasi dampak crisis ini. Bagaimanapun krisis ini terjadi akibat ulah kesalahan pengelolaan pasar uang dan modal dari pihak Barat dan AS yang sehingga membiarkan pasar bergerak tanpa terkendali.

Disadari bahwa mesin pertumbuhan ekonomi china selama ini didukung oleh dua sector yaitu property dan Export. Dua sector ini terkena dampak langsung. Pasar export akan menyusut akibat melemahnya daya serap pasar utama seperti AS. Property juga akan mengalami penururan permintaan akibat likuiditas perbankan untuk kredit perumahan berkurang. Sambil menunggu kebijakan konkrit dari pihak AS dan Eropa dalam mengatasi akibat krisis global ini, China telah melakukan tindakan cepat untuk mengamankan perekonomian nasionalnya. Yaitu dengan melakukan langkah kebijakan berskala nasional diantaranya adalah :

Memperkuat UKM
Usaha Kecil dan Menengah , diperkuat melalui dukungan kemudahan pendanaan dan kepemilikan.. Khususnya sector pertanian, pemerintah china telah melakukan land reform dengan mengeluarkan kebijakan dimana petani boleh memiliki lahan sendiri. Ini kebijakan yang sangat fenomental dibawah rezim komuniss. Dimana sebelumnya hak kepemilikan akan lahan dikuasai oleh negara. Dengan land reform ini maka petani dapat memanfaatkan hartanya untuk berkembang. Disamping sebelumnya pajak hasil pertanian sudah dihapus. Guna mendukung kekuatan petani meningkatkan akses permodalannya maka Beijing pun telah melakukan restructurisasi
Agriculture bank of china, sebesar USD 19 Billion yang diperkirakan menelan biaya sebesar USD 100 billion. Dimana NPL sector pertanian di ambil alih pemerintah. Diharapkan bank ini akan lebih modern dan flexibale untuk mendukung pertumbuhan sector pertanian.

Mempertahankan pertumbuhan.
Guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang terhadang krisis global, maka china mensupplai dana lewat APBN nya untuk membangun infrastruktur agar memungkinkan angkatan kerja terserap dan industri dalam negeri tertolong. Khususnya industri tekhnologi tinggi dan baja. Untuk itu Beijing menyetujui dilaksanakannya Project berskala raksa pembangunan rail way sebesar USD 292 billion atau Rp. 2920 triliun! Disamping itu, pihak Beijingpun mendorong setiap provinsi untuk memacu pembangunan infsrastruktur. Untuk mengamankan daya beli bagi masyarakat kecil ( yang belum punya rumah ) maka kebijakan yang diambil oleh Beijing adalah menurunkan pajak pembelian property sebesar hampir 30% atau turun 1% dari 3-4 %. Menurunkan bunga bank. Menurunkan ketentuan mengenai uang muka pembelian rumah dari 30% menjadi 20%.

Dari dua langkah besar tersebut diatas maka diharapkan laju pertumbuhan ekonomi dalam negeri sebesar 9% tetap terjaga dan inflasi dapat ditekan. Industri dalam negeri tidak akan mengalami penurunan produksi yang significant karena daya beli pasar domestic semakin tinggi akibat suplai dana negara lewat pembangunan infrastructure ekonomi dan kebijakan kredit kepemilikan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.. Yang pasti pasar domestic tetap tumbuh untuk menggantikan pasar eksport yang menyusut.

Apa yang dapat kita pelajari dari cara china menghadapi krisis global ? Bahwa ketika terjadi krisis maka diantara berbagai pilihan kebijakan, yang dipilih adalah komunitas terbanyak untuk dibela lebih dulu. Karena komunitas ini hampir tidak mungkin mampu bertahan tanpa bantuan penuh dari negara. Itulah sebabnya china, yang petama kali diamankan adalah masyarakat kecil utamanya adalah petani dan buruh yang berpenghasilan rendah. Kedua, adalah mengamankan industri hulu ( baja ) dan industri tekhnologi tinggi. Maklum saja bahwa kedua industi ini sangat pital atau strategis bagi kekuatan industri nasional. Dan tanggung jawab negara lah untuk mengamankannya, sementara yang lainnya dibiarkan dewasa menghadapi krisis global.

Sementara kita , Krisis sudah disadari sebagai sesuatu yang serius sebagai mana is not as usual. Kita mengetahui persoalan dan tahu bagaimana mengatasinya. Tapi semua itu baru sebatas jargon politik dan teori, belum sampai kepada implemtasi. Yang cepat dilakukan oleh pemerintah adalah mengatasi index pasar modal yang jatuh dan mengamankan rupiah yang melemah. Caranya adalah melepas dana cadangan pembangunan Infrastrukture untuk mem buy back saham BUMN dan menaikkan suku bunga. Sangat jauh dari jargon politik dan teori dalam rangka recovery akibat krisis, untuk melindungi mayoritas penduduk

Sunday, November 2, 2008

Voting

Voting asal kata dari bahasa inggeris ( Vote) yang artinya adalah memilih. Kata ini biasa saja dipakai dalam keseharian. Sama dengan kata kata lainnya. Namun menjadi lain bila menjadi kosa kata dalam politik. Voting sudah menjadi aturan baku dari satu paham demokrasi. Dari sebuah Voting kekuasaan berbicara. Suara terbanyak adalah pemenang. Tidak jauh beda dengan lembaga perseroaan yang diisi oleh pedagang. Pemegang saham mayoritas yang berhak mengatur. Antara dunia politik dan dunia dagang memang tak jauh bedanya bila soal kepentingan..Apapun sarat dengan muatan kepentingan barang dagangan untuk mencapai laba. Bahkan hampir semua lembaga multilateral maupun PBB menggunakan aturan voting untuk melegitimasi keputusan.

Karena sifatnya "yang banyak yang berkuasa " maka jangan tanya soal hakikat dari kebenaran, kebaikan dan keadilan. Voting mengabaikan akan hal itu. Walau yang minoritas menyampaikan usulan yang tentang kebenaran namun tak akan bernilai bila mayoritas mengatakan tidak benar. Orang baik ditengah mayoritas orang gila , akan dicap lebih gila daripada orang gila. Setiap hasil voting pasti ada yang kalah dan yang menang. Ada yang kecewa dan ada yang ketawa. Kehidupan kelembagaan terhormat memang di design layaknya medan pertempuran. Yang kuat memakan yang lemah. Tak ada nuasa hikmat dari pelaku untuk menghasilkan kebijaksanaan.

Para pendiri negara ini ketika menyusun konsep dasar negara. Sadar betul bahwa kesatuan bangsa ini harus tegak diatas kekuatan moral yang universal. Bhineka Tunggal Ika bukanlah istilah mudah untuk dipahami apabila tidak didasarkan oleh keyakinan bersama tentang asas moral yang universal.. Bagaimana perberdaan ( plurarisme) dapat diakui untuk menjalin persatuan ( tunggal) ? caranya , pendiri negara menempatkan ruh kekuasaan kedalam sila ke empat “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam permusyawaratan/Perwakilan”. Bahwa negara ini adalah negara kerakyatan. Bukan negara kekuasaan. Bukan pula negara partai. Ini Negara kerakyatan !. Para wakil disebut pemimpin. Mereka ini adalah orang orang yang terpilih akan hikmatnya untuk lahirnya kebijaksanaan berdasarkan musyawarah.

Kita bertanya mengapa ada kalimat “ Hikmat Kebijaksanaan “. Dua suku kata tanpa ada “dan” sebagai penghubung.? Yang tersirat dibalik “hikmat kebijaksanaan” itu adalah sesuatu yang sacral. Antara hikmat dan kebijaksanaan tak berjarak satu sama lin. Kait mengkait. Menyatu. . Mengapa ? Baiknya kita lihat arti kata dari Hikmat itu sendiri.

Hikmat atau hikmah dalam islam berarti banyak hal penafsirannya. Seperti dalam Alquran dikatakan: ud’u ila sabili rabbika bil hikmati wal mau-idhatil hasanah, wajadilhum billati hiya ahsan. Ajaklah orang-orang ke jalan Tuhanmu dengan hikmah. Para ulama memberi tafsiran yang berbeda-beda tentang apa itu hikmah. Pada tingkat yang sederhana, hikmah adalah ilmu pengetahuan. Tapi pada tingkat selanjutnya, ilmu pengetahuan tidak hanya pada aspek yang rasional, pengetahuan-pengetahuan akal, tapi juga pengetahuan batin. Jadi agama harus memadukan antara dua hal itu; pengetahuan rasional yang mumpuni dan pengetahuan spiritual yang tinggi. Singkatnya makna hikmat itu kepintaran mencapai hasil, menyusun rencana yang benar untuk memperoleh hasil yang dikehendaki. Tempat kedudukannya ialah hati ( nurani/basirah), pusat keputusan moral dan intelektual.

Dari pemahaman itu maka tahulah kita bahwa hikmat itu adalah pola berpikir dan bersikap yang benar sesuai dengan tuntunan agama dan budaya yang diyakini. Ini mengandung makna terdalam tentang kebenaran, kebaikan dan keadilan. Akibatnya tentu akan menghasilkan output tak jauh dari “bijaksana”. Bila dilakukan secara kolektive lewat musyawarah maka dia akan bernama kebijaksanaan. Makanya dalam istilah demokrasi pancasila tidak mengenal budaya atau aturan voting. Karena semua yang duduk sebagai pemimpin adalah orang orang yang hikmat ( pasti amanah ). Bukan pedagang. Kebenaran , kebaikan, keadilan adalah pemenang. Bukan yang mayoritas.

Kini setelah reformasi dan di amandemen nya UUD 45 maka kekuatan Pancasila sebagai pemersatu dari pluralisme menjadi luntur. Hikmat kebijaksanaan digantikan kepentingan mayoritas. Makanya tidak aneh bila Politik Parlemen kita menjadi seperti bursa saham. Birokrat kita seperti broker. Penegak hukum kita seperti arranger. Semuanya harus ada fee dan laba yang harus didapat. Ujung ujungnya ya duit alias UUD. Maka jangan pernah berharap akan lahirkan kebijakan untuk menjawab masalah kebenaran, kebaikan dan keadilan.

Saturday, November 1, 2008

Pajak dan Harga

Rakyat itu adalah mereka yang bayar pajak. Selebihnya adalah sampah. Demikian ungkapan mantan Gubernur DKI dulu ketika sedang gencar gencarnya membangun Jakarta. Bang Ali memeng terkesan pemimpin yang keras dan tak ada basa basi. Dia melontarkan apapun yang menjadi hakikat kekuasaan. Apalagi latar belakangnya sebagai militer." Negara memang menempatkan orang untuk berkuasa dan menentukan harga untuk membayar dan dibayar. Itulah yang terjadi dari masa kemasa. Harga direkayasa untuk dipercaya oleh public. Dari kegiatan perniagaan terjadi proses perputaran uang. Ber gerak dari pemerintah yang mencetak dan melesat ketengah public , dan kemudian kembali kenegara dalam bentuk pajak. Rakyat dan semua organ didalam negara berputar dalam system yang direkayasa untuk mempercayai proses ini. Agar kekuasaan tetap berjalan dan negera tetap exist.

Didalam harga terkandung dua makna yaitu jerih payah dan laba sebagai reward Dari itulah harga dipahami oleh penyedia barang atau jasa untuk menjualnya kepada konsumen. Reward itu bukan hal yang final karena masih harus dikurangi untuk hak negara sebagai penyedia jasa kepada rakyat. Maklum saja negarapun butuh biaya untuk menjalankan proses pemerintahan. Dan pajak dibenarkan untuk dipungut. Namun belakangan pemerintah tidak cukup hanya menerima pajak dari laba tapi juga bergerak lebih jauh lagi yaitu meminta pula dari harga jual. Namanya pajak penjualan. Konsumenpun dibebani pajak. Belum usai sampai disini. Pemerintahpun merasa belum cukup maka nilai tambah dari barangpun harus pula dipajaki. Namanya Pajak Pertambahan Nilai. Inipun belum cukup. Barang yang diproduksi berkatagori mewahpun dipajaki. Gabungan dari semua itulah akhirnya harga tidak lagi mencermin reward tapi lebih daripada pemerasan untuk berjalannya sebuah system yang bernama negara.

Bukan hanya pajak yang bersifat langsung maunpun tidak langsung diterapkan. Creativitas meningkatkan nilai dari harga terus berkembang. Pemeritah Daerah maupun Pusat tidak pernah kehilangan akal untuk terbentuknya harga baru dengan metode pajak bermacam macam. Ada pajak tontonan,. pajak jalan khusus. pajak penerangan jalan, pajak kebersihan pasar. pajak hasil tambang, pajak hasil pertanian. Pajak irigasi. Pajak cukai dan bea. Hebatnya semua itu dibebankan pada akhirnya kepada rakyat. Bila ini belum cukup maka pemerintahpun bebas merampas uang mereka yang tak terjangkau akses pajak melalui inflasi. . Disisi lain, Para saudagar dan produsen barang maupun jasa juga tak berhenti untuk mengeruk uang dari konsumen. Nilai tambah bersifat mayapun dicreate lewat iklan di media massa. Branded image dibangun, corporate image dibentuk, design etalage dipercantik, packaging dibuat menarik,pelayan dibuat senyum dan cantik. Hingga yang terjadi adalah harga benar benar tidak mencerminkan keadilan tentang proses jerih payah tapi juga pemerasan secara tersembunyi dengan menetapkan harga irrational.

Pemeritah tidak melihat irrational harga sebagai pemerasan. Karena selagi pajak ini dan itu tetap mengalir kedalam kas negara maka semuanya syah saja. Namanya mekanisme pasar bebas. Harga bebas bergerak setinggi tingginya dan tentu semakin tinggi pula negara mendapatkan pajak. Namun kemesraan antara pemerintah dan produsen itu menjadi retak ketika harga barang china membanjir pasar AS. Hampir sebagian besar industri besar AS yang biasa memenuhi etalage supermarket rontok dimakan produksi china. Konsumen tak lagi peduli dengan nasionalisme. Yang murah mendapatkan tempat dihati konsumen. The Fed dalam risetnya mengumunkan bahwa lebih USD 1 trilion per tahun dana konsumen AS dihemat akibat membajirnya produksi china yang murah. Sebuah fakta terbuka bahwa selama ini pemerintah dan produsen AS telah berkonpirasi merampok Publik sebesar USD 1 triliun.

Diranah pasar uang dan pasar modalpun , kedok keculasan pengusaha dan penguasa terbongkar sudah. Harga saham yang tinggi dan nilai asset keuangan yang menggelembung ternyata hanyalah pemainan pasar yang tidak ada kaitannya dengan nilai instrinsik asset itu sendiri. Tak terbilang jatuhnya nilai asset yang berputar dipasar uang dam pasar modal. Namun ketika kelompok orang kaya yang rakus menderita akibat jatuhnya nilai asset di bursa maka duniapun panic. Tidak sepanik ketika melihat orang miskin antri minyak atau menerima BLT atau mati kelaparan akibat kemiskinan. . Hari ini kita menyaksikan sebuah tatanan dunia baru yang sakit. Menciptakan komunitas minoritas yang culas dan memeras lewat harga dipasar. Kepanikan menghadapi krisis global sekarang ini bukanlah kepanikan untuk memikirkan orang miskin tapi lebih kepada bagaimana menyelamatkan orang kaya yang takut miskin…Karena lewat orang kaya konsumerisme , saudagar dan produsen lah cash mengalir deras kedalam kantong pemerintah untuk bergeraknya roda kekuasaan dan memanjakan rezim.

Memahami Politik kejatuhan Gus Dur

Kalau kita ingin memahami Politik di Indonesia paska kejatuhan Soeharto maka belajarlah dari kejatuhan Gus Dur.  Gus Dur terpilih lewat Sida...