Monday, May 28, 2012

Ka'bah ..


Anda mungkin tahu  apa itu Piramid. Ia adalah bangunan yang sampai kini masuk dalam 7 keajaiban dunia. Suatu lambang kemajuan peradaban mesir kuno. Bentuk pyramid itu lebar dibawah dan kemudian mengerucut keatas. Mengapa pyramid itu dibuat seperti itu ? konon menurut sejarah , orang  Mesir kuno ketika itu menyembah Api. Bentuk api yang sedang menyala nyala keatas  memang menyerupai pyramid itu. Mereka memuja api sebagai sumber kekuatan dan membentuk peradaban dengan itu.  Sifat api akan terus menyala sepanjang ada fuel. Bila fuel habis menjadi debu maka padamlah api. Karenanya analogi api tak ubahnya dengan iblis yang senantiasa menyala nyala keatas dan berusaha mencari manusia sebagai fuel agar iblis terus menyala dan hidup. Dan memanglah iblis itu diciptakan dari api oleh Allah. Jadi karakter api melekat pada iblis dan targetnya adalah manusia untuk dilumat dan dibakar menjadi debu seperti asalnya dari tanah.

Hirarki dalam organisasi modern selalu berbentuk Piramid. Strata  social masyarakatpun mengikuti model pyramid juga.  Orang miskin atau awam berada dilevel terendah yang disebut dengan komunitas muram. Semakin bergerak keatas semakin berkilau dia dan terus keatas dan keatas sampailah ia dipuncak yang jumlah komunitasnya sangat sedikit. Atau disebut dengan elite. Manusia modern berjuang keras dengan segala daya dan upaya untuk melewati level piramida itu. Yang berada diatasnya tak rela begitu saja membiarkan mereka naik keatas.  Yang diatas melalui rekayasa akal dan pengetahuannya sengaja menciptakan ilusi agar orang tentram berada dilevel bawah. Agar mereka bebas berlama lama berada diatas. Pada waktu bersamaan, yang kaya menindas yang miskin dalam berbagai cara. Yang kuat menindas yang lemah dalam berbagai bentuk perlakuan. Para elite politik melempar retorika tipuan untuk melahirkan inspirasi agar orang setia. Para CEO memotivasi ribuan karyawan agar bekerja keras dan laba untuk pemegang saham.

Itulah paradigm piramida dalam kehidupan modern saat ini. Para pemimpin yang berada dipuncak piramida layaknya srigala berbulu domba.  Mereka hidup memanjakan diri diatas penderitaan orang banyak . Memang Paganisme dan Majusi sudah tidak ada di zaman kini. Namun ajaran dan idiologinya lekat dalam kehidupan sehari hari. Ajaran itu bagaikan kobaran api yang menyala nyala , dipelajari dengan serius disetiap kampus dan sekolah. Ia telah menjadi dogma manusia akhir zaman yang membuat semua orang berkompetisi siang dan malam.  Dalam setiap moment , ada yang siap dimakan dan siap memakan. Halal atau Haram , bukan lagi ukuran untuk dimakan. Semua halal saja untuk sebuah rezki dalam dimensi berkompetisi itu.  Sampai sebagian orang  yang kalah berkata bahwa hidup itu tidak adil. Hidup adalah siksaan. Padahal hidup adalah berkah tak terbilang dari Allah. Hanya paradigm yang salah mebuat hidup menjadi beban dan menyesakan.

Islam mempunyai cara berbeda melihat bagaimana tatanan social dan peradaban dibangun. Islam tidak mengenal piramida sebagai symbol dan standard untuk dijadikan acuan menjalani kehidupan. Islam mengenal hanya satu yaitu KA’BAH. Bentuk Ka’bah tidak pyramid. Ia berbentuk kubus. Diatas , disamping, diwawah sama besarnya. Sebagai sebuah inspirasi bahwa tidak ada manusia bisa meng claim dia berada diatas dari yang lainnya. Semua manusia dihadapan Allah adalah sama,kecuali amalannya. Maka inspirasi dari icon Ka’bah tak lain adalah mawaddata fil Qurba, cinta dan kasih sayang dalam semangat pengorbanan. Semua, siapapun dia, pemimpin atau rakyat, kaya atau miskin, pintar atau bodoh,  berkorban untuk mencapai kebaikan  , kebenaran dan keadilan. Soal takaran tergantung dari kemampuan setiap orang namun kualitasnya tergantung dari keikhlasannya dihadapan Allah.

BIla ditilik dari ilmu ruang maka sebetulnya bentuk Ka’bah itu merupakan perpaduan dari enam piramida dan keenam puncaknya bertemu ditengah tengah ruang. Kalau dianalogikan , keenam piramida itu terdiri dari orang pintar,bodoh, kaya, miskin, penguasa, rakyat. Ini sebagai symbol scenario Allah yang menciptakan kehidupan penuh warna namun sebagai bangunan yang kokoh. Semua manusia boleh bergerak dengan takdirnya namun bergerak dan bertemu pada satu titik yang sama: keridhoan Allah. Titik temu yang berada ditengah ruang itu adalah  hati nurani. Api ( nafsu) yang menyala ketika sampai ditengah ruang, ia akan padam. Karena disitulah Allah berada. Disitulah kekuatan cinta berada. Yang kaya berbagi kepada yang miskin, yang miskin sabar dalam kemiskinannya, para pemimpin yang amanah pelindung rakyat dan berbuat karena cinta,orang berilmu menebarkan ilmunya untuk kebenaran dan kebaikan bagi siapa saja. Ka’bah adalah symbol kehidupan yang menjadi orientasi bagi semua umat islam. Ia menjadi motivasi dan tujuan hidupnya. 

Rusaknya peradaban modern saat ini yang ditandai banyaknya konplik tak lain disebabkan oleh mindset piramida. Tak ubahnya dengan kaum majusi yang menyembah api ( nafsu) kesenangan dunia berupa harta, wanita dan tahta,  yang menghanguskan rasa aman dan damai. Karena paradigm piramida membuat kebenaran, kebaikan, keadilan diperdagangkan , yang diuntungkan naik , yang dirugikan tenggelam, Ya paradigma menjajah..


Thursday, May 17, 2012

Irshad Manji


Sesungguhnya Allah tidak akan menghilangkan ilmu dengan mencabutnya dari semua manusia, akan tetapi dengan menghilangkan ulama, sehingga ketika tidak ada lagi seorang alim, manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Yang ketika ditanya, mereka akan memberi fatwa tanpa didasari ilmu sehingga fatwa akan sesat dan menyesatkan (HR Bukhari).”
***
Irshad Manji adalah muslimah berkewarga negaraan Canada. Dia datang dan dia ditolak oleh LSM Islam Indonesia. Pada waktu bersamaan kehadirannya didukung oleh kelompok islam yang mengusung liberalism. Namun kekuatan massa dari  kelompok Islam yang menentang lebih banyak dan akhirnya aparat kepolisian memilih cara aman dengan menggagalkan diskusi bedah buku yang berjudul Allah, Liberty, and Love. Selesailah sudah masalahnya. Namun tidak bagi yang mendukung kehadiran Ishad Manji. Mereka meradang marah atas sikap kepolisian yang melarang kegiatan akademis dalam acara bedah buku tersebut.  Menurut mereka, pemerintah ( kepolisian ) telah memasung kebebasan mimbar akademis. Ini sama saja membelenggu kebebasan dan merusak system demokrasi.  Teman saya yang juga pencinta kebebasan berpikir sempat berujar dihadapan saya bahwa umat islam Indonesia bersikap paranoid. Disamping paranoid juga ada sikap phobia terhadap perbedaan pemikiran terhadap ajaran islam.

Menurutnya , kalau uma islam dan bangsa Indonesia mau maju maka kebebasan berpikir terhadap agama itu harus dihidupkan. Jangan ada lagi ada istilah taklik terhadap pendapat ulama tentang halal dan haram. Ilmu Allah itu teramat luas hingga tidak pantas hanya diselesaikan oleh pemikiran sepihak oleh para ulama. Atas dasar apa hidup kita, pemikiran kita, ditentukan  oleh segelintir ulama. Demikian katanya. Saya hanya tersenyum. Menurut saya teman ini sedang berusaha berbicara tentang agama sebagai sebuah isme. Agama sebagai sebuah idiologi sekular. Kalau Islam sebagai sebuah idiologi sekular atau isme, mungkin ada benarnya. Seperti Komunis atau sosialis, kapitalis , itu adalah idiologi , isme yang bisa dipreteli dan dibongkar disana sini untuk diperbaiki sesuai dengan tuntutan zaman. Namun Islam bukanlah Idiologi sekular , juga bukan Isme. AL quran terlalu luas untuk bisa disandingkan dengan isme atau idiologi sekular. Terlalu luas.  Al Quran adalah sederet hukum dan ketentuan yang melingkupi segala hal yang teramat luas untuk dipahami oleh akal yang terbatas ini.

Agama islam dihidupkan dan dilindungi oleh AL Quran dan hadith. Ini bukan buah karya manusia. Ini buah karya Allah. TIdak aka ada satupun manusia bisa membuat satu ayatpun yang ada didalam kitab mulia itu. Tidak ada. Kekuasaan Allah teramat hebat melindungi AL Quran itu dari segala cara untuk orang bisa merusak atau memutar balikannya. Sejak Al Quran diturunkan di Kota Mekkah dan kemudian di Madinah , lewat proses waktu Allah telah merancang sedemikian rupa bagaimana kelanjutan AL Quran itu hadir ditengah manusia. Kehendak Allah pula, tampillah para para sahabat rasul dan kemudian Imam sebagai penerus Rasul yang tanpa diorganisir oleh lembaga apapun, mereka mendedikasikan dirinya mengumpulkan setiap ayat dan hadith tersebut dengan cara yang sangat sophisticated. Bukan pekerjaan sehari tapi pekerjaan bertahun tahun dan bahkan berpuluh tahun.  Segala informasi itu dikumpulkan dengan detil lewat mekanisme cross informasi dan kemudian diuji dengan nalar dan kalam, untu sampai pada satu kesimpulan pembenaran.  

Para sahabat Rasul dan imam itu telah tiada dan mereka meninggalkan Alkitab ( AL Quran dan AL Sunnah ) yang kini menjadi rujukan bagi kita semua. Namun kita sebagai orang awam pun tidak mudah mencerna isi kitab itu. Maka tampilah individu yang mewakafkan hidupnya mempelajari isi Kitab itu untuk menjadi sebuah hukum yang mudah dipahami oleh orang awam. Mereka adalah kaum ulama. Proses terbentuknya  hukum inipun tidak mudah. Ada tahapan sampai seorang ulama dibenarkan mengambil kesimpulan terhadap masalah keseharian yang kompleks itu. Tahap itu adalah Qiyas, Ijmak, ijihad.  Tahapan ini tidak dilalui dengan sederhana. Mereka dibekali ilmu dalam ketekunannya mempelajari setiap isi AL Quran dan Hadith. Mereka mendedikasikan hidupnya hanya untuk tujuan itu dan keseharian mereka bersih dari segala tabiat buruk atau akhlak rendah. Mereka menjadi segelintir orang yang dihormati bukan karena pangkatnya, hartanya, tapi karena keilmuan dan tawadhunya.

Pada tahap Qiyas atau penalaran analogi,metode. Mereka menggali sumber sumber klasik seperti aturan yang dibuat oleh para sahabat rasul setelah rasul wafat atau para ulama yang diakui keluasan ilmu agamanya. Ini dilakukan bila sampai pada situasi kontenporer yang belum pernah terjadi dizaman Rasul dan Al Quran tidak menjelaskan secara rinci. Jika timbul ambiguitas tentang cara untuk menerapkan Qiyas, masalah ini diselesaikan kepada tahap kedua yaitu Ijmak atau konsesus masyarakat atau konsensus para ulama yang diakui oleh masyarakat. Jika telah menemukan jawaban tuntas dari AL Quran , hadith, qiyas dan ijmak , maka ulama dipantaskan untuk melakukan itjihad yang berarti “berpikir bebas mandiri berdasarkan nalar” Jadi ada proses yang rumit untuk seorang ulama hebat sampai pada kemampuannya menggunakan nalarnya. Kalaulah kini para Islam liberal  mengusung  kebebasan Itjihad,dengan alasan membunuh taklik,  apakah mereka sudah termasuk orang yang qualified lahir batin untuk bisa beritjihad?

Apa yang tidak disukai oleh Komunis terhadap agama ? bukan ajarannya. Bukan pula ritualnya. Tapi yang harus diberangus adalah lembaga dibalik keberadaan Islam itu. Ulama dan sederet ahli agama bukanlah lembaga resmi. Mereka adalah individu yang tidak tercatat dalam lembaran Negara namun keberadaan mereka diakui oleh umat islam. Kata kata mereka diakui dan dihormati serta diikuti dengan setia. Bukan karena umat  memuja ulama itu, bukan. Tapi karena keimanan  kepada Allah dan Rasul. Itu saja. Inilah yang menakutkan oleh isme manapun. Bayangkan, ada sebuah system , yang kokoh, yang invisible namun mengakar lahir batin dalam setiap umat. Itulah kehebatan Islam. Jadi keberadaan Islam liberal tak ubahnya dengan dogma komunis yang intinya hanya satu , mereka ingin memisahkan ulama dengan umat. Itu saja. Makanya siapapun boleh melakukan itjihad. Yang haram dinalarkan menjadi halal. Yang sacral dinalarkan menjadi bahan tertawaan. Seperti tulisan Irshad Manji.

Bila komunis melarang system dibalik agama dengan  tangan besi. Namun system demokrasi tidak menggunakan tangan besi tapi melalui propaganda akademis untuk merubah pola pikir ( mindset) dan keyakinan orang terhadap ulama melalui kebebasan berpikir. Kalau ini dibiarkan maka hanya soal waktu umat akan  lepas dari ulama maka Al Quran dan Hadith akan dirancang oleh orang miskin ilmu agama untuk sesuai dengan design politik pragmatis. Maka hancurlah umat islam, karena mereka dipimpin oleh orang bodoh yang sesat dan menyesatkan. 

Wednesday, May 16, 2012

Lady Gaga

Pada usia empat tahun Lady Gaga sudah belajar Piano. Dia memang menyukai music dari sejak usia dini. Namun jalan untuk meraih sukses tidak semudah membalikan telapak tangan. Madonna tampil hebat dan memukau panggung dunia selebritis karena memang diawali sebagai penari professiona dan termasuk unggulan dalam American Idol. Lady Gaga bukanlah tandingan Madonna soal itu. Itu sebabnya ketika dia tampil di Bar dikota NY yang banyak dipenuhi oleh Mahasiswa mabuk, penampilan panggungnnya malah diejek. Dia sampai muak dengan mengandalkan oleh vocal dan piano. Namun ketika dia melepas pakaian luarnya dan hanya menggunakan pakaian dalam, seketika semua orang terpesona dan melihatnya. Pada saat itulah dia sadar tentang cara terbaik untuk dihargai diatas panggung “'Whoa!' Yeah, you're looking at me now, huh?' " Selanjutnya dari satu Bar ke Bar berikutnya Lady Gaga mempertahankan cara penampilannya dipanggung dan penonton dengan antusias melihatnya. 

Mungkin gaya penampilan Lady Gaga itu mengundang Industri music di AS untuk melakukan study riset terhadap minat public terhadap music. Apakah fenomena Madonna dan lebih lagi Lady Gaga yang mengkombinasikan penampilan dan syair yang amoral pantas dijual secara massal untuk mendatangkan laba ? Ternyata hasil riset membuktikan kebenaran itu. Bahwa public memang sedang menyukai tampilan moral rendah itu. Dalam dunia kapitalis apapun selagi mendatangkan uang maka layak untuk dijual. Karena itu Industry hiburan AS menjadikan Lady Gaga sebagai icon untuk memasarkan selera rendah itu keseluruh dunia. Tidak butuh lama, tidak butuh karir berjenjang untuk menjadi selebritis kelas dunia, Lady Gaga langsung menjadi terkenal setelah berada dalam system pengelolaan business hiburan AS. Tahun 2010 saja, nilai konser Lady Gaga sudah mencapai USD 233 juta. Ini tidak termasuk keping CD yang terjual serta penjualan media promosi lainnya. Dan tahun berikutnya terus meningkat berlipat. Jadi ini business multi billion dollar. 

BIla sudah menjadi sebuah business maka Lady Gaga adalah industry yang terorganisir dengan baik dan didukung oleh resource yang kuat. Lady Gaga group sadar bahwa business mereka akan mendapatkan restriction dari banyak Negara dan tentu mereka telah melengkapinya dengan kekuatan loby politik agar berperan efektif untuk meloloskan setiap acara konser nya. Para ahli dibidang moral dan agama , tentu didekati. Para elite politik , juga tentu didekati. Para pengamat dan aktifis tak lepas dari upaya loby mereka. Sudah bisa ditebak setiap upaya loby itu tidak ada yang gratis. Semua ada harganya dan uang ditebar kemana mana. Semua sudah diperhitungkan untung ruginya. Para segelintir orang yang dibayar itulah yang tampil menjadi pembela dengan menggunakan jargon demokratisasi, hak kebebasan berekspresi, HAM dan lain sebagainya. Lihatlah mereka bicara dalam membela Lady Gaga, dan yakinlah mereka tidak sedang berbicara atas nilai nilai demokrasi tapi bicara soal uang disekitar selangkangan Lady Gaga. 

Bagi Lady Gaga group, agama dicemoohkan, ketulusan cinta adalah free sex. Tatanan moral dijungkir balikan begitu saja. Ini business. Titik. Tidak ada yang berhak melarang modal bekerja untuk mendatangkan laba berlipat. Samahalnya tidak ada yang boleh melarang kebebasan pasar ala wall street walau kebebasan itu penuh dengan keculasan menjungkir balikan idealism ekonomi tentang pertumbuhan dan keseimbangan. BIla Wallstreet akhirnya tumbang dan meninggalkan luka dalam bagi follower maka Lady Gaga Group hanya soal waktu akan menjadi ledakan krisis bagi umat. Bukan krisis moneter tapi ledakan krisis moral. Bila ledakan krisis moral ini terjadi maka tak ada satupun kepintaran manusia mampu memperbaikinya. Pada momen ini, manusia sudah menjadi hewan dan bahkan lebih rendah dari hewan. Kerjaannya hanya akan merusak dimuka bumi,seperti yang dikawatirkan oleh Malaikat ketika Adam diciptakan oleh Allah. 

Itulah sebabnya ormas Islam yang masih sadar akan tanggung jawab pembangunan umat dalam sebuah Negara dan bangsa , berusaha untuk membendung sahwat Lady Gaga dan groupnya di Indonesia untuk tampil. Upaya ormas islam berusaha melindungi umat dari segala pengaruh buruk tak lain merupakan semangat untuk meninggikan kalimat Allah untuk kebaikan, kebenaran dan keadilan. Kelihatannya pemerintah ( polisi ) menyadari akan hal ini bahwa pembangunan moral adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah dan melarang Lady Gaga, adalah kebijakan yang dibenarkan oleh hukum. Bagi pembela Lady Gaga maka mereka tak ubahnya dengan komunis yang anti tuhan hanya saja mereka tak mau disebut komunis.

Monday, May 7, 2012

Damai dibumi


Nama Rohingya mengambil nama kuno dari sebuah daerah bernama Arakan pada paruh abad ke 9 saat Islam diperkenalkan disana oleh para pedagang Muslim. Daerah Arakan secara georgraphis terpisah dengan  Burma oleh sejumlah pegunungan Arakan Yoma, daerah ini sekitar 20.000 mil/persegi dengan kota Akyab sebagai ibukotanya. Penduduknya ada sekitar 4 juta jiwa, sekitar setengah populasi adalah Muslim, sisanya Budha dan 5% ada kristen dan hindu.  Sejak dua bulan lalu berita soal konplik di daerah Arakan ini membuat saya bertanya tanya. Mengapa daerah yang dihuni oleh masyarakat religius namun berseteru hingga menimbulkan korban begitu besar dikedua belah pihak. Dan mengapa Pemerintah Myanmar tak peduli dan atau terkesan terjadi pembiaran atas upaya pembersihan entis Rohingya? Bahkan lebih buruk lagi adalah Pemerintah Junta Militer Myanmar tidak mengakui keberadaan Etnis Ruhingya, dan kini ketika kekacauan terjadi mereka menyelamatkan diri keluar negeri lewat laut dengan kapal ala kadarnya namun tidak ada Negara yang mau menerima etnis ini. Mereka terlunta lunta di bumi Allah tanpa ada tempat untuk hinggap.

Ketika bertemu dengan teman di Hong Kong yang punya business di Myanmar, hal ini saya tanyakan.  Menurutnya masalah etnis Rohingya di Burma adalah masalah lama yang tak pernah tuntas  diselesaikan oleh sejarah. Tapi konplik yang kini terjadi adalah akibat dari pertarungan kepentingan politik Negara besar yang ingin menguasai Myanmar secara tidak langsung. Apa pasal? Menurutnya Myanmar memang dikenal sebagai Negara kaya SDA, meliputi emas, berlian dan migas. Terutama ketika tahun  2004 ditemukan gas bumi di  Shwe (emas) Blok A1-Teluk Bengal. Prakiraan deposit gas mencapai 5,6 triliun kubik yang tidak akan habis dieksploitasi hingga 30  tahun, maka semenjak itulah bentangan pantai sepanjang 1.500 km antara Teluk Bengal - batas laut Andaman, Thailand menjadi incaran Negara Negara seperti  Cina, Jepang, India, Perancis, Singapura, Malaysia, Thailand, Korsel dan Rusia. Negara Negara terserbut bertarung mendapatkan konsesi untuk eksplorasi serta eksploitasi kecuali AS agak belakangan melalui  Chevron (AS) dan Total, Perancis.

Tapi menurut teman saya, yang paling  agresip menguasai Myanmar adalah China dan kemudian Rusia. Kedua Negara ini bukan hanya menguasai konsesi minyak dan gas tapi juga terlibat aktif memberikan bantuan peralatan militer kepada junta militer di Myamar, juga memberikan bantuan dana tidak sedikit untuk pembangunan insfrastruktur ekonomi. Saat kini china sedang berambisi menyelesaikan pembangunan pipa minyak sepanjang 2.300 km dari pelabuhan Sittwe, Teluk Bengal sampai Kunming, Cina Selatan. Depat dibayangkan cengkaram China akan Myanmar sangat kuat. Bila project ini selesai maka niscaya seluruh impor minyak dari Timur Tengah dan Afrika cukup dipompa melalui Sittwe ke salah satu kilangnya di Kunming. Apabila proyek itu selesai maka geopolitik di Asia Tenggara bakal berubah, terutama dalam hal distribusi minyak. Ibarat memangkas jarak pelayaran sejauh 1.820 mil laut ,  bahkan lebih dari sekedar memangkas jarak, modal transportasi import minyak Cina dalam jalur sangat aman dan lebih murah.

Amerika dan Barat memang hanya peserta pasif ditengah hegemoni China dan Rusia  terhadap Myanmar namun bukan berarti AS dan Barat berikhlas hati terhadap itu semua. AS dan Barat paham betul bahwa ada saatnya mereka bergerak untuk menjadi pemenang. Kesalahan paling besar bagi Rusia dan China yang punya akses kepada Junta Militer Myanmar adalah gagal meyakinkan pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah Rohingya. Padahal ini potensi konplik terpendam yang mudah diledakan oleh siapapun yang tidak menginginkan stabilitas di Myanmar. Memang etnis Rohingya tidak pernah diakui sebagai bagian dari Burma. Tidak seperti etnis Bamar, Karken, Kayah, Chin, Arakan (disebut Rakhine), Mon, Kachin yang mendapatkan hak layaknya warga Negara syah. Mengapa sampai etnis Rohingya tidak diakui. Menurutnya ini karena factor sejarah yang menimbulkan dendam berkepanjangan. Bermula ketika pada tahun 1658, akibat konflik internal di Kekaisaran Mogul, pada 7 feb 1661 pangeran India Shah Shuja datang berlindung ke Arakan tapi dia dibunuh oleh raja yang beragama islam . Akibatnya terjadi perang saudara di Arakan antara etnis Rohingya yang beragama islam dengan Arakan budha. Perang berkelanjutan ini membuat Arakan lemah dan akhirnya direbut oleh Raja Burma. Padahal sebelumnya Raja  Burma pernah  dikalahkan oleh Arakan ketika dipimpin oleh Suleiman Shah dari etnis Rohingya  yang mendapat dukungan dari Sultan Bengal, Nasiruddin Shah.

AS dan Barat paham sekali akan factor sejarah yang menyimpan potensi konplik itu. Ketika inggris keluar dari Birma dan membiarkan birma merdeka,  memang sengaja menanamkan bomb waktu ke Burma dengan membiarkan Arakan masuk bagian Burma yang mereka tahu bahwa Arakan tak ingin menjadi bagian dari Burma.  Maka bisa ditebak keributan dan kekacauan di Arakan dengan korban etnis Rohingya tidaklah datang dengan sendirinya. Kejadian itu hasil sebuah grand design dengan scenario yang hebat . Bermula dari masalah krimininal biasa dimana etnis Rohingya memperkosa wanita Arakan Budha, yang memancing kerusuhan besar. Sebentar bisa diredamkan namun berikutnya muncul lagi keributan kecil  dari Arakan Budha kepada etnis Rohingya dan benturan terjadi lagi. Begitu seterusnya. Keadaan ini membuat Junta Militer di Myanmar menjadi bertindak keras untuk menjaga stabilitas. Kekerasan pemerintah kepada komunitas Arakan bukan hanya kepada Rohingya yang muslim tapi juga kepada Arakan Budha. Disamping itu memang Arakan tidak pernah berikhlas hati menerima kekuasaan Junta Militer. Konplik ini akan digiring menjadi issue international.

BIla kekacauan ini terus terjadi dan perhatian dunia terarah penuh kepada Myanmar khususnya korban kemanusiaan atas Etnis Rohingya maka seperti biasanya akan mengundang turut campur PBB dengan mengirim pasukan perdamaian untuk menentukan nasip Arakan. Bila ini terjadi maka akan membuat Pemerintahan junta Militer tersudut untuk duduk dalam meja perundingan. Senjata demokrasi akan dipakai oleh AS dan sebagaimana biasanya AS akan muncul sebagai pemenang mengontrol Myanmar , mengontrol asia tenggara.  Bila scenario tersebut diatas terjadi maka saat itulah kontrak konsesi minyak yang sudah ditanda tangani Junta Militer Myanmar akan dievaluasi ulang. Uncle Sum akan mendapatkan porsi paling besar tanpa harus berkorban banyak seperti China dan Rusia.  Yang jadi pertanyaan adalah apakah China dan Rusia akan tinggal diam hingga membiarkan scenario AS berjalan mulus? lihatlah faktanya kini , kekacauan dengan korban kemanusiaan luar biasa terhadap Etnis Rohingya tak membuat PBB bersuara keras atas nama HAM, dan tak membuat Malaysia dan Indonesia yang mayoritas muslim bersuara keras atas nama tetangga.

Sebagaimana konplik di Timur Tengah  dimana peran AS dan Barat  sangat menentukan akan nasip bangsa Palestina. Hanya Amerika dan Barat yang bisa mendikte elite politik Israel agar bersikap lunak terhadap rakyat palestina. Begitupula  di Arakan, peran China dan Rusia sangat menentukan untuk terjadinya keamanan di Arakan dan penentuan nasip etnis Rohingya. Hanya China dan Rusia yang bisa menekan elite penguasa Myanmar  agar bersikap bijak atas Arakan khususnya kepada etnis Rohingya. Ya, damai dibumi akan mudah terjelma  asalkan China dan Rusia bergandengan tangan dengan AS dan Barat untuk cinta dan kasih sayang bagi semua…

Wednesday, May 2, 2012

Iran, Suriah ?


Tahukah kamu , kata teman saya ketika kami menonton acara TV yang memuat berita kerusuhan di Suriah, bahwa tidak mungkin oposisi begitu terorganisirnya bergerak dengan satu tekad menjatuhkan rezim Bashar AL Assad tanpa ada dukungan kuat dari AS/Barat, juga Israel. Saya sempat tersenyum. Bahwa teman ini mencoba membangun teori tentang konspirasi. Padahal dunia tahu bahwa ini murni kehendak mayoritas rakyat Suriah yang ingin tegaknya demokrasi. Mereka sudah bosan dibawah rezim Alwalid yang berasal dari minoritas Syiah yang berlaku otoriter. Saya dapat maklum apa yang disinyalir oleh teman ini. Karena di china berita tentang Timur Tengah pada umumnya dan Suriah pada khususnya tidak seperti apa berita yang selama ini kita terima dari media massa Barat.  Namun saya ingin mendengar versi mereka , dari berita yang mereka ketahui. Setidaknya bisa menjadi penyeimbang untuk kita bersikap bijak terhadap persoalan yang ada. Menurut teman ini , ada hal yang sangat mudah diledakkan di Suriah, yaitu masalah hubungan sunni dengan syiah. Maklum saja di Suriah, sunni adalah kelompok mayoritas namun elite kekuasaan berada ditangan keluarga Alwalid dari sekte Syiah. Perseteruan ini sengaja dikobarkan lewat operasi intelligent.

Sejak Obama terpilih sebagai presiden upaya smart power AS untuk menjatuhkan rezim Alwalid ini telah dilaksanakan dengan systematis. Para intelektual Muslim Sunni yang ada di suriah serta militer dari kelompok reformis  dibina oleh AS lewat program pelatihan. Motor dari operasi pembinaan para oposan ini adalah Departement Luar Negeri As melalui US Institute of Peace dengan dibantu oleh Negara Eropa Barat sekutunya. Program pelatihan yang diadakan di Jerman dengan dukungan ahli intelligent ini, meliputi program agitasi dari aspek ekonomi, social ,politik,budaya dan agama. Para mereka yang telah dilatih  ini ,kembali ke Suriah membina pressure group dari kalangan LSM yang pro demokrasi, ulama sunni dan militer intelektual. Presssure group inilah yang melakukan propaganda sistematis kepada seluruh rakyat untuk terjadinya gelombang revolusi. Maka ketika harga pangan melambung tinggi dan rezim Alwalid tidak bisa mengatasi krisis pangan, maka momentum ini digunakan untuk melakukan revolusi rakyat. Ditambah lagi keberhasilan people power di Mesir menjatuhkan Hosni Mubarak , Libia yang membuat hengkang Khadafi , ikut berperan sebagai trigger meluasnya perlawanan rakyat.

Jadi kesimpulannya kerusuhan ini tercipta karena by design oleh AS dan sekutunya. Kata saya.Teman ini membenarkan. Tapi mengapa begitu banyak rakyat yang korban  dari kerusuhan itu akibat bedil tentara. Bukankah banyak cara untuk ditempuh tanpa harus menghadapi rakyat dengan bedil hingga korban berjatuhan. Kata saya. Teman ini mengatakan bahwa bila kekacauan terjadi, apapun bisa terjadi. Diawali oleh aksi demo yang tak terkendali dan terprovokasi hingga terjadi benturan keras antara rakyat dan aparat. Selanjutnya meluas hingga terbentuk group pemberontak. Bila sudah begini, maka sikap negara dimanapun akan sama, yaitu menghadapinya dengan tegas. Tindakan berontak adalah tidakan makar. Semua tahu dibelakang kelompok oposisi ada kekuatan AS/Barat. Ini operasi intelligent AS/Barat untuk menciptakan chaos dan sekaligus menebarkan berita bohong yang sengaja dibesar besarkan oleh media barat untuk membangun bad image atas rezim Suriah. Itulah sebabnya Iran harus ambil bagian untuk menjaga stabilitas di Suriah. Pada  10/2/2012 Jenmin Jibao  Media China melaporkan bahwa Iran akan  mengirim 15,000 Pasukan Khusus  ( Quds ) ke Suriah guna melindungi Bashar al Assad dari kejatuhan oleh kelompok pro demokrasi.

Mengapa Iran harus ambil bagian di Suriah ? tanya saya. Iran telah menjalin aliansi dengan Suriah sejak tahun 1979 yang didasarkan karena punya musuh bersama, yaitu Israel, AS/Barat. Ketika perang dengan Irak, Suriah dibelakang Iran dengan memberikan bantuan jalur logistic dan militer. Sejak aliansi ini terbentuk, peran Iran bersama Suriah sangat significant mengganggu grand strategy Israel bersama AS/Barat terhadap perdamaian di Timur Tengah. Iran bersama Suriah berhasil memaksa pasukan Perdamaian pimpinan AS di Lebanon harus hengkang pada tahun 1984 dan berikutnya tahun 2000 memaksa Israel harus angkat kaki dari Libanon setelah menduduki selama 18 tahun. Konsep perdamaian yang diajukan oleh pihak AS/Barat terhadap Libanon ditolak oleh partisan aliran keras di Libanon seperti Hizbullah, Hamas, Jihad Islam Palestina dan berbagai kelompok Palestina radikal. Ketika AS menyerbu Irak dan menjatuhkan Sadam, Militan Syiah yang ada di Irak mendapatkan dukungan dari  Iran dan Suriah dalam perang grilya untuk membuat tidak nyaman pasukan AS. Ketika pasukan AS di Irak ditarik mundur oleh Obama, Iran bersama Suriah memberikan dukungan terhadap kelompok Syiah di Irak agar berperan lebih dalam pemerintahan.

Enam presiden AS berganti , tak ada satupun yang  berhasil mengelola konplik di Timur Tengah seperti grand design yang di inginkan. Itu semua karena existensi Iran dan Suriah. AS/Barat sadar bahwa Suriah ingin mendapatkan kembali Dataran Tinggi Golan yang diambil oleh Israel tahun 1967, dan menjaga hak vetonya atas politik Lebanon. Iran ingin menjadi pemain regional yang unggul di Teluk Persia dan memastikan aturan sekutunya di Iraq. Bila keadaan Suriah semakin memburuk maka bukan tidak mungkin Iran akan memaksa Iraq untuk menjalin aliansi dengan Suriah agar China dan Rusia ambil bagian dalam komplik di Suriah. Karena bila aliansi terjadi maka akan sangat menguntungkan Rusia dan China untuk jalur minyak dan Gas. Tentu pula, China dan Rusia akan memberikan dukungan penuh bagi Suriah khususnya rezim alwalid yang syiah. Suriah dan Iran juga ingin melindungi kepentingan Arab (dalam kasus Damaskus) dan kepentingan Islam (dalam kasus Iran) di seluruh wilayah. Yang pasti sekutu milisi Iran dan Suriah  telah menjadi pemain politik besar, khususnya di Libanon dan Otoritas Palestina. Inilah yang sangat dikawatirkan oleh Isral , AS/ Barat , Arab Saudi dan Qatar. 

BIla rezim Bashar AL Assad  yang anti AS/Barat ini jatuh maka peta politik di Timur Tengah akan berubah. Yang pasti Israel bersama AS/Barat lebih leluasa memaksakan agendanya di kawasan TImur Tengah  dan Iran sendirian ditengah tetangganya yang sudah menjadi good boy AS. Hanya masalah waktu Iran pun akan dianeksasi oleh AS/Barat, kata saya. Namun ini tidak akan terjadi. Jawab teman itu dengan tegas. China dan Rusia akan selalu dibelakang Iran untuk memainkan kartu politiknya di Timur Tengah demi kepentingan geo-economy nya. Ini disadari oleh Iran bahwa keberadaan CHina dan Rusia adalah penting untuk memastikan AS/Barat tidak semudah membalikan telapak tangan dalam perang perebutan pengaruh itu.  Namun bagi saya, umat islam, akan lebih baik bersatu dengan satu tujuan untuk menjaga Bumi Suriah sebagai benteng Islam yang kokoh dari  musuh sesungguhnya yaitu Israel , yang  hanya sejengkal dari Suriah...

Memahami Politik kejatuhan Gus Dur

Kalau kita ingin memahami Politik di Indonesia paska kejatuhan Soeharto maka belajarlah dari kejatuhan Gus Dur.  Gus Dur terpilih lewat Sida...