Friday, February 26, 2010

Riset dan Visioner

Satu kesempatan saya bertemu dengan teman lama. Dia sekarang bekerja di perusahaan Investasi di Hong Kong. Kepindahannya ke Hong Kong karena tahun 1998 bank tempatnya bekerja di tutup akibat krisi moneter. Pekerjaannya sebagai tenaga research untuk mendukung analis invetasi. Yang membuat saya terkejut adalah gajinya per bulan sebesar Rp. 60 juta. Saya membandingkan gaji peneliti di Indonesia yang tak lebih dari Rp. 5 juta. Apa yang bisa diperbuat oleh seorang peneliti dengan gaji sebesar itu? Makanya jangan terkejut bila banyak SDM berkualitas Indonesia yang hijrah kenegeri orang lain karena mereka dihargai dan dimanusiakan sebagai ilmuwan

Indonesia memang Negara modern tapi tidak di design secara modern. Ciri utama Negara modern adalah Negara yang kuat dibidang riset. Karena tanpa riset yang kuat tak mungkin kebijakan menyangkut populasi diatas 200 juta orang ini mampu dihasilkan dengan properly. Bayangakanlah Negara dengan APBN diatas USD 100 billion ( Rp. 1000 triliun ) , dana riset hanya sebesar USD 140 juta atau Rp. 1,5 triliun atau 0,1 % dari APBN. Jangan dihitung dari GNP yang USD 420 Billion, tak ada arti sama sekali. Padahal idealnya menurut UNESCO anggaran riset itu minimum 3% dari GNP .Sementara kita, anggaran sebesar itu 80% habis untuk biaya rutin dan tersisanya hanya 20% untuk penelitian. Pertanyaannya bagaimana para pengambil kebijakan Negara ini memikirkan masa depan bangsa ?

Alasan pemerintah terhadap kecilnya anggaran penelitian karena keterbatasan dana yang tersedia. Menurut saya ,lebih karena para pemimpin kita tidak visioner dan hanya berpikir sebatas usia jabatannya. Berapa dana talangan untuk LAPINDO , Berapa dana talangan untuk bank Century. Berapa dana talangan untuk INDOVER , berapa dana korupsi MIGAS, Berapa dana penggelapan pajak. Berapa dana BLT. Berapa anggara bayar hutang luar negeri. Banyak lagi dana yang keluar sia sia akibat kebijakan yang situasional. Dan anehnya dana untuk itu ternyata tersedia. Artinya bukannya dana tidak tersedia tapi memang tidak ada design futuristic. Akibatnya, Industri kita kalah bersaing dengan asing. Perbankan kita dikuasai Asing. Migas kita dikontrol oleh TNC asing. Sumber daya alam kita dikuasai asing. Sumber dana pembangunanpun tergantung asing.

Dari anggaran yang tersedia untuk riset maka tahulah kita bahwa memang kita men design Negara dan bangsa ini untuk menjadi follower dan pembeli tekhnologi. Negara yang dibangun yang tidak bertumpu pada geostrategis dan geopolitis. China unggul dalam persaingan global karena dana risetnya yang raksasa.Bahkan ketika awal reformasi Deng, anggaran Riset mendapat prioritas. . Malaysia tahun 2006 saja menganggarkan dana riset sebesar Rp. 30 triliun atau 2% dari Anggara negaranya.. Lihatlah hasilnya. Tak mungkin kita bisa mengangkat potensi bangsa ini tanpa riset yang kuat dan luas. Padahal SDM kita berlimpah untuk menjadi peneliti bagi kemakmuran bangsa ini.

Setiap kebijakan akan berkualitas bila didukung oleh riset yang kuat. Kasus Bank Century , betapa kebijakan bagus menghasilkan dampak buruk karena tidak didukung oleh data riset yang kuat. Alasan menhindari dampak sistemik menjadi polemic. Banyak kebijkan Negara dibuat tak didukung oleh riset yang kuat. Akibatnya kebijakan itu tidak berspektrum jauh kedepan Tidak mengarah kepada perbaikan secara menyeluruh. Kita takut bila harus belanja kebenaran tapi tak kawatir untuk belanja impian. Padahal yang membedakan kebenaran dan mimpi adalah riset. Riset menterjemahkan realitas menjadi kebenaran absolute untuk membimbing manusia melihat masa depan. Dari sinilah akal pikiran memperkuat jiwa kita melangkah dan berbuat dengan benar. Tapi kebijakan Negara kita keliatannya takut terhadap “kebenaran”.

Tuesday, February 16, 2010

Socialisme

Ketika Obama terpilih sebagai President AS dan kemudian dia memilih team ekonominya, maka orang melirik “Fundamentalis Pasar” dan kemudian akan terdengar say Good Bye. Maka tidak akan ada lagi pasar yang berjaya menguasai kehidupan masyarakat dan merantai tangan negara. Kekuasaan Fundamentalis pasar sejak tahun 1980 akan dinyatakan closed file. Ini eranya memperbaiki yang terlanjur salah untuk masa depan yang lebih baik. Dengan ini, maka jantung Kapitalisme telah tercabik cabik. Mungkinkah ? Ada skeptis tentang upaya ini kalau melihat lambatnya gerak Obama menuju pasar terkendali seperti yang dicanangkan oleh Glonbal Sosial Demokrat. Inti masalahnya adalah bagaimana pemerintah dapat mengintervesi pasar dan kepemilikan. Ini penting agar kapitalisme dapat dikendalikan sesuai dengan tekad Keynesian.

Fundamentalis pasar telah mengakibatkan hutang publik / negara terus meroket di seluruh benua termasuk Indonesia. Dua tahun lalu telah membuat pasar uang AS hancur dan kini badai krisis itu masuk lagi ke Eropa. Berawal melanda Yunani, kemudian Portugal dan menuju Spanyol , Irlandia ,Italia. Krisis keuangan ini dikawatirkan akan berimbas kepada kejatuhan mata uang Euro.. Biangnya karena merosotnya penerimaan pajak dan adanya program stimulus ekonomi yang mahal telah membuat anggaran nasional memuai. Bila ini tak segera diatasi maka negara Eropa yang stabili seperti Belanda, Jerman, Inggeris akan terpengaruh juga. Keliatannya pasar berbuat dengan hukumnya. Tak mengenal negara manapun, pasar akan mengkoreksi dengan kejam. Benarlah sikap Gordon Brown yang menyatukan kekuatan pasar dan kontrol negara. Seperti gagasan Franklin Roosevel dulu yang dikenal dengan mengamankan keuntungan dari pasar bebas dengan menjinakan segala ekses negatif yang timbul.

Ada kesan seakan neoliberalisme yang selama ini dijadikan pijakan dalam mengambil keputusan akan di postpone sementara sampai dapat mengendalikan harga dipasar. Rencana yang keliatan kompromis , atau sikap yang ragu untuk berhadapan langsung dengan neoliberal adalah kebijakan intervensi pasar yang bersifat sementara. Mungkinkah sebuah kebijakan bersifat sementara ? Sementara pasar di create oleh sebuah sistem untuk memaksa rakyat berkiblat. Keliatannya ini suatu fakta AS tidak berani bersikap jelas terhadap keburukan neoliberal walau arah kehendak sudah pasti menuju pasar terkendali , atau yang mungkin sebagai bagian dari putaran kedua dari Keynesian. Suatu jalinan erat antara dunia usaha, pemerintah , pekerja untuk memacu pertumbuhan yang berkeseimbangan. Keliatannya reformasi kapitalisme global sedang terjadi secara significant

Hal terebut diatas harus menjadi sistem dalam tatanan global sekarang. "menangkap manfaat penuh dari pasar global dan aliran modal, mengurangi resiko gangguan , memaksimalkan peluang bagi semua, dan mengangkat yang tertingal - pendek kata, pemulihan ekonomi dalam masyarakat internasional merupakan tujuan dan cita cita tinggi untuk kehidupan yang lebih stabil bagi enam miliar penduduk planet bumi. Karenanya Lembaga Multilateral seperti WTO, IMF dan lainnnya , yang selama ini eksis membentuk neoliberal harus bertanggung jawab merubah situasi tersebut. Harus ada kesepakatan yang telah dibuat untuk direformasi. Penyelesaian soal hutang negara ketiga harus segera dilaksanakan sebagai bagian dari program Humanitarian capitalism yang dijadikan pijakan oleh masyarakat kapitalis baru..

Itulah semangat dari Glonbal Sosial Demokrat sebagai oposisi dari kehadiran globalisasi. Karena terbukti neoliberal tidak memberikan yang terbaik sebagaimana konsep awalnya. Pertumbuhan ekonomi yang dikejar selama ini , ternyata menimbulkan imbalance, rusaknya linkungan hidup, Bencana global mengancam akibat global warming serta lahirnya budaya konsumerisme, individualisme. Kampanye tentang Global Social Demokrat telah berhasil mendapatkan dukungan luas dari elite negara dan dunia usaha, pakar ekonomi, seperti ekonom Jeffrey Sachs, George Soros, mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, sosiolog David Held, pemenang Nobel Joseph Stiglitz, dan bahkan Bill Gates, Warren Buffet. Program CSR ( Corporate Social Responsibility ) dicanangkan untuk terjadinya reformasi tatanan sosial dan ideologis dari kebusukan kapitalisme ..

Lahirnya Global Sosial Demokrat memang bercermin dari kesalahan Neoliberal sebagai sebuah konsep. Apa yang menjadi pesan dari Global Sosial Demokrat merupakan bagian dari falsafah Pancasila. Namun apapun itu yang menjadi mimpi tentang peradaban demokrat sosial tak akan bertahan lama—( seperti Neoliberal ) bila dasar berpijak masih sekuler. Karena yang mengikat manusia sebagai makhluk sosial adalah budaya dan Agama. Tanpa budaya dan agama, maka apapun sikap dan perbuatan , sebaik apapun, akan berujung kepada kekecewaan. Inilah yang tak disadari oleh penggagas Global Sosial Demokrat. Hingga keberadaanya tak mudah dilaksanakan. Kaum pencinta Neoliberal punya cara dan argumen untuk mematahkan itu.

Kita sebetulnya sudah berada pada landasan yang indah dan benar untuk membangun suatu bangsa. Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar utama untuk membangun keadilan yang beradab, kesatuan, demokrasi dan keadilan sosial digali dari ruh Islam Hanya islam yang mampu mengurai kehidupan keseharian ( Hablumminannas ) menuju kesatuan dalam setiap sikap dan perbuatan untuk lahirnya kebaikan, kebenaran dan keadilan ( hablum minnallah ). Sebuah masyarakat sosial yang selalu duduk bersama untuk bermusyawarah demi lahirnya keadilan sosial bagi semua. Inilah cita cita pendiri negara kita, dan kini kita mendengar orang lain berbicara tentang Global Demokrasi Sosial. Hanya sebagian dari ruh pancasila namun gaungnya sangat besar didunia tapi di kita ruhnya ada didalam negara kita tapi jiwanya carut marut. Semoga kita menyadari ini semua untuk rahmat bagi alam semesta.

Wednesday, February 10, 2010

Yunnan

Yunnan dikenal sebagai Yun atau Dian Short. Ini merupakan provinsi paling barat daya di Cina, dengan Provinsi ini memiliki luas wilayah 394.000 km persegi, atau 4,1 persen dari total luas China. Provinsi ini berbatasan dengan Daerah Otonomi Zhuang Guangxi dan Provinsi Guizhou di timur, Provinsi Sichuan di utara, dan Daerah Otonomi Tibet di barat laut. Ini berbagi perbatasan 4.060 km dengan Myanmar di sebelah barat, Laos di sebelah selatan, dan Vietnam di tenggara. Titik tertinggi di utara adalah Kagebo Peak di Deqin County di Deqin Plateau, yang berjarak sekitar 6.740 meter dan terendah ada di Lembah Sungai Honghe di Hekou County, dengan ketinggian 76,4 meter

Provinsi ini tidak hanya memiliki lebih banyak spesies tanaman tropis, subtropis, sedang, dan zona dingin dibandingkan dengan provinsi lain di China, tetapi juga memiliki banyak tanaman langka, keaneka ragaman hayati, serta spesies yang diperkenalkan dari luar negeri. Di antara ke-30.000 jenis tanaman di Cina, 18.000 dapat ditemukan di Yunnan. Lebih dari 150 jenis mineral telah ditemukan disini. Nilai potensial yang telah terbukti depositnya di Yunnan adalah 3 triliun yuan, 40 persen bahan bakar mineral, 7,3 persen mineral logam, dan 52,7 persen mineral bukan logam. Hasil lembaga Riset Yunnan telah membuktikan deposit dari 86 jenis mineral di 2.700 tempat. Sejumlah 13 persen dari deposit mineral terbukti adalah terbesar di Cina, dan dua-pertiga dari deposit terbesar di antara mineral di lembah Sungai Yangtze dan di selatan Cina. Yunnan peringkat pertama di negara dalam deposit seng, timah, kadmium, indium, talium, dan crocidolite.

Yunnan adalah salah satu provinsi di Cina yang belum berkembang , yang kabupatennya lebih banyak dilanda kemiskinan dibanding provinsi lain. Pada tahun 1994, sekitar 7 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan. Pedapatan mereka pertahun rata rata kurang dari 300 ( Rp. 300 ribu ) yuan per kapita, terhitung 9,7 persen dari total populasi. Mereka berada diseluruh provinsi dan mendapat dukungan keuangan dari pemerintah pusat china. Rencana penanggulangan kemiskinan meliputi lima proyek besar yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas infrastruktur. Diantaranya melibatkan perbaikan tanah dan pemeliharaan air, listrik, jalan dan "sabuk hijau" bangunan. Setelah penyelesaian proyek, diharapakan daerah ini akan memecahkan masalah kekurangan biji-bijian, air, listrik , jalan dan memperbaiki kondisi ekologis.

Walau daerah ini termasuk kaya akan sumber daya alamnya namun pemerintah China tak ingin sumber daya itu dihambur hamburkan untuk tujuan eksport atau mengisi APBN negaranya. Kebijakan investasi asing diarahkan memproduksi produk jadi dari hasil alam Yunnan. Artinya tidak untuk menjual dalam bentuk bahan baku. Ini sebagai dasar kebijakan nasional China untuk Yunnan. Agar lebih memperdayakan kekuatan rakyat membangun potensi alamnya dan lebih memaksimalkan nilai tambah hasil alam. Suatu kebijakan yang tidak mudah namun itu terus dikerjakan dengan serius. Walau akibatnya tidak banyak menarik minat investor asing masuk namun pemerintah China tetap focus dengan kebijakannya. Setidaknya Yunnan masih dapat diandalkan untuk industri pariwisatanya.

Beberapa tahun belakangan ini sedang gencar gencarnya pemerintah untuk merevitalisasi industri tradisional untuk menjadi Industri berteknologi tinggi untuk focus pada bidang elektronik dan permesinan, biologi , farmasi, pengolahan makanan, metalurgi dan industri kimia. Yang juga masuk program revitalisasi industri secara luas diantaranya adalah industri gula, industri kertas, industri produk karet, Industri gelas, Industri pengolahan kayu dan bahan bangunan. Dana riset diperbesar disemua lembaga riset yang ada di Yunnan. Keliatannya upaya ini sebagai ujud dari grand strategi nasional yang diperuntukan bagi Yunnan agar dapat mengikuti kemajuan provinsi lainnya di China. Upaya itu kini membuahkan hasil dan Yunnan mulai nampak bangkit dan percaya diri menghadapi pasar bebas China-Asean. Maklum saja, Yunnan paling dekat dengan negara Asean.

Kunjungan selama diYunnan membuat saya termenung jauh kenegeri saya. Yang selalu berpikir untuk mengimbau asing masuk membawa uang dan kemudian menguras sumber daya alam untuk dikirim ke luar negeri dalam bentuk bahan baku. Yang dampak bergandanya kepada rakyat sangat kecil. Lihatlah berapa jumlah tenaga kerja yang bisa diserap oleh tambang batu bara, minyak, timah, tembaga, emas. Berapa ? bandingkan dengan kerusakan alam yang ditimbulkan dan berkurangnya deposit untuk anak cucu kita. Lihatlah penduduk sekitar tambang itu. Apakah hidup mereka jauh lebih baik? Sementara nilai eksport yang dikejar tak lebih hanyalah cara untuk bisa membayar hutang yang bermata uang asing...Itulah budaya bangsa kita yang ingin serba cepat dan mudah namun salah

Monday, February 1, 2010

Rahasia Bank

Ciri utama negeri secular adalah rahasia tentang harta. Dunia kapitalis menempatkan kerahasiaan Bank adalah diatas segala galanya. Negara harus jauh dari kekuasaannya untuk mengakses rahasia harta nasabah di perbankan. Bahkan Perbankan tidak dibenarkan memberikan data harta nasabah kepada aparat Pajak. Petugas pajak dan negara diharuskan bekerja keras untuk bisa membuktikan kebeneran harta seseorang tanpa melanggar peraturan kerahasiaan bank. Hal ini berlaku dalam sistem Confidential dan non disclosure. UU membenarkan perbankan membuka rahasia nasabah sepanjang ada keputusan dari Pengadilan. Namun mendapatkan keputusan dari pengadilan tidak mudah karena harus dipastikan bahwa nasabah itu melanggar hukum.

Itulah kehebatan sistem kapitalis ! fakta bahwa pemilik harta harus diamankan bila mereka akses kedalam sistem perbankan. Industri perbankan sadar betul bahwa orang kaya yang berduit banyak tak ingin orang banyak tahu bahwa mereka kaya. Maklum saja bahwa yang menjadi nasabah bank hanyalah segelintir orang bila dibandingkan dengan populasi penduduk planet bumi. Karakter orang kaya yang rakus sebagai komunitas ekslusif harus dijaga aman dari rasa iri dan dengki para mayoritas yang miskin. Bagi Industri perbankan yang sistemnya tidak bisa menjaga confidential dan non disclosure maka akan ditinggalkan oleh nasabah. Logika sebab akibat ini sangat ditakuti oleh seluruh otoritas keuangan diseluruh dunnia.. Karena era sekarang uang bisa terbang dengan cepat melintasi benua.

Creativitas industri perbankan menyediakan jasa layanan pribadi ( Private banking service ) adalah satu bentuk untuk mendapatkan nasabah super kaya. Singapore yang paham betul akan system ini, semakin memperluas layanan system private banking ini. Agar negerinya menjadi sorga bagi orang kaya untuk menempatkan hartanya dalam kerahasiaan yang penuh. Minggu lalu OCBC mengambil alih ING Asia Private Bank Ltd (IAPB) dari Belanda dengan nilai pembelian sebesar USD 1,45 billion atau Rp. 14 triliun, selanjutnya ING Asia Private Bank Ltd (IAPB) berganti nama Bank of Singapore. Total nasabah pribadi sebanyak 7000 orang dengan total penempatan dana sebesar USD 23 billion atau Rp. 200 triliun lebih !Hitunglah berapa rata rata pribadi itu punya uang dibank.

Hampir seluruh bank terkemuka di dunia mempunyai layanan Private Banking ini. Para Ahli hukum ( banking lawyer ) sebagai mitra strategis dari system ini untuk membuat kerahasiaan itu menjadi system multi layer. Hingga nasabah kaya yang kriminalpun dapat bebas menempatkan dananya disistem ini. Maklum saja hampir 90 % nasabah kaya itu adalah hidden crime yang selalu minta jaminan keamanan ( kerahasiaan ) dalam kondisi apapun. Termasuk bila mereka tersangkut kasus pidana. Undang Undang BI tentang borderless transfer ( tanpa underlying ) antar offshore account adalah satu fakta bahwa nasabah bebas melakukan transaksi melalui cross settlement dengan pihak private banking dimanapun. Artinya dalam hitungan detik, dana mereka dapat terbang keluar negeri. Benar benar mengerikan. Suatu sistem yang sangat memanjakan para orang kaya.

Sebetulnya kekawatiran hegemoni system perbankan dihadapan negara ini, sudah diantisipasi dengan adanya ketentuan KYC ( knowing your customer ) , kemudian AS punya pula undang undang yang berlaku secara international terhadap mata uang dollar yaitu Patriot Act. Namun kedua Undang Undang ini mendeteksi perputaran dana teroris , bukan untuk mendeteksi seperti falsafah aturannya untuk menghindarkan perbankan dari nabahah nakal para koruptor/ culas/maling. Jadi bila Menteri Keuangan , PPATK keberatan membocorkan rekening nasabah yang terkait aliran dana kasus Century tak lebih adalah mengamankan sistem perbankan yang harus non disclosure agar nasabah kaya yang rakus tetap aman. Itulah kita, terjebak dalam sistem feodalisme.

Bank dan Komunitas

Obama sudah mengajukan RUU tentang reformasi system perbankan di AS. Intinya dari RUU itu adalah melarang bank terlibat dalam transaksi keuangan yang tidak ada hubungannya dengan komunitas nasabahnya. Memang kita semua tahu bahwa bank pada era sekarang sudah menjadi lembaga pooling fund untuk kegiatan usaha yang kadang tidak ada hubungannya dengan komunitas nasabahnya. Kasus Century kita lihat, betapa bank itu menggunakan assetnya untuk perdagangan valas yang tak ada hubungan dengan ratusan ribu nasabahnya yang tergolong kecil. Ini terjadi sejak adanya regulasi perbankan secara global yang disebut dengan liberalisasi sektor keuangan. Sehingga membuat bank di utilize oleh pasar uang dan spekulan.

Konsep ideal bank seharusnya bekerja sesuai dengan visinya sebagai agent of development dengan misi menciptakan komunitas dan mengembangkannya. Dulu Zaman Soeharto , kita mengenal Bank yang beroprasi khusus sesuai dengan misinya. Seperti bank yang membangun komunitas pedagang domestik ( Bank Dagang Negara ) , komunitas Perkebunan Besar ( Bank Bumi Daya ), Komunitas Petani dan Nelayan ( BRI), Komunitas koperasi ( BUKOPIN ) , Komunitas pedagang international ( Bank Eksim), Komunitas Industri dan Pertambangan( Bapindo ). Karena sifatnya khusus maka SDM bankpun di create secara khusus. Akibatnya analisis bank dalam mengambil keputusan lebih fit dan properly. Karena didukung oleh SDM dan data research yang kuat sebagai akibat dari kekhususan tadi.

Konsep ideal ini mulai bergeser sejak adanya Paket Oktober tahun 80 an. Hingga bank khusus mulai berangsur angsur tidak lagi focus dengan misinya walau visinya tetap sama. Akibatnya terjadi kekacauan strategi nasional. Tambah lagi sejak adanya kebebasan membuka bank dengan kemudahan izin ( tahun 90 an ) . Bank tidak lagi berperan sesuai visi dan misinya tapi sudah berubah menjadi bank yang dikelola dengan mindset pedagang. Inilah cikal bakal kekacauan sistem moneter dan sektor riel kita. Klimak dari sistem perbankan in adalah rontoknya bank dilanda krisis 1998. Tak ada satupun bank yang selamat. Dan negara terpaksa mem bail out ini semua. Anehnya , krisis terjadi akibat system yang lemah tidak dijadikan dasar untuk memperbaikinya. Kita nurut apa kata IMF agar bank semakin jauh dari idealismenya sebagai agent of develpment.

Belakangan dari akibat krisis Global 2007 ternyata Sistem perbankan berbasis komunitas ini ternyata sangat solid dan tahan terhadap berbagai goncangan krisis. China telah membuktikan itu dimana hampir semua bank di dirikan berdasarkan komunitas. Hal ini menimbulkanm inspirasi bagi pengambil kebijakan ekonomi di AS untuk meniru cara china mengelola industri perbankannya. Kita tahu di China ada empat bank besar yang merupakan empat komunitas business terbesar di China, Yaitu, Industrial, Commercial bank of china ( ICBC) merupakan bank berbasis komunitas Industriawan dan Pedagang. Agriculture bank of china, komunitas pertanian. China Contruction Bank, komunitas property dan kontruksi. Bank of China, komunitas investment. Bila terjadi masalah dan negara mem b ail out bank itu sebetulnya pemerintah mem bail out komunitas bank itu sendiri, yang notabene adalah rakyat sendiri sebagai pemilik syah dari system perbankan nasional.

Sejak reformasi, peran bank sudah menjadi liberal dan hanya bekerja untuk kepentingan pemegang saham. Padahal semua tahu bahwa pemegang saham adalah minoritas dari total akumulasi dana di bank. Selebihnya dana milik masyarakat yang ditempatkan di bank berdasarkan izin yang diberikan oleh penguasa ( Pemerintah). Anehnya, bila bank tersebut bermasalah seperti kasus Century dan lainnya, maka pemerintah yang harus bertanggung jawab ( rakyat ). System ini benar benar culas dan tiran. Memberikan mandat kepada segelintir orang untuk pooling fund dengan legitimasi negara , tanpa bertanggung jawab sama sekali secara hukum untuk kepentingan nasional. Itulah dasarnya mengapa Obama mengajukan RUU kepada senat sebagai koreksi dari sistem yagn culas ini. Tapi di Indonesia tidak terdengar niat pemerintah dan DPR untuk merubah sistem perbankan kita.

Memahami Politik kejatuhan Gus Dur

Kalau kita ingin memahami Politik di Indonesia paska kejatuhan Soeharto maka belajarlah dari kejatuhan Gus Dur.  Gus Dur terpilih lewat Sida...