Tuesday, April 30, 2013

Susno duadji


“ Anda boleh tunjuk siapapun pejabat di negeri ini. Kalau ingin dicari kesalahannya sebagai koruptor pasti ketemu.” Demikian kata teman saya kemarin malam ketika kami rendezvous di Café. Teman ini adalah pejabat Negara  yang berhubungan dengan Pengawasan Keuangan Negara dan begitulah caranya menjawab pertanyaan saya terhadap kasus Susno. Dia selalu tidak mau membuka cerita mengenai pekerjaannya namun dengan kata kata yang singkat itu sudah cukup bagi saya bahwa ada sesuatu yang sangat salah pada Negara ini. Bahkan dia sempat berkata kepada saya bahwa 40 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia itu berasal dari transaksi haram. Haram karena didukung oleh business illegal dari mereka pencari rente. BIla korupsi itu hanya terjadi segelintir orang atau kasuistis maka itu kita bisa berharap akan ada perbaikan dikemudian hari. Karena ya sifatnya partial tentu mudah diselesaikan. Namun bila semua pejabat Negara terlibat langsung maupun tidak langsung dari tindak korupsi maka ini sudah berhubungan dengan kesalahan system. Ini bukan kasus partial. Ini bukan kasus mudah. Penyelesaiannya tidak akan pernah selesai bila tetap dengan system yang ada.

Mengapa Susno bisa dengan gagah menolak untuk di eksekusi? Tanya saya. Teman ini dengan tersenyum berkata bahwa itulah bukti bahwa hokum di negeri ini berjalan  diatas system yang brengesek dan di jalankan oleh orang yang bermental brengsek. Jadi itu satu kesatuan. Tidak mungkin system yang baik dijalankan oleh orang yang buruk. Karena yang namanya system itu ada SOP untuk  memastikan hanya orang yang memenuhi syarat saja yang bisa bertindak sebagai pelaksana. Bukankah kita sudah berkali kali merubah system. Dulu di Era Orla kita melakukan berkali kali perubahan system dengan ditandai jatuh bangunnya cabinet tapi tetap tidak menyelesaikan masalah sampai akhirnya kita harus menjatuhkan Soekarno. Soeharto terpilih, era baru dengan system baru. Kita kembali kepada Pancasila secara murni namun setelah 32 tahun berlalu kita mulai muak.  System harus dirubah lagi. Soeharto harus jatuh.  Era Reformasi, era baru untuk sesuatu yang baru. Tapi , lihatlah kini , kita masih saja mengeluh bahwa korupsi  mewabah karena system yang salah. Apakah memang benar bahwa segala sesuatu itu karena kesalahan system?

Menurut teman saya bahwa system itu mutlak dirubah. Namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana melakukan perubahan terhadap system yang sudah eksis. Ini penting agar tidak terjadi kesalahan baru lagi.  Jadi kalau ingin melakukan perubahan maka yang diganti bukan hanya pemimpinnya tapi juga mereka yang ada dibalik system itu. Artinya perubahan system hanya mungkin dilakukan bila yang melakukan perubahan bukanlah orang yang tadinya berada didalam system  atau bersinggungan dengan system. Perubahan itu harus dilakukan oleh orang yang ada diluar system. Tentu perubahan seperti ini terkesan revolusi. Ya memang harus revolusi. Tapi ada perubahan yang lebih santun ketimbang revolusi Francis. Yaitu Revolusi Kebudayaan di China. Mao menyebut restore system lewat perbaikan akhlak kelompok berjuis melalui pendekatan kebudayaan china. Kebudayaan yang dimaksud adalah hidup untuk bekerja dan berbagi. Jadi stop rakus dan stop individualism. Konon katanya ada 25 juta kelompok berjuis ( kelompok menengah ) yang selama ini membuat system lemah harus mengikuti program Brain Washing di kamp kerja paksa. 

Kini China tumbuh menjadi kekuatan ekonomi nomor dua didunia dan diperkirakan tahun 2030 China akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu didunia. Andaikan dulu Mao  ragu melakukan revolusi kebudayaan karena akan berdampak buruk kepada 99% sahabat yang menjadikannya Pemimpin China, mungkin china sampai kini akan sama nasipnya dengan Korea Utara. Gelap dan terpuruk dalam mimpi buruk sepanjang malam. Memang revolusi menilbulkan korban tidak sedikit dan selalu bau amis darah. Sisi  negative revolusi lebih banyak dibicarakan ketimbang sisi positipnya. Ya karenanya tidak banyak yang siap terutama mereka yang berada didalam system itu sendiri. Dan lihatlah bagaimana Susno mentertawakan system itu. Dia DPO Kejaksaan  namun dia tetap sibuk di Dapil sebagai CALEG. Sebagai seorang praktisi hukum, aparat penegak hukum tadinya, dia sedang mempertontonkan secara vulgar kepada publik betapa rentanya system hukum di negeri ini untuk mendapatkan kebenaran, kebaikan dan keadilan. Tidak ada kepastian. Pemimpin lemah dan dilemahkan oleh system yang memang lemah ( Korup).

Menurut saya memang banyak pilihan terhadap sistem negara yang bisa ditiru namun kalau ingin meniru tirulah yang terbaik. Apa itu? sistem yang tidak dicreate oleh manusia tapi oleh Allah yang telah di teladankan oleh Rasul dan para sahabat setelah Rasul. Mengapa sistem berasal dari Allah lebih baik ? Karena sistem ini tidak hanya melekat secara yuridis formal (lewat akad ) tapi juga melekat secara batin bagi setiap pemeluknya. Dapat diterima oleh siapapun karena ajaran ilahiah ini berhubungan dengan cinta dan kasih sayang. Loyalitas orang tidak kepada Pemimpin atau Bendera atau Negara tapi kepada Kebenaran, kebaikan dan keadilan. Siapapun akan menjadi pengawas yang lain , dan saling mengingatkan tentang kekenaran untuk lahirnya kebaikan dan tentu tegaknya keadilan bagi semua. Rakyat tak lagi berbuat karena ingin mengejar kekuasaan atau harta tapi mereka berbuat hanyan ingin mengharapkan ridho Allah. Sesuatu yang imaginer namun hidup menghidupkan jiwanya untuk bergerak secara teratur bagaikan lebah, yang hanya menghasilkan kebaikan...Sejak negara ini berdiri, semua orang yang ingin menegakan syariah Islam, berhadapan dengan penjara. Setiap perubahan terjadi sebetulnya tidak ada perubahan karena lingkaran sekular selalu berujung sama yaitu : rakus dan culas.

Friday, April 19, 2013

Premanisme


Apa itu preman? kata preman sebetulnya berasal dari bahasa Belanda "vrijman" yang artinya orang bebas, merdeka. Vrijman oleh belanda sering digunakan untuk merujuk kepada warga pribumi yang mendapatkan penghasilan lewat pelanggaran hukum atau tidak mau ikut aturan hukum pemerintah belanda ketika itu. Jadi ya seperti Si Pitung dulu dicap sebagai preman oleh Belanda. Namun kini di era globalisasi , di era pasar bebas maka preman berarti juga freeman (orang bebas). Orang bebas dari segala campur tangan pemerintah untuk memperkaya diri dengan cara apapun. Caranya bebas tentu dengan membeli pejabat atau otoritas. Freeman cakupannya tidak hanya lokal tapi sudah interntional. Disebut kejahatan freeman ini adalah kejahatan transnational yang meliputi perdagangan obat bius, perdagangan obat palsu, perdagangan manusia, perdagangan satwa langka, exploitasi tambang liar dan pemalakan hutan (perdagangan kayu gelap). Namun yang paling besar uang berputar adalah kejahatan Illegal mining ( penambangan liar) , illegal logging, Narkotika, Barang Falsu. Keempat kejahatan ini menghasilkan kejahatan baru dibidang percucian uang.

Hari selasa lalu ,di TVone pada acara Indonesia Lawyer Club ( ILC) , seorang Bupati dari kabupaten Solok ( sumatera Barat ) diberi kesempatan hadir dan menyampaikan pengalamannya berhadapan dengan Preman di wilayahnya. Sang bupati bicara dengan lambat namun wajahnya nampak putus asa. Bahwa dia tidak berdaya menghadapi penambangan illegal yang dilakukan oleh preman. Hebatnya penambangan ini tidak dilakukan secara diam diam dan skala kecil tapi dilakukan dengan terang terangan dalam skala besar. Ada lebih 500 alat keruk dan truk yang bekerja siang malam untuk mendapatkan emas di wilayahnya. Dia tidak tahu kepada siapa lagi dia harus mengadu. Karena illegal tentu tidak ada pemasukan untuk pemda. Tentu tidak akan ada distribusi kemakmuran bagi rakyat atas dikeruknya sumber daya alam itu. Tidak ada AMDAL. Diperkirakan puluhan triliun rupiah pertahun tambang emas Solok dijarah. Hal seperti ini juga terjadi di Hutan Lindung yang dijarah kayunya  ( illegal logging ). Kejahatan ilegal logging di Indonesia yang mencapai 50,7 juta m3 per tahun, menyebabkan negara menderita kerugian sebesar Rp30,42 triliun per tahun. Akibat illegal mining dan illegal logging ini berdampak pada rusaknya ekosistem dan berujung pada bencana longsor.

Data dari Badan Anti Narkotika AS menyatakan bahwa Afghanistan adalah produsen opium kedua terbesar dunia dengan jumlah 1350 metrik ton, setelah Segitiga Emas (Laos-Thailand-Burma-Vietnam)  yang memproduksi 2645 Metrik ton, jauh di atas Amerika Latin yang hanya memproduksi 112 Metrik ton. Namun semuia tahu bahwa perdagangan obat bius tidak bisa dipisahkan dari politik global untuk menguasai negara lain. Sejak Perang Dunia II usai dan Perang dingin antara Kapitalis Liberal versus Komunis semakin memanas, CIA menggunakan para pedagang narkoba sebagai aset dalam berbagai operasi terselubung di berbagai negara. Artinya selain melindungi para pengedar dari jerat hukum, ada kecenderungan produksi dan arus perdagangan narkoba malah meningkat ketika Amerika meningkatnya intervensinya di negara-negara target. Sebaliknya bila ia menurunkan intervensinya maka perdagangan dan  produksi narkoba pun menurun. Walau korban akibat narkotika ini telah berjatuhan dalam jumlah besar namun bisnis narkoba tetap tumbuh dan berkembang. Apalagi setelah pasukan Amerika ada di Afganistan produksi opiun semakin meningkat. Data dari PBB kejahatan transnational dari narkotika ini pertahunnya usd 125 miliar atau Rp. 1200 triliun. Di Indonesia saja diperkirakan uang berputar dari kejahatan ini sebesar Rp. 42,8  triliun pertahun.

Dari bisnis pemalsuan, China merupakan sumber terbanyak  kejahatan produksi barang palsu seperti obat obatan , susu formula. Barang ini dijual dengan harga murah kepasar international seperti ke Eropa, Amerika , Asia Tenggara , Afrika dengan nilai transaksi  24 miliar dolar lebih per tahun. Tentu dampak dari obat dan susu formula palsu adalah sangat buruk bagi kesehatan manusia. Namun bila digabung dengan perdagangan barang palsu dari produk bermerek seperti Cellphone, Pakaian , Tas, Jam tangan maka bisnis barang tiruan diperkirakan bernilai US$500 miliar per tahun, atau lebih besar daripada perdagangan narkoba, dan bisnis ini terkait dengan komplotan-komplotan jalanan dan organisasi kejahatan internasional yang menghasilkan laba yang sangat besar. Mereka sebagian besar dimotori justru oleh pedagang besar dari AS dan Eropa yang ikut melakukan investasi pada industri yang menghasil barang palsu dari China, Thailand, vietnam. Tentu ini berdampak hancurnya kompetisi dan upaya peningkatan kualitas barang melalui riset.

Illegal mining dan illegal logging di Indonesia, Afrika , Amerika latin merupakan salah satu kejahatan transnational. Tanpa dukungan pejabat korup tidak mungkin bisnis ini dapat exist. Samahalnya dengan kejahatan narkotika yang tak mungkin terjadi produksi  secara massal di Burma, Afganistan, Columbia  dan distribusi keseluruh dunia kalau tidak ada dukungan dari pejabat yang korup. Juga kejahatan pemalsuan barang tak mungkin tumbuh subur di China bila tidak ada permintaan dan dukungan distribusi dari sindikat kejahatan international yang mendapatkan legitimasi dari pejabat berwenang atas izin import barang. Memang ada lagi kejahatan transnational seperti perdagangan manusia, perdagangan satwa langka namun jumlahnya tidak significant. Dari kejahatan transnational yang terorganisir ini telah membuat para pejabat hidup mewah dari multiflier business crime. Walau sudah ada konvensi PBB ( United Nations Convention on Transnational Organized Crime-UNTOC) namun sejak tahun 1995 upaya membrantas kejahatan transnational tidak pernah berhasil bahkan cenderung terus meningkat dari tahun ketahun.  Bagaimana mengatasi kajahatan transnational ini?

Seorang banker di Hong Kong pernah berkata kepada saya bahwa kalau ingin melumpuhkan kejahatan transnational maka rubah ketentuan mengenai kebebasan transfer dana. Saya tersenyum karena ini jelas tidak mungkin. Karena bertentangan dengan liberalisasi transfer uang sesuai ketentuan WTO. Kalau begitu, katanya, jangan berharap kejahatan transnational dapat dihapus. Ini kejahatan bagian tidak terpisahkan dari keberadan system kapitalisme yang melahirkan globalisasi. System perbankan berperan besar membuat orang aman mengumpul dana hasil kejahatan.  Walau ada aturan dari otoritas Perbankan yang berkaitan dengan KYC ( knowing your customer)  , customer due diligence' (CDD) dan 'enhanced due diligence' (EDD) namun para pelaku criminal dapat mensiasatinya dengan mudah. Mereka membungkus dirinya dengan lembaga bisnis yang legitimate dan menempatkan professional sebagai executive dan menunjuk consultant untuk melakukan financial engineering agar bisa lolos proses  penempatan dana ( Placement ). Apabila penempatan dana kedalam system berhasil maka mereka akan melakukan layering dengan memecah menjadi beberapa rekening investasi. Rekening investasi ini akan ditebar ( diversifikasi) keberbagai portfolio investasi seperti pasar modal, pasar uang sampai kepada business real seperti property dan riset technologi baru.

Ya di era Globalisasi kejahatan tidak lagi bersifat remeh yang berdampak terbatas baik materi maupun social. Kejahatan seperti tukang parkir liar atau tukang palak dijalanan bukan preman yang harus dibasmi tapi dibina karena mereka berbuat untuk makan akibat kemiskinan. Tapi kejahatan teroganisir , adalah kejahatan dilakukan untuk memperluas kekayaan dan penguasaan resource. Inilah yang harus dibasmi karena perbuatan mereka berdampak kepada hancurnya program kemakmuran negara bagi semua. China bulan lalu menangkap 160 orang Bos TRIAD dalam operasi penggerebekan pada acara gala dinner  di restoran mewah. China mengabaikan standard HAM untuk menangkap preman itu. Artinya tanpa ada bukti mereka melakukan kejahatan namun cukup informasi dari operasi inteligent dijadikan alasan menangkap. Operasi ini akan terus dilakukan oleh China untuk memastikan china bersih dari kejahatan pemalsuan barang, narkotika, perdagangan manusia. Mengapa ? Antara satu kejahatan dengan kejahatan lainnya akan terjadi kolaborasi untuk saling membutuhkan dan menguntungkan. Kejahatan seperti inilah yang harus dihadapi dengan serius dan keras. Ini hanya mungkin bisa diatasi apabila kapitalisme dikendalikan dengan ketat lewat perubahan standard compliance perbankan berkaitan dengan transfer dana, lahirnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa.  Mungkinkah…

Sunday, April 14, 2013

Korea Utara


Karena visa kunjungan saya ke Korea Selatan habis makanya saya berniat untuk memperpanjang Visa tersebut. Ketika niat itu saya sampaikan kepada istri , dia nampak berkerut kening.  Karena menurut berita yang diketahuinya melalui media massa bahwa Korea Utara telah mengumumkan perang terhadap Korea Selatan. Artinya sekecil apapun provokasi bisa menyulut perang besar. Dengan kekuatan senjata  nuklir yang dimiliki oleh korea utara  akan mampu menghancurkan Korea Selatan berserta Negara pendukung Korsel seperti Amerika. Saya hanya tersenyum. Saya tetap mengurus perpanjang visa itu tanpa peduli apa kata istri saya. Istri saya bingung karena saya tidak nampak kawatir sama sekali. Saya tegaskan bahwa hampir seluruh rakyat Korea Selatan tidak pernah kawatir bahwa korea Utara akan menyerang mereka. Bahkan bukan itu saja, seluruh orang asing yang berada di Korea utara, termasuk corps diplomatic , juga tidak percaya Korea Utara akan menyerang Korea Selatan.  Bahkan semua orang tahu bahwa setiap ancaman yang disampaikan oleh korea utara tak lebih adalah cara pemimpinnya menarik simpatik rakyat dan mengharapkan dukungan materi dari China atau Rusia. Secara militer Korea Utara tidak mampu berperang walau hanya sehari, apalagi dalam kondisi ekonomi yang sudah bankrupt.

Saya pernah berkunjung ke Pyongyang ( Ibukota Korea Utara) lewat Sandong ( china), sebuah kota di timur laut Cina yang berbatasan dengan Democratic People's Republic of Korea. Dengan pesawat tua buatan Rusia, saya terbang ke Pyongyang. Di dalam pesawat para penumpang sebagian besar adalah pria Korea Utara dan mereka termasuk middle class yang populasinya di Korut sebesar 0,01%.  Kebanyakan mereka mengenakan jas dengan pin warna merah. Setelah mengamati lebih dekat saya baru menyadari bahwa pin itu bergambar wajah mendiang Kim Il Song, presiden pertama Korea Utara yang mendapat julukan ‘Bapak Korea’. Pin merah yang disematkan pada baju hanya contoh kecil bagaimana Kim Il Song dan putranya Kim Jong Il , kini cucunya  Kim Jong-un menguasai rakyat Korea Utara. Setiba di Pyongyang, petugas bandara mengambil  telepon seluler saya untuk diperiksa. Mereka memeriksa semua tas dan membawa buku-buku atau barang-barang yang dianggap tidak pantas dibawa masuk ke negeri itu. Keluar dari gate , seorang wanita cantik memperkenalkan diri kepada saya bahwa dia diminta oleh sahabat saya di Beijing untuk mendampingi saya selama kunjungan ke Pyongyang. Saya sadar bahwa semua orang terdidik yang mampu berbahasa ingggeris di Korea Utara adalah intelligent pemerintah. Mereka disamping bertugas sebagai guide juga sebagai intell yang akan melaporkan semua kegiatan saya kepada pemerintah.

Korea Utara dianggap sebagai salah satu negara yang paling tertutup di dunia. Bukan hanya Cina, tetangga dan sekutu utamanya yang mengetahui persis apa yang sebenarnya terjadi di dalam ‘kerajaan terasing’ ini. Korea Utara termasuk dalam negara satu-partai di bawah front penyatuan yang dipimpin oleh Partai Buruh Korea dengan ideologi Juche, yang digagas oleh Kim Il-sung. Politik  isolasi merupakan cara penguasa Korea Utara memperoleh kekuasaan mutlak atas rakyatnya. Kita tidak bisa berharap kemegawahan kota metropolitan di Pyongyang dengan kehidupan malamnya. Semua nampak kaku dan sepi serta gelap. Banyak gedung tinggi  namun tidak terawat dengan baik.  Satu satunya yang menarik adalah wanitanya, seperti guide saya. Dengan bangganya pemandu saya bercerita tentang Kehebatan Kekaisaran Korea yang dulu berkuasa di semanjung korea. Namun hancur karena aneksasi Jepang tahun 1905. Perang dunia II 1945, jepang menyerahkan Korea kepada negara sekutu yang akhirya membelah korea menjadi dua.  Block Soviet dibagian Utara dan satu lagi Block AS dibagian Selatan. Korea Utara tidak menginginkan pemisahan ini. Makanya meletus perang korea tahun 1950. Berkat bantuan militer China, Korea utara hampir unggul menguasai semenanjun Korea namun dihalau oleh Tentara AS yang terpaksa terlibat sebagai polisi dunia. Perang Korea berakhir tahun 1953 namun perdamaian tidak pernah ditanda tangani. Itu sebabnya negara ini tetap dalam posisi berperang.

Sejak tahun 1955 sampai kini Rezim Partai Buruh gagal membawa kemakmuran bagi rakyat. Bahkan wabah kelaparan selalu terjadi dan selalu memaksa dunia international terlibat membantu khususnya dari China dan Rusia, bahkan seterunya seperti Korea Selatan.  Pada waktu bersamaan para elitenya hidup bergelimang kemewahan. Kisah gaya hidup yang mewah dari keluarga pemimpin diketahui oleh dunia luar tapi tidak diketahui oleh rakyat Korea Utara karena ketertutupan informasi.Lantas apa penyebab rakyat Korea Utara mau dipimpin oleh keluarga KIM ini ? menurut saya adalah kehebatan para elite melakukan seni propaganda. Jangan kaget di Pyongyang, hampir setiap sudut ada loudspeaker. Setiap menit terdengar suara keras mempromosikan apa saja, terutama doktrin bapak Pemimpin Besar. Apa yang dipropagandakan sehingga rakyat bisa bersatu walau diperlakukan oleh pemimpinnya seperti budak ? Rasa benci kepada AS. Bahwa mereka miskin karena ulah Amerika yang mencerai beraikan mereka sebagai bangsa yang satu.  Negara dalam kondisi perang. Karenanya rakyat harus rela berkorban untuk kejayaaan bangsa. Rakyat dibohongi terus akan datang saatnya KOREA Satu yang Berjaya , dan bagi yang tidak mau dibohongi maka dianggap sebagai pembangkang yang berujung kepada penjara atau kematian. Ya betul kata teman di Seoul, bahwa korea dipimpin oleh kelompok gangster yang men-terror rakyatnya sendiri…

Saturday, April 6, 2013

Kopassus ...?


Rumor ternyata benar. Benar  bahwa di balik penyerangan Lapas Cebongan adalah KOPASSUS atau Komando Pasukan Khusus dibawah Angkatan Darat. Ke 11 Prajurit Kopassus dengan kesatria mengakui perbuatannya setelah team investigasi TNI dibentuk oleh KSAD. Prajurit TNI itu datang sendiri dihadapan team investigasi dan siap mempertanggung jawabkan kesalahannya. Sikap tanggung jawab bukan hanya datang dari prajurit sang pelaku tapi juga dari Danjen Kopassus yang dengan tegas siap menanggung kesalahan dari anak buahnya. Begitulah TNI, bila Panglima sudah bersikap maka tidak butuh waktu lama untuk meng investigasi. Tidak samahal nya dengan Sipil yang pelakunya selalu bersembunyi hilang layaknya pecundang sejati. Dengan demikian maka POLRI juga harus  membentuk team investigasi atas kemungkinan oknumnya terlibat sebagai pelaku pengeroyokan brutal di Hugo’s Café yang menewaskan anggota Kopassus Serka Heru Santoso. Masih ada 7 orang pelaku pengeroyokan itu yang masih bebas berkeliaran. Harus dicatat bahwa kesediaan prajurit TNI untuk diadili secara hokum karena percaya hokum masih dijunjung di republic ini tapi kalau POLRI gagal mengungkapkan pengeroyokan itu maka persoalan ini tidak akan selesai sampai disini.

Pengeroyokan itu terjadi di café Hugo ,sebuah tempat hiburan malam yang mewah di Yogyakarta. Menurut TNI bahwa kehadiran Serka Heru Santoso di café  itu dalam rangka tugas. Apakah tugas prajurit TNI di café  itu?  Jawaban dari TNI bahwa Heru Santoso sedang melakukan operasi intelligent yang mengharuskan dia hadir di café  itu. Jadi jelas bahwa kehadiran Prajurit TNI di café  itu dibawah perintah atasannya, Tentu atasanya memerintah atas dasar jenjang komando di TNI. Kita tidak perlu bertanya lebih jauh mengapa tugas intelligent harus berada di café . Karena ini sudah biasa dalam tugas intelligent yang harus mendapatkan informasi darimanapun sumbernya. Yang jadi pertanyaan besar adalah disamping preman mengapa ada keterlibatan oknum polisi dalam pengeroyokan itu? Tentu Heru Santoso tidak menyadari ini akan terjadi. Kalaulah dari awal dia tahu akan dikeroyok, tentu dia tidak akan datang sendirian ke café itu. Yang pasti ini bukan perkelahian spontan yang biasa terjadi di tempat hiburan malam tapi perkelahian yang sudah direncanakan dengan jelas oleh   para pengeroyok, dengan target "menghabisi" Heru Santoso secara sadis dihadapan orang banyak. Ini benar benar gaya Triad atau Mafia. Kejam dan dingin.  Apa motive nya ?

Sumber kejahatan apapun didunia modern ini selalu dibicarakan di tempat hiburan malam. Berbagai transaksi haram, entah itu suap, jual beli narkoba, pelacuran, terjadi ditempat hiburan malam. Disetiap kota besar atau disetiap  provinsi , café mewah di legitimasi kehadirannya oleh pejabat kota. Semua pengelola tempat hiburan malam bukan hanya mereka yang punya modal tapi juga mereka yang punya access kepada aparat keamanan untuk “perlindungan”. Mengapa perlu “perlindungan”? karena hampIr semua tempat hiburan melanggar ketentuan formal izin usahanya. Tentu Ini tidak ada yang gratis. Kita tidak tahu pasti berapa uang upeti kepada aparat keamanan. Tapi yang jelas jumlahnya tidak sedikit. Konon menurut cerita dari teman yang juga pengelola tempat hiburan malam , yang mendapatkan jatah upeti bukan hanya aparat keamanan tapi juga aparat PEMDA. Bahkan atas rekomendasi dari PEMDA atau Aparat keamanan, pengelola tempat hiburan juga harus memberikan santunan dana kepada Ormas yang suka “ngeributin”keberadaan tempat hiburan malam. Kadang ada juga oknum aparat keamanan mendapatkan jatah dari kartel pengedar narkoba. Maklum café juga adalah market place untuk produk narkoba dengan omzet gigantic.

Untuk menjadi pengelola café  apalagi tempat hiburan untuk kelompok menengah atas tidaklah mudah. Anda harus lebih dulu dikenal dekat dengan elite politik didaerah maupun di pusat. Kedekatan ini penting untuk mengukur grade anda untuk pantas dilindungi dan di-legitimate usahanya. Demikian kata teman saya.  Kalau dulu sebelum reformasi, seluruh tempat hiburan di backing oleh TNI melalui kerjasama dengan yayasan milik TNI. Jadi perlindungan lebih terorganisir dan transfarance. Ini sebagai financial resource bagi komandan pasukan  untuk mensejahterakan prajurit melalui jalur non budgeter. Jadi pendapatan dari dunia hiburan ini tidak hanya untuk kepentingan pribadi Jenderal atau komandan tapi juga lebih kepada kepentingan pembinaan pasukan. Menurut saya, secara moral ini tetap salah. Namun di era reformasi, TNI masuk kandang. POLRI mengambil alih peran TNI di wilayah public, termasuk di tempat hiburan malam. Apakah semudah itu menarik TNI dari wilayah public khususnya ditempat yang sebelumnya merupakan financial resource bagi TNI. Apalagi TNI tahu pasti bahwa kekuasaan sipil menjadikan oknum keamanan dan pemda kaya raya dari dunia malam. Sementara kehidupan prajurit semakin terpinggirkan karena sang komandan tak lagi punya akses terhadap dana non budgeter.

Kalaulah era reformasi memang terbukti kekuasaan sipil lebih baik dari militer. Lebih tidak korupsi. Lebih hebat mempertahankan NKRI. Lebih hebat membrantas NARKOBA. Lebih adil terhadap rakyat miskin. Lebih tinggi kehormatan bangsa dan Negara dihadapan asing. Saya yakin TNI memang tidak punya pilihan kecuali harus ikhlas berada di dalam camp. Tapi bila reformasi dari tahun ketahun semakin menunjukan kemerosotan moral para elite, dan semakin memperlebat gap kaya dan miskin, keadilan diperdagangkan, maka fitrah TNI yang terlahir dari rakyat akan bangkit kembali untuk mengarahkan senjata ke elite politik. Memang dalam sejarah TNI tidak pernah melakukan makar apalagi kudeta namun TNI sangat mudah menjadi backing rakyat melakukan perubahan termasuk revolusi. Sejarah membuktikan itu. Jadi , sudah saatnya peristiwa penyerangan Lapas oleh Kopassus dijadikan pelajaran bagi elite politik sipil dan Polri agar mulailah stop korupsi, stop backing kejahatan. Ingatlah bahwa kewibawaan rezim sipil bukan terletak pada lembaga HAM,KPK dll tapi pada Kewibawaan kepemimpinan dalam menegakkan keadilan, mengutamakan kebaikan, membela kebenaran untuk lahirnya keadilan sosial bagi semua. Sadarlah ! sebelum terlambat.

Monday, April 1, 2013

Kemandirian

Diriwayatkan dari Hakim bin Hizam bahwasanya Nabi bersabda; "Tangan di atas (memberi) lebih baik dari pada tangan di bawah (yang diberi), dan dahulukan orang yang menjadi tanggung jawabmu. Sebaik-baiknya sedekah adalah sedekah yang dikeluarkan oleh orang yang mempunyai kelebihan. Barangsiapa yang menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup, maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya." Muttafaq'alaihi, redaksi hadist ini ada dalam shahih Bukhari (1428).
***
Saya dan istri makan malam direstoran . Seusai makan, saya meminta bill kepada pelayan restoran. Sudah menjadi kebiasaan istri saya selalu memeriksa dengan teliti bill  tersebut sebelum saya membayar dengan credit card. Ketika didalam kendaraan menuju pulang dia bertanya mengapa pajak makan mahal sekali. Saya terkejut karena ini kali pertama dia bertanya soal pajak. Saya katakan itu pajak yang diatur oleh Jokowi. Dia  berkerut kening. Maklum dia termasuk orang yang nge-fan dengan JOKOWi. Bukan hanya makan , hampir semua aktifitas orang berduit di Jakarta akan berhubungan dengan pajak Jokowi. Pajak Hotel, parkir kendaraan STNK, Pajak Tontonan, PBB, dan lain sebagainya. Dari semua pendapatan pajak itulah JOKOWI gunakan untuk belanja bagi kebutuhan orang miskin,yang ingin sekolah gratis , berobat gratis. Jadi semua program populis jokowi itu uangnya berasal dari kita semua. Kata istri saya menyimpulkan.  Tapi tidak ada yang salah karena uang itu tidak dipakainya untuk pribadinya, tapi untuk rakyat, kata saya membela. Dia terdiam sejenak seakan berpikir. Akhirnya dia berkata bahwa seharusnya uang pajak itu dipakai oleh Jokowi agar orang miskin dapat mandiri. Memberi orang fasilitas gratis tidaklah mendidik. Apalagi secara terprogram. Tangan dibawah selalu tidak elok. Rasul bersabda bahwa sebaik baiknya adalah tangan diatas.

Tuhan memang mencitaptakan semua hal tapi Tuhan tidak pernah mengirim makanan kesarang burung, Tuhan tidak pernah mengirim uang ke rekening kita. Tapi Tuhan dengan KeMaha AdilanNya  memberikan semua burung sayap untuk terbang mintasi pulau dan benua mendapatkan makanan yang Allah tebarkan di bumi ini, Tuhan menciptakan Panca Indra bersama Otak agar manusia mampu  berpikir dan do something mengais rezeki diperut bumi, di Samudra luas, di Hutan belantara , di Gunung, bukit dan hamparan gurun pasir dan sabana dan di angkasa. Sunatullah dibumi memang berbeda dengan di akhirat. Manusia harus berkerja dibumi ini agar mampu menciptakan sorga untuk dirinya sendiri. Bahkan semakin bertaqwa seseorang dihadapan Allah semakin besar cobaan yang datang. “Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau imannya lemah dia diuji dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus menerus sehingga ia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Al Bukhari). Kualitas seseorang diukur sejauhmana dia melewati hambatan untuk menjadi something.

Ketika reformasi Deng di China, Partai Komunis tidak lagi sebagai penyedia sekolah gratis, makan gratis, pendidikan gratis. Semua harus bayar namun semua orang dijamin mendapatkan akses menghasilkan uang agar mampu membayar semua kebutuhan yang tidak gratis itu.  Kebijakan ini memang menghasikan penderitaan yang luar biasa bagi mereka yang lemah bersaing ditengah kompetisi kebebasan berproduksi. Namun berjalannya waktu, yang lemah dan yang kuat bersinergi untuk berproduksi karena begitulah manusia yang tak bisa hidup sendiri. Dalam sebuah komunitas manusia saling melengkapi dan tugas Negara menjamin  proses ini dengan adil agar tidak ada saling menzolimi. Anggara populis era Mao yang menjamin semua gratis sebagaimana  konsep komunis satu untuk semua, semua untuk satu, dialihkan untuk program pembangunan infrastruktur ekonomi agar system logistic nasional menjadi efisien untuk memastikan semua potensi wilayah dapat dioptimalkan memenuhi pasar dalam negeri maupun luar negeri. Terbukti Reformasi Deng berhasil menjadikan china tumbuh dan berkembang atas dasar kemandirian rakyatnya membiayai semua kebutuhan.

Apa yang dikatakan oleh istri saya ada benarnya. Manusia dirancang tidak sebagai penadah tangan untuk berpangku tangan. Manusia dirancang oleh Allah untuk ringan tangan , untuk bekerja apa saja yang halal agar mampu memberi, mampu menjadi khalifah dimuka bumi. Selalu tergantung dengan fasilitas kemudahan tidak akan pernah membuat orang bijak dan sampai mati tidak akan pernah dewasa. Tugas Negara atau pemerintah adalah menyediakan infrastruktur ekonomi yang memungkinkan siapa saja yang mau berikhtiar akan mempunyai akses untuk beproduksi dan mendapatkan hasil dari itu. Dari hasil ikhtiar itu akan membuat ia mampu membayar semua kebutuhannya. Bukan seberapa besar yang didapatnya tapi yang lebih penting adalah rasa hormat karena dia mendapatkannya dari kekuatan tangannya, bukan fasilitas gratisan.   Bagaimana dengan mereka yang telah berupaya namu tetap gagal mndapatkan hasil? Didalam masyarakat ada kekuatan lain yang lebih hebat dari kekuatan pemerintah yaitu kekuatan yang bersumber dari Agama berkata , budaya memakai, yaitu tolong menolong dalam semangat gotong royong .Kekuatan ini sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk sosial yang satu sama lain saling tergantung. Jangan remehkan komunitas.

Semua agama punya program charity untuk orang miskin. Dalam budaya, antar kerabat/keluarga, sahabat, tetangga saling tolong menolong dalam semangat kebersamaan. Tugas negara harus menjaga keutuhan kehidupan beragama dan budaya agar tidak terkontaminasi dengan budaya individualistis dari luar. Ya, tolong menolong itu seyogianya dari masyarakat untuk masyarakat yang tak ada hubungannya dengan politik. Tugas pemeritah harus by design dan terstruktur menyiapkan sarana dan prasana kemandirian bagi rakyat dan mengelola  amanah agar  setiap sen uang yang didapat dari pajak digunakan untuk memastikan dalam jangka panjang tak ada lagi orang menadahkan tangan, untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan karena kekuatan rakyat yang mandiri membayar kebutuhannya sendiri.  Ini hanya mungkin terlaksana bila negara mempunyai idiologi yang kuat untuk memastikan kebaikan dicari, kebenaran dibela, keadilan dijunjung.  

Memahami Politik kejatuhan Gus Dur

Kalau kita ingin memahami Politik di Indonesia paska kejatuhan Soeharto maka belajarlah dari kejatuhan Gus Dur.  Gus Dur terpilih lewat Sida...