Tuesday, May 24, 2022

Real power itu adalah Partai

 


“ Kita sebagai rakyat dalam sistem politik hanya disodori daftar menu saja. Setelah kita pilih menu, yang masak tetap aja partai. Ya kita harus terima enak atau tidak enak menu itu. Kok rasa camcay beda. Kok rendang rasanya engga pedas. Engga bisa protes. Terima saja. “ Kata saya kepada istri ketika dia bertanya menjelang tidur. Itu cara sederhana saya menjelaskan mengapa kok Jokowi tidak seperti harapan kita. Kenapa niat baik Jokowi mudah sekali dijegal dalam prakteknya.


Sistem kekuasaan kita itu berfocus kepada kekuasaan partai. Engga percaya? hak memilih calon legislatif itu ada pada partai. Sehebat apapun anda, kalau partai tidak masukan anda dalam daftar caleg, ya tinggal mimpi doang. Hak menentukan siapa yang layak jadi kepala daerah dan gubernur, ada pada Partai. Artinya, nasip ada jadi pemimpin kelas daerah ditentukan partai. Begitu juga siapa yang layak jadi presiden, ya hanya partai yang menentukan dia pantas atau tidak dicalonkan.


Ya tentu ada standar normatif yang ditetapkan partai siapa yang layak diusung atau tidak. Namun standar normatif itu dikalahkan oleh politik uang. Walau anda tidak jelas kompetensinya sebagai orang yang hikmat bijaksana sesuai nafas sila ke 4, namun kalau anda bawa duit ya anda sudah pasti dicalonkan. Bahkan walau anda bukan kader partai dari akar rumput, itu akan mudah saja dicalonkan partai asalkan ada uang. Juga bukan rumor bila antar partai berburu publik pigur diluar kader partai untuk dicalonkan.


Engga percaya? setiap kebijakan presiden harus patuh kepada UU dan UUD. Siapa yang buat UU/UUD itu? ya partai. Perhatikan. Sebelum RUU itu masuk pembahasan komisi di DPR/D dan  rapat paripurna, harus lebih dulu lolos Bamus ( Badan Musyawarah). Bamus ini badan tetap di DPR, yang sangat berkuasa menentukan aturan main dan agenda DPR. Siapa anggota Bamus ini? ya semua wakil dari partai yang dapat suara dalam caleg. Share mereka dalam Bamus ini ditentukan dari suara perolehan mereka.


Bamus ini sangat elitis karena anggotanya punya kontak langsung dengan pimpinan partai. Setiap hari mereka hotline dengan boss partai. Mereka harus jalankan arahan boss. Kalau ada anggota yang nolak, ya bisa di PAW kan. Penyebabnya bisa macam macam, Partai punya instrument dan sumber daya untuk singkirkan mereka. Kok bisa ? lah itu  mereka yang ada di KPK, BPK, bahkan jaksa agung pasti terhubung dengan partai. Kalau engga, mana bisa mereka terpilih oleh presiden dan DPR. Pastilah mereka patuh kepada partai.


Selama ini publik terfocuskan kepada pigur capres. Padahal walau akhirnya pigur itu terpilih sebagai presiden, tetap saja tidak efektif melaksanakan misinya sesuai dengan agendanya yang dia jual pada waktu kampanye. Mengapa ? walau kita menganut sistem presidentialisme namun distribusi kekuasaan dalam trias politika, membonsai itu. Tetap saja yang berkuasa sebenarnya adalah Partai. Dan gimana kalau partai bersenggama dengan pengusaha? Ya selesai dah urusannya. Apalagi faktanya tidak ada partai yang menguasai suara mayoritas di DPR. Kartu para partai itu ya di cak oleh pengusaha. Outputnya ya kepentingan pengusaha.


Monday, May 16, 2022

China memerangi kemiskinan.

 





Pada tahun 2012, di kongres Nasional Partai Komunis pusat, Xi Jinping mengumumkan perang terhadap kemiskinan China. Target waktu ditentukan dalam 8 tahun harus selesai. Xijinping yang pernah pegang posisi sebagai sekretaris militer Partai komunis itu mengistilahkan perang untuk menghapus kemiskinan di china. Artinya ini tidak ada lagi pertimbangan soal ongkos yang harus dibayar dalam pertempuran memerangi kemiskinan ini. All at cost harus dilaksanakan. Titik.


Xi Jinping sendiri memimpin perang itu. Tidak di belakang meja .Tetapi dia terjun langsung ke wilayah dan kantong kemiskinan parah di China. Dia terus memberikan dukungan moral kepada lebih 3 juta kader partai yang ditugaskan melaksanakan misi ini- yang menurut UNDP dan World bank, itu mission impossible. Target wilayah memang sangat luas, mencakup 832 kabupaten dan 128.000 desa. Jadi gimana strategi China dalam perang menghapus kemiskinan ini? Mereka menerapkan tiga cara saja.


Pertama,mendata semua penduduk miskin. Data itu sangat akurat dan terperinci lengkap dengan penyebab kemiskinan. Ada 800 juta data tersedia di database. Dengan data ini, peran team dibagi untuk bergerak sesuai dengan skill mereka. Ada yang ahli sosial engineering, pemberdayaan ekonomi, insinyur untuk membangun infrastruktur untuk revitalisasi desa atau relokasi.


Kedua, team itu bergerak cepat dengan target waktu yang ketat. Masing masing melaksanakan tugasnya. Misal, kalau desa itu penyebab pendapatannya rendah karena rentenir dan preman. ya diganti dengan pusat pembiayaan desa yang modern. Desa itu banyak rumah kumuh. Ya langsung diperbaiki lengkap dengan lingkungan ditata modern dan bersih. Kalau tidak mungkin lagi dipertahankan lingkungan itu karena faktor alam yang sulit ya mereka di relokasi. Langsung bangun kawasan baru, lengkap dengan rumah dan fasilitas sosial dan bisnis.


Ketiga, team juga bergerak menghabisi kejahatan ekonomi yang merugikan rakyat miskin di pedesaan. Kalau ada retenir yang bikin rakyat miskin, ya rentenir dihabisi. Preman desa yang menciptakan kartel sehingga rakyat dimiskinkan, itu juga dihabisi. Bahkan lebih dari 100 juta akun fintech orang miskin dihapus dan pengelola fintech juga dihukum mati.


Tiga  langkah itu bertumpu kepada manusia dan kearifan lokal. Team propaganda yang kuat mencerahkan rakyat untuk berubah.  Sukses melakukan rekayasa sosial secara mendasar, memperbaiki tata niaga yang pro rakyat miskin. Revitalisasi rumah kumuh yang didukung perbaikan lingkungan yang sesuai standar kesehatan. “ Di setiap wilayah yang sudah ditata dan hapus kemiskinan, itu akan jadi medan bagi kader partai untuk membuktikan kinerjanya dan kalau mau naik kelas ya harus tingkatkan kemakmuran wilayah itu..” kata teman di china. 


Apakah mudah ? tidak, Anggaran digelontorkan sampai dengan tahun 2021 mencapai sebesar USD 224 miliar atau sama dengan Rp. 3000 triliun lebih. Korban nyawa team yang terlibat mencapai 1800 orang. Mereka gugur  karena medan yang sulit dan beresiko, kerja overload, belum lagi perang dengan preman. Tapi hasilnya setimpal. China memenangkan perang melawan kemiskinan struktural. 800 juta rakyat sudah dihapus dari daftar miskin.  World bank, UNDP dan lembaga international mengakui itu. Karena mereka dibebaskan mendatangi langsung semua wilayah yang sukses dibebaskan dari kemiskinan


Friday, May 13, 2022

Hukum izin Panti Pijat.?

 





Hukum dan aturan produk manusia memang serba tidak sempurna. Tempat Panti Pijat itu di izinkan pemerintah atas dasar kepatutan soal moral dan agama. Itu bagian dari bisnis wisata. Di dalam kamar tempat pijat ada tulisan “ dilarang berbuat asusila”. Tetapi sebenarnya pamerintah tahu, bisa saja terjadi deal privat antara terapis dan konsumen di kamar pijat itu. Pemerintah tutup mata. “ Asal engga ketahuan berbuat asusila, ya biarian aja.” Begitulah hukum dan aturan.


Kasus Jiwasraya, Bumiputera, ASABRI, dan Investasi bodong terjadi dan sehingga merugikan publik sangat besar. Sama saja prosesnya dengan izin panti pijat. Seperangkat aturan sebagai standar kepatuhan harus dilengkapi perusahaan dan pemain. “ Dilarang menjanjikan profit pasti kepada investor”. Tetapi sebenarnya pemerintah tahu, aturan itu bisa saja dilanggar di ruang privat. Makanya ketika kasusnya meledak, korban sudah massive. Artinya, itu bukan kesalahan begitu saja, tetapi memang sudah by design sejak aturan itu dibuat. Ini yang disebut dengan konspirasi, menikmati hasil dari adanya Deal  privat.


Waktu Jepang kalah tender dalam proyek kereta cepat jakarta bandung. “ Kami dikalahkan dalam tender proyek karena kami menolak skema B2B. Saya engga yakin itu proyek B2B tanpa APBN. Liat aja. Entar juga akhirnya APBN yang talangi. “ kata teman. Walau ada kepres dilarang pakai APBN. Akhirnya proyek itu ditanggung APBN juga. Mengapa Jepang sudah tahu akan gagal B2B itu? karena mereka sudah pengalaman berbisnis di Indonesia. Mereka hapal luar kepala isi otak orang indonesia khususnya pejabat. Mereka paham fenomena izin Panti pijat itu.


Mengapa sampai begitu? Pelanggaran karena adanya aturan itu sudah jadi sumber pendapatan bagi pejabat. Engga percaya? Tanyalah kepada pengelola panti pijat dan tempat hiburan. Apakah pernah mereka peringatkan clients “ engga boleh asusila”. Mana ada. Kalau mereka tidak setor bulanan kepada pejabat, itu tempat pasti digruduk. Izin dicabut. Tanyalah kepada fund Manager atau investment Manager, apakah mereka pernah bilang kepada investor. Kalau invest bisa rugi ? Mana ada? Yang ada malah jualannya sama seperti mucikari PP.  Aman saja. Kalau engga setor, ya diserbu otoritas dan izin dicabut. 


Dan lucunya, kalau terbongkar adanya pelanggaran, pejabat dan penguasa dapat citra dihadapan rakyat. Padahal potensi kejahatan itu sudah diketahui akan terjadi saat UU dan aturan dibuat. Dah gitu aja.


Monday, May 9, 2022

Menilai 7 presiden kita..

 



Di Indonesia ini kita pernah punya pemimpin hebat, yaitu Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, Jokowi. Ke 7 presiden ini punya kelebihan yang patut sehingga wajar Tuhan jadikan mereka pemimpin. Saya akan uraikan singkat kelebihan mereka. Soal kekurangan itu masalah persepsi anda. Toh setiap pemimpin berkerja karena agendanya, bukan agenda anda. Jadi sejatinya yang berhak menilai adalah Tuhan, bukan anda. Anda hanya penikmat suka dan tidak suka saja.


Soekarno. Saat di Bengkulu dalam pembuangan oleh pemerintah Kolonial Belanda, dia pernah jadi guru Muhammadiah. Ini adalah cetak biru sejati seorang punya talenta pemimpin. Dalam keadaan tangan terantai dia tetap berbuat. Tak bisa berbuat besar, ya berbuat kecil. Sjahrir berkata kepada  kaum muda yang menculik Soekarno dan Hatta ke Rengas Dengklok, “ semua kalian yang muda ini tidak akan mampu memaksa mereka berdua itu. Apalagi membuat mereka berdua takut. Mereka sudah melewati batas takut itu” Itulah pemimpin sejati. Keteguhan hatinya telah melewati batas orang biasa saja.


Soeharto. Saat Jogyakarta sebagai ibukota jatuh oleh agresi militer Beladan. Para pemimpin ditangkap Belanda. Soeharto yang hanya perwira menengah dengan keterbatasan sumber daya, kurangnya komunikasi, pasukan tercerai berai, Panglima TNI berada dalam hutan. Semua pasukan TNI dalam kondisi diburu militer Belanda. Tanpa ada komando apapun. Dia berjalan kaki mendatangi semua pos gerilayawan yang tersebar sekitar Yogyakarta untuk melakukan konsolidasi. Memberikan keyakinan kepada komandan lapangan yang ada di frontline bahwa kepemimpinan itu masih ada. 


Sehingga ketika dia dapat perintah dari Panglima Soedirman untuk merebut Yogya, dia bisa lakukan sesuai jadwal yang ditentukan dan sesuai dengan sumber daya terbatas. Dia sukses.  Moment inilah bakat kepemimpin Soeharto memang sudah ditakdirkan sejarah  bahwa kelak dia pantas jadi Presiden selama 30 tahun. Saat awal dia berkuasa, dia tidak duduk diatas kemelimpahan anggaran. Ekonomi Indonesai hancur. Politk tidak stabil. Infrastruktur ekonomi dan pendidikan, kesehatan tidak tersedia. Selama 30 tahun berkuasa, dia bisa delivery itu semua.


Habibie. Dia sukses sebagai insinyur di Jerman, negeri yang terdepan dalam  kompetisi riset tekhnologi. Dia dapat pengakuan dunia akademis. Kompetensinya berkelas dunia. Andaikan dia ingin hidup senang dengan passsion nya sebagai akademisi dan engineer, yang terbukti sukses itu. ngapain dia mau pulang ke Indonesia jadi pembantu presiden yang hanya tamatan SMP. Tapi bakat kepemimpinanya teruji saat itu. Baginya tugas sebagai engineer sudah selesai. Selanjutnya ada tugas yang lebih besar untuk dia selesaikan. Berbuat lebih besar untuk agendanya. Membawanya bangsanya terhormat berkat tekhnologi.


Gus Dur, ditengah putaran politik yang sangat keras paska kejatuhan Soeharto, dan ancaman perpecahan usai Pemilu 1999. Maklum saat itu politik sangat elitis tanpa ada pemilu langsung memilih presiden. Kelompok Islam poros tengah mengancam.  Pemilu yang dimenangkan PDIP juga mengancam. Satu sama lain tidak mau ngalah. Saat itulah Gus Dur mendamaikan situasi. Mengajak semua adem. “ mari bersatu kita benahi negeri ini. Kamu yang nasionalis mari samping saya. Kamu islam silahkan kawal Parlemem. Gitu aja repot.”. 


Tanpa keberanian dan ketokohan pribadinya yang besar, engga mungkin para elite itu mau didamaikan. Walau karena itu dia sendiri akhirnya sadar bahwa para elite itu tidak pernah mau berdamai. Dan dia sendiri jadi korban politik para elite. Dia tidak kecewa. Setidaknya pada batas kemampuan dia, dia sudah berbuat baik dengan karakterbesar sebagai pemimpin yang mempersatukan.


Megawati. Di era Megawati lahirlah UU KPK, UU SJSN, UU perbendaharaan negara atau keuangan negara, UU Pemilu langsung Sehingga kita punya APBN yang transparance. Punya lembaga anti korupsi dan negara bertanggung jawab terhadap jaminan sosial. Kita sebagai rakyat bisa memilih presiden secara langsung “ Masalah BLBI harus selesai di era saya. Jangan bebani pemimpin setelah saya.” begitu tekad Megawati. Dan dia sukses walau karena itu dia harus kick out IMF dan berseteru dengan AS. 


Dalam rentang waktu singkat, dia mampu menyelesaikan PR pelik bangsa ini, yaitu demokratisasi dan BLBI. Tanpa bakat besar sebagai pemimpin tidak mungkin dia bisa melewati banyak hambatan dalam situasi politik yang sangat elitis dan NKRI tetap utuh. Bakat keberanian dan keteguhan hati Mega itu bukan dadakan. Tetapi sudah ditempa selama era Soeharto menghadapi rezim yang anti demokrasi.


SBY. Saat SBY berkuasa dia sudah tidak dibebani penyelesaian BLBI. Itu sudah rampung lewat regulasi dan TAP MPR. Tugas SBY berikutnya adalah bagaimana menghidupkan mesin ekonomi yang sempat stuck selama era kekuasaan Gus dan Megawati. Saatnya start engine. Dalam keterbatasan sumber daya keuangan dan SDM, SBY tidak punya banyak pilihan. Tapi dia smart. Dia tentukan kebijakan makro ekonomi yang ekspansif lewat hutang dan pasar domestik. Dia sukses. PDB awal dia berkuasa tahun 2004 hanya Rp. 2.296 triliun. Di akhir kekuasaanya mencapai Rp.10.063 triliun. Sehingga kita pantas jadi anggota G20.


Bakat kepemimpinan SBY adalah  buah dari sistem pendidikan TNI, yang setiap perwira harus mampu jadi pemimpin dalam skala apappun. Siap tidak siap, kalau panggilan tugas datang. Mereka harus tampil. 


Jokowi. Saat Jokowi berkuasa, dia menghadapi ekonomi global pada titik collateral damage sebagai dampak krisis Lehman tahun 2008. Proses recovery tidak jelas titik terangnya. Krisis likuiditas dimana mana. Sementara platform ekonomi yang dia warisi adalah APBN ekspansif ( defisit). Saat awal Jokowi berkuasa balance payment minus. Disaat kritis itu, dia mampu membuat kebijakan revolusioner. Yaitu merestruktur APBN. Memindahkan pos belanja rutin ( Subsidi BBM) ke pos pembangunan infrastruktur ekonomi. Peningkatan Aset Bruto negara bertambah sehingga APBN sehat untuk terus dapatkan sumberdaya keuangan


Cara smart Jokowi itu merupakan bakat kepemimpinan yang dibentuk lewat proses sebagai wirasausaha. Realistik dan rasional serta sistem kendali lapangan yang sangat responsif. Sehingga walau ditengah badai krisis dan COVID, kita bisa tetap melewatinya dengan visi besar. Itu terbukti dengan keberaniannya memindahkan ibukota ke Kalimantan.


***

Nah tahun 2024 akan ada Pemilu. Pilihlah Presiden dan cerdaslah. Pastikan mereka yang kita pilih itu memang punya bakat sebagai pemimpin, Bukan sekedar retorika tetapi lewat karya nyata, sekecill apapun itu. Amati mereka yang mencalonkan diri itu nanti dan nilai dengan akal sehat. Jagan emosi personal atau agama. Nasip bangsa ini ada ditangan kita semua sebagai rakyat. Salah milih maka derita bagi anak cucu kita.

Monday, April 4, 2022

Era kebangkitan ASIA

 





Tahun 2018, sahabat saya dari dari Fidelity Investment berkunjung ke Hong Kong. Dia minta traveling secara bebas. Berdua saja dengan saya. “ syaratnya kita lepaskan semua protokol standar hidup kita. Kita membaur dengan msyarakat tanpa palladium di dompet. Mau? Kata saya.


“ Siapa takut. Ok “ Katanya. Kami bersahabat lebih dari 10 tahun. Dia mengawali karir sebagai analis dan selama itu dia jarang sekali keluar dari Boston. Kalaupun ke luar negeri. Hanya datang, lihat dan pulang. Rambutnya pendek. Jadi dengan celana pendek dan ransel, tinggi, dada kecil. Sekilas dia pria yang rupawan. Selama 4 hari jalan jalan ke Guangzhou dan Shanghai. Menyelusuri kehidupan kelas menengah bawah. Berada di tempat tempat yang jarang dibayangkan. Dia terpesona.


“ Mereka memang berubah. Kami tertinggal lebih dari 1 abad dari China. Sulit untuk mengejarnya. Walaupun kami berlari.” Katanya. Padahal, abad 18 lahir revolusi Perancis. Abad 19 lahir revolusi industri inggris. Abad 20 AS menjadi pemenang perang. Selama 300 tahun Perancis memimpin perubahan budaya dunia, Inggris memimpin perubahan industri dan AS menguasai dunia. Masuk abad 21, China, Rusia dan India mulai bergerak. “Lanjutnya dengan jujur.


“ Hal ini tidak disadari oleh Eropa dan AS. Malah, dicibirkan oleh AS, Eropa? apa pasal? Karena China, Rusia dan India menolak standar AS dan Eropa dalam membangun demokrasi, ekonomi dan sains. “ Kata saya.


“ Kami tidak pernah percaya bahwa China, Rusia, India akan mampu mengatasi masalah sosial dan politik, apalagi dengan jumlah penduduk besar. Cara mereka berpikir sangat terbelakang.  Budaya mereka tidak bisa beradabtasi dengan masyakat modern. Tidak punya standar ilmiah. “ Katanya waktu diskusi dengan saya di Financial Club.


Namun berlalunya waktu,  kami tidak habis pikir. Bagaimana bangsa yang tidak pernah bisa bersih toiletnya, sulit diatur antri, tidak menghargai HAM dan demokrasi. Tidak menghargai akreditas akademis. Ternyata tiba tiba bangkit. Mengejutkan kami. IBM korporat kebanggaan AS diakuisisi oleh Lenovo China. Bank of America Asia diakuisisi oleh China Contruction Bank. Kemudian, China sudah pemegang saham pengendali HSBC bank kebanggaran Inggris.


Bagaimana mungkin USSR yang tahun 1991 dimana idiologi komunis bangkrut, ternyata kini telah menjadi negara industri yang tangguh dan industri jasa yang berkembang pesat. Rusia telah menjadi pengendali harga baja , gandum dunia, menguasai tekhnologi explorasi Gas dan Minyak. Mengalahkan AS dan Eropa dalam hal riset alat tempur canggih. Berkali kali krisis tetapi selalu cepat recovery, Itu karena sektor agronya sangat kuat dan lentur.


Bagaimana mungkin India, negara yang hidup bergantung kepada agriculture, kini telah menjelma menjadi negara jasa. Telah menggeser AS dan Eropa dalam hal kemampuan menjadi supply chain global industry dibidang industri digital. Tingkat penyerapan angkata kerja yang lebih besar dibanding revolusi inggris negara yang pernah menjajahnya. Riset inovasi yang bersaing dengan AS, dan unggul dalam design teknologi Digitai. Mengapa ? Katanya.


“ Yang patut kamu perhatikan dari kebangkitan China, India , Rusia bahwa mereka tidak percaya dengan standar AS dan Eropa. Memang mereka belajar banyak dari Eropa dan AS tetapi mereka terapkan dengan standar mereka sendiri. Dan itu terbukti lebih baik. Ketika AS dan ERopa menerapkan standar pendidikan nasional. India, China dan Rusia memberikan indedepensi sekolah dan kampus menentukan standar sendiri sendiri. Ketika AS dan Eropa menerapkan standar kesehatan nasional. India, China dan Rusia punya standar sendiri yang lebih utamakan kearifan lokal.


Hebatnya, Baik China, India, Rusia, lambat laun semakin maju ekonominya semakin mereka membangkitkan budaya lokal dan meninggalkan budaya sesuai standar Eropa dan AS. Kebebasan sosial media dikendalikan lewat tekhnologi yang mereka kuasai. Walau rakyat memiliki kebebasan, tetapi tekhnologi membatasi mereka, dan harus patuh kepada standar moral lokal. Pasar domestik untuk consumer goods mereka semakin kokoh. Karena produksi dalam negeri. Beda dengan AS dan Eropa yang tergantung impor.


Pemerataan ekonomi bukan seperti AS dan Eroipa yang lewat bursa sistem spread ownership, tetapi lewat dukungan UMKM yang luas, memastikan peluang bagi semua. Konglomerasi dikendalikan negara untuk kemakmuran dan keadilan sosial bagi semua. Mata uang dikendalikan dengan kontrol ketat cross border transfer ke luar negeri kecuali dengan underlying properly. Bagi mereka uang bukan segala galanya, tetapi uang yang mengutamakan produksi dan berbagi dalam bentuk kolaborasi dan sinergi. “ Kata saya.


Dia terdiam lama. Dan akhirnya tersenyum.

“ 15 tahun lalu saya kenal kamu, saya masih sebagai analis. Dan kini saya sudah direktur, kamu tidak berubah. Penuh percaya diri dan bersemangat.  Tidak ada kesan inferior di hadapan saya. Walau kita hidup dengan standar berbeda. Tetapi pria Asia memang ngangenin. Penuh cinta dan respect.” Katanya senyum penuh arti. " Masa depan peradaban ada di ASIA


Saturday, April 2, 2022

Kita bukan bangsa merdeka

 





Bangsa ini boleh berbangga punya falsafah pancasila. Karena disaat republik ini berdiri kita tidak mengekor sistem atau isme negara lain yang berhaluan Kapitalisme, Sosialisme, komunisme, atau monarki. Kita tidak ada dimana mana tapi kita ada dimana mana. Kita ingin bangkit sebagai bangsa dengan akar budaya dan standar kita sendiri. Karakter building itu ada pada Pancasila yang dilahirkan oleh bapak bangsa kita. Karena itu kita bangkit bersama dengan apa saja melawan asing yang mau menjajah kita lagi. Kita tampil sebagai pemenang.


Walau usia 15 tahun merdeka. Kita tidak inferior di hadapan Asing. Kitalah bangsa yang berani berkata lantang ke pada presiden AS , Eisenhower, yang juga panglima perang dunia kedua. “ Go to Hell with your Aid”. Kita juga negara yang berani keluar dari PBB. Dan membuat Gerakan Non Blok, PBB tandingan. Kalaulah kita bangsa tempe dan pengecut mana mungkin kita bisa mencatat sejarah, sebagai bangsa pendobrak. Ini bangsa bukan bangsa kaleng kaleng. Bangsa yang paling banyak nisan pahlawan tidak dikenal.


Tapi setelah Soekarno, kita langsung berubah jadi negara kacung. Apapun tergantung AS. 90% SDA migas kita untuk AS. 100% tambang mineral kita di Papua di kuasai AS. Kebijakan luar negeri dan ekonomi kita tergantung kepada AS. Kita tidak lagi punya karakter bangsa pejuang. Rasa hormat kita terhalau. Kita jadi bangsa menundukan wajah di hadapan AS. Bahkan kepada alumni AS juga kita terpesona. Semua orang kaya tidak abdol kehormatannya kalau anaknya tidak kuliah AS. Semua menteri utama, adalah alumni universitas AS.


Jangan kaget kalau sistem pendidikan kita patuh kepada sistem OECD yang standarisasi nasional. Target pendidikan adalah neokolonial. Penyedia pekerja untuk mesin kapitalisme. Pendidikan dalam konteks manusia, terabaikan sudah. Pendidikan spirit inovasi dan kreatifitas. Sampai mati tidak pernah bisa berdiri tegak sejajar dengan Barat. Sistem kesehatan kita juga sama. Konsep modern globalisasi dalam standar perawatan kesehatan dan penelitian klinis adalah model neokolonialis bagi negara berkembang. Deklarasi Helsinki, digaungkan sebagai Pedoman internasional. Yang terjadi dalam sekian dekade adalah lahirnya TNC bidang pharmasi dan menjadi diktator bidang medis. Sampai mati kita tidak bisa mandiri.


Apabila bangsa sudah tidak mandiri dalam hal standar pendidikan dan kesehatan. Maka ekonomi bangsa itu sudah terjebak dalam sisten neokolonial. Mengapa ? mereka lebih dungu dari keledai. Kemederkaan bukan soal lepas dari kolonial asing tetapi kemerdekaan berpikir. Kolonialsme memang sudah tidak ada. Tetapi kelas menengah bangsa ini tidak punya kebebasan berpikir Bahkan keluar dari standar Helsinki dianggap haram alias sesat. Harus dipecat jadi dokter.


Kita kehilangan nilai luhur sebagai bangsa besar. Karena kita tidak lagi punya pemimpin dengan agenda besar. Semuanya setelah Soekarno, hanya pragmatis dan oportunis. Beruntung bangsa China, Rusia dan India yang tampil menjadi pemenang di abad 21 ini. Karena mereka tidak pernah mau masuk jebakan neokolonial. Mereka punya martabat sebagai bangsa. Beda dengan kita…


Tuesday, March 29, 2022

Meritokrasi

 





Meritokrasi adalah sistem politik yang memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan atau kelas sosial. Kemajuan dalam sistem seperti ini didasarkan pada kinerja, yang dinilai melalui pengujian atau pencapaian yang ditunjukkan. Sistem demokrasi sebenarnya bertujuan melahirkan pemimpin berkelas meritokrasi itu. Hanya demokrasi satu hal tetapi penerapannya tiap negara berbeda. Nah cara penerapan ini menentukan hasilnya berbeda. Mari kita lihat dua contoh sistem demokrasi di Iran dan di China.


Iran.

Pemimpin agung dipilih dewan Ahli yang berjumlah 88. Nah 88 orang ini dipilih langsung lewat pemiu. Jadi legitimasi pemimpin agung itu bukan kaleng kaleng. Karena dia dipilih langsung oleh rakyat. Apa tugas pemimpin agung itu ? memilih dewan penjaga. Kekuatan Iran ada pada dewan Penjaga. Mereka terdiri dari enam ahli teologi. Mereka dipilih untuk masa jabatan enam tahun tetapi tidak sekaligus, jadi setengah anggota Dewan berganti setiap tiga tahun.


Apa tugas dewan penjaga ?  menentukan pra syarat siapa yang pantas jadi anggota DPR dan Presiden. Bahkan mereka dengan alasan moral, bisa diskualifikasi anggota DPR yang sudah terpilih dalam pemilu. Memang Presiden dan DPR dipilih langsung oleh rakyat. Tetapi bukan hak partai menentukan siapa yang pantas dicalonkan. Yang berhak itu adalah lembaga independent ( dewan penjaga ).


Jadi kalau boleh disimpulkan sistem demokrasi di Iran, lebih utamakan meritokrasi. Rakyat disodorkan calon pemimpin untuk dipilih setelah lolos tes dari dewan penjanga. Ukurannya bukan elektablitas atau popularitas tetapi kompetensi dan standar akhlak yang dibuktikan dengan rekam jejak.


China.

Kekuatan dan kunci kekuasaan di China ada pada t Chinese people’s political consultative conference ( CPPCC) atau Konferensi penasihat politik rakyat Cina. Jumlah mereka ada 2.304.  Mereka adalah orang perorang yang bisa saja mereka kader partai, bisa profesional atau apalah. Lembaga ini lembaga independent yang tidak terkait dengan Partai dan tidak dikendalikan pemerintah. Di pilih langsung oleh rakyat secara berjenjang. Mereka yang berhak seleksi calon Presiden, dan DPR/MPR. Ukurannya kompetensi agar meritokrasi jalan.


Bagaimana kualitas anggota CPPCC itu ? anda tahu kan Jacky Chan. Itu aktor tenar sedunia. Dia berjuang 5 kali jadi anggota CPPCC bidang seni dan teater. Selalu gagal. Baru berhasil ke 6 kalinya ikut pemilu. Terakhir dia gagal mempertahankan posisi CPPCC. Karena citra buruk keluarganya. Artinya mereka yang duduk di CPPCC itu memang sudah teruji dan diakui publik pengabdianya kepada negara dan rakyat merasakannya. Dan yang lebih penting secara moral mereka dihormati publik.


Nah bandingkan dengan di Indonesia.Para anggota dewan setelah terpilih langsung oleh rakyat harus mengabdi kepada Partai, Karena nasip mereka yang tentukan Partai. Bahkan calon presiden yang tentukan partai juga. Setelah terpilih jadi presiden, tetap saja partai yang pegang kendali. Presiden tidak bebas berbuat sesukanya. Padahal Partai itu keberadaannya hanya karena UU, dan DPP  yang powerful itu bukan dipilih langsung lewat pemilu tetapi munas.


***

Sistem China dan Iran itu terlaksana karena bagi mereka masalah idiologi sudah selesai. Tidak ada lagi pertentangan diantara mereka. Satu sama lain sepakat focus kerja dan membenahi bangsa. Jadi derap pembangunan hari hari hanya berbicara tentang rencana dan kerja. Tidak ada polarisasi di akar rumput. Tidak ada lagi debat omong kosong soal khilafah, syariah, soal idiologi, soal partai anu atau itu. Setiap orang dihargai karena kinerja dan kompetensi.


Di China dan Iran, anggota dewan hidup sangat sederhana. Karena bagi mereka jadi anggota dewan bukan uang ukurannya tetapi aktualisasi diri dihadapan rakyat. Bahkan di China, anggota dewan tidak dapat gaji dan tunjangan langsung, kecuali honor sidang. Nah bedanya dengan kita. Jabatan anggota Dewan itu pada umumnya mereka yang ingin mengubah nasip. Dari rakyat jelantah menjadi kelas menengah. Maklum sebulan mereka dapat gaji dan tunjangan setiap bulannya bisa mencapai Rp. 62 juta. Itu tidak termasuk SPJ Rp. 5 juta per hari. Fasiitas rumah jabatan (RJA) dan uang pensiun sebesar 60% dari gaji pokok.


Real power itu adalah Partai

  “ Kita sebagai rakyat dalam sistem politik hanya disodori daftar menu saja. Setelah kita pilih menu, yang masak tetap aja partai. Ya kita ...