Thursday, September 24, 2020

Benarkah GN diberhentikan karena mengizinkan panayangan Film G30S PKI. ?



GN yang menyatakan ia diganti sebagai Panglima TNI karena menginstruksikan pemutaran film G30S/PKI di institusi TNI. Saya tidak tahu apakah benar issue yang dilempar ke publik itu. Namun kalau dilihat dari proses pemberhentiannya sudah pada moment yang tepat dan wajar. Pertama, GN masuk masa pensiun April 2018. Sementara dia berhenti tanggal 8 Desember 2017. Jadi tersisa 4 bulan masa jebatannya di TNI sebelum pensiun. Kedua, pergantian dipercepat karena tahun 2018 dan 2019 masuk Pilkada serentak dan Pilpres. Jadi wajar dipercepat. Karena Panglima TNI yang baru harus mempersiapkan TNI dalam mengawal tahun Politik, yang pasti memanas. Dan lagi kalau GN tetap dipertahankan sampai akhir usia pensiun dan diganti  dalam tahun politik, itu sangat riskan. Ketiga, jabatannya sebagai Panglima TNI memang singkat. Tetapi itu karena karir GN termasuk lambat dibandingkan Pangab lain.


Dengan alasan tiga tersebut, sulit bisa menerima alasan GN bahwa dia diberhentikan karena mengizinkan penayangan Film G30S PKI. Menurut saya pemberhentian GN itu murni alasan strategis dan UU TNI berkaitan dengan jabatan PATI. Di era Jokowi saya perhatikan, dia sangat konsisten menempatkan TNI sebagai politik negara. Bukan alat politik pemerintah. Itu tak lain untuk menjaga proses menjadikan TNI sebagai prajurit profesional tanpa terkait dengan politik. Walau GN waktu menjabat Panglima TNI pernah mengeluarkan wacana agar TNI kembali masuk ke politik. Itu tidak dianggap serius oleh Jokowi dan tetap konsisten menjaga marwah TNI sebagai prajurit profesional. 


Kemudian apa maksud tujuan GN mengeluarkan issue bahwa pemberhentianya karena mengizinkan penayangan Film G30S PKI. Menurut saya itu hanya politik. Karena GN tidak bisa menbuktikan darimana informasi dia dapat.  Itu hanya halu dia saja. Ya  biasa saja. Itu hak GN sebagai pensiunan TNI. Yang jadi pertanyaan, adalah mengapa issue PKI kembali dibuka? Ya hanya sekedar membangkitkan kisah lama dendam umat islam kepada PKI. Padahal masalah PKI itu murni politik. Sebelum PKI dibubarkan, ia adalah Parpol yang sah. Dan pernah menjadi 5 besar parpol berpengaruh. Dan karena politik juga PKI akhirnya tersingkir menjadi partai terlarang. 


Dalam kehidupan bernegara, patokannya adalah UUD dan hukum. Bahwa PKI itu sudah sah sebagai partai terlarang. Selesai. Tidak perlu terus diungkit ungkit. Sikap waspada itu ada pada Badan Intelijen TNI, yaitu Badan Intelijen Strategis ( BAIS) dan BIN. Tugas kedua lembaga ini melakukan operasi intelijen untuk menangkal setiap gerakan komunisme di Indonesia. Itu amanah UU dan Tap MPR. Engga perlu disampaikan kepada publik. Mengapa? karena negara hanya melarang Parpol PKI dan ajaranya disebarkan secara terorganisir. Namun tidak bisa melarang orang secara personal belajar tentang komunisme. Apalagi mencurigai keluarga ex PKI. Ini era demokrasi, bukan lagi era Soeharto yang diktator. 

Suka tidak suka, GN sedang investasi politik untuk karir dia di masa depan. Issue pemecatanya karena mengizinkan penayangan film PKI, seakan dia menempatkan dirinya sebagai korban yang anti PKI. Dan tentu dia menjadi idola Ormas dan oposisi serta umat islam yang masih menaruh dendam kepada PKI. Targetnya mudah ditebak. Yaitu PDIP. Berharap karena itu suara PDIP akan tergerus dalam Pemilu mendatang. Namun berpolitik semacam ini benar benar tidak mendidik rakyat dan cenderung memecah belah persatuan. Dan membuat polarisasi di tengah masyarakat semakin lebar. Politik kebencian dan dendam masih akan terus berkembang.

Monday, September 21, 2020

Penyakit dan kita.


Dulu tahun 1982, awal tahun tinggal di Jakarta. Saya sakit perut. Benar benar sakit. Oleh teman saya di bawa ke RS Pelni naik bajay. Sampai di UGD saya tunggu lebih dari 30 menit tidak ada dokter yang datang memeriksa saya. Tak lama kemudian, perawat bilang bahwa teman yang antar saya udah pulang duluan. Jadi siapa yang tanggung jawab. Padahal perut saya sakit seperti melilit. Tapi saya tidak menjerit. Badan saya berkeringat karena menahan rasa sakit. Akhirnya dokter periksa juga. Katanya saya usus buntu. Harus operasi. Saya bilang saya engga ada uang. Sayapun dibiarkan saja. Engga diladenin lagi. Ya sudah saya berdiri dari tempat tidur. Saya jalan keluar dari RS tanpa ada yang tegur saya. Saya naik bajay pulang.


Saya ingat dulu waktu kecil kalau saya sakit perut ibu saya minumkan susu encer ( Cap Beruang). Saya beli susu cap beruang di warung. Saya minum dua kaleng. Tak lama kemudian, ada dorongan besar dari perut saya. Seperti hendak muntah. Saya pergi ke kamar mandi. Sayapun muntah. Banyak sekali dan berbau. Setelah itu perut sakit hilang. Tapi perut masih terasa kembung. Badan masih panas. Ingat waktu kecil. Kalau badan saya panas. Ibu saya kasih saya biji pepaya campur madu. Sayapun beli pepaya. Saya ambil bijinya dan saya campur dengan madu. Dalam hitungan jam, sayapun BAB. Banyak sekali. Setelah itu benar benar perut saya lega. Rasa lapar datang. Panas turun drastis. Selesai.


Seumur hidup saya belum pernah di opname karena penyakit serius. Saya pernah di vonis jantung coroner. Sembuh dengan konsumsi jamu. Hasil medical check up, jatung saya clean. Bahkan walau saya perokok, hasi check up paru paru saya bersih. Karena sebulan sekali saya konsumsi kulit jeruk. Belakangan saya tahu di China ada kulit jeruk herbal. Itu saya beli stock untuk 5 tahun. Karena makin lama disimpan makin bagus khasiatnya. Saya pernah kena radang tengah otak. Sembuh tampa operasi. Saya konsumsi blackseed. Rempah rempah yang biasa istri saya pakai kalau masak rendang. Kalau kena radang sehingga panas. Saya konsumsi air kelapa muda dicampur dengan kuning telur ayam kampung. Hanya hitungan jam panas bisa turun.


Setiap hari saya konsumsi bawang putih yang difermentasi dengan madu. Itulah cara saya menjaga daya tahan tubuh. Mengapa saya ceritakan ini? Tuhan itu maha pengasih penyayang. Kalaulah untuk sehat orang harus kaya. Tentu Tuhan tidak adil. Untuk sehat engga perlu mahal. Obatnya ada disekitar anda. Dan itu tidak mahal. Mengapa SOP kesehatan itu mahal? Karena kesehatan sudah jadi bisnis. Ada RS yang butuh return investasi. Ada paramedis yang harus dibayar. Dan ada pedagang harus kaya raya dari industri obat dan alat kesehatan. Ada industriawan yang harus dapat laba dari biaya riset dan promosi yang mahal. Ada pejabat dan politisi yang butuh rente dari industri pharmasi.


Penyakit yang akhirnya membuat anda sekarat, itu datang dari jiwa yang rapuh. Makanya sebetulnya penyakit itu “pesan cinta dari Tuhan” agar kita kembali kepada Jiwa yang tenang. Berhentilah rakus! bukan hanya dalam soal perbuatan tetapi termasuk juga dalam pikiran. Dan kematian adalah pembelajaran agung dari Tuhan kepada kita semua. Bahwa kita itu fana. Tubuh hancur namun jiwa kita kembali kepadaNya.  Mengapa harus memanjakan tubuh? Peliharalah jiwa. Itulah hakikat kita sebagai manusia. Paham ya sayang.

Monday, September 7, 2020

Orang kaya yang sangat miskin.



Rasul. Namanya bersanding dengan nama Allah di pintu Sorga. Hidupnya sangat bersahaja. Ia harus menjahit sendiri pakaiannya yang robek. Tidur beralaskan tikar. Rasul sebagai pemimpin umat dan pemerintah, tentu tidak sulit hidup bermewah. Namun, sebagai manusia agung, kemegahan tidaklah bermakna. Rasulullah ingin menunjukkan kesederhanaan dan sifat qanaah (puas hati), yang merupakan kekayaan yang hakiki. Rasulullah pernah bersabda, "Kekayaan yang hakiki adalah kekayaan iman dan dicerminkan dalam sifat qanaah."  Bersifat qanaah berarti menerima ketentuan Allah dengan sabar, dan menarik diri dari kecintaan kepada dunia. Iman, kesederhanaan dan qanaah adalah sesuatu yang tidak boleh dipisahkan. Seorang mukmin akan bersikap sederhana dalam hidupnya, dan kesedehanaan itu ditunjukkan daripada sifat qanaahnya.

Nelson Mandela sukses menumbangkan Rezim Apartheid dan akhirnya melakukan perubahan system kekuasaan yang lebih demokratis karena kerendahan hatinya dan menolak kekerasan dengan memaafkan orang yang menzoliminya terlebih dahulu. Mahatma Ghandi di India mampu merebut kemerdekaan India dengan menawarkan kesederhanaan dan Anti kekerasan. Tak ubahnya dengan tokoh dunia lainnya seperti ibu Teresa, Martin Luther King dan lain lain. Para pendiri negara kita adalah orang hebat  yang rendah hati.  Mereka mengutamakan perdamaian atas dasar kebinekaan. Tidak mungkin persatuan Indonesia dapat terjelma bila satu sama lain yang berbeda saling membenci dan memusuhi.

Orang terkaya di dunia seperti Bill Gate punya jam tangan seharga USD 10. Jeff Bezos,  boss Amazon hidup sangat sederhana. Mobil yang ia gunakan yaitu mobil Honda Accord, selain itu ruangan kerjanyapun sangatlah sederhana, hanya ada meja kayu dan karpet kotor. Warrent Buffet adalah seorang investor sejati. Walaupun kaya raya Warrent Buffet masih hidup sederhana, ia masih tinggal di rumah tua yang ada di Omaha yang ia beli tahun 1958 seharga US$ 31.500, begitupun dari segi kendaraan, ia tidak membeli mobil lamborghini seperti kebanyakan orang kaya lainnya, ia hanya memiliki mobil Cadillac XTS tahun 2014 dengan harga US$ 44.600 saja. Mark Zuckerberg pemilik media sosial facebook, ia lebih memilih hidup sederhana. Ia lebih suka memakai kaos oblong dan sepatu skate dalam berbagai kesempatan. Ruang kerjanya sama dengan karyawan lain.

Bersama istri saya keluar dari Loby Grand Hyatt. Sambil nunggu kendaraan datang kami ngobrol di loby. Ada mobil inova berhenti di depan Loby. Turun pria muda dengan senyum tipis melangkah cepat ke dalam hotel. Pakaiannya sederhana.“ Mama tahu siapa yang barusan keluar dari mobil Inova itu ?
“ Engga. Siapa ?
“ Itu dia Direktur dan pemegang saham pengendali BCA”
“ Ah masak iya. “
“ Ya. Armand Wahyudi Hartono. Putranya pak Robert Budi Hartono. Keluarga terkaya nomor 1 di Indonesia.
“ Oh hebat ya.”
“ Ya hebat itu bukan hartanya tetapi dia bisa hidup sederhana dengan segalam kemelimpahan harta yang ada. Itu engga gampang”

Hampir semua pengusaha yang pernah berurusan dengan Keluaga Pak Budi, tahu bagaimana anak-anaknya sangat menghargai waktu, pada pertemuan dan acara apa pun. Punya integritas hebat. Namun selalu tampil sederhana. Tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih kepada siapapun. Semua generasi muda keluarga Djarum memang hidup sederhana. Itu berkat didikan dari orang tua mereka. Bagaimana seharusnya menjalani hidup. Bukan harta yang jadi ukuran tetapi manfaat hidup bagi orang banyak.

Kalau melihat keteladanan Rasul dan keluarga kaya raya seperti cerita diatas. Kemudian kita melihat kehidupan glamor keluarga orang kaya lainnya,  itu sangat memalukan. Dengan tampa malu mereka mempertontonkan kehidupan mewah itu di sosial media. Tas seharga puluhan ribu dollar. Kendaraan mewah. Rumah mewah. Makan malam yang mewah. Orang kaya dari kalangan pengusaha atau pejabat, memang kadang kekayaan itu jadi racun bagi keluarga dan anak anaknya. Bukannya harta membuat mereka bersyukur dengan hidup sederhana dan berbagi. Tetapi justru seakan jadi kutukan bagi anak dan keluarga. Bahkan sebagian besar mereka terjebak dengan kehidupan sex yang menyimpang dan narkoba.

Kalau secara ekonomi hidup anda tidak beruntung, hidup sederhana bukan soal pilihan. Takdir mengharuskan anda hidup dalam kesederhaan. Kalau anda melewatinya dalam kesabaran dan penuh prasangka baik maka Tuhan akan memberkati hidup anda. Badan anda akan sehat dan hidup akan melimpah dalam kecukupan secara spiritual.

Tetapi bila secara financial anda freedom, anda bisa hidup sederhana melepaskan diri dari kemewahan hidup, itu adalah pilihan. Tetapi pilihan yang tidak mudah. Karena yang tersulit menahan nafsu ketika harta berlebih diberi Tuhan. Engga gampang. Saya secara pribadi dapat merasakan itu. Apalagi posisi sebagai Presiden seperti Jokowi yang menguasai sumber daya nasional. Tetapi tetap hidup sederhana. Ya ketika anda tidak perlu aksesoris menunjukan siapa anda, itu artinya anda sudah selesai dengan diri anda sendiri. Sebaliknya, ketika anda masih butuh aksesoris agar dibilang kaya, maka saat itulah anda sangat miskin. Yang terpesona kepada anda jauh lebih miskin lagi.  Itulah yang kadang membuat kita sedih. Para ustad seleb di republik ini jauh sekali dari hidup sederhana. Mereka tidak malu mempertontonkan rumah mewah dan kendaraan mewah. Padahal tidak ada pabrik yang mereka bangun.

Sunday, August 16, 2020

Fatwa.


Seorang meninggal di jalanan namun tidak ada satupun orang yang mau menguburkannya. Apa pasal?. Karena orang ini suka minuman keras dan berzina. Semua orang tahu bahwa dia sering mendatangi tempat maksiat. Namun akhirnya yang menguburkannya adalah raja. Megapa ? ternyata ketika jenazah dibawa ke rumah oleh Raja. Sang istri menangis seraya berkata "Semoga Allah merahmatimu wahai waliyullah (wali Allah). Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang saleh.” Raja terkejut karena sang istri menyebut “ wali Allah”. 

Ada apa ?  "Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras (khamar), dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu dibawanya ke rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin".

"Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi. Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: "Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam."

"Orang-orang pun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir. Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku, Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensalatimu dan menguburkan jenazahmu. Ia hanya tertawa dan berkata, "Jangan takut, bila aku mati, aku akan disalati oleh Sultannya kaum muslimin, para ulama dan para wali.

Kisah diatas adalah bagian dari kisah kontemporer Sultan Murad Khan. Selama dia berkuasa memang memerangi segala bentuk kebiasaan buruk rakyatnya yang suka berzina dan minuman keras.  Dia ingin dengan pedangnya bisa menegakan kalamullah. Namun saat bertemu dengan seorang yang dianggap publik tak pantas di kubur  karena kebiasaan mendatangi tempat maksiat. Dia tersadarkan fatwa ulama dan dirinya sebagai khilafah tidak selalu benar. Mengapa? ternyata pria itu disebut istrinya sebagai  wali Allah, yang berdakwah dalam sunyi. Suami wanita itu paham Firman Allah " Wa lā taqrabuz-zinā innahụ kāna fāisyah, wa sā`a sabīlā. Jangankan berzina, mendekati saja engga boleh. Tetapi di hatinya Tuhan berkata lain. Karena itu dia bersikap. Ya dia berdakwah tidak dengan fatwa dan pedang terhunus memaksa orang taat, tetapi melalui tangannya sendiri mengurangi kemaksiatan. Sebuah cara yang bersehaja tanpa hendak menggenggam arogansi kesolehan bersorban dan mulut berbusah menyebut nama Tuhan. 

Tak akan bisa menghilangkan air di laut namun setetes kamu keluarkan, air lautpun berkurang. Apa artinya? agama itu tidak dengan retorika tetapi perbuatan. Karena kemaksiatan tidak akan bisa kamu habiskan di muka bumi ini walau dengan kotbah dan fatwa sekalipun, tetapi dengan keteladananlah kamu bisa menguranginya. Seorang sufi pernah berjalan di pasar seraya berkata kepada orang banyak” Kalau karena mengikuti fatwa aku dijanjikan sorga, sebaikya aku bakar sorga itu. Karena aku tidak beragama karena sorga, tetapi karena cinta kepada Tuhan”  Beragama adalah sikap pamrih paling dungu. Tetapi ber-Tuhan menghilangkan sekat pamrih itu. Banyak orang beragama tapi tidak Ber-Tuhan.

Itu sebabnya setiap fatwa selalu diakhiri dengan kalimat “ Wallahu A'lam Bishawab”. Hanya Allah yang tahu. Tidak ada yang boleh meng claim paling benar dan wajib orang mengikutinya. Itu hanya arahan yang tidak mengikat.  Karena itu hanya retorika yang tidak menjamin apapun. Manusia tidak diadili Tuhan karena melanggar fatwa ulama tetapi karena ia melawan fatwa hatinya. Karena Tuhan ada di hatimu, bukan di dewan Fatwa MUI.

Wednesday, August 12, 2020

Bintang Jasa.



China mungkin termasuk yang sangat pelit memberikan gelar kehormatan atau bintang jasa negara. Mengapa ? Bagi China orang jadi kader partai, birokrat, profesional dan pengusaha adalah pilihan sendiri untuk kepetingan sendiri. Semua itu tidak gratis. Toh mereka tetap dapat bayaran. Dan karena itu mereka tidak mengorbankan sesuatu yang sia sia. Namun pengabdian mereka tetaplah pahlawan bagi lingkungan dan keluarganya. Tetapi bintang jasa atas nama negara ? tidak mudah. China juga memberikan bintang jasa kepada orang yang luar biasa. Seperti apa luar biasa itu. ? Ini ada kisah sebagai contoh mereka yang pantas dapat bintang jasa negara.

Ada seorang wanita dan ibu rumah tangga yang tinggal di desa. Suaminya bekerja sebagai polisi Hutan. Suatu waktu dia melihat suaminya menggunakan jam tangan Rolex. Wanita itu bertanya darimana suaminya dapat uang untuk beli jam tangan mahal itu? “ Hadiah dari orang” Itu alasannya. Suatu saat dia melihat dengan mata kepala, suaminya menerima uang dari pengusaha. Ketika ditanya “ untuk apa orang itu memberi uang ? Suaminya tidak menjawab. Namun Wanita itu cerdas untuk tahu jawaban yang sebenarnya. Dia mencari tahu sendiri. Ternyata suaminya bekerja sama dengan pengusaha untuk menjarah Hutan. Kayu dijual.

Wanita itu tahu. Suaminya tidak bekerja sendirian Semua aparat desa dan kader partai juga terlibat. Karenanya tanpa setahu suaminya, Wanita itu pergi ke kota. Dia berjalan kaki puluhan kilometer melewati hutan dan bukit. Tanpa lelah. Akhirnya sampailah dia di kota. Dia mendatangi kantor polisi. Wanita itu melaporkan kelakuan suaminya. Akhirnya polisi datang ke Desa itu untuk menangkap suaminya dan semua aparat yang terlibat.

Wanita itu telah melakukan perjuangan dan pengorbanan untuk negara dan bangsa. Dia tahu resiko korupsi atas penjarahan hutan adalah hukuman mati. Dia lebih suka kehilangan suami daripada kehilangan rasa hormat di hadapan negara dan Tuhan. Ketika ditanya oleh wartawan atas sikapnya Dia menjawab. “ Memang aib. Namun anak anak kami belajar arti kehormatan. Saya tetap mencintai suami.  Anak anak tetap mencintai ayahnya. Namun kami lebih mencintai negara” 

Wanita itu mendapat bintang jasa, sama seperti bintang jasa  Pahlawan pembebasan. Negara memberikan bintang Jasa kepada seseorang karena dia mengorbankan sesuatu tanpa transaksi dan melepaskan sesuatu yang pada waktu bersamaan sangat dia inginkan. Kepahlawan wanita itu menjadi inspirasi hebat bagi orang banyak. Saya pernah datang ke restoran. Kebetulan sudah hampir tutup. Petugas restoran bilang mereka tidak bisa melayani. Karena komputer kasir yang terhubungan dengan dinas pajak sudah shutdown. Saya katakan tidak perlu bill. Saya bayar saja. Tetap mereka menolak. Padahal tidak ada petugas pajak di sana. Tetapi rasa hormat terhadap negara sangat mereka jaga.  Bagaimana dengan kita.?

Monday, August 3, 2020

Gerakan yang buruk laku.



Sejumlah tokoh yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat peduli masa depan negara dan bangsa mendeklarasikan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), di Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2020) siang. Para tokoh dan aktivis yang hadir dalam acara itu antara lain Din Syamsudin, Abdullah Hehamahua, Rocky Gerung, MS Ka'ban, M Said Didu, Refly Harun, Syahganda Nainggolan, Prof Anthony Kurniawan, Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M Massardi, Moh Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Chusnul Mariyah, dan Sri Bintang Pamungkas.

Saya tidak begitu paranoid dengan sikap mereka. Tetapi karena alasan KAMI dibentuk seperti alasan Din Syamsudin, yaitu kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Untuk itu perlu gerakan menyelamatkan Indonesia, yang berarti menyelamatkan jutaan keluarga karena kepala keluarganya kini tidak bisa lagi bekerja karena kena PHK. Maka saya perlu menanggapi sebagai sumbang saran.

Pertama, semua negara di dunia ini sekarang sedang suffering dan goyang fondasi Ekonominya. Apa pasal ? karena COVID-19 yang memaksa dunia usaha shutdown demi kemanusiaan dan alasan kesehatan. Sebagaimana retorika Anies Baswedan, “ Ekonomi tidak penting, yang penting kesehatan rakyat. Kalau rakyat sehat, ekonomi akan lebih mudah bangkit lagi”  Artinya, tidak perlu jadi profesor untuk tahu bahwa keadaan PHK dan ekonomi oleng, bukanlah karena negara engga becus urus ekonomi. Tetapi karena pandemi. Yang sampai sekarang tidak ada satupun negara yang sukses recovery economynya atas adanya pandemi. Semua struggle.

Kedua, kalau kalian ingin menyelamatkan negara, yang paling tepat adalah gunakan energy besar itu untuk mendidik rakyat agar disiplin mengikuti protokol pelonggaran PSBB, sehingga proses recovery economy bisa dilanjutkan di tengah pandemi. Itu pikiran bijak dan terhormat. Karena problem Indonesia tidak separah negara lain. Setidaknya data dari World bank dan IMF menunjukan bahwa Indonesia termasuk China dan India, tiga negara di dunia ini yang bisa tumbuh positif ekonominya. Sementara negara lain tumbuh negatif masuk ke jurang  resesi.

Ketiga, belajarlah kepada negara kecil seperti Singapore. Walau mereka masuk resesi dengan pertumbuhan ekonomi negatif, namun negara kecil itu tetap kokoh dengan semangat spiritual tinggi saling bergandengan tangan menghadapi Pandemi COVID-19 dan sekaligus struggle melakukan pemulihan ekonomi. Atau tirulah yayasan Buddha Tzu Chi yang secara nyata memberikan bantuan tenaga dan dana guna menyelamatkan negara ini dari resiko adanya Pandemi. Atau tirulah Hizbullah yang mengerahkan banyak petugas medis dan relawan untuk meningkatkan sistem perawatan kesehatan di Lebanon. Belajarlah kepada hal yang baik. Bukankah begitu agama mendidik kita semua. Jangan dikeraskan hati hanya karena tidak suka kepada Jokowi. Malulah sama generasi muda.

Kekuatan extra parlementer memang sah saja digunakan dalam sistem demokrasi, tetapi kalau alasan bangkitnya kekuatan itu di tengah pandemi dan krisis ekonomi dunia, maka jelas kalian sedang menusuk kawan seiring. Menggunting dalam lipatan terhadap bangsa ini. Siapapun, asalkan masih ada nurani, akan menyimpulkan kalian memang buruk laku. Bukan kelompok yang membawa kepada kebaikan, tetapi kelompok yang membawa kepada kemudharatan. 

Friday, July 24, 2020

Vaksin COVID-19 China tidak komersial



China sudah selesai melakukan uji klinis ( uk) fase pertama dan kedua atas vaksin Covid-19. Vaksin ini dikembangkan bersama oleh tim riset militer dan perusahaan biofarmasi China. Apa yang terjadi pada uji klinis ? sekitar 87 persen dari 108 peserta melaporkan setidaknya satu reaksi buruk dalam tujuh hari pertama setelah vaksinasi. Efek samping sistematis yang paling umum dilaporkan secara keseluruhan adalah demam (50 atau 46%), kelelahan (47 atau 44%), sakit kepala (42 atau 39%), dan nyeri otot (18 atau 17%). Menurut data yang dirilis oleh para peneliti pada 22 Mei dalam jurnal ilmiah The Lancet, para peneliti mengklarifikasi bahwa " peristiwa efeks sampingan ringan hingga sedang, dan tidak ada kejadian buruk yang serius yang tercatat dalam 28 hari setelah vaksinasi."

Sebagaimana vaksin pada Diphtheria, Tetanus dan Pertussis (DTP) yang digunakan untuk anak-anak dan balita, ada sering terjadi efek samping ringan. Tetapi tidak significant. Begitu juga dengan vaksin Covid-19. Artinya kalau ada efek samping, itu bukan bukti kuat bahwa vaksin gagal melindungi orang. Untuk selamat dari penyakit mematikan seperti COVID-19, vaksin dengan respon kekebalan yang kuat dapat diterima oleh kebanyakan orang meskipun disertai  efek samping dengan demam dan lainnya dalam jangka waktu terbatas.

Sebuah laporan CNN pada bulan Mei mengutip para ahli medis AS yang mengatakan bahwa hasil yang dikeluarkan oleh tim peneliti Tiongkok bukanlah tanda keselamatan yang baik dan mereka merekomendasikan agar para peneliti CanSino untuk menghentikan upaya mereka. Namun para sukarelawan Tiongkok yang berpartisipasi dalam fase satu dan dua uji klinis juga keberatan dengan laporan media Barat yang terlalu mempermasalahkan efek samping dari vaksin yang dikembangkan Tiongkok. Seorang sukarelawan berusia 18 tahun untuk Ad5-nCoV Huang Shiyue mengatakan kepada Global Times bahwa untuk sebagian besar sukarelawan dalam kelompoknya, demam biasanya hilang dalam waktu 48 jam dan efek samping lainnya telah hilang 14 hari setelah injeksi.

Huang merasa pusing dan mengalami peningkatan denyut jantung serta diare setelah suntikan, tetapi pulih dalam waktu seminggu. "Tim peneliti memberi tahu kami secara terperinci tentang kemungkinan reaksi merugikan sebelum kami disuntik sehingga kami tidak terlalu khawatir karena semua orang mendapat informasi," kata Huang. "Para peneliti terus melacak dan melakukan kontak online dengan setiap sukarelawan tentang reaksi apa pun setelah vaksinasi.” Meskipun skeptis dan pesimisme dari media Barat, para ahli vaksin menyarankan masyarakat untuk tidak panik atas efek samping yang terungkap dalam hasil awal dari vaksin coronavirus yang dikembangkan oleh Cina karena efek samping dalam batas bisa ditoleransi.

China tidak mengkomersilkan Vaksin ini. Negara manapun yang berminat atas vaksin ini, dipersilahkan ikut bergabung dengan China dalam kerjasama. Namun harus  melakukan  Uji Klinis fase tiga. Artinya tiap negara punya hak melakukan uji klinis terhadap masyarakatnya sebelum vaksin itu di produksi. Indonesia , PT Bio Farma (Persero) pada Juli tahun ini mulai melakukan uji klinis ketiga untuk vaksin Covid-19. Pada tahap sekarang sedang uji Lab. Rencana agustus 2020 sudah bisa Uji klinis pada manusia. Akan memakan waktu hingga enam bulan terhitung sejak Juli 2020.  Jika uji klinis ini sukses, pada awal 2021 Indonesia sudah memiliki vaksin untuk virus corona. Cara ini jauh lebih efisien daripada membuat vaksin sendiri.

China membuka formula vaksin itu dan memberikan hak kepada Indonesia ( termasuk negara lain yang berminat ) untuk memproduksi sendiri. Bagaimana dengan bahan baku? vaksin ini dibuat dari mikroorganisme patogen virus Corona. Metode itu dinilai lebih murah dan mudah dibandingkan dengan pengembangan vaksin dari dinding virus atau RNA-nya.  Diperkirakan harga jual vaksin akan sangat murah. Karena tidak komersial, terutama biaya riset tidak ada, dan tanpa paten. Dampak dari vaksin temuan perusahaan bioteknologi China, Sinovac Biotech Ltd, (SVA), maka rumor mengatakan bahwa COVID-19 akan mendatangkan bisnis vaksin multimiliar dollar, kini terbantahkan. 

Namun issue negatif atas vaksin ini akan terus bergaung, terutama datang dari media barat yang mewakili kepentingan perusahaan pharmasi yang akan siap meluncurkan vaksin dengan harga komersial. Tetapi kembali kepada konsumen. Mau terima vaksin dengan paten atau tanpa paten. Tugas pemerintah harus memastikan vaksin itu tidak berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan efektik menangkal Covid-19.

Benarkah GN diberhentikan karena mengizinkan panayangan Film G30S PKI. ?

GN yang menyatakan ia diganti sebagai Panglima TNI karena menginstruksikan pemutaran film G30S/PKI di institusi TNI. Saya tidak tahu apakah ...