Saturday, December 28, 2013

Chaos 2014?

Kemarin saya bertemu dengan teman seorang praktisi  hukum untuk meminta second opinion terhadap proses bisnis yang sedang saya lakukan. Dalam pertemuan itu mitra saya dari Singapore sempat meminta pendapat mengenai situasi politik Indonesia 2014.  Teman ini nampak terdiam sebentar sambil melirik kearah saya. Kemudian dia tersenyum. Menurutnya dia tidak paham soal politik hanya yang menjadi kekawatiran adalah apa yang akan terjadi bila ternyata PEMIILU 2014 gagal dilaksanakan? Kegagalan itu bisa karena berbagai sebab tapi yang pasti gejalanya sudah nampak dengan perseteruan soal Daftar Pemilik Tetap (DPT) yang setiap Peserta pemilu merasa tidak puas dan menilai pemerintah dan KPU tidak bekerja dengan benar. Keberadaan Boediono yang terancam Pidana kasus Century. Siapa yang harus menggantikanya sebagai Wapres? Tahun depan keadaan ekonomi akan semakn suram.Apa yang terjadi bila rupiah tembus Rp. 15,000 per dollar?  Saya tertarik mendengar kata teman ini karena dia berbicara dari sisi Hukum yang selama ini tidak banyak orang memperhatikannya.Menurutnya pada saat sekarang secara sistem tidak ada lembaga yang paling berkuasa. Seandainya terjadi perseteruan antar lembaga maka akan menimbulkan stuck. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila sampai stuck. Banyak hal yang bisa terjadi.  Yang jelas kekuatan kiri yang militan akan segera bangkit untuk ambil kesempatan. Kekuatan kanan juga akan melakukan hal yang sama. Dan bukan tidak mungkin kekuatan tengah akan menggalang aliansi kiri dan kanan untuk menciptakan revolusi sosial.  Yang terjadi, terjadilah...

Bukankah kita punya MK ( Mahkamah Konstitusi ) yang diberi kekuasaan oleh Undang Undang untuk menyelesaikan sengketa bila ada aturan dan Undang Undang yang bertentangan dengan UUD?.MK dibentuk hanyalah sebagai pengganti tugas dari Mahkamah Agung yang sebelumnya ditunjuk oleh UUD sebagai Lembaga Penguji UU yang dibuat DPR dan Peraturan yang dibuat Pemerintah untuk memastikan tidak bertentangan dengan UUD. Tugas MK diperluas lagi termasuk sebagai Hakim peradilan sengketa PEMILU dan PILKADA. Namun bagaimanapun secara sistem MK bukanlah lembaga tertinggi. Liatlah faktanya hanya karena masalah Akhil Muchtar yang terkena kasus Pidana suap,Presiden dapat segera mengajukan Perpu untuk merubah UU keberadaan MK dan DPR menyetujui. Anggota MK yang ditunjuk presiden pun bisa dianulir oleh PTUN. Kacau! Tidak well established. Keberadaan MK adalah tools kekuasaan yang absolut dimiliki oleh President dan DPR. Jadi MK bukanlah penguasa yang berkuasa menjaga keseimbangan kekuasaan antara Lembaga Presiden dan DPR. MK adalah lembaga yang dibentuk karena konpromi dan benci dengan keberadaan sistem lama yang membuat Soeharto berkuasa 32 tahun. Namun MK bukan bentuk kompromi yang final dari rezim reformasi. MK adalah bentuk kompromi yang tidak tuntas dan membuka peluang untuk dipermasalahkan. Jadi benar benar negara ini secara sistem sangat lemah dan mudah sekali digoyang melalui rekayasa politik adu domba atau apapun.  Kesalahan fatal akibat kebodohan.  Kata teman ini.Saya teringat tahun 2001 ketika mendapatkan blue print amandemen UUD 45 yang dibuat oleh USAID ( Amerika) yang ternyata hasil amandemen UUD 45 menjadi UUD 2002 tidak jauh berbeda dengan Draft dari USAID.

Ya hanya MPR yang sangat ideal sebagai wasit dan penguasa tertinggi di negeri ini. Pergantian dari Soekarno ke Soeharto dilakukan melalui lembaga MPR. Pergantian dari Rezim Soeharto dan ke reformasi melalui lembaga MPR. Dua kali MPR berperan sebagai solution provider ditengah kebuntuan politik dan konstitusi. MPR adalah ujud bahwa negeri Ini bukan dipimpin oleh satu orang tapi dipimpin oleh banyak orang yang merupakan perwakilan dari kekuatan yang ada dimasyakarat. Philosophy keberadaan MPR adalah azas keadilan keterwakilan dan semangat bermusyawarah. Karena diyakini bahwa anggota MPR adalah orang yang Hikmat ( berilmu dan berakhlak mulia) yang merupakan perwakilan dari semua golongan, baik yang dipilih langsung oleh rakyat maupun yang memang sudah exist sebagai pemimpin ditengah masyarakat dari profesi sampai ke agama. Inilah yang membedakan sistem kekuasaan kita dengan sistem presidentil dan Parlementer yang ada di Barat. Dengan adanya amandemen UU 45,  MPR sudah bukan lagi lembaga Tertinggi Negara. karena setelah amandemen UUD 45 kedudukan MPR sejajar dengan lembaga-lembaga negara yang lain. Amandemen yang dilakukan tahun 2002, katanya, telah memosisikan MPR sejajar dengan lembaga legislatif yang lain yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan DPD, lembaga eksekutif Kepresidenan, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta lembaga yudikatif Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), dan Mahkamah Konstitusi (MK). Dulu MPR memang merumuskan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN), memilih, mengangkat, melantik, dan memberhentikan presiden sebagai mandataris. Dulu, MPR dapat mengubah dan membuat UUD baru, tetapi sekarang hanya dapat meng-impeach presiden. MPR kini tidak bisa sebagai solution provider yang bisa diterima semua golongan karena anggota MPR dipilih secara langsung yang tidak 100 persen murni dipilih karena hati nurani rakyat, Kebanyakan terpilih karena money politic.Itulah yang mengkawatirkan bila terjadi stuck.

Apa yang harus diperbuat? Teman saya itu terdiam lama sambil menatap kami berdua dan akhirnya mengatakan kepada saya bahwa keliatannya ada sesuatu yang akan terjadi kedepan. Sesuatu yang sangat mengkawatirkan atas kelangsungan negeri ini. Keliatannya ada invisible power yang sedang menggiring elite politik berada dalam satu konplik yang tak bisa diselesaikan dan stuck, sehingga dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menarik keuntungan politik untuk berkuasa dinegeri ini. Sejarah bangsa ini memang sangat akrab akan perubahan by design dari invisible power; kejatuhan Soekarno digantikan rezim Soeharto dan kejatuhan Soeharto digantikan oleh rezim reformasi. Setiap perubahan itu pada akhirnya hanya melahirkan gerombolon petualang politik untuk keuntungan golongannya saja sementara rakyat tetap  miskin walau negeri ini kaya akan SDA. Apakah itu paranoia saja? Tanya saya. Mitra saya dari singapore mengatakan kepada saya bahwa Indonesia kaya dan selagi kepentingan asing terganggu maka siapapun yang berkuasa, apapaun sistemnya harus diganti dengan cara apapun. Saya terhenyak. Jangan sampai chaos sebagai excuse perlunya perubahan. Jangan sampai !.Karena bila ini terjadi yang korban tetaplah rakyat kecil. Akankah para elite politik bisa disadarkan untuk berdamai dengan realita bahwa kepentingan rakyat adalah segala galanya, karena itu satu sama lain harus biijak dan mengalah?. Akankah?

Sunday, December 22, 2013

Megawati atau Jokowi?

Ketika Soeharto jatuh dan PDIP unggul dalam pemilu tahun 1999, tidak otomatis menjadikan Megawati sebagai Presiden. Permainan koalisi di Sidang Umum MPR  hanya menempatkan Megawati sebagai Wapres dengan Gus Dur sebagai Presiden. Megawati hanya jadi ban serep tanpa prestasi apapun. Kemudian Gus Dur dijatuhkan oleh MPR dan menempatkan Megawati sebagai Presiden. Apa prestasi Megawati ? Hanya dua yaitu mengeluarkan IMF dari Indonesia dan sekaligus stop utang luar negeri atau zero growth debt. Selebihnya kekuasaan dijalankan oleh kekuatan Poros Tengah dan GolkarPraktis idiologi Marhaen tidak jalan sama sekali? Semua tahu bahwa Soekarno anti kapitalis tapi di era Megawati  LNG Tangguh dikuasai asing dan menjual INDOSAT kepada asing, serta diberlakukannya privatisasi BUMN.  Semua tahu bahwa Soekarno penggali UUD 45 dan Pancasila , dan di era Megawati  amandemen UUD 45 terjadi secara luas sehingga tidak layak lagi disebut UUD 45 tapi UUD 2002. Semua tahu bahwa ditangan Soekarno lah nusantara berhasil direbut dari asing tapi di era Megawati  pula Simpadan lepas ketangan Malaysia.  Saya yakin ini sangat menyakitkan bagi Megawati ketika itu namun Megawati memilih diam. Dukungan kuat rakyat kepada simbol Soekarno pada Megawati ini hanya berumur jagung dan mendulang kekecewaan ketika Megawati tidak memberikan kebanggaan dan kepuasaan kepada rakyat selama dia menjadi Presiden. Itulah harga yang harus dia bayar. Seorang teman yang juga aktifis Marhaen sempat berkata kepada saya bahwa apakah Megawati tidak melihat realita  dari dua kali PEMILU , PDIP dapat dikalahkan oleh Partai Demokrat dan SBY unggul telak sebagai President.  Mau berapa kali lagi PEMILU untuk meyakinkan Megawati bahwa orang ramai tidak melihat Megawati similiar dengan Soekarno. This is  enough.

Kalaulah mau jujur sebetulnya tidak semua kader PDIP suka dengan Megawati. Mengapa ? Ada jarak yang sangat jauh antara Megawati dengan Marhaenisme. Megawati bukan pemimpin yang merakyat. Ketika dia jadi Presiden dia memimpin bergaya Feodal,yang sangat sulit diakses dan sangat tidak bisa menerima perbedaan. Perseteruannya dengan SBY yang merupakan salah satu menterinya dulu juga sebagai bukti bahwa Megawati bukan orang besar yang mudah mendengar dan mudah pula memaafkan. Ada segelintir kader PDIP yang hengkang dan membuat Partai sendiri yang konsisten dengan Marhaen tapi gagal meraih suara dalam Pemilu. Ini sebagai bukti bahwa bagaimanapun perjuangan Idiologi Soekarno akan lebih efektif bila itu digerakan oleh Megawati atau trah Soekarno. Para kader sadar bahwa mereka butuh simbol hidup Patron Soekarno untuk menarik kaum tertindas untuk bergabung.  Walau sebetulnya cara ini tidak lagi efektif karena semakin meluasnya informasi semakin menyadarkan Rakyat bawah bahwa Soekarno sudah tiada dan tidak akan pernah ada lagi Soekarno kedua atau titisannya. Namun ditengah ketidak adilan dan semakin lebarnya gap kaya miskin akibat kapitalisme, marhanen memang laku dijual. Marhaenisme inilah yang ditampilkan kepermukaan oleh para kader ketika berhadapan dengan akar rumput. Mereka mendekati rakyat dengan keteladanan untuk berkorban. Mereka merasakan derita rakyat secara lahir maupun batin. Hal ini tercermin dari program kerja mereka ketika mereka punya kesempatan memimpin.

Keberadaan Ganjar, Jokowi dan Herman, Tri Rismaharini serta lainnya adalah satu contoh generasi Marhaen sejati yang tumbuh dan berkembang dari akar rumput. Umumnya mereka adalah kaum terpelajar yang mengenal Marhaen ketika mereka sebagai aktifis di Kampus di era Soeharto. Usia mereka kini rata rata diatas setengah abad. Kebanyakan mereka taat beragama namun tidak menggunakan agama sebagai simbol berjuang sebagaimana mereka tidak menggunakan simbol Marhaen untuk mempengaruhi rakyat. Mereka lebih mengutamakan keteladanan sebagai pribadi yang mengabdikan umurnya untuk berguna bagi orang lain. Sikap hidup mereka adalah pengabdian sebagaimana kata kata Bung Karno "Saya adalah manusia biasa.Saya tidak sempurna.Sebagai manusia biasa saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan.Hanja kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada bangsa. Itulah dedication of life-ku. Djiwa pengabdian inilah jang mendjadi falsafah hidupku, dan menghikmati serta mendjadi bekal-hidup dalam seluruh gerak hidupku. Tanpa djiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa. Akan tetapi dengan djiwa pengabdian ini, saja merasakan hidupku bahagia,- dan manfaat."

Ya, PDIP pada awalnya berdiri karena perjuangan seorang Megawati melawan kezoliman Soeharto. Berlalunya waktu Mega disadarkan untuk lebih bijak apalagi setelah mengalami kekalahan demi kekalahan dalam PEMILU. Mega sadar bahwa dia perlu kembali kepada Marhaen sejati, bukan hanya simbol tapi memang sebagai idiologis yang mengawal Pancasila dan UUD 45. Itulah sebabnya dalam Kongres di Bali tahun 2009 telah dibentuk Majelis Idiologi yang mewadahi arah gerak dan orientasi serta dinamika PDIP sebagai partai ideologis agar sesuai dengan Pancasila 1 Juni 1945. Sejak itu Mega tidak lagi meng claim dialah yang patut menjadi Presiden dan disimbolkan sebagai pewaris Patron Soekarno. Mega sudah menempatkan PDIP sebagai partai kader yang besar karena idiologi dan bukan karena simbol orang perorang. Walau sebetulnya masih ada didalam tubuh PDIP yang tetap bersandar kepada simbol Soekarno yang umunya mereka berada diakar rumput. Mega tidak bisa mengabaikan mereka karena itu sebuah realitas yang harus disikapi dengan bijak. Karenanya dengan bijak  dan smart Mega tidak segera mengumumkan Jokowi sebagai Capres. Itu akan diumumkan setelah PEMILU legislative. Alasannya sudah tentu untuk menjaga perasaan mereka yang masih percaya dengan Soekarno sebagai simbol Patron dan Mega sebagai titisannya. 

Bila ternyata PDIP bisa memenuhi batas minimum Presidential Threshold yakni suara kursi legislatif 20 persen dan suara nasional 20 persen ,maka ini sebuah realita bahwa Trah Soekarno masih kuat dan Megawati akan maju sebagai Capres sesuai amanah Kongres. Namun ini kecil sekali kemungkinannya. Yang pasti bila batas minimum tidak tercapai maka itu suatu realita bahwa Mega harus mundur dan menyerahkan Capres kepada Jokowi. Semua kader PDIP akan menjadi mesin partai yang efektif dan berjuang untuk menempatkan Jokowi sebagai Presiden walau untuk itu harus membangun koalisi dengan partai lain. Bagi Megawati apapun yang terjadi  itulah yang terbaik dan akan diterimanya dengan suka cita. Kalaulah memang rakyat memilih Jokowi sebagai Presiden karena pribadi Jokowi yang Marhaen maka itu yang terbaik bagi PDIP tapi bila  rakyat memilih Jokowi karena PDIP dan Soekarnoisme maka itu juga takdir yang harus diterima dengan penuh tanggung jawab. Seorang aktifis Marhaen berkata kepada saya bahwa Pemilu yang akan datang adalah pertarungan all out PDIP bersama Partai koalisinya (Nasdem dan Garindra )  untuk memenangkan pemilu. Bila mereka menang maka agenda utama adalah mengembalikan UUD 45 kedalam pangkuan ibu pertiwi. UUD 2002 sebagai amandemen dari UUD 45 akan di removed masuk keranjang sampah. 

Saturday, December 14, 2013

keadilan yang tidak adil ?

LHI telah ditetapkan sebagai terpidana lewat keputusan pengadilan Tipikor. LHI dikenakan hukuman 16 tahun penjara dan seluruh hartanya disita untuk negara. Walau selama persidangan tidak bisa dibuktikan secara materi LHI melakukan perbuatan sesuai dakwaan jaksa. Karena memang tidak ada bukti ( Uang dan saksi kunci ) dia melakukan. Tidak ada bukti dia menggunakan kekuasaannya sebagai pimpinan PKS untuk mempengaruhi menteri Pertanian yang kader PKS. Kesalahannya  LHI hanya satu yaitu dia berteman baik dengan pelaku yang terbukti secara materi melakukan suap yaitu Fathanah. Ya, KPK selalu menang di pengadilan. Tidak ada istilah SP3 untuk kasus yang ditangani KPK. Setiap orang yang dinyatakan tersangka maka dia akan berakhir menjadi terpidana. Saya termasuk marah dan benci dengan siapapun yang berlaku korupsi karena mereka bukan hanya mengkhianati negara tapi juga mengkhianati Tuhan. Mereka juga mengkhianati nilai nilai kemanusiaan yang harus mereka bangun dihadapan keluarga dan masyarakat sebagai makhluk yang bernama manusia. Kalaulah keputusan hukuman untuk LHI ada demi keadilan maka saya harus berpuas diri kepada KPK. Artinya cita cita reformasi untuk lahirnya masyarakat madani , masyarakat plural yang cinta perdamaian, kebaikan, kebenaran dan keadilan akan terjelma. Tidak perlu dirisaukan bila sampai kini korupsi terus terjadi karena hanya masalah waktu, itu akan habis dengan sendirinya seiring semakin kerasnya KPK bersikap. Yang jadi pertanyaan adalah apakah KPK benar diadakan sesuai amanah reformasi untuk tegaknya keadilan bagi rakyat dari para pelaku korupsi? Mengapa saya bertanya seperti itu ? 

Teman saya seorang  ahli telekomunikasi yang juga dosen ITB pernah diminta oleh pengadilan sebagai Saksi terdakwa kasus  Antasari. Teman ini  bukan orang yang doyan berpolitik dan tidak peduli soal intrik politik. Jadi dapat dipastikan dia akan menjadi saksi ahli yang bekerja sesuai dengan keahliannya tanpa bisa didikte karena alasan apapun. Kesaksiannya sangat menentukan untuk menghubungkan Antasari dengan peristiwa kematian Nasruddin, dimana satu satunya bukti adalah adanya SMS dari  Antasari yang mengancam Nasruddin. Tugas teman ini adalah membuktikan SMS itu benar berasal dari Antasari. Hasil penelitiannya bersama team, membuktikan bahwa SMS itu tidak pernah ada. Bukti SMS yang diajukan Jaksa adalah palsu. Seharusnya dengan bukti itu,  Antasari harus dibebaskan dari segala tuntutan. Apalagi menurut teman saya yang pengacara bahwa selama proses persidangan tidak bisa dibuktikan hubungan Antasari dengan kematian Nasruddin. Itu semua hanya keterangan dari berbagai saksi yang dihadirkan jaksa dan dari itu cerita dibangun untuk  memberikan keyakinan kepada hakim bahwa tersangka dengan meyakinkan melakukan tindakan pidana dan patut dihukum seberat beratnya. Dakwaan jaksa adalah pembunuhan berencana dan dijerat dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP pasal 340 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. Yang akhirnya hakim memutuskan hukuman 18 tahun penjara.

Ustad Abu Bakar Baasyir (ABB) dijatuhi hukuman 15 tahun karena dakwaan melakukan kejahatan terorisme. Selama persidangan tidak ada satupun bukti secara materi yang  bisa menjadikan  ABB sebagai terpidana. Semua bukti hanyalah berasal dari saksi yang kemudian dihubungkan hubungkan dengan ABB untuk memberikan keyakinan kepada hakim bahwa ABB memang pelaku teroris. Benarkah begitu ? Teman aktifis yang selalu hadir dalam persidangan ABB mengatakan bahwa dakwaan jaksa sangat lemah. Satu satunya yang mengaitkan ABB dengan teroris Aceh adalah adanya pembicaraan empat mata antara ABB dengan Dulmatin untuk melakukan pelatihan militer di Aceh. Padahal almarhum Dulmatin ditembak mati sebelum dimintai keterangannya. Bagaimana saksi yang sudah meninggal yang tidak pernah memberikan keterangan BAP dapat dijadikan bukti dipengadilan. Satu satunya kesalahan  ABB adalah dia memang pernah berhubungan dengan orang orang yang terlibat tindakan teroris dan makar namun itu dalam kapasitasnya sebagai Ustadz atau ulama yang mengharuskan dia bertemu dengan berbagai orang. Kalaupun sampai orang terpengaruh dengan dakwahnya tentang keharusan menegakan syariat islam dalam kehidupan bernegara maka itu bukanlah kejahatan. Karena dia menyampaikan keyakinannya berdasarkan agama yang diakui syah oleh republik ini. Tapi keyakinan ABB dijadikan dasar keyakinan Hakim untuk menjadikan dia terpidana teroris.

Ada cerita, ini kisah nyata tahun 80an. Seseorang diseret oleh warga penghuni komplek perumahan kekantor polisi karena kepergok ada diatas genteng rumah orang dimalam hari. Walau tidak ada barang bukti ditangan bahwa dia mencuri namun sudah cukup alasan bagi orang ramai dia adalah pencuri. Setidaknya dia patut diduga melakukan pencurian. Patut diduga saja sudah cukup membuat orang pesakitan. Begitulah hokum dinegeri ini. Dihadapan polisi, tersangka mengakui bahwa benar dia ada diatas genteng rumah orang dimalam hari dan terpaksa mengakui patut diduga itu. Namun apa yang terjadi dipangadilan? Ditangan seorang pengacara yang idealis, tersangka ini bebas murni. Mengapa ? Ada satu pertanyaan dari terdakwa kepada hakim dan hakim tidak bisa menjawabnya, apa bukti bahwa dia mencuri? Karena ini dakwaan mencuri maka harus ada bukti barang curian. Tanpa bukti barang curian maka dakwaan itu batal demi hokum. Kesaksian tanpa bukti justru membatalkan kesaksian itu sendiri. Jaksa gagal menyediakan barang bukti dihadapan hakim karena memang belum terjadi pencurian. Satu satunya bukti kesalahan tersangka hingga patut diduga mencuri adalah dia berada diatas atap rumah orang dimalam hari. Tapi logika realita bukanlah logika hukum untuk menjadikan seoran terpidana. Ada falsafah hukum yang hampir semua mahasiswa fakultas hukum diwajibkan untuk menghapal Azas Indubio Proreo  “Lebih baik membebaskan 1000 orang yang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah”. Artinya Lebih baik membebaskan orang yang diragukan bersalah daripada terlanjur menghukum orang tidak bersalah. Prinsip hukum ini sudah ada sejak zaman Nabi.

Philosopi hukum seperti cerita diatas tidak berlaku bagi LHI, Antasari dan ABB. Mereka dijadikan tersangka karena “patut diduga” dan setelah itu mereka menjadi terpidana karena proses persidangan yang berhasil menciptakan opini sehingga memberikan “keyakinan“ hakim bahwa terdakwa bersalah. Baiklah, itu sistem hukum di republik ini dimana Hakim punya kebabasan untuk bersikap. Andaikan kasus LHI, Antasari, ABB dijadikan jurisprudence untuk kasus Bank Century, Hambalang maka dipastikan akan banyak elite politik dari penguasa yang masuk penjara. Karena walau tidak terbukti secara materi namun secara “meyakinkan” dapat dibuktikan dari sisi sosial kehidupan mereka yang berkuasa, yang langsung menjadi Orang  Kaya Baru yang bergelimang dengan kemewahan. Tapi hukum Indonesia hanya berlaku untuk yang bukan penguasa, dan kepada penguasa,  hukum harus berjalan dengan azas Indubio Proreo. Seorang perwira militer asing  yang bertemu dengan saya dalam acara wine party mengatakan bahwa Amerika dan Australia sangat kecewa dengan sikap Megawati yang lemah terhadap Terorisme terbukti Abu Bakar Baasyir (ABB) dijatuhi vonis hukuman ringan. Namun AS sangat bangga dengan rezim SBY karena bisa membungkam ABB dengan hukuman berat dan sekaligus merusak citra gerakan islam fundamentalis di Indonesia. Mereka ( AS dan Australia ) puas terhadap hasil peradilan kasus LHI karena LHI bukan hanya mengganggu ambisi AS dan Ausralia menguasai pasar daging di Indonesia tapi juga LHI adalah orang yang masuk dalam gerakan bawah tanah perjuangan islam international. Walau untuk itu harus menjadikan Antasari sang ketua KPK sebagai terpidana karena mencoba menguak konspirasi mereka menempatkan puppet sebagai pemimpin terpilih negeri ini...

Sunday, December 8, 2013

Skema mencuri..

Kemarin malam minggu saya rendezvous dengan teman di cafeshop hotel Jalan Sudirman.Tadinya teman ini berkarir hebat disalah satu bank asing di Indonesia. Melalui lembaga head hunter, dia direcruit sebagai executive MNC dibidang keuangan di Singapore. Padahal latar belakangnya adalah insinyur. Menurut saya dia tetap cantik diusia mendekati 40 tahun ini. Dia mengajukan satu pertanyaan yang membuat saya bingung menjawabnya. Pertanyaanya adalah dimanakah tempat  teraman untuk mencuri ? Maksudnya adalah kita bebas mencuri tanpa ada satupun pihak mencurigai kita akan mencuri ditempat itu. Demikian dia menegaskan pertanyaan itu. Saya menggelengkan kepala. Karena memang saya tak pernah terpikirkan untuk mencuri jadi tidak paham menjawabnya. Dengan mimik menahan  tawa, dia menjawab “adalah mencuri milik kita sendiri”. Saya mengerutkan kening.  Anda tahu, katanya, banyak perusahaan publik diperas oleh rekanan perusahaan yang sebetulnya rekanan perusahaan itu pemiliknya adalah para direksi dan pemegang saham mayoritas. Perusahaan itu bertindak sebagai outsourcing pekerjaan dari perusahaan publik itu. Contoh perusahaan tambang batubara. Dari hauling road, pelabuhan, tugboat, truk angkut  adalah unit business yang berdiri sendiri dan dimiliki oleh direksi dan pemegang saham mayoritas dari perusahaan publik tersebut.  Tentu harga jasa yang ditetapkan dapat diatur sesukanya dan volume pekerjaan dapat diatur sedemikian rupa karena pemiliknya sama walau entity nya berbeda. 

Dengan cara seperti itu maka para direksi dan pemegang saham mayoritas dapat mengendalikan laba sesukanya terhadap perusahaan publik tersebut.  Misal laba sebetulnya USD 100 juta pertahun namun diatur menjadi USD 30 juta karena harus menanggung biaya jasa yang nota bene pemiliknya adalah mereka sendiri.  Andai ada resiko pada entity business jasa pendukung tersebut maka akan dibebankan kepada perusahaan publik tersebut.  Nah,  ketika harga batubara jatuh dipasaran international  , ongkos yang sudah tercatat rapi dalam akuntasi tidak mungkin diturunkan  lagi. Maka perusahaan tambang itu harus menderita rugi dan terpaksa memakan cadangan laba untuk memastikan business outsourcing tetap solid dan mendatangkan laba. Jadi dalam situasi apapun pemegang saham mayoritas dan direksi tetap untung. Yang jadi korban adalah pada pemegang saham retail dan institusi seperti dana pensiun dll karena dividen terus turun dengan alasan harga batubara jatuh dipasaran international.  Itu sebabnya salah satu pemegang saham ( Nathaniel Rothschildtambang batubara di Indonesia yang terkenal dan listed dibursa international mengajukan gugatan kepada direksi dan pemegang saham lainnya karena dicurigai melakukan insider crime alias mencuri didalam perusahaan sendiri secara legal. Kini saya dapat pahami. Menurutnya ini terjadi bukan hanya pada perusahaan tambang tapi hampir disemua perusahaan yang sudah listed dibursa. Semua diatur dan direkayasa untuk mencuri dari dalam dan merugikan investor retail.

Anda tahu ,katanya, mengenai kasus Century? Ini juga cara smart mencuri dari dalam. Yang dicuri bukanlah bank Century tapi  LPS (lembaga Penjamin Simpanan). Bank Century hanyalah underlying untuk melegitimasi penarikan dana dari LPS.  Kehebatan pemain dibalik kasus ini adalah bagaimana mereka mampu menggiring orang  terhebat  seperti Boediono, Sri Mulyani (SMI) dan SBY untuk begitu saja mengakui bahwa Bank Century harus di bailout karena alasan kawatir berdampak sistemik.  Bagi SMI , Boediono dan SBY, masalah Century bukanlah masalah besar. Mereka hanya focus terhadap masalah besar yang dihembuskan akibat dari kalah clearingnya Bank century akan berdampak sistemik. Apalagi ketika itu anggaran yang diajukan untuk membail out  hanyalah sebesar Rp.632 miliar. Jumlah ini tidak ada artinya untuk kepentingan nasional. Para pemain dibalik kasus ini hanya membutuhkan legitimasi bailout. Soal berapa jumlahnya, ini bukan wilayah pemerintah untuk menentukan.Ini wilayah LPS. Ini  hubungan business antara LPS dan Perbankan dalam sistem yang diatur dalam UU. Dan berapapun dana yang dikeluarkan oleh LPS itu maka itu bukanlah kerugian negara. Ini dana milik publik yang dipungut lewat premi resiko tabungan /deposito.  Jadi, tidak ada ruang sebagai kasus tindak korupsi ,walau senyatanya dana yang dikeluarkan oleh LPS sebesar Rp.6,76 triliun.

Teman ini tersenyum melihat saya bengong dengan uraiannya. Jadi sama saja ketika para direksi dan pemegang saham perusahaan publik yang merampok perusahaan lewat entity business yang bertidak sebagai outsourcing perusahaan. Ketika mereka merampok , masalahmya hari itu juga  selesai, clean and clear. Tidak bisa dituntut dikemudian hari karena semua diatur dalam kontrak dan  kepatutan skema transaksi yang legitimate. Juga ketika dana bailout Rp. 6,7 triliun untuk century dilakukan, masalahnya sudah selesai. Semua terlaksana sesuai aturan hukum yang berlaku. Tidak ada kerugian negara. Masalahnya mengapa sampai dibawa keranah hukum? Ya, bagaimanapun skema ini harus ada yang dkorbankan. Pejabat BI memang bersalah karena membuat aturan diluar ketentuan Dewan Gubernur namun sebetulnya mereka tidak berniat buruk ketika itu. Mereka lakukan itu karena dedikasi pada pekerjaan dan tanggung jawabnya menjaga aspek teknis stabilitas moneter.  Yang seharusnya dicari tahu adalah siapa dibalik ini semua yang mengatur sehingga pejabat BI terjebak sampai menggiring para  boss nya mengeluakan kebijakan Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek kepada bank Century yang akhirnya menjadi trigger keluarnya kebjakan bailout sebesar  Rp.6,7 triliun. Kata saya. Kalaupun tahu, untuk apa ? secara hukum mereka tidak bisa disalahkan karena tangan mereka bersih tanpa ternoda apapun. Ingat kita menganut hukum positive. Katanya dengan tersenyum.

Ketahuilah kejahatan seperti diatas itu adalah kejahatan yang disebut  super white collar crime. Hanya orang yang sangat ahli dan bermental crime yang mampu melakukannya. Mereka juga berada dibalik keluarnya UU tentang liberalisasi PMA. Yang pasti orang orang ini kini sangat kaya raya. Mereka menjadi konglomerat , pemilik club bola berkelas dunia ,pemilik media massa dan juga aktif sebagai donatur partai untuk mencetak pemimpin yang kelak bisa mereka atur untuk melancarkan super white collar crime dalam bentuk lain. Selagi pemimpin lemah dan bodoh, selama  itupula  orang orang super white collar crime bebas berbuat memperkaya dirinya...

Sunday, December 1, 2013

Focus kepada komunitas

Anda mungkin tahu group business Bakrie. Group ini tumbuh besar karena dibina oleh Credit Suisse. Semua tahu bahwa Credit Suisse Bank adalah first class bank yang terlibat dalam pembiayaan proyek sektor pertambangan. Mereka ahli mengukur  resiko project dan menentukan assessment yang tepat untuk project. Mengapa ? karena memang Credit Suisse Bank memfocuskan dirinya sebagai  solution provider untuk pembiayaan sektor pertambangan. Tentu untuk  itu mereka harus mempersiapkan infrastruktur organisasinya yang solid seperti tenaga ahli pertambangan lulusan universitas terbaik dan pusat research business pertambangan. Semua itu ditujukan agar mampu memberikan layanan terbaik kepada nasabahnya yang merupakan komunitas binaannya. Di China ada empat bank besar yang merupakan empat komunitas business terbesar di China, Yaitu, Industrial and Commercial bank of china ( ICBC) merupakan bank berbasis komunitas Industriawan dan Pedagang. Agriculture bank of china, komunitas pertanian. China Contruction Bank, komunitas property dan kontruksi. Bank of China, komunitas investment. Bila anda menjadi nasabah bank tersebut maka anda seperti berhubungan dengan ahli yang bertindak sebagai mentor anda untuk  berkembang. Masalah apapun berkaitan dengan business anda, maka pejabat bank dapat memberikan jawaban dengan tepat dan memberikan business solution. 

Konsep ideal bank seharusnya bekerja sesuai dengan visinya sebagai agent of development dengan misi menciptakan kemakmuran ditengah masyarakat.  Bank adalah mitra strategis pemerintah untuk melancarkan program pembangunan nasional. Semua banker harus mempunyai visi humanitarian. Bank yang didirikan dengan basis komunitas khusus adalah konsep perbankan yang tidak hanya sebagai lending resource tapi juga sebagai solution providerDulu Zaman Soeharto , kita mengenal Bank yang beroperasi khusus sesuai dengan misinya. Seperti bank yang membangun komunitas pedagang domestik ( Bank Dagang Negara ) , komunitas Perkebunan Besar ( Bank Bumi Daya ), Komunitas Petani dan Nelayan ( BRI), Komunitas koperasi ( BUKOPIN ) , Komunitas pedagang international ( Bank Eksim), Komunitas Industri dan Pertambangan( Bapindo ). Semua bank di dirikan berdasarkan komunitas. Sehingga keberadaan perbankan inline dengan  grand strategy national (GBHN) untuk bersama sama pemerintah membangun bangsa. Berbagai program pemerintah untuk menggerakan sektor riel tertentu akan sangat mudah karena pemerintah punya mitra perbankan yang ahli dibidang sektor riel tertentu tersebut. Berbagai data research tentang potensi sektor riel akan mudah didapat dari pebankan dan ini data bukan hanya data formal tapi  data real dari dunia business.  Sehingga kebijakan pemerintah untuk memompa dana lewah APBN untuk revitalisasi sektor real tertentu akan lebih efektif dan terukur.

Konsep ideal ini mulai bergeser sejak adanya Paket Oktober tahun 80 an. Hingga bank khusus mulai berangsur angsur tidak lagi focus dengan misinya walau visinya tetap sama. Akibatnya terjadi kekacauan strategi nasional. Tambah lagi sejak adanya kebebasan membuka bank dengan kemudahan izin ( tahun 90 an ) . Bank tidak lagi berperan sesuai visi dan misinya tapi sudah berubah menjadi bank yang dikelola dengan mindset pedagang. Inilah cikal bakal kekacauan sistem moneter dan sektor riel kita. Klimak dari sistem perbankan in adalah rontoknya bank dilanda krisis 1998. Tak ada satupun bank yang selamat. Dan negara terpaksa mem bail out ini semua.
Anehnya , krisis moneter 1998 terjadi akibat system yang lemah tidak dijadikan dasar untuk memperbaikinya. Seharusnya rezim reformasi mengembalikan fungsi perbankan diatas relnya. Namun kita nurut apa kata IMF agar bank semakin jauh dari idealismenya sebagai agent of development. Selanjutnya peran bank sudah menjadi liberal dan hanya bekerja untuk kepentingan pemegang saham. Padahal semua tahu bahwa pemegang saham adalah minoritas dari total akumulasi dana di bank. Selebihnya dana milik masyarakat yang ditempatkan di bank berdasarkan izin yang diberikan oleh penguasa ( Pemerintah). Anehnya, bila bank tersebut bermasalah seperti kasus Century dan lainnya, maka pemerintah yang harus bertanggung jawab ( LPS). System ini benar benar culas dan tiran. Memberikan mandat kepada segelintir orang untuk pooling fund dengan legitimasi negara , tanpa bertanggung jawab sama sekali secara hukum untuk kepentingan nasional. 

Belakangan dari akibat krisis Global 2007 ternyata sistem perbankan berbasis komunitas ini ternyata sangat solid dan sangat cepat keluar dari krisis. Mereka  berperan aktif memberikan solusi kepada komunitasnya  yang terkena badai krisis akibat pasar menyusut  dan melambungnya harga bahan baku dll. Paska kejatuhan Lehman Brothers, AS mulai membuat kebijakan mengarahkan perbankan untuk focus membangun komunitas dan melarang bank terlibat dalam transaksi keuangan yang tidak ada hubungannya dengan komunitas nasabahnya.  Di indonesia, perbankan jadi TOSERBA  lumaga : apa lu mau gua ada tapi  tanpa solusi apapun kecuali lu bawa jaminan diatas nilai pinjaman ,  gua kasih kredit. Ya gaya rentenir, memeras dan menjajah , yang memang tidak butuh analisi data dan resiko yang sophisticated untuk menghasilkan assesment yang tepat...Amerika mulai disadarkan akan system yang culas ini.   Tapi di Indonesia tidak terdengar niat pemerintah dan DPR untuk merubah sistem perbankan kita. 

Friday, November 22, 2013

Penyadapan

Jam 10 Pagi, Teman dari New York  menelphone saya. Dia menyebut nama seseorang dan merekomendasikan saya untuk bertemu seseorang itu yang kebetulan sedang berada di Singapore. Saya kenal reputasi teman ini yang tentu dia punya maksud baik , karenanya saya tidak punya alasan untuk mengabaikan sarannya. Setelah itu seseorang itu menghubungi saya bahwa dia ingin betemu dengan saya. Saya terbang ke Singapore dengan first flight. Dijadwalkan pertemuan itu after lunch. Seseorang itu adalah wanita dengan raut wajah Asia Amerika. Kesan pertama saya ketika bertemu: Cantik namun serius dan berkelas sebagai orang berpendidikan. Wanita itu didampingi sahabatnya seorang pria yang bekerja sebagai executive disalah satu bank Asing di Singapore. Petemuan itu berjalan dengan lancar dan santai. Tahulah saya bahwa dia adalah salah satu director dari Foundation di Eropa yang punya connection dengan United Nation. Wanita ini sangat hebat menyampaikan gagasannya tentang kepedulian akan nasip orang yang terlupakan. Wawasannya juga sangat luas karena didukung oleh pemahamannya tentang kebudayaan, ekonomi, politik. Bagi saya dia memang qualified sebagai aktifis world class. , Dia berniat untuk mengajak saya bergabung dengan program kemanusiaan khususnya pembangunan project di Mongolia, Korea Utara, dan juga Indonesia. Dia memberikan beberapa dokumen untuk saya pelajari dan berjanji akan mengirim material presentasi melalui email saya.

Apa yang menarik dari pertemuan ini sehingga patut saya sampaikan dalam tulisan ini? Ketika pembicaraan sampai pada topik yang lagi hangat di negeri saya, khususnya mengenai ulah negara asing seperti Australia dan Amerika yang tega melakukan penyadapan. menurutnya , menyadap telp selular GSM tidaklah sulit. Ia dapat dilakukan dengan tekhnologi termudah. Penyadapan terhadap elite politik di Indonesia dan bocor kepada publik  tak lain adalah upaya strategis untuk menolong team lobby menekan pemerintah Indonesia untuk menghentikan program moratorium Freeport dimana pemegang sahamnya adalah Australia dan Amerika. Juga merubah UU pelarangan ekspor bahan mentah terhadap sumber daya mineral. Disamping aktif mempengaruhi peta politik menjelang PEMILU 2014 untuk memastikan hanya follower mereka yang terpilih sebagai pemenang. Mengapa ? Anda tahu kan bahwa Freeport adalah business jangka panjang dan sangat strategis bagi AS dan Australia.Ini bukan hanya soal emas dan tembaga tapi juga uranium. Apakah ini efektif ? Menurutnya bila informasi dari hasil sadapan telp itu jatuh kepada publik maka akan memicu terjadinya chaos politik dan pemerintah pasti jatuh ditengah jalan. Mengapa ? dia tersenyum sambil berkata bahwa bukankah hanya tindak kriminal yang bisa menjatuhkan presiden?  Saya terhenyak...itulah mengapa Presiden berang namun tak berdaya untuk bertindak keras. Karena sudah on trap. Yang bodoh katanya bahwa para elite politik di Indonesia tidak pernah sadar bahwa mereka mudah disadap oleh siapapun.

Menurutnya untuk mengetahui rahasia terahasia tentang Indonesia, tidak perlu operasi intelligent dengan ongkos mahal dan tekhnologi ruwet. Informasi itu bisa didapat dengan murah dan mudah. Ada banyak LSM yang bersedia dengan setia memberikan informasi dari ring 1 kekuasaan sampai kepada Ring terakhir, asalkan dibayar. Umumnya LSM itu didirikan berafiliasi langsung atau tidak langsung dengan Partai. Disamping LSM, ada juga informasi rahasia yang didapat dari banker,seperti sahabat saya ini, katanya melirik kepada pria disampingnya. Hampir semua pejabat tinggi Indonesia adalah nasabah priority Banking, yang mendapatkan layanan  pribadi dari bank untuk berbagai  keperluan transaksi keuangannya. Menurutnya, pejabat atau elite politik paling mudah memberikan informasi rahasia kepada bankernya khususnya berkaitan dengan situasi keamanan politik dimasa depan. Setahun sebelum kejatuhan Soeharto, terjadi capital outflow dari Indonesia ke Singapore,Hong Kong secara massive. Penyebabnya adalah diawali adanya nasabah priority banking ( pejabat tinggi di Indonesia) disalah satu  bank terkemuka di Singapore yang meminta solusi untuk memindahkan seluruh dananya yang ada di Jakarta. Alasannya karena keadaan politik. Alasan inilah yang menjadi informasi berharga bagi banker untuk memberikan advice kepada nasabah priority banking lainnya agar memindahkan dananya keluar negeri.Ini jadi informasi berantai sehingga menjadi trigger  capital out flow yang sangat significant menjatuhkan mata uang rupiah, dan akhirnya Soeharto jatuh karena rupiah terjun bebas.

Wanita itu  mengetahui semua informasi tentang Indonesia.  Bahkan informasi yang selama ini saya tidak tahu, dia tahu. Bahkan informasi yang lebih banyak kicauan burung yang sulit dipercaya, dia bisa membuat saya percaya bahwa berita itu benar. Disamping itu by design , negara Indonesia memang tidak dirancang tertutup seperti China atau Iran, yang mengkondisikan dirinnya selalu siap untuk berperang.  Indonesia secara politik, ekonomi, budaya, sosial  ,ia adalah open platform atau pragmatism. Tidak ada agenda yang mengharuskan ketertutupan informasi dan semua kanal dibuka selebar lebarnya untuk mendapatkan akses informasi. Seluruh pejabat maupun elite politik tidak dilatih untuk menjaga kerahasiaan negara. Ini negara tanpa idiologi tanpa indentitas yang jelas,sehingga tidak ada yang perlu dikawatirkan bila pada akhirnya terjajah secara ekonomi oleh asing...

Monday, November 18, 2013

Tersesatkan...

Disuatu tempat yang gelap dan jorok bagi manusia maka itu adala istana terindah dari Iblis. Para petinggi Iblis berkumpul di istana itu. Mereka datang dari segala pelosok. Wajah mereka nampak tegang karena ini adalah pertemuan yang sangat penting. Pertemuan yang membicarakan kegagalan mereka menghasut umat Islam di Indonesia agar semakin lemah dan berubah ujud jiwa menjadi seperti mereka. Bukankah manusia terus bertambah dan sains yang membuka tabir ketuhanan semakin terbuka lebar.Manusia Islam semakin tercerahkan untuk semakin dekat kepada Tuhan dan semakin mudah mengenal tipu daya iblis. Jadi harus dengan cara yang canggih. Tanpa itu , eksistensi Iblis akan hilang. Dari pertemuan ini diharapkan didapatkan konsesus untuk menghadapi umat islam di Indonesia dengan efektif dan efisien. Setelah semua berkumpul diaula. Sang ketua memberikan gambaran peta umat islam di Indonesia. Juga tak lupa menyampaikan kekawatirannya karena banyak upaya yang dilakukan untuk membuat umat islam lemah justru tidak berhasil. Dia mengharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan ide kreatif untuk menghadapi umat Islam di Indonesia. Setelah kata sambutan itu selesai. Para hadirin diminta untuk memberikan masukan.

Salah satu peserta berdiri dari tempat duduknya. Dengan wajah serius dia berkata memberikan usul “ Yang membuat umat Islam selama ini kuat adalah ALQuran dan Sunnah. Upaya kita berabad abad tak pernah mencapai hasil sempurna karena adanya Al Quran dan Sunnah ini. Jadi usul saya adalah kita harus hancurkan AlQuran ini dengan menghasut hulu balang manusia yang sudah kita kuasai. Bisa kita minta pihak rakyat Amerika yang sudah terlanjur paranoia dengan Islam untuk membuat Al Quran Falsu dan menebarkannya di Indonesia. Saya tahu bahwa ini akan ditentang oleh umat Islam diseluruh dunia tapi tidak usah kawatir. Sistem media massa yang kuat dari budak binaan kita di bumi dapat menangkal itu. Bila informasi itu terus dihembus hembuskan , lama kelamaan umat islam akan terpecah pemikirannya dan melupakan AL Quran yang asli. Ingat aja ketika kita mendorong budak budak kita untuk mengamandemen UUD 45 agar berlakunya demokrasi seperti cara budak kita di Amerika. Para tokoh Islam justru berada digaris depan membantu budak kita mengamandemen UUD45. Karena kita telah berhasil merubah mindset para elite islam melalui pendidikan mereka di Amerika. Jadi, sudah saat nya kita membuat Al Quran tandingan dengan memasukan unsur yang menyesatkan. Atau bisa saja kita membuat tafsir tandingan dari ulama melalui pendekatan sains yang menyesatkan. Bukankah kita sangat ahli soal itu. “

Semua memperhatikan dengan seksama usulan dari salah satu peserta itu. Dia dikenal ahli propaganda untuk melancarkan program iblis menghasut umat islam. Tak diragukan kehebatannya bila dia mengusulkan menciptakan tandingan ide yang dibut mirip dengan Al Quran dan Hadith. Dia punya banyak hulu balang manusia di bumi Indonesia ,baik itu intelektual, LSM, pejabat pemerintah dan lain lain yang setia melancarkan program propaganda bila usulan ini diterima.

“ Goblok kamu “ Suara sang ketua memecah keheningan. “ Cara itu tidak bisa. Itu artinya kita perang dengan Allah. Allah sudah berjanji akan menjaga AL Quran dari segala tindakan pemalsuan. Ide ini bagus tapi tidak sesuai dengan takdir kita dihadapan Allah. Dan lagi , upaya kreatif menyesatkan tafsir AL Quran lewat sains sudah ketinggalan zaman. Umat islam lebih cerdas dan lebih bijak terhadap perbedaan tafsir. Ide ini baik tapi tidak efektif.” Sambung sang Ketua. Cari ide lain “ teriaknya kepada seluruh hadirin.

Salah satu peserta berdiri dan berkata “ Yang mempersatukan umat islam selama ini adalah masjid. Ini cara Muhammad membuat umat islam tetap dalam barisan teratur melawan kita. Nah, bagaimana bila kita susun rencana matang untuk menciptakan situasi agar keberadaan umat islam itu sebagai bahaya laten bagi kemajuan demokrasi dan HAM. Isu terorisme sudah berhasil efektif membuat gerakan islam fundamental kehilangan gigi. Nah, isu ini harus kita tingkatkan secara nasional. Ahli propaganda kita akan menggiring agen binaan di Media Massa, di LSM, di Parlemen ,di Militer ,di kampus dan lain untuk mendorong terjadinya satu pemahaman bahwa Masjid dilarang berdiri demi terciptanya pemahaman pluralisme dan kesatuan nasional. Memang ini tidak bisa langsung kelihatan hasilnya. Tentu butuh proses dan waktu yang lama. Tapi ini sangat efektif.”

Semua hadirin kembali terdiam. Menanti sang ketua menanggapi.

“ Ide yang bagus” kata sang ketua. “ Tapi upaya ini tidak akan berhasil. Justru akan memancing semangat jihad umat islam untuk melawan secara keras. Bahkan upaya ini akan menimbulkan benih permusuhan kepada agent agent binaan kita yang sudah eksis berkuasa untuk menyesatkan umat islam secara sistematis. Dan lagi ini akan membuat mereka semakin merapatkan barisan melawan agent agent kita.Ingat , ketika mereka berhasil mengusir agent terbaik kita dari Belanda yang dulu berkuasa di negeri ini. Jangan lagi kesalahan masa lalu terulang. Bila ide ini dijalankan maka revolusi akan terjadi di negeri ini dan bukan tidak mungkin rakyat yang sudah sesat kembali masuk dalam barisan menghancurkan agent agent kita yang jumlahnya tak begitu banyak. “ Lanjut sang ketua.

Sang ketua kembali memandang hadirin. “ Mana ide yang lain “

Salah satu peserta berdiri dan berkata “ Kita harus menciptakan rasa takut secara sistematis kepada seluruh umat islam. Rasa takut untuk menegakan syariat islam, Rasa takut menegakan aqidah islam. Caranya, kita minta kepada agent binaan kita untuk meningkatkan isu teroris sebagai cara untuk menangkapi para tokoh tokoh islam yang dihormati oleh umat islam. Jadi, upaya yang selama ini ada harus ditingkatkan lagi. Jangan hanya segelintir saja yang ditangkapi dan dibunuh. Harus meluas dengan cara cara yang lebih canggih dan efektif. Bila rasa takut sudah terbentuk maka tak akan adalah lagi orang berani bicara”

“ Goblok. Goblok” kata sang ketua sambil memukul mukul meja. “ Itu sudah ketinggalan zaman. Bahkan cara cara itu justru membuat umat islam semakin merapatkan barisan. Ingat ! Ingat ketika era kolonial belanda dulu. Justru membuat umat islam berlomba lomba ingin mati. Bukannya malah takut mati. Mereka semua ingin masuk sorga dengan mudah lewat kematian sahid. Goblok kamu. “ Kata sang ketua dengan nada marah.

Semua terdiam. Cukup lama suasana hening. Nampaknya tak ada lagi yang berani bicara. Sang ketua tertunduk kepalanya. “ Ada yang lain” terdengar suaranya lirih dengan kepala tetap tertunduk. Nampak putus asa.

“ Saya ,Pak “ Kata salah satu hadirin. Iblis yang satu ini bertubuh pendek dan tidak begitu dikenal reputasinya tapi dia dihormati oleh komunitasnya.

“ Silahkan “ Sang ketua menatap lurus kepadanya.

“Biarkan mesjid terus dibangun. Biarkan umat islam membuat organisasi sendiri. Biarkan umat islam memperkaya pemahamannya tentang islam lewat sains. Biarkan buku tentang islam tumbuh dan berkembang untuk dibaca umat. Biarkan umat islam buat buat partai. Biarkan mesjid terus dibangun. Biarkan.! Bahkan kita dorong para agent terbaik kita di bumi untuk membantu itu. Bila perlu kegiatan seremonial yang islami kita perbanyak. Doa dan zikir akbar harus didorong untuk terus berkembang, Para ulama kita angkat reputasinya lewat media massa yang dikuasai agent terbaik kita.

“ Stop, Stop “ Terdengar suara sang ketua membahana dalam ruangan rapat itu yang meminta peserta itu berhenti bicara. Tapi peserta itu tidak nampak takut. Wajahnya tetap tenang “ Biarkan saya menyelesaikan kata kata saya, pak..” Katanya. Tanpa menunggu reaksi dari sang ketua, peserta itu kembali meneruskan kata katanya “ Bukankah sistem demokrasi liberal sudah diterima oleh bangsa Indonesia, yang sebagian besar beragama Islam. Lewat sistem ini, kita buat siapapun yang berada didalamnya hidup nyaman dengan limpahan harta dan kesenangan dunia. Hingga mereka lupa hakikat agamanya. Sistem ini juga akan efektif menggiring para elite Islam untuk masuk kedalam. Sehebat apapun mereka dalam aqidah bila sudah masuk dalam lingkaran sistem yang kita create maka mereka akan lupa dengan hakikat agamanya. Mereka hanya akan menjadikan islam sebagai status bukan jalan hidup. Lewat sistem ini budaya brengsek akan bebas kita tebar untuk menyesatkan umat karena mereka percaya tentang kebebasan dan HAM. “

“ Yang ingin saya tahu kenapa pula kita biarkan islam berkembang seperti kata kamu tadi.” Kata sang ketua. Maklum saja , istilah “membiarkan”itu tidak ada dalam SOP setan. Yang tak boleh membiarkan segala upaya islam berkembang.

“Ketua yang saya muliakan” Seru peserta itu dengan tenang” Saya ingin mengingatkan janji kita dihadapan Tuhan. Bahwa kita hanya bertugas menghancurkan jiwa manusia yang ingin dekat dengan Tuhannya. Bukan menghancurkan indra manusia. Manusia itu makhluk sosial. Jiwa mereka tidak bisa lari dari lingkungan sosialnya. Sistem dan atmosfir sesat telah kita ciptakan agar mereka dalam lingkungan sosial yang sesat pula. Maka jiwa islam mereka tidak akan bisa hidup. Walaupun mereka melakukan kegiatan yang bersifat islami namun tidak ada nilainya dihadapan Tuhan. Mereka hanyalah manusia yang tak ubahnya seperti binatang yang hidup tanpa misi kecuali siap untuk dikorbankan”

“ Lantas bagaimana dengan sebagian umat yang masih tetap dengan aqidahnya. Bukankah mereka akan menjadi ancaman untuk menghancurkan sistem yang sudah kita create ? Bukan tidak mungkin mereka akan mengiring umat islam melakukan revolusi. “ Sang ketua kini berbicara dengan lembut. Nampak dia mulai terpengaruh dengan usulan ini.”

“ Kita akan tiupkan tipu daya seperti:. Ingatlah korban rakyat yang tak berdosa bila revolusi terjadi. Hiduplah dalam kesabaran jangan memaksakan kehendak karena Allah tidak ingin perubahan dalam amarah. Allah tidak ingin revolusi sebagaimana Rasul menyiarkan Islam secara reformasi. Perubahan yang gradual. Tunggulah saat yang tepat untuk adanya perubahan sesuai dengan syariat Islam. Jangan lakukan hari ini. Tunggulah besok. Demikian kira kira. “

“ Bila keadaan semakin membuat mereka kesal, bagaimana ? Tanya sang ketua lagi.

“ Kita akan tiupkan lagi godaan : tunggulah besok saat yang tepat, Tunggulah saat ketika pemilu nanti , anda bisa mengambil kekuasaan dan merubah sistem sesuai syariat islam. Tunggulah. Jangan terburu buru karena Allah tidak suka pekerjaan yang tergesa gesa.

“ Bila saatnya datang?

“ Kita akan tiupkan lagi : dalam sistem demokrasi, untuk orang ramai mendengar anda, anda butuh ongkos mahal. Rakyat yang anda bela tidak punya uang. Tak ada salahnya anda minta kepada orang yang kaya dan dekat dengan kekuasaan. Tak perlu kawatir mereka akan menfaatkan anda. Bukankah niat anda hanya Tuhan yang tahu. Tak ada salahnya bersiasat untuk sesuatu yang bernilai dihadapan Tuhan. Nah,bila mereka menerima bantuan itu, mereka sesat dengan aqidahnya. Rahmat Allah akan menjauh darinya. Dia sudah menjadi laskar kita untuk melengkapi mereka yang sudah lebih dulu berada diring kekuasaan sekular. “

“ Lantas bagaimana dengan rakyat kebanyakan yang punya ilmu, harta dan tetap dengan aqidanya. Kan ini juga bisa menjadi ancaman?

“ Kita akan tiupkan godaan : Untuk apa memikirkan penguasa lalim dan sistem yang brengsek. Kan lebih baik gunakan ilmu untuk mendidiki orang yang bodoh. Gunakan harta untuk membantu orang miskin. Bukankah Allah inginkan kamu berbuat dengan harta dan ilmu kepada orang orang terdekat kamu. Mengapa pula harus pusing mikirkan yang jauh apalagi mikirin orang banyak. Hiduplah nyaman bersama keluarga dan handai tolan dengan damai. Ketika mereka menerima itu, mereka tidak lagi berdiri di aqidahnya tapi berdiri dikakinya sendiri untuk kesenangannya sendiri. Tidak ada lagi ikhlas untuk berbuat hanya untuk meninggikan kalimat Allah. Hanya soal waktu ,selagi mereka berada dalam sistem kita, dilingkungan sosial kita, selama itupula mereka akan sesat dengan cara cara kita. Jadi kita sudah berada dijalur yang benar. “

Semua terdiam. Sang ketua nampak tersenyum cerah mendengar usulan itu. Seketika terdengar suara tepukan membahana diruangan itu. Semua berdiri memberikan aplus kepada peserta yang bertubuh pendek itu, yang telah berhasil membuat sang ketua tersenyum cerah.

Monday, November 11, 2013

Indonesia dikuasai Intel AS ?

Amerika Serikat sedang memperluas bangunan Kedutaannya di Jakarta. Pemerintah Indonesia melalui Pemprov DKI telah memberikan izin untuk perluasan bangunan itu.  Sebetulnya tidak ada yang luar biasa dengan pembangunan ini namun menjadi luar biasa adalah ketika terjadi polemic dimedia massa antara Jokowi dan Elite Partai Demokrat, dimana terkesan bahwa penyadapan yang dilakukan oleh Kedutaan Amerika terhadap Indonesia disebabkan karena izin perluasan bangunan yang diberikan oleh Jokowi.  Kalaulah benar penyadapan dilakukan oleh Amerika melalui kedutaannya maka seharusnya Pemerintah melakukan peringatan keras kepada Amerika, dan bukannya menyalahkan Gubernur yang memberikan izin. Karena dalam hukum internasional, di antara negara-negara berdaulat dilarang saling melakukan kegiatan spionase atau memata-matai untuk memperoleh informasi secara ilegal, termasuk melalui penyadapan. Jadi adalah tugas Lembaga Sandi Negara ( Lemsaneg ) untuk membuktikan penyadapan ini agar dapat dilaporkan kepada Mahkamah International. Memang kalaupun terbukti, dan bisa menyalahkan Amerika di Mahkamah International , juga tidak ada jaminan bisa menghukum Amerika. Karena berbagai pelanggaran terbukti dilakukan Amerika terhadap Negara lain, PBB bungkam bagaikan macan ompong. Hokum hanya berlaku bagi Negara lemah bukan Negara kuat.

Waktu ketemu dengan teman dari Amerika yang sudah bermukin di Indonesia lebih dari 5 tahun , dia berkata kepada saya bahwa bila perluasan gedung Kedutaan Amerika selesai maka itu akan menjadi bangunan kedutaan Amerikan nomor tiga terbesar didunia setelah Irak dan Pakistan. Bangunan itu akan terdiri dari 10 lantai dengan luas 36,000 meter persegi. Untuk apa bangunan sebesar itu ? teman itu mengatakan bahwa Indonesia merupakan Negara yang sangat penting bagi AS. Apalagi sejak era Clinton, AS menjadikan Asia Pacifik sebagai kawasan masa depannya yang harus dikelolanya dengan all at cost. Mengapa ? Indonesia berada di kawasan Pacifik yang diapit oleh tiga benua Amerika, Australia dan Asia. Secare geo strategis maupun geopolitik , keberadaan Indonesia sangat pital bila ingin mengontrol Asia Pacific. Apalagi dikaitkan dengan ambisi China untuk ikut mengendalikan kawasan ini. The Carnegie Endowment for International Peace menerbitkan sebuah studi oleh sembilan peneliti AS, yang mengklaim bahwa dalam dua dekade mendatang, kemampuan militer China akan setara AS, termasuk kemampuan untuk membangun kapal induk dan pesawat tempur siluman. Dari segi Ekonomi hanya masalah waktu China akan mengungguli AS, setidaknya sekarang China merupakan negara kreditur terbesar bagi AS.

Menurut teman saya bahwa sejak jatuhnya Soekarno, Indonesia adalah Negara satelit dari AS. Terlalu banyak kepentingan AS  yang harus dipertahankan di Indonesia. Hampir semua the Biggest Multi National Corporation (MNC) AS  beroperasi di Indonesia. Semua MNC AS tersebut tentu punya loby kuat di White House dan akan menggunakan loby itu untuk memastikan AS mengontrol Indonesia. Itu sebabnya teman saya berkata dengan satire bahwa keberadaan Jakarta tak lebih sebagai markas intelligent bagi Amerika. Saya sempat mengerutkan kening. Untuk apa operasi intelligent dilakukan ? menurutnya dalam masa damai , intelligent diperlukan untuk mendapatkan seluas mungkin informasi sebelum kebijakan dikeluarkan. AS tidak mau salah dalam bersikap sehingga kepentingan mereka terganggu.  Maklum bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Islam yang sangat sensitive dengan AS dan juga termasuk negara demokrasi terbesar didunia. Seluruh Elite Politik di Indonesia masuk dalam target operasi intelligent CIA dan NSA. Dari penguasaan informasi inilah , AS bisa melancarkan taktik dan strategi untuk melemahkan setiap upaya memperkuat idiologi karena dasar kebangsaan maupun dasar agama. Yang paling dikawatirkan oleh AS adalah idiologi  karena dasar Agama. Ini  harus dieliminate dengan all at cost.

Operasi intelligent melemahkan idiologi  ini sangat efektif diterapkan karena di Indonesia tidak ada kekuasaan tunggal. Tidak ada komandan barisan tunggal yang memastikan barisan bergerak kesatu arah sebagaimana China dengan Partai Komunisnya atau Iran dengan Islamnya. Ini sharing power sesuai dengan system demokrasi liberal.  Sehingga para Intel AS bisa dengan leluasa melakukan operasi "mengobok obok" politik untuk menjadikan elite politik jinak dalam kendali mereka. Yang tidak bisa dijinakan akan dihabisi melalui KPK dan pembunuhan karakter ( character assassination  lewat pemberitaan media massa.  Mereka berada dibalik amandemen UUD 45 dan Pasal 33 dengan menambah ayat 4. Ayat  ini seakan mengingkari secara halus ayat 1,2, dan 3-nya dimana perekonomian disusun secara prinsip demokrasi. Jadi siapa saja dapat mengusahakan perekonomian secara bebas alias liberalisasi perekonomian. hal ini tertuang dalam ayat selanjutnya yaitu ayat 5 dimana ketentuan lebih lanjut diatur UU. UU yang mana? lihat saja UU penanaman modal dan UU PMA yang kental sekali nuansa liberalnya. Dampak dari amandemen itu adalah ekonomi tumbuh dengan pesat namun melahirkan gap kaya dan miskin yang sangat lebar, dan MNC AS semakin tak tergoyahkan dari keberadaannya menguasai SDA Indonesia.

Bila Indonesia lemah maka ASEAN juga akan lemah karena maklum sebagian besar negara ASEAN tergantung dengan Indonesia baik dari segi pasar maupun bahan baku. Mark J. Valencia dalam tulisannya The South China Sea: Back to the Future? berpendapat bahwa perairan china selatan menjadi kawasan sengketa berbahaya dalam perebutan pengaruh atau hegemoni di Asia antara China dan Amerika Serikat (Global Asia, 2010). Bila terjadi komplik regional atau katakanlah konplik laut china selatan maka Indonesia akan jadi Pangkalan perang yang efektif bagi Amerika dan sekutunya untuk menjangkau China dan memenangkan perang. Namun bagaimanapun China akan terus berupaya untuk merebut pengaruh di Indonesia melalui pendekatan yang sama yaitu operasi intelligent. Yang pasti kedua kekuatan ini ada di Indonesia, setidaknya kita bisa lihat dimana sebelum Pertemuan APEC di Bali, Xin JInping datang lebih dulu sebelum Obama datang. Indonesia telah menandatangani Comprehensives agreement dengan China yang sebelumnya Agreement ini telah tertunda lebih dari 10 tahun. Itu sebagai tanda “perang” antara AS dan China telah dimulai, kini dan disini. Siapakah yang akan unggul lihatlah nanti siapa yang akan jadi Presiden di Indonesia, dari partai apa ?.Yang jelas keduanya adalah predator...

Saturday, November 2, 2013

Buruh dan UMR...

Mengapa buruh selalu menuntut kenaikan UMR?. Apakah karena mereka tidak percaya kepada Pemerintah ataukah memang UMR yang ditetapkan pemerintah itu tidak sesuai dengan standard kebutuhan mereka.  Mungkin secara umum kita beranggapan bahwa tuntutan buruh yang tertuang dalam sekian puluh item kebutuhannya adalah terlalu mengada ada. Seolah olah buruh terlalu manja.  Apakah memang benar  demikian? Saya tinggal di Tangerang  dimana banyak buruh pabrik bermukim. Minggu lalu saya berdialogh dengan buruh didalam angkot. Buruh yang  saya tanya itu termasuk muda atau 35 tahun. Dia mengawali karirnya sebagai buruh sejak tahun 2002. Jadi lebih 10 tahun dia mengabdi sebagai buruh. Menurutnya tahun 2003 upahnya sebulan sebesar  Rp. 800,000. Dia terima setiap minggu Rp. 200,000. Dari gaji sebesar itu dia tidak punya masalah dengan biaya hidup walau memang tidak berlebih. Harga beras ketika itu sekilo hanyalah Rp. 2500. Tapi semakin tahun hidupnya semakin sulit walau setiap tahun UMR naik. Saya mengerutkan kening. Tapi saya mencoba mengkalkulasi kesimpulannya itu dengan cara bodoh. Kalau dikurskan upahnya dengan harga beras maka nilainya tahun 2003 adalah 307,6 Kg. Bandingkan dengan kini yang upahnya Rp. 1.500,000 dengan harga beras Rp. 10,000 per kg ,yang setara dengan 150 kg beras. Artinya kalau kita jadikan 2003 sebagai standard upah layak maka memang  dalam sepuluh tahun hak para buruh dirampas sebesar 50% oleh negara.

Bagaimana bila upah buruh tahun 2003 dikurskan dengan harga emas? Harga emas tahun 2003 adalah Rp. 95.000 per gram. Kalau upah buruh sebesar Rp. 800.000 maka itu setara dengan 8,42 gram emas. Nah kalau dikurskan dengan harga emas sekarang Rp. 450.000 per gram maka upah buruh seharusnya Rp. 3.789.000. Tapi kalau  upah buruh  hari ini dikembalikan dengan kurs beras upah ditahun 2003  yaitu 307,6 Kg x Rp. 10,000 atau sama dengan Rp. 3.070.000. Jadi baik mengikuti kurs beras maupun emas, tetap saja upah buruh harus diatas Rp. 3 juta perbulan. Tapi nyatanya UMR tertinggi berada di wilayah DKI hanyalah Rp. 2.400.000. Tentu daerah lain jauh lebih rendah Padahal di tahun 2003 itu upah buruh belumlah termasuk manusiawi karena masih sangat jauh dari upah negara maju, bahkan lebih rendah dari gaji buruh di Malaysia.Yang  menyedihkan UMR yang rendah itu dari tahun ketahun bukannya meningkat menuju kesejahteraan  justru menuju kepada penjajahan by system. Mengapa disebut sebagai penjajahan? Orang dipaksa secara psikis untuk bekerja karena hampir semua kebutuhan tidak ada yang gratis dan ketika mereka mendapatkan hasil dari keringatnya,  uang itu tidak bernilai sama sekali. Hanya cukup memenuhi kebutuhan setengah bulan. Jadi sejak SBY berkuasa, yang dikorbankannya adalah para buruh ,yang mayoritas penduduk negeri ini. 

Disamping itu pemerintah hanya melindungi buruh formal dengan UMR berdasarkan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dari tahun ketahun buruh formal menurun jumlahnya karena deindustrialisasi dan mereka berubah menjadi buruh informal. Jumlah prosentase pekerja sektor informal di negeri ini sekarang mencapai 62% dari total pekerja. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding Thailand (55%), China (51%), dan Malaysia (31%). Siapakah buruh informal ini? mereka adalah buruh tani, buruh nelayan, kuli bangunan, kuli angkut dipasar, buruh galian, kuli angkut di pelabuhan traditional , PRT dll. Para buruh informal ini tidak dilindungi oleh UU sebagaimana buruh formal.  Artinya bila pengusaha menggaji sesukanya, tidak ada sangsi pidana. Mereka bebas memperlakukan buruh informal itu seperti layaknya kerbau.  Kalau yang buruh formal saja terpenggal penghasilannya karena inflasi apalagi buruh informal yang terjebak dengan ketidak pastian pendapatan karena mereka dibayar sesuai dengan order. Bila tidak ada kerjaan merekapun tidak dibayar. Sementara biaya hidup yang semakin pasti mahal dari waktu kewaktu membuat penghasilan mereka tidak punya nilai untuk hanya sekedar menabung untuk biaya sekolah anak atau sakit. Sangat menyedihkan hidup dinegeri yang dipimpin oleh para bedebah ini. 

Padahal pertumbuhan ekonomi kita sejak tahun 2004 meroket. APBN tahun 2004 hanya sebesar Rp. 374 Triliun dan RAPBN 2014 sudah mencapai Rp. 1842 Triliun atau naik 5 kali lipat dalam 10 tahun namun kenaikan UMR hanya 3 kali lipat.  Mengapa pertumbuhan ekonomi tidak seiring dengan kemakmuran rakyat ? Pertumbuhan itu berasal sebagian besar dari sektor nontradeable dan komoditas SDA, yang sangat kecil peran serta rakyat banyak. Tentu dampak bergandanya secara langsung kepada rakyat banyak juga kecil sekali kecuali memperkaya segelintir orang saja. Pemerintah merasa nyaman dengan cara pertumbuhan seperti ini. Itu sebabnya pemerintah engga mau pusing memperkuat kemandirian produksi.  Lebih baik import untuk mendapatkan harga murah daripada produksi harga mahal. Lihatlah kenyataannya barang import membanjiri pasar dalam negeteri termasuk produk pertanian. Makanya jangan kaget program produksi tidak didukung oleh infrastruktur ekonomi yang luas, belum lagi bunga bank yang tinggi, birokrat yang doyan disuap ,logistik system yang tidak efisien, berbagai pungutan dan pajak yang melilit.Semua itu membuat indonesia bukan tempat yang competitive untuk buat pabrik. Memaksa pengusaha membayar upah tanpa memperbaiki iklim investasi itu sama saja zolim. Dengan kondisi sekarang maka hanya satu alasan pengusaha tetap buat pabrik di Indonesia yaitu karena upah murah.Kalau upah tidak lagi murah maka mereka akan hengkang. Begitulah cara pengusaha melawan kezoliman penguasa. Dan bagaimana nasip buruh yang setiap tahun terus bertambah jumlahnya?.

Sudah saatnya pemerintah memperbaiki fundamental ekonomi lewat kebijakan menyeluruh yang pro rakyat miskin. Belum terlambat untuk berubah karena kita punya resource yang sangat besar untuk merubah itu. Tapi kalau tetap manja dengan keadaan ekonomi yang hujan pujian dari negeri predator maka tunggulah , saatnya akan tiba. Rakyat melawan, maka yang terjadi , terjadilah. Mengapa ? Perjuangan UMR yang layak adalah perjuangan keadilan. Ini bukan hanya soal UMR tapi soal keadilan sosial yang diamanahkan oleh UUD dan Pancasila. Bukan hanya buruh yang berhak tapi seluruh rakyat. Perjuangan ini tidak akan pernah padam. Ini akan terus bergolak. Aksi buruh turun kejalanan akan terus bertambah besar jumlahnya, dan hanya masalah waktu  buruh informal akan bergabung dalam barisan aksi ini maka  revolusi sosial tidak bisa dihindari. 

Sunday, October 20, 2013

China, demokrasi ?

Dari segi susunan kekuasaan tidak ada yang berbeda antara China dengan Barat. Di China dikenal dengan trias politika, dimana terjadi pemisahan tugas antara Executive, Legislative dan Yudikatif. Ketiga unsur kekuasaan ini berkerja berdasarkan UUD yang ditentukan berdasarkan suara Rakyat. Saat sekarang China menerapkan Pemerintah dengan system Parlementer dimana Kekuasaan Pemerintah dipegang oleh Perdana Menteri dan Kekuasaan Negara dipegang oleh Presiden. Namun sebagian besar kita akan berkata sambil mencibir bahwa china anti demokrasi. Tentu dengan alasan teori dasar  dimana demokrasi itu terdiri dari banyak Partai dan dipilih langsung oleh rakyat lewat bilik pemilu. Sementara China hanya ada satu partai, yaitu Partai Komunis. Tidak ada Pemilu. Ini Negara otoriter Partai. Kalau kita menggunakan teori Barat tentang demokrasi maka kesimpulan bahwa china tidak demokrasi adalah benar. Tapi bukan berarti China tidak menerapkan demokrasi. Ya tentu demokrasi ala china. Nah pertanyaannya adalah manakah yang benar ? Apakah cara China yang benar ataukah cara Barat ? 

Kekuasaan tertinggi di China adalah Kongres Rakyat Nasional (KRN) yang merupakan lembaga legislative. KRN terdiri dari wakil-wakil yang terpilih dari berbagai propinsi, daerah otonom, kota setingkat propinsi , daerah administrasi khusus dan tentara. KRN melaksanakan legislatif negara dan memutuskan masalah penting dalam kehidupan politik Negara, yang meliputi membuat UU dan mengamandemen UUD, mensyahkan APBN dan  menetapkan kebijakan strategis jangka pendek, menengah da panjang, seperti penentuan daerah otonom, daerah administrasi berserta aturan pendukung system pemerintahannya.  mengawasi tugas pemerintahan. KRN juga bertugas memilih Presiden dan Wakil President, memutuskan calon perdana menteri dan anggota-anggota lain Dewan Negara, memilih ketua Komisi  Militer Pusat dan memutuskan calon anggota-anggotanya, memilih Ketua Pengadilan Rakyat Tertinggi dan Ketua Kejaksaan Rakyat Tertinggi. Tentu KRN juga berhak memecat pejabat pejabat tersebut bila terbukti tidak bisa melaksanakan tugasnya.

Karena mereka adalah tokoh nasional yang tidak semua ahli maka mereka dibantu oleh para professional yang tergabung dalam  Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, Lembaga ini adalah lembaga di luar pemerintah yang dibentuk untuk memberi masukkan terkait dengan pembangunan China dalam berbagai sektor. Mereka membuat proposal baik secara individu maupun kelompok tentang berbagai hal seperti bagaimana kebijakan pemerintah tentang suatu pembangunan di daerah tertentu atau bidang tertentu untuk dibahas oleh Kongres Rakyat Nasional. Anggota lembaga ini terdiri dari unsur anggota partai politik, berbagai organisasi yang mewakili etnis dan masyarakat khusus, kalangan non partai dan profesional di bidang khusus. Mereka dipilih dan diusulkan dari partai politik level nasional dan daerah, pemerintah, organisasi sosial dan organisasi profesional. Lembaga ini semacam lembaga penasihat politik di tingkat nasional dan beranggotakan sekitar 2000 orang, di level daerah juga mempunyai lembaga serupa tetapi ruang lingkupnya juga sesuai dengan wilayahnya.  Mereka melaksanakan konferensi nasional tiap lima tahun.

Nah, yang menarik adalah bagaimana orang bisa duduk di KRN ? KRN tingkat nasional terdiri dari 34 delegasi yang mewakili dari propinsi, wilayah administrasi khusus, kota khusus, daerah otonomi dan komisi militer yang semuanya sekitar 3.000 anggota. Masing-masing delegasi tersebut mempunyai ketua, wakil ketua, dan anggota. Para anggota delegasi itu dipilih dari proses berjenjang dari lurah, camat, kabupaten dan propinsi. Mereka adalah elite terbaik China dari kalangan tokoh masyarakat, ketua asosiasi bisnis dan sosial, ketua LSM , Militer, pejabat , para professional, dan kader Partai. Untuk menjadi anggota delegasi tidaklah mudah. Mereka harus punya kualitas-kualitas tinggi dari segi moral dan karakter. Kualitas-kualitas, seperti visionary, empowering, authentic, resonant, heroic, transformational, dan lain lain. Hal itu adalah hasil tempaan yang lama dan penuh jerih payah melalui keterlibatan penuh pengabdian di dalam komunitasnya. Proses ini bukan sebentar , puluhan tahun bertekun, kadang harus bergerak melawan arus, dan tak jarang berkorban untuk para pengikut. Dari proses inilah lahir nature kepemimpinan  dengan  ide-ide dan perbuatan-perbuatan besar dan cinta besar yang membawa perubahan. Sehingga ia nampak berkilau ditengah komunitasnya sehingga menjadi harapan bagi banyak orang. Semua proses itu dikawal ketat oleh Para kader Partai Komunis yang ada disemua level.

Jadi tidak mungkin orang bisa langsung atau instant  menjadi elite politik di China. Ada  proses panjang yang harus dilaluinya. Sedikit saja cacat maka dia akan tersingkir oleh lingkungannya dan pasti gagal dalam nominasi masuk sebagai anggota delegasi. Tidak seperti dalam system demokrasi liberal dimana siapapun bisa menjadi pemimpin disemua level. Tidak perlu terkejut bila barisan pelawak dan artis jadi caleg karena restu partai. Tidak perlu terkejut putra putri pejabat partaipun jadi caleg karena restu partai. Tidak ada yang aneh. Ini sudah lazim dalam system demokrasi. Tokoh tidak lagi dilahirkan tapi diciptakan oleh marketing mix communication. Ditambah bumbu money politic maka jadilah orang itu elite politik, bisa dipartai, bisa pula dipemerintahan. Mereka seperti mie istant yang semua bumbunya adalah hasil rekayasa biotech bukan natural. Mereka naik terlalu cepat sebelum karakter dan kualitas moral mereka ditempa komunitas yang mereka pimpin. Dicangkokkan dari luar, mereka tidak berakar dalam komunitas itu. Seperti product “mie instant” ;. rasa soto tapi bukan soto, rasa ayam tanpa ayam, rasa pedas tanpa cabe. Makanya jangan kaget bila setelah mereka berkuasa tidak ada yang sesuai dengan janjinya. Karena semua palsu dan menipu.  

Mengapa Komunis di China bisa solid sementara di Negara lain seperti Uni Soviet justru komunisme bankrupt. China dari  dulu sampai sekarang secara sosiologis maupun antropologis tak mungkin menjadi materialis seperti yang dialami barat yang otomatis marxisme adalah turunannya. Masyarakat China adalah masyarakat yang selalu percaya akan adanaya kekuatan lain diluar dirinya yang menguasai alam serta isinya dan ini bersifat gaib. Ada berbagai kepercayaan di china seperti animisme, dinamisme, dan agama Hindu, Budha, Kristen, Islam juga yang bermunculan dan dianut oleh sebagian penduduk China. Teori revolusi Marx hanyalah sebagai metode bukan sebagai dogma. Oleh karena itu, Marxisme bagi china dipahami dalam kerangka teoritis dan penerapannya amat tergantung pada kondisi masyarakat dimana ia tinggal. Jadi yang penting dari Marxisme adalah penerapan metode Marx berpikir, bukan menjalankan hasilnya cara berpikir. China tetaplah China yang membumikan budaya dan agama dalam mengelola komunitasnya. Maka hasilnya selalu betujuan untuk kepentingan bersama , bukan individu atau golongan. Jadi untuk apa banyak partai dan banyak bendera, seperti paham demokrasi Liberal yang ada di Barat dan AS  bila kenyataanya hasilnya hanyalah untuk kepentingan pemodal dan Partai,sementara rakyat banyak terjajah by system

Friday, October 18, 2013

Prabowo?

Namanya Nagabonar. Itulah tokoh yang diciptakan oleh Asrul Sani untuk sosok seorang Jenderal dalam film perjuangan kemerdekaan RI. Kita yang pernah menyaksikan film ini ditahun 1987 terbayang akan adegan kocak ditengah ke luguan tokoh sang Jenderal dalam memimpin pasukannya. Tapi sebetulnya ada sesuatu pelajaran berharga yang ingin disampaikan oleh sang penulis scenario bahwa para pejuang itu harus mempunyai sikap superior dihadapan musuh. Tak boleh ada sikap lemah atau inferior. “ Aku ingin pangkatku Laksamana Jnderal “ Demikian permintaan Nagabonar kepada anak buahnya. Tapi dijawab oleh staff “ Tak ada pangkat Jenderal Laksamana. Tak ada itu. “ Kemudian Nagabonar menjawab tangkas “ ya, kalau begitu, kau adakan sajalah !” Karena merasa tak ada jalan lain untuk meluruskan sikap Nagabonar maka staffnya menjawab “ Apa kata dunia ? kalau sampai abang punya pankat yang tak ada didunia” Nagabonar tak peduli “apa kata dunia “ Walau dia menerima pangkatnya diganti hanya dengan “jenderal” namun gaya dan suprioritasnya tak berkurang. Terlebih ketika berhadapan dalam perundingan dengan Pasukan belanda soal tapal batas.

Agus Salim , terbang ke luar negeri dalam rangka memperkenalkan Republik ini yang baru lahir, ditanya soal passport ketika sampai dinegara orang. Agus Salim menjawab sambil tersenyum “ Ini passport saya” sambil mengelus janggutnya, karena memang waktu itu republik ini belum ada adaministrasi passport.. Walau hanya dengan jas dril yang lusuh , namun Agus Salim tak menampakan sikap inferior dihadapan asing. Begitupula dengan Mohammad Hatta , Sjahril dan lain lain yang tampil sederhana namun tak mengurangi sikap superiornya dihadapan asing dalam setiap putaran perundingan diplomasi international. Sejarah mencatat kehebatan negosiasi para pendiri negeri ini. Mereka disegani oleh lawan maupun kawan. Tak ada nampak sama sekali bahwa mereka dilahirkan oleh suatu bangsa yang pernah dijajah ratusan tahun oleh asing. Tak nampak sama sekali. Mereka tak pernah mau tahu istilah “ apa kata dunia ? “ bila mereka ingin bersikap membela kepentingan republic ini. Dimana saja dan kapan saja , mereka bersikap jelas. Bahkan Soekarno dengan tegas menyatakan Indonesia keluar dari PBB hanya karena tidak lagi melihat sikap keadilan dari lembaga dunia itu. Para pendiri negara memang mewariskan semangat memperjuangkan nilai nilai kebenaran, kebaikan dan keadilan. Mereka perkasa dan tahu menempatkan rasa hormat untuk kepentingan bangsa dan negara.

Kemerdekaan bangsa ini memang lahir dari para pemberani dan pencinta besar terhadap negerinya. Mereka yang terdiri dari berbagai profesi, dari ulama sampai santri, dari kaum terdidik sampai kaum buta hurup, berbaur dalam kancah peperangan disegala lini. Semua menyatu dan bersatu dalam kekuatan tak tertandingi. Semua karena kesamaan tekad untuk memperjuangkan nilai nilai budaya dan agama yang diyakini. Bahwa semua kecil kecuali Allah. Allahuakbar. Mereka superior dihadapan musuh dan tentu inferior dihadapan Allah. Itulah yang kita kenal dari sebuah sejarah lahirnya republic ini. Sebuah teladan yang terlalu sacral dan mahal. Tapi di era kini, berbagai kebijakan ekonomi dan pembangunan dianggap modern bila mengacu dengan design ekonomi universitas di AS. APBN di design sesuai rekomendasi dari d World Bank, OECD. Dalam berbagai putaran perundingan multilateral seperti WTO dan lain lain ,kita hanyalah follower. Kalau ada yang berani bersikap berlawanan dengan kebijakan dunia dibidang pardagangan, investasi maka elit poltik kita akan menjawab “ apa kata dunia”. Termasuk kebijakan hutang luar negeri yang patuh adalah bentuk lain betapa kita memang kehilangan superior sebagai bangsa yang berdaulat. 

Ya, Kita menjadi bangsa yang inferior dihadapan asing. Empat orang TKW kita di hukum mati tanpa prosedur yang benar di Malaysia, tapi Presiden dan para elite tak marah. Dengan inferior kita melegitimasi  rakyat harus digusur demi Perkebunan Besar para pemodal asing. Dengan inferior kita terpaksa menjadikan rakyat papua sebagai pesakitan , diburu dan dibunuh hanya karena menuntut keadilan terhadap emas dan tembaga yang dikuras oleh Freeport. Dengan inferior kita melegitimasi  90% ladang minyak dikuasai asing dan memaksa kita membeli BBM dengan harga international. Dengan inferior kita melegitimasi nelayan asing dengan kapal besar berbendara Merah putih untuk menguras hasil laut kita dan meminggirkan nelayan kita  dalam kemiskinan.  Dengan inferior dihadapan asing kita tidak berdaya bila kartel asing membuat biaya produksi pertani menjadi mahal dan ketika dijual tak mendapatkan imbal hasil yang layak. Akhirnya para petani terpaksa melepas lahannya untuk menjadi buruh berupah murah, para anak perempuannya pergi kekota untuk menjadi pelacur dan keluar negeri untuk menjadi jongos. Para sarjana lulusan universitas terbaik berlomba lomba untuk menjadi jongos perusahaan asing yang menguras SDA. Mereka inferior untuk menjadi agent pembaharu melawan hegemony asing di negerinya sendiri.

Budaya inferior ini terjadi disemua bidang. Termasuk dalam bidang olah raga, prestasi kita terus menurun dan termasuk yang terburuk di Asia. Dari keterpurukan itu kita bertanya apa yang salah. Dimanakah nilai nilai superioritas sejarah berdirinya republic ini ? kita tak akan pernah menyadari itu karena budaya rela berkorban untuk kebaikan , kebenaran dan keadilan telah terhalau. Budaya mencitai dalam kebersamaan telah tergantikan oleh budaya individualisme dan partisan. Semua telah berubah. Sejarah telah dilupakan. Kita hanyalah komunitas tanpa ruh, tanpa semangat. Menjadi korban dari penjajahan model baru. Phisik kita tak lagi terjajah tapi emosi kita, budaya kita tak lagi merdeka. Korupsi by design telah membuat sendi sendi kekuatan bangsa berderak retak. Mind corruption telah melahirkan UU dan aturan dimana ketahanan ekonomi tergantung dengan asing.  Secara system kita telah terjajah. Mengatasi situasi penjajahan model baru ini, haruslah dengan revolusi. Tak bisa dilakukan secara reformasi. Kita butuh pemimpin baru yang superior dihadapan asing , yang berakar dalam budaya keindonesian, yang mencintai kebersamaan dan berakar dengan agama, kita butuh Naga Bonar yang tak peduli “apa kata dunia “ demi petani yang berdaulat, demi buruh yang berdaulat, demi nelayan yang berdaulat, demi RI yang perkasa bagaikan garuda membelah angkasa…yang tahu betul siapa musuhnya. Mungkinkah Naga Bonar itu adalah Prabowo ?

Memahami Politik kejatuhan Gus Dur

Kalau kita ingin memahami Politik di Indonesia paska kejatuhan Soeharto maka belajarlah dari kejatuhan Gus Dur.  Gus Dur terpilih lewat Sida...