Monday, March 8, 2021

Kebersamaan.

 


.


Tahun 1996 saya berkunjung ke Wuhan. Saya bertemu dengan sahabat saya yang juga pejabat pemerintah. Saya mengenalnya dulu di Belanda. Waktu dia sedang menyelesaikan S3 bidang lingkungan hidup. Saya sempat bertanya. Mengapa pemerintah melarang koperasi mendapatkan pinjaman dari bank. Melarang Koperasi membentuk bank sendiri. Sementara dunia usaha lain boleh. Jawabannya tidak pernah saya lupa. Saya catat dalam diary saya. 


“ Cinta pemerintah kepada rakyat itu sangat besar. Kalau pemerintah terkesan diskriminasi, itu karena keberpihakan politik kepada gerakan koperasi.  Kalau mereka dibantu dan dimanjakan, sampai mati mereka tidak akan pernah dewasa.  Yang rugi adalah China. Padahal mereka adalah harapan masa depan China untuk melalui lompatan jauh kedepan. “ 


“ Lantas apa yang pemerintah berikan kepada gerakan koperasi ?


“ Kebebasan. Mereka bisa berkembang sebesar apapun dan pada bidang apapun.  Tidak ada lagi pengaturan seperti era bapak Mao. “ 


“ Lantas apa yang sebenarnya yang hendak dituju pemerintah dari gerakan koperasi ?


“ Semangat kebersamaan.” 


Apa yang terjadi kemudian? tahun 2006, gerakan koperasi telah berhasil membuat bank sendiri, Minsheng Bank. Bank itu atas nama PT, bukan koperasi. Hebatnya, walau bank itu bukan atas  nama gerakan koperasi namun beroperasi hanya untuk kepentingan gerakan koperasi.  Sistemnya adalah kemitraan luas. Lantas mengapa Minsheng bank tidak jadi pengendali gerakan koperasi ? Oh itu karena gerakan koperasi tidak hidup dari bank. Hidup bank justru bergantung kepada gerakan koperasi. Apa pasal? karena tingkat produktifitas koperasi sangat luar biasa. Itulah buah dari  kebersamaan.


Kemudian pemerintah, melarang Minsheng jadi bank devisa. Mengapa? agar koperasi tidak jadi agent asing. Tujannya? agar program kemandirian China terlaksana tanpa restriksi kompetisi asing. Dampak dari kebijakan ini adalah mengundang JP Morgan menjadi mitra penjamin likuiditas dollar untuk belanja impor koperasi.  Dengan demikian gerakan koperasi yang massive itu tidak mengorbankan devisa China. Mereka bertransaksi ke luar negeri tetap dengan Yuan. Keren ya. 


Tahun 2010 saya bertemu lagi dengan sahabat saya yang di Wuhan itu. Kami bertemu di Guangzho. Ada kawasan bisnis kami lewati dalam perjalanan ke Guangzie. “ B, kamu liat itu kawasan bisnis. “Katanya menunjuk kawasan bisnis dan industri.


“ Ya. “


“ Itu dibangun oleh gerakan koperasi. Mereka butuh waktu 4 tahun bangun. Engga mudah menjelmakan impian jadi kenyataan. Dan kini mereka bisa jadi tuan diatas kawasan bisnis bagi para konglomerat”


“ Mengapa tidak pemerintah yang bangun.”


“ Bisa saja pemerintah bangun. Setahun jadi. Tetapi tujuan spirit kebersamaan tidak tercapai. Padahal esensinya pembangunan peradaban itu bukan karena modal tetapi karena semangat kebersamaan. Kalau membangun berlandaskan kepada modal, maka itu sama saja kita mengekalkan feodalisme yang menggunakan kapitalisme untuk menjajah yang lemah.” Katanya. 


Sangat sederhana cara China berpikir. 


‘ Darimana kalian belajar itu ?kata saya.


“ Kami belajar dari Budha. Misal, kalau membangun tempat ibadah. Walau banyak pemeluk Budha yang kaya dan sanggup membiayai semua. Namun sikap rendah hati Budha lebih suka mengumpulkan uang receh dari setiap orang yang peduli. Yang hendak dicapai bukan bangunan megah. Bukan cepat selesai. Tetapi spirit kebersamaan atas dasar cinta. Cinta itulah yang jadi sumber energi yang mempersatukan rakyat, saling berbagi, peduli tanpa mementingkan diri sendiri. Jadi Proyek tempat ibadah hanya metodelogi melahirkan inspirasi kesalehan sosial ekonomi secara kolektif.”


Yang jadi masalah di indonesia adalah agama tidak melahirkan spirit kebersamaan atas dasar cinta. Yang ada justru saling menciptakan jarak karena perbedaan. Proyek agama selalu yang diburu adalah orang kaya agar proyek selesai dibangun. Tujuannya tak lebih karena politik dan kebanggaan personal. Akibatnya nilai proyek keagamaan tidak melahirkan kebersamaan. Yang kaya dan miskin tetap berjarak. Otomatis pembangunan peradaban dalam bidang ekonomi tetap terbelakang dan hidup dalam keluh kesah berharap subsidi dari negara. Sampai mati tetap jadi beban negara. Penyakit peradaban melahirkan mental pecundang. 


Paham ya sayang

Wednesday, March 3, 2021

Bisnis Miras dan Legalitas

 


Sebagai kelanjutan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, maka terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang menetapkan industri minuman keras (miras) sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak tahun ini. Industri tersebut sebelumnya masuk kategori bidang usaha tertutup. Namun bukan bearti terbuka atau bebas dimana saja. Itu hanya berlaku di Provinsi Bali, Provinsi Nusa Ternggara Timur (NTT), Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua. Bagi UMKM dan Koperasi bisa mendapatkan izin usaha Miras. Kecuali untuk Asing harus dengan  investasi diatas Rp. 10 miliar.


Saya tidak meliat ada masalah dari adanya Perpres 10/2021 itu. Dasar hukumnya jelas yaitu UU Cipta kerja. Tugas Presiden harus melaksanakan amanah UU. Sikap Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan menyayangkan lahirnya kebijakan Pemerintah yang memperbolehkan industri minuman keras (miras) dijual secara terbuka di Indonesia. Itu sangat lucu dan melucukan. Itu juga membuktikan kompetesi dia sebagai dewan memang low class. Mengapa ? bagaimana mungkin seorang anggota MPR dan juga pimpinan  MPR engga paham amanah UU, yang sudah disahkan DPR. Tepok jidat dah.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis menegaskan melegalkan investasi minuman keras (miras) itu sama saja mendukung beredarnya miras sehingga hukumnya haram. Sikap MUI jelas melawan Hukum dan UU NKRI.  Soal haram itu berkaitan dengan Fikih yang hanya berlaku bagi umat islam. Soal penerapan UU tidak ada istilah haram. Negeri ini bukan negara islam dan dihuni bukan hanya oleh umat islam. MUI harus bisa menempatkan diri pada tempatnya dan tidak seyogia melewati batas itu.  Tugas MUI adalah mendidik umat islam agar mereka patuhi syariah islam dengan keimanan.


Hal hal yang mengkawatirkan soal dampak miras terutama dari segi kesehatan, itu kesimpulan yang tidak 100% benar. Porsi wajar dari minuman keras, terutama bir dan anggur merah (red wine), dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 40 persen. Temuan ini dilaporkan oleh sebuah studi tinjauan yang mengamati lebih dari 100 penelitian milik Harvard School of Public Health, dilansir dari Live Strong. Para peneliti dari Mediterranean Neurological, membuktikan, miras selain bagus untuk kesehatan jantung, minum anggur merah juga diketahui dapat membantu menurunkan berat badan, mengurangi pikun, meningkatkan sistem imun tubuh, dan mencegah pengeroposan tulang.


Kalau alasan penyakit sosial terjadi akibat Miras itu terlau melambung argumennya. Penyakit sosial tidak 100% karena miras. Penyebabnya luas sekali, dan namun sumber masalah ada pada sistem yang tidak berkeadilan terutama karena miskin cinta. Terlepas dari semua argumen menolak Perpres 10/2021, jelas arahnya adalah politik. Tujuannya mendapatkan simpati umat islam garis keras. Berharap bisa melontarkan suara Partai di pemilu 2024 dan menang dengan cara mudah.  Tapi khusus Anies engga boleh disalahkan walau janjinya melepas saham Miras milik Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk gagal, bahkan penguasaan saham ditambah.


***

Babo mengapa sih terus berdebat soal haramnya Miras? kata nitizen. Saya tidak mau berdebat soal itu. Pasti tidak akan  ada ujungnya. Dan akhirnya bertengkar. Apapun itu, bahkan soal agama kalau kita bertengkar, yang kita dapat bukan pahala tapi dosa. Padahal tidak ada yang 100% benar. Tidak juga ada yang salah. Di Islam itu pemahaman agama itu berdasarkan Mahzab.  Fatwa Syekh Yusuf Qardhawi tentang minuman berenergi yang mengeluarkan fermentasi 0,5 persen boleh diminum. Dia bermazab Hanafi.


Kalau tidak memabukkan, ya engga apa-apa. Kecuali sesuatu yang sudah qoth'i (sesuatu yang sudah pasti hukumnya dalam Al quran dan hadist). Bahkan Hanafi, bilang, bir dan arak itu bisa untuk bersuci (wudhu atau mandi junub). Mau bungkam mulut Syekh Yusuf Qardhaw? ya engga bisa. Dia menganut mahzab Hanafi. Anda yang syafii, itu terserah anda juga. 


Muslim di China umumnya suku Hui bermahzab Hanafi. Di restoran muslim. Mereka jual bir.  Itu yang saya suka kalau resto muslim di China. Anda mungkin berpikir, kok enak saja orang bermahzab Hanafi. Soal khilafiah memang longgar. Enak ? Engga juga. Perhatikan urusan zakat. Hanafi sangat ketat. Semua hasil bumi termasuk bayam harus dizakati. Tapi  bagi syafii, oh engga begitu. Yang dizakati itu hanya makanan pokok aja. Enak ya Syafii. Engga enak Hanafi.


Bahkan zakat maal, Hanafi sangat ketat. Setiap pendapatan harus dizakati langsung. Kalau anda mendapatkan rezeki Rp 10 juta saat itu harus keluar zakatnya. Syafii, oh engga begitu.  Bayar zakatnya tunggu setahun. Di China suku Hui tidak ada yang miskin. Karena berkat sistem zakat itu distribusi modal terjadi efektif. Akibatnya orang pada makmur semua. Bahkan mereka bingung sekarang. Cari orang yang mau dizakati engga ada. Kebalik dengan yang bermahzab Syafii.


Jadi gimana menyikapinya ? Engga usah dipikirin soal perbedaan itu. Masalah fatwa masalah khilafiyah. Itu biasa saja. Suka tidak suka, itu soal pilihan. Mau diberdebatkan, monggo. Tapi jangan ngotot maksain anda paling benar. Pemaksaan itu justru anti Al Quran.


***

Presiden sudah keluarkan pernyataan. Bahwa lampiran Perpres No. 10/2021 dicabut. Dengan demikian ketentuan UU Cipta kerja bahwa Miras terbuka untuk investasi atau dikeluarkan dari negatif investasi tidak ada lagi pengecualian hanya untuk daerah tertentu saja. Bisa dimana saja. Dengan demikian pengaturan ulang distribusi perdagangan miras tidak perlu ada lagi.  Dengan demikian kembali seperti sebelumnya. Bebas bisnis miras. 


Saya akan membuat penilaian dari sisi bisnis.  Bisa benar bisa salah. Tapi cukup liat otak bisnis saya aja. Engga usah serius amat. Katakanlah saya sebagai disributor dan importir Miras. Selama ini saya dapat kemudahan impor dan tentu bisa main mata sama aparat. Impor 1000 botol, masuknya 10.000. Bisa dong. Apa lagi perbedaan harga impor dengan harga market beda jauh.


Contoh saja. Wine itu harga impor hanya Rp, 50.000 ( dibawah 1 tahun). Per botol. Pajak dan cukai 75%. Pajak Pemda 75%. Totalnya jadi Rp. 225.000. Saya jual diatas Rp. 500.000 perbotol. Cuan diatas 100%.  Itu baru wine, belum lagi Miras kelas Wisky, engga tanggung tanggung untungnya. Perbedaan harga impor dengan haga lokal bisa 4 kali lipat. 


Market ? engga usah repot. Kalau anda dapat izim impor miras dan distributor. Para agent setor uang didepan sebelum barang sampai. Jadi anda engga keluar modal sama sekali. Jadi keluarnya apa ? ya  lobi ..lobi semua pihak. Caranya? nonton aja film mafia.. Gimana mereka bayar semua pihak yang terlibat. Engga bayar? ya digrebek oleh aparat. Sudah banyak contoh aparat musnahkan miras impor. 


Kok begitu? Karena selagi bisnis diatur, ya peluang rente terbuka untuk semua pihak. Beda kalau bisnis engga diatur. Persaingan akan terbentuk. Rente makan bakiak.  Terus gede engga cuan bisnis mabok ini? gede banget. Bayangin aja pajak resmi tahun 2019 diterima pemerintah sebesar Rp. 7,4 triliun. Itu yang resmi. Yang engga resmi? Lebih gede lagi. Mungkin 10 kali lipat.


Makanya jangan kaget RUU Larangan Minuman Beralkohol   (LMB) tidak dapat respon meriah dari semua pihak termasuk Ormas dan MUI. Padahal kalau benar benar mau jalankan ajaran islam, cobalah perjuangkan untuk golkan RUU LMB. Mau engga ? Faktanya sejak diusulkan pada 2015 sampai kini tertunda pemabahasanya. Pembatalan Lampiran Perpres 10/2021, itu artinya bisnis miras tetap cuan dan tetap pesta..Engga ada yang usik. Nikmat mana lagi yang kamu dustakan berbisnis di Indonesia.


***

Saya ingin memperjelas duduk persoalan mengenai pembatalan Perpres 10/2021.  Tujuannya agar kita bijak bersikap. Apakah sudah benar langkah kita menolak atau sudah benar perpres itu. 


Pertama. Perpres 10/2021 itu diterbitkan berdasarkan UU Cipta Kerja. Pada Pasal 12 ayat (1) UU Cipta Kerja menyebutkan, semua bidang usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal, kecuali bidang usaha yang dinyatakan tertutup untuk penanaman modal atau kegiatan yang hanya dapat dilakukan oleh pemerintah pusat. Nah Perpres itu adalah turunan dari UU Cipta kerja yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah. Dalam hal ini Jokowi tdak salah. Sangat berniat baik.


Kedua. Apakah bijak bila Lampiran Perpres 10/2021di bagian ketiga nomor 31,32,33 itu dicabut. Artinya tidak adalagi izin investasi miras khusus kepada Provinsi Bali, Provinsi Nusa Ternggara Timur (NTT), Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua. Tetapi bisa dilakukan dimana saja. Berdasarkan aturan yang lama aja sudah ada 109 izin untuk minuman beralkohol di 13 provinsi. Apalagi tidak ada aturan pada perpres. Ya akan makin rame investasi miras.


Ketiga. Dengan tidak adanya Kepres 10/2021 maka Pasal 12 ayat (1) tidak ada pembatasan atau pengaturan pemerintah pusat.  untuk bidang investasi Miras. Memang hak bupati dan Gubernur ikut terlibat dalam proses perizinan. Apa jaminannya mereka tidak akan meloloskan izin tersebut. Ormas atau LSM? apa jaminannya tidak terpengaruh lobi pengusaha yang mau bangun pabrik Miras.


Keempat. Berkaitan miras ini ada dua hal, yaitu produksi dan perdagangan. Kalau produksi dilarang. Bagaimana dengan perdagangan? Selama ini perdagangan miras marak. Pedagang dapatkan miras dari Impor. Dasar hukumnya kuat. Yaitu perpres Perpres Nomor 74 Tahun 2013 yang ditandatangani oleh SBY tanggal 6 Desember 2013. 


Dengan empat hal  tersebut diatas, maka soal sikap ormas islam yang menolak perpres 10/2021,  ini blessing in disguise bagi pengusaha miras dan tentu Pemerintah. Jalan toll tecipta bagi investasi miras dan lainnya. Terimakasih Ustad dan Ulama. Kalian sangat bijak kepada pengusaha miras dan Pemerintah. Sehat selalu ya…

Sunday, February 21, 2021

Pemikiran Yahudi Bapak Bangsa

 



Pada tanggal 7 Agustus 1945, Jepang membubarkan BPUPKI. Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningra dianggap selesai dalam tugasnya memimpin BPUPKI. Kemudian membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau dalam bahasa Jepang: Dokuritsu Junbi Inkai, dengan anggota berjumlah 21 orang, sebagai upaya untuk mencerminkan perwakilan dari berbagai etnis di wilayah Hindia-Belanda  terdiri dari: 12 orang asal Jawa, 3 orang asal Sumatra, 2 orang asal Sulawesi, 1 orang asal Kalimantan, 1 orang asal Sunda Kecil (Nusa Tenggara), 1 orang asal Maluku, 1 orang asal etnis Tionghoa


Pada 9 Agustus 1945 Sukarno, Mohamad Hatta, Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat, dengan pesawat milik Jepang, mereka terbang ke Vietnam. Misi ke Vietnam ini berbahaya. Maklum pada hari keberangkatan mereka itu, Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat. Namun sebagai anggota Chuo Sangi-in ( Dewan Pertimbangan Pusat) bentukan Jepang, mereka harus bertemu dengan Marsekal Teraichi untuk menyampaikan bahwa Indonesia sudah siap merdeka. Rumusan Falsafah Negara dan UUD sudah selesai untuk berdirinya negara republik Indonesia.


Setelah bertemu dengan Marsekal Teraichi sebagai panglima tinggi Jepang di Asia Tenggara, mereka kembali ke Indonesia menggunakan pesawat pembom yang tempat duduknya terbatas. Setelah dua kali singgah, pesawat yang mereka tumpangi akhirnya tiba di Jakarta dengan selamat pada 14 Agustus 1945. Meski Radjiman sebagai pimpinan BPUPKI dianggap telah selesai, namun dokter sepuh itu harus melibatkan diri dalam Panita Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).


Dari sejarah itu diatas, kita tahu bahwa arsitek negara kesatuan republik Indonesia adalah Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat. Sementara anggota BPUPKI dan PPKI adalah pedukungnya. Maklum Radjiman adalah anggota Dewan Pertimbangan Pusat yang dipercaya Jepang. Siapa Radjiman Wedyodiningrat?  Dia merupakan tokoh Boedi Oetomo. Pengaruh Radjiman sangat besar dikalangan aktivisi aktivis pergerakan nasional seangkatan Sukarno-Hatta.   Untuk memahami ini kita harus tahu latar belakang pemikiran ketika itu. Munculnya kelompok pergerakan di masa kolonial  berasal dari dua pemikiran, yaitu Islam dan Humanis.  Dua hal yang sebetulnya berangkat dari tempat yang sama dan tujuan yang sama. Karena tidak ada agama yang menolak humanisme. Humanisme jelas tidak mungkin menolak agama. 


Kaum humanis adalah person yang taat beragama. Hanya terjadi perbedaan pada aksiologi atau hakikat nilai-nilai. Humanis cenderung kepada esensi akal saja. Sementara agama esensinya adalah Tauhid atau Tuhan. Contoh sederhana.  Kaum humanis punya standar etika yang sama bagi siapa saja dan dimana saja. Namun standar moral berbeda. Sesuai tempat dan budaya. Sementara Agama, standarnya adalah akhlak atas dasar keimanan kepada Tuhan. Orang berbuat baik bukan hanya kepada mereka yang baik tetapi juga kepada yang jahat. Walau keduanya berbeda. Namun tak bisa dipungkiri bahwa bangkitnya pemikiran islam dalam politik terpengaruh dari kelompok humanis. 


Mengapa? kelebihan humanis adalah penghormatan terhadap sains untuk mengenal lebih jauh tentang nilai nilai manusia yang berhubungan dengan jiwa dan raga. Bagi umat islam, keberadaan kaum humanis itu menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat keimanan. Itu sebabnya banyak tokoh Islam kala itu yang bergabung dengan komunisme. Nah kaum humanis ini pemikiranya berkembang dan mampu mempengaruhi gerakan kaum terpelajar berkat adanya pemikiran Freemason. Itu bukan hanya di Indonesia, Perubahan politik Restorasi Meiji terjadi pada tahun 1866 di Jepang dan jatuhnya dinasti Qin di China,  berkat pemikiran Freemason. Revolusi Bolshevik di Rusia adalah kosepsi Freemason. Revolusi kebudayaan China adalah kemenangan cara berpikir Freemason.  Karena itu China bisa masuk reformasi ekonomi dengan sistem terbuka sesuai pemikiran ekonom Yahudi, Milton Friedman. 


Apa itu Freemason? adalah sebuah perkumpulan yang terdiri dari para pria yang memiliki visi dan misi sama, yakni menjunjung tinggi prinsip humanisme universal. Setiap insan Mason Bebas mengemban tugas, di mana pun dia berada dan bekerja, untuk memajukan segala sesuatu yang mempersatukan dan menghapus pemisah antarmanusia. Prinsip Freemasonry adalah Liberty, Equality, and Fraternity. (Lihat, A New Encyclopedia of Freemasonry, (New York: Wing Books, 1996). Caranya? mereka memilih jalan sekuler atau pemisahan politik dari agama. Freemason ini dimotori oleh kaum Yahudi. Freemasonry modern biasanya dianggap dimulai pada 1717, saat peletakan batu pertama Grand Lodge di Inggris. Tapi, dalam banyak hal, Freemasonry dekat dengan Skotlandia. 


Sejak awal berdiri, Freemasonry telah merambah ke berbagai dunia. Di AS, misalnya, sejak didirikan pada 1733, Freemason segera menyebar luas ke negara itu, sehingga orang-orang seperti George Washington, Thomas Jefferson, John Hancock, Benjamin Franklin menjadi anggotanya. Pertama kali jaringan Freemason masuk  di Batavia pada tahun 1762. Untuk memahami keberadaan jaringan Freemason di Indonesia, Anda bisa baca buku “Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917. Munculnya gerakan kebangkitan nasional atau Boedi Oetomo itu karena pemikiran Freemason. Silahkan baca buku “ The Freemason in Boedi Oetomo”  yang ditulis oleh CG van Wering. Siapa saja mereka yang menjadi anggota gerakan silahkan baca buku “Jaringan Yahudi International di Nusantara” karya Artawijaya.


Radjiman Wedyodiningrat merupakan tokoh Boedi Oetomo.  Pengaruh Radjiman sangat besar dikalangan aktivisi aktivis pergerakan nasional seangkatan Sukarno-Hatta. Ia dianggap sesepuh. Belakangan Radjiman resmi masuk sebagai anggota Freemason pada tahun 1913. Ia menulis sebuah artikel berjudul Een Bro derketen der Volken (Persaudaraan Rakyat). Lahirnya Pancasila sesuai mukadimah UUD 45 yang tidak sesuai dengan Piagam Jakarta, itu adalah bukti bahwa sidang BPUPKI dikuasai oleh Freemason, yang tak ingin istilah syariat islam pada sila pertama.


Misi Freemason mengubah negara islam menjadi sekular, itu juga dilakukan secara gigih di Turki era Khilafah usmani. Dalam suratnya kepada seorang petinggi Turki Usmani, Mustafa Rasid Pasya, August Comte menulis, Sekali Usmaniyah mengganti keimanan mereka terhadap Tuhan dengan humanisme, maka tujuan di atas akan cepat dapat tercapai. Comte yang dikenal sebagai penggagas aliran positivisme juga mendesak agar Islam diganti dengan positivisme. Kalahnya Turki dalam perang dunia pertama, dimanfaatkan oleh kaum muda yang dibina oleh Freemason untuk menumbangkan khalifah dan Turki berubah menjadi sekular. Mustafa Kemal Attatürk yang tampil memimpin Turki adalah anggota Freemason. Di Indonesia kalau ingin tahu siap saja anggota Freemason, dapat baca buku “Fakta dan Data Yahudi di Indonesia Era Repormasi” 


Puncak kemenangan pemikiran Freemason adalah lahirnya IT yang memungkinkan terbentuknya sosial media. Masyarakat dunia sudah terhubung satu sama lain dalam semangat equality. Pemikiran dalam prinsip kebebasan, telah membuat batasan politik , bangsa, etnis , budaya, agama,  jebol sudah. Pasar uang yang bebas lintas benua diperdagangkan, adalah penghormatan yang diperjuangkan oleh para mason yang ingin dunai dipersatukan tampa ada perbedaan dengan semangat universal, Liberty, Equality, and Fraternity.


Kesimpulan : Pancasila itu adalah pemikiran yang berbasis kepada filsafat yang tidak bertentangan dengan agama namun diaplikasikan dengan prinsip aksiologi. Bertumpu kepada akal. Makanya disebut paham sekular sebagaimana yang diperjuangkan oleh Freemason dari sebuah gerakan kaum Yahudi ( "The Regius Manuscript". Publikasi oleh masonicsites.org.).

Saturday, February 20, 2021

Indonesia dibawah hegemoni AS

 


Saya ingin menyampaikan pandangan realistis tentang kemerdekaan Indonesia dan kehebatan Soekarno dalam diplomasi international. Saya akan membahas dari aspek hukum saja. Tidak melebar kemana mana. Proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak punya legitimasi secara hukum international. Menurut sejarah, Soekarno sebetulnya enggan membacakan teks proklamasi kemerdekaan. Karena secara official Jepang pihak yang kalah perang sudah berkomitmen menyerahkan Indonesia kepada pihak sekutu, pemenang perang dunia kedua. Sehingga proklamasi itu dilakukan secara sembunyi sembunyi tampa izin dari Jepang.


Dan lagi secara hukum,  Proklamasi tidak mewakili komitmen dari kerajaan yang eksis dan diakui Belanda serta masyarakat international saat itu. Kerajaan yang ada di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Ternate, Jawa, tidak pernah mengeluarkan statement mereka bergabung dalam Republik Indonesia. Proklamasi itu hanya datang dari pejuang bawah tanah saja, yang tampil kepermukaan secara ragu ragu.  Makanya ketika sekutu bersama Belanda masuk ke Indonesia, mereka hanya melaksanakan aksi polisional. Menegak hukum di Indonesia. 


“ Kalau mau merdeka, ya silahkan. Tapi lakukan dengan benar sesuai konstitusi” Kira kira begitu sikap Belanda ketika melakukan aksi militer pertama. Para pemimpin juga merasa itu hak sekutu, dan lagi mereka belum dapat mandat dari kerajaan yang eksis untuk bergabung. Namun pemimpin kita punya kekuatan sedikit secara hukum. Apa itu? Dilansir dari buku A History of Modern Indonesia Since c. 1300 (2008) karya MC Ricklefs, Jepang menetapkan status quo di Indonesia. Artinya Jepang ketika menyerahkan Indonesia ke sekutu tidak mengakui hak kerajaan dan juga hak republikan. Nah eksistensi pejuang kemerdekaan diakui. 


Atas dasar itu akhir Agustus 1946 pemerintah Inggris selaku wakil resmi sekutu, mengirim Lord Killearn ke Indonesia dalam misi menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Tanggal 7 Oktober 1946 di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta, dibuka perundingan antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini akhirnga menghasilkan persetujuan gencatan senjata pada 14 Oktober. Kemudian dilanjutkan dengan Perundingan Linggarjati yang terjadi pada 11 November 1946.


Perjanjian Linggarjati yang ditandatangani pada 25 Maret 1947 tersebut menghasilkan beberapa poin dan pasal, yaitu: Belanda mengakui wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura. Ini bukan pengakuan yuridis tetapi hanya defacto. Secara yuridis harus dibuktikan bergabungnya kerajaan kedalam republik. Meski sudah ditandatangani, empat bulan setelah itu tepatnya 20 Juli 1947, Belanda menyatakan tidak terikat lagi dengan perjanjian Linggarjati. Apa pasal? saya rasa itu karena Indonesia tidak bisa delivery bukti bergabungnya kerajaan kedalam republik. Belanda itu patuh hukum.  Belanda melakukan aksi militer 1 atas dasar hukum. Perang lagi.


Saat konflik antara TNI dan Sekutu terjadi. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) berusaha menengahi. Negara yang terlibat menengahi tergabung dalam Good Offices Committee (GOC) atau Komisi Tiga Negara (KTN). Indonesia menunjuk Australia. Belanda menunjuk Belgia, dan Amerika Serikat ditunjuk berdasarkan keinginan Indonesia dan Belanda. Amerika Serikat mempertemukan Indonesia di kapal perang Renville. Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Amir Sjarifuddin sementara Belanda diwakili Gubernur Jenderal Van Mook. Dalam perjanjian Renville, wilayah Indonesia yang diakui Belanda hanya Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera. Belanda tetap sebagai penguasa dalam sistem federal  atau Republik Indonesia Serikat.


Perjanjian  Renville secara hukum berkekuatan tetap. Karena diadakan oleh Dewan Keamanan PBB. Terselenggara atas inisiatif oleh kedua pihak yang berkonflik, Belanda dan Indonesia. Namun karena itu pemimpin kita kehilangan reputasi dihadapan rakyat. Kekuatan politik akar rumput menolak isi perjanjian itu. Akibatnya roda pemeritahan tidak jalan. Biang kerok yang nolak perjanjian itu adalah datang dari Partai Komunis, nasionalis dan TNI yang punya agenda mendirikan negara Kesatuan. Akibatnya Pada 18 Desember 1948 pukul 06.00, pesawat DC-3 Dakota milik Belanda menerjunkan pasukan dari udara menuju ibu kota Indonesia di Yogyakarta. Ini aksi polisional menegakan hukum. Para pemimpin ditangkap. TNI menolak menyerah dengan Belanda. TNI masuk hutan. Bagi Belanda, secara hukum TNI adalah gerombolan liar.


Kesalahan fatal Belanda adalah menangkap Pemimpin Indonesia. Padahal pemimpin tidak bersalah. Kalau sampai perjanjian Renville tidak bisa dilaksanakan, itu masalah internal politik dalam negeri. Seharusnya Belanda minta kepada pemimpin Indonesia untuk melakukan proses hukum bagi yang membangkang. Keberadaan pemimpin diakui dunia legitimasinya. Akibat ditangkapnya para pemimpin itu menimbulkan kecaman masyarakat intertional. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 4 Januari 1949 memerintahkan Belanda dan Indonesia menyelesaikan ke meja perundingan di bawah pengawasan United Nations Commission for Indonesia (UNCI) pada 17 April 1949. Delegasi Indonesia diketuai Mohammad Roem. Sementara Belanda diwakili Herman van Roijen (Royen).


Benarlah, dalam perjanjian Roem Royen lebih mengikuti kehendak PBB yaitu kembali kepada hukum. Bahwa memerintahkan "pengikut RI yang bersenjata" untuk menghentikan perang gerilya. Bekerja sama dalam mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan. Turut serta dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag dengan maksud untuk mempercepat "penyerahan" kedaulatan yang sungguh lengkap kepada Negara Indonesia Serikat dengan tidak bersyarat. Soekarno dan Hatta dibebaskan dari penjara.


Konferesi Meja Bundar (KMB) benar benar konferensi secara menyeluruh untuk menyelesaikan masalah legitimasi Indonesia. Dari Indonesia ada dua front. Yaitu front Mohammad Hatta menjadi ketua delegasi Negara Republik Indonesia (NRI) yang berpusat di Yogyakarta. Front Sultan Hamid II mewakili DIKE (Daerah Istimewa Kalimantan Barat) dan anggota BFO lainnya diakui sebagai bagian Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) yang berbentuk federal. Artinya dapat dipahami bahwa legitimasi Indonesia itu sebagai negara diakui dunia ada dua, yaitu front NKRI dan Front Federal. Nah mari kita lihat apa kesepakatan KMB yang diakui dunia NKRI atau RIS? 


Pertama, Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat pada akhir Desember 1949. Secara hukum, yang diakui adalah RIS. Bukan NKRI. Gimana pelaksanaannya? Belanda tetap eksis. Itu tertuang dalam  kesepakatan berikutnya. Dibentuk Uni Indonesia-Belanda. Dalam uni itu, Indonesia dan Belanda akan bekerja sama. Kedudukan Indonesia dan Belanda sederajat. Pengakuan kedaulatan ini tidak gratis. Indonesia harus mengembalikan semua milik Belanda dan memabayar utang-utang Hindia Belanda sebelum tahun 1949. Masalah Irian Barat akan dibahas satu tahun kemudian. Acara penyerahan kedaulatan berlangsung pada 27 Desember 1949. Penandatanganan naskah penyerahan kedaulatan berlangsung di dua kota yakni Amsterdam dan Jakarta.


Yang jadi masalah perjanjian KMB itu tetap saja sulit bisa dilaksanakan. Terutama soal-soal yang menyangkut keuangan dan ekonomi, dimana dalam pasal- pasal Perjanjian KMB tersebut memberikan hak-hak istimewa yang menyangkut kepentingan-kepentingan ekonomi Belanda di Indonesia. Kemudian soal yang menyangkut hubungan Uni Indonesia Belanda yang diangkat oleh rakyat Indonesia sebagai sisa penjajahan Belanda. Lagi lagi yang terus teriak adalah kalangan PKI dan islam. Soekarno melobi AS untuk membantu Indonesia membatalkan isi perjajian KMB. AS tertarik membantu Indonesia karena punya kepentingan bisnis mengelola SDA Indonesia, terutama Papua. Sementara Belanda belum juga mau menyerahkan Papua ke Indonesia. Padahal dalam Perjanjian kMB, setahun setelah ditandatangani, Papua harus diserahkan.


Jadi caranya bagaimana agar Indonesia bisa lepas dari isi kesepakatan KMB? Ya indonesia harus mengadakan Pemilu. Tahun 1955 Pemilu dan diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia. Front NKRI dan Front Federal bertarung untuk menentukan siapa yang berhak membuat UUD. Namun apa daya. Dalam Pemilu itu tidak ada yang bisa menang mutlak. Sidang membuat UUD bertele tele. Sehingga melalui Undang- undang No.13 tahun 1956 Indonesia secara sepihak membatalkan seluruh perjanjian KMB. Belanda melakukan protes, dan memandang bahwa dengan tindakan pembatalan itu, Indonesia telah melanggar perjanjian Internasional. Dan lagi KMB dibubarkan lewat UUD yang tidak dari hasil PEMILU. Tapi Belanda engga berani menyerang Indonesia secara militer. Karena Indonesia dilindungi oleh AS. Janji Soekarno akan memberikan hak kepada AS untuk mengelola SDA Indonesia  tidak kunjung dilaksanakan. Tahun 1958, AS berusaha menjatuhkan Soekarno dengan membantu Sumatera, Sulawesi memisahkan diri lewat PRRI/PERMESTA. Namun TNI terlalu kuat melindungi Soekarno. Pemberontakan itu gagal.  Lembaga hasil Pemilu yang dibentuk khusus ( konstituate) merancang UUD  dibubarkan oleh Soekarno pada 5 juli 1959.


Setelah PRRI itu Soekarno berlunak hati kepada AS asalkan AS mau membantu Indonesia merebut Papua dari Belanda. AS setuju. Benarlah, pada 1 Mei 1963, Papua direbut Indonesia dari Belanda lewat operasi Mandala dibawah pimpinan Soeharto. Itu semua terjadi karena dukungan AS, baik secara militer maupun secara diplomasi international. Namun lagi lagi Soekarno inkar janji memberikan konsesi kepada AS. Sampai akhirnya tahun 1965 Soekarno dijatuhkan oleh TNI yang didukung oleh CIA. Soeharto naik berkat dukungan AS. Soeharto memenuhi janjinya memberikan konsesi kepada AS untuk mengolah SDA termasuk Papua. Apa artinya? Sejarah membuktikan bahwa Legitimasi kemerdekaan Indonesia dalam bentuk NKRI berkat dukungan AS. Jadi wajar saja bila sekarang Indonesia dikepung oleh 13 pangkalan militer AS yang berada  di Pulau Christmas, Pulau Cocos, Darwin, Guam, Filipina, Malaysia, Singapore, Vietnam, Kepulauan Andaman dan Nicobar. 


Kesimpulan : Sulit bagi Indonesia untuk keluar dari pengaruh dan hegemoni AS. Karena bagi AS, Indonesia adalah assetnya. LPI yang merupakan pengelola aset negara di dukung oleh AS dan sekutunya. UU Cipta Kerja, juga pengaruh dari AS.  Rupiah kita stabil karena dukungan Repo Line the Fed. Global bond di dukung AS. Capres tahun 2024 harus dapat restu AS.  Mau gimana lagi? Hanya rakyat yang bisa lawan. Pilihlah presiden yang pro rakyat. 


Sunday, February 7, 2021

Parpol tak sepi dari badai konflik dan kudeta.

 


Pada Munas Golkar sebelum Pemilu 1999, barisan TNI berusaha merebut Golkar paska kejatuhan Soeharto. Tetapi Jk bersama kekuatan HMI yang dikomandani Akbar Tanjung menyusup ke dalam munas Golkar. Dengan wajah tak berdosa Akbar Tanjung tersenyum mendengar setiap suara memilih dia sebagai ketua umum Golkar. Saat itu Eddy Sudrajad sang Jenderal tersentak dari tempat duduknya melihat Akbar berdiri dari tempat duduknya dengan kedua tangan melambai kepada para hadirin yang telah memilihnya. Eddy Sudrajad sadar, Golkar sudah dikudeta oleh HMI, sang anak manja yang dibina puluhan tahun TNI membesarkan Golkar.


Politik tidak mengenal istilah balas budi atau dendam. Yang balas budi bisa berubah jadi  racun. Yang didendami bisa berubah jadi madu. Karena itu Akbar bisa dengan mudah menyingkirkan Habibie lewat penolakan pertanggungan jawabnya di depan DPR. Habibie sadar bahwa dia sudah dikudeta oleh Akbar Tanjung, anak asuhnya sendiri.  Gus Dur jadi presiden. Namun kekuatan TNI berhasil mengkudeta PKB dengan mengusung ponakanya sebagai Ketua Umum. Padahal PKB itu didirikan oleh Gus Dur dan besar karena Gus Dur. Tapi apa mau dikata, ponakan kesayangannya sendiri yang mendepaknya.


Lutfi Hasaan ketua umum PKS, tidak pernah menyangka. Intrik teman temannya menjebak dia dalam kasus memalukan. Dia masuk bui. Tersingkir dari PKS. Setelah itu barisan barisan Anis Matta bersama Fahri Hamzah menggusur semua aktifisi IM dalam PKS. Kekuatan Darul islam dikomandani ustad Hilmi tampil memimpin PKS. Dan itu sukse berkat keteribatan SBY dibalik layar. Belakangan Anis Matta juga digusur oleh kekuatan muda PKS yang nasionalis religius. Itu berkat dukungan TNI. Menempatkan Tifikul Sembiring di dewan Syuro.  PPP juga dikudeta barisan muda yang bosan dengan jaringan patron gaek. Itupun sukses karena keterlibatan TNI dibelakangnya.


***

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendadak menggelar konferensi pers di Taman Politik Wisma Proklamasi, Jakarta, Senin (1/2/2021) siang. AHY membawa kabar mengejutkan: ada sekelompok orang sedang berupaya mengudetanya sebagai pimpinan partai, termasuk orang luar yang berstatus orang dalam Istana. Mereka mencoba membeli dukungan para pimpinan dan kader PD dengan harga tinggi sebagai syarat melancarkan upaya lanjutan, yaitu Kongres Luar Biasa (KLB).


Saya membaca berita tersebut sangat merasakan suasana hati Agus Harimurti. Betapa tidak? dia sangat paham bahwa kekuasaan bisa melakukan rekayasa mengambil alih kemimpinan partai. Peristiwa 27 Juli 1996, kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) diambil alih paksa lewat pertumpahan darah.  Ketua Umum PDI hasil kongres Medan Soerjadi dan beberapa prajurit Tentara Nasional Indonesia menyerbu dan menguasai Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58, Jakarta. Tujuannya menendang Megawati hasil kongres Surabaya.


Dalam sebuah laporan akhir yang diperoleh Tempo. Laporan itu menyebut pertemuan tanggal 24 Juli 1996 di Kodam Jaya dipimpin oleh Kepala Staf Komando Daerah Militer Jaya Brigadir Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono. Rapat dihadiri juga Brigjen Zacky Anwar Makarim, Kolonel Haryanto, Kolonel Joko Santoso, dan Alex Widya Siregar. Dalam rapat itu, disebutkan bahwa SBY memutuskan penyerbuan atau pengambilalihan kantor DPP PDI oleh Kodam Jaya.


Sebegitu besarnya penguasa dan militer ingin mengkudeta PDIP, apakah Megawati tersingkir? Tidak. Mengapa ? Walau pemerintah melegitimasi Partai namun secara de fakto keberadaan partai itu berkat loyalitas kader dan anggota. Mereka terikat karena idiologi dan nilai kepemimpinan Partai. AHY tidak perlu kawatir dengan prasangka buruk bahwa pemerintah akan kudeta Partai lewat KLB. Ingat dan belajarlah dari kepemimpinan Megawati. PDIP berkali menghadapi serangan penguasa agar Megawati tersingkir. Namun Megawati tetap eksis dan tak pernah mengeluh seperti ABG yang baper. Megawati tetap focus konsolidasi kedalam dan karena itu dia semakin matang, PDIP semakin solid.


Semua tahu. Partai itu renta dikudeta oleh kader dan anggota. Terutama bila mereka merasa diperlakukan tidak adil oleh elite partai. Dalam sistem demokrasi itu sah saja. Karenanya AHY harus bijak. Hadapi persoalan partai itu dengan focus kepada proses konsolidasi internal. Perkuat rasa persaudaran diantara kader. Tegakkan keadilan, demokrasi,  dalam sistem kepemimpinan Partai. Saya yakin, apapun persoalan yang melanda PD, akan membuat anda semakin matang sebagai politisi dan PD semakin solid.


***

Pemerintah tidak mungkin kudeta. UU melarang pemerintah intervensi masalah internal partai. Tapi secara politik bisa saja terjadi, yaitu JKW bermain halus menggunakan Muldoko. Masalah issue kudeta itu, harusnya disikapi tenang dan kalau bisa dirahasiakan oleh PD. Itu penting untuk menjaga soliditas partai. Harusya lagi, kalau ada informasi kader atau fungsionaris atau pendiri partai mau kudeta lewat KLB, jadikan itu sebagai cara untuk konsolidasi internal.  AHY langsung bersikap sebagai pemimpin. Turun langsug ke daerah. Amankan DPD/DPC. Beri mereka keyakinan. Bahwa dia punya strategi hebat membesarkan kembali PD.


Tetapi dengan terbukanya issue ini di depan umum lewat jumpa pers, itu benar benar fatal mistake. Apalagi dikaitkan dengan sosok nama seperti Muldoko Jenderal bintang 4. Itu sama saja memberi  panggung kepada Muldoko untuk jadi aktor. Muldoko tinggal cari penabuh gendang. Rame dah orang joget bareng. Artinya issue kudeta itu, membuka mata kader PD diseluruh Indonesia, bahwa mereka punya calon pimpinan alternatif yang lebih keren, yaitu Muldoko. Tanpa Muldoko kerja capek, PD akan dilahap oleh konflik internal. 2/3 DPD memaksa adakan Kongres Luar Biasa, itu membuka peluang pemerintah ikut campur.


Apakah mungkin bisa terjadi ? Bisa saja. Apalagi saat sekarang PD krisis kepemimpinan. Dengan posisi sebagai oposisi, pastilah para kader kehilangan sumber daya keuangan.  Belum lagi rumor di burunya aliran dana FPI oleh PPATK, itu juga masalah serius bagi kader partai. Membuat kader lesu dan kehilangan harapan untuk berjaya pada pemilu 2024. 


Nah tampilnya Muldoko adalah angin segar bagi kader yang berharap 2024 PD bangkit lagi. Kan capek kalau mereka harus oposisi terus. Bukan tidak mungkin bila Muldoko juga ingin ikut kontestan pada Pemilu 2024 dan dia butuh kendaraan ( partai).  PD punya suara lumayan di DPR. Koalisi dengan dua partai, bisa maju Pilpres. Peluang Muldoko besar. Apalagi Muldoko ring1 presiden dan bintang 4 TNI. Manuver politiknya lebih aman dan menjanjikan.


Kepada AHY agar lebih focus kepada konsolidasi partai daripada ribut. Karena namanya partai itu pasti mudah di kudeta kalau kepemimpinan lemah. Nah ilmu yang paling berharga itu kan pengalaman.  AHY belajarlah dari sosok Megawati. Ada putri Soekarno lain yang mendirikan partai, toh gagal. Artinya nama besar orang tua tidak 100% menjamin kader loyal. Pada akhirnya yang menentukan adalah kepemimpinan. AHY harus lepas dari bayang bayang SBY. Jadilah diri sendiri yang kuat dan dicintai kader. Mengapa ?


Partai kalau sudah melibatkan sumber daya besar, uang besar maka pastilah tidak sepi dari intrik. Intrik antar stakeholder. Intrik dengan pesaing. Setiap hari sebagai pimpinan, adalah hari hari seperti berada dalam roll coaster.  Jebakan demi jebakan harus anda lalui. Jadi jangan dibilang ukuran kebahagiaan dengan harta dan kekuasaan. Pastilah tidak ada. Kebahagiaan barang sejenak ketika anda bisa lolos dari jebakan. Hanya orang yang bermental petarung sebagai pemimpin yang bisa survival. Ia kuat dan pasti tidak terdengar mengeluh. 


Sunday, January 31, 2021

Nadhlatul Ulama, tim arsitek Republik Indonesia



K.H. Hasjim Asy'ari  adalah pribadi yang unik dan haus akan ilmu pengetahuan. Ini jadi dasar mengapa dia berpikir terbuka namun tidak kehilangan prinsip keulamaannya. Pada waktu berangkat ke Makkah dia belajar ilmu hadith Bukhari dari Syaikh Mafudz dari Termas ( Pacitan) seorang ulama asal Indonesia, yang dikenal sebagai ppewaris terakhir pertalian penerima (isnad) hadis dari 23 generasi penerima Sahih Bukhori muslim. Jadi memang ilmunya orisinil sekali. Tetapi apakah dia puas. Tidak.  K.H. Hasjim Asy'ari  juga belajar tassawuf (sufi) dengan mendalami Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah. Kematangan tasaufnya tidak perlu diragukan.


Pemahaman yang luas soal Hadith dan tasauf tidak menghalangi  K.H. Hasjim Asy'ari  untuk belajar ilmu falak,  matematika (ilmu hisab) dan Aljabar. Dia juga mendalami pemahaman agama melalui prinsip rasionalitas Muhammad Abduh. Kitab Tafsir Al-manar dilahapnya. Gurunya yang membimbing ini semua adalah Syaikh Ahmad Katib, ulama asal Minangkabau yang bermahzab Safie. Dia juga terlibat diskusi cerdas dengan teman sekampusnya, Kh Ahmad Dahlan ( Darwis) dan Karim Amrullah ( ayah Hamkan). Kh Hasyim Ashari juga berguru dengan Syaikh Nawawi al-Bantani, ulama besar asal Banten yang ada di Makkah.


Luasnya pengetahuannya, membuat K.H. Hasjim Asy'ari tidak terjebak pada satu mahzah. Beliau memilih prinsip Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah,  adalah "ulama dalam bidang tafsir Al-Qur'an, sunnah Rasul, dan fiqh yang tunduk pada tradisi Rasul dan Khulafaur Rasyidin." Dia berpendapat bahwa sampai sekarang ulama tersebut termasuk "mereka yang mengikuti mazhab Maliki, Hanafi, Syafi'i, dan Hambali." Doktrin ini diterapkan dalam NU yang menyatakan sebagai pengikut, penjaga dan penyebar faham Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah. Jadi NU tidak mungkin bertikai dengan mereka yang menganut selain mahzab  Syafi’i


Setelah pulang dari Makkah, tiga orang ini tetap menjalin persahabatan. Mereka sepakat menebarkan pemahaman pembaharuan islam dari Muhammad Abduh. Secara pribadi, K.H. Hasjim Asy'ari sangat setuju dengan modernitas pemikiran Muhammad Abduh, namun karena pemahamanya yang luas akan Hadith dan tasauf, dia memilih jalan berbeda yang ditempuh oleh KH Ahmad Dahlan dan Karim Amrullah dalam berjuang. K.H. Hasjim Asy'ari  lebih focus kepada memberikan pemahaman mendasar tentang hadith dan fiqih sebagai dasar berpikir semua hal.


Gerakan yang muncul 1908 dikenal dengan Kebangkitan Nasional. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana--setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain, sebagai jawabannya, muncullah berbagai organisai pendidikan dan pembebasan. 18 november 2012 Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah yang berfokus dalam gerakan sosial sebagai manifestasi Surat Al Maun. Gerakan amal shaleh, seperti mendirikan Panti Asuhan Yatim Piatu dan pusat pendidikan. Saat peresmian Muhammadiyah Kh Hasyim Ashari dan Karim Amrullah datang ke Yogya. 


Empat tahun setelah itu atau tahun 2016, Kh Hasyim Ashary mendirikan Nahdlatut Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916. Organisasi pergerakan melawan kolonialisme. Kemudian tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri.  Selanjutnya didirikanlah Nahdlatut Tujjar, (Pergerakan Kaum Sudagar) yang dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagi kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota.


Ketika Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab wahabi di Mekah, serta hendak menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam maupun pra-Islam, yang selama ini banyak diziarahi karena dianggap bi'dah. Gagasan kaum wahabi tersebut mendapat sambutan hangat dari kaum modernis di Indonesia, baik kalangan Muhammadiyah di bawah pimpinan Ahmad Dahlan, maupun PSII di bahwah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto. Sebaliknya, kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan bermadzhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut.


Sikapnya yang berbeda, kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta 1925, akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu'tamar 'Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekah yang akan mengesahkan keputusan tersebut. Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebasan bermadzhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban, maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamai dengan Komite Hejaz, yang diketuai oleh KH. Wahab Hasbullah.


Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz, dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia, Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Hasilnya hingga saat ini di Mekah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan madzhab mereka masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermadzhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah serta peradaban sing sangat berharga.


Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kiai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang  bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy'ari sebagi Rais Akbar. Untuk menegaskan prisip dasar orgasnisai ini, maka KH. Hasyim Asy'ari merumuskan Kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam Khittah NU , yang dijadikan dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.


Untuk merancang persiapan kemerdekaan Indonesia, dibentuklah Panitia 9 BPUPKI yang terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdul Kahar Mudzakkir, Haji Agus Salim, Mr. Achmad Subardjo,  Wahid Hasjim, dan Mr. Muhammad Yamin. Dari 9 orang elite itu, tiga berasal dari tokoh pergerakan islam, yaitu Wahid Hasjim, Putra dari KH Hasyim Ashari dari NU, Abdul Kahar Mudzakkir, dari Muhammadiyah, Haji Agus Salim, dari Sarekat Islam. Hasilnya? Kita tidak mendirikan sistem khilafah atau negara islam. Tetapi kita memilih Republik.


Dari sejarah  tersebut diatas maka jelaslah bahwa NU bersama dengan Muhammadiyah dan Sarekat Islam adalah team arsitek berdirinya negeri ini berdasarkan Pancasila. Bagi Nahdlatul Ulama, Islam adalah akidah dan syariah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antarmanusia. Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya.


Selamat ulang Tahun NU ke 95


Kebersamaan.

  . Tahun 1996 saya berkunjung ke Wuhan. Saya bertemu dengan sahabat saya yang juga pejabat pemerintah. Saya mengenalnya dulu di Belanda. Wa...