Friday, June 22, 2012

Menindas


Seorang pemuda lajang memprotes Gubernur Banten lewat SMS karena mengizinkan berdirinya gereja di wilayah Pandeglang. Namun protes lewat SMS ini berujung dengan urusan Polisi. Pemuda itu dijebloskan kedalam penjara dengan dakwaan mengamcam seseorang sehingga seseorang merasa tidak nyaman. Pemuda ini diancam pidana dalam pasal 335 ayat (1) ke 1 KUHP. Ancaman hukumannya 6 tahu. Saya tidak akan membahas otoritas Gubernur memberikan izin berdirinya gereja. Ketika membaca berita itu saya sempat termenung setelah terkejut. Mengapa ? karena saya memandang demokrasi sebagai sebuah ide yang dicanangkan oleh kelompak menengah untuk melahirkan kepemimpinan yang terseleksi , dan dipilih langsung oleh rakyat. Tentu secara ideal ,pemimpin terpilih adalah ideal pula karena dipilih secara bebas lewat seni  kompetisi ala demokrasi.

Hukum pidana yang dijatuhkan kepada pemuda itu atas dasar delik aduan. Siapa yang mengadu ? ya pemimpin yang dipilih oleh rakyatnya sendiri , yang merasa terancam nyawanya oleh mereka yang memilhnya. Ironi sekali. Benarkah pemimpin itu memang terpilih ? Pertanyaan itu tak perlu dijawab karena konsep demokrasi hanya ada ditengah gelegar pemilu/pilkada. Ketika itu pagar tinggi penguasa menjadi rendah, pintu gerbang kekuasaan terbuka lebar dengan hiasan disana sini. Namun setelah usai pesta pemilu maka semua kembal menutup. Rakyat banyak tak bisa lagi melihat apa yang terjadi  didalam pagar itu, apalagi yang ada didalam benak penguasa itu. Rakyat banyak hanya bisa merasakan penguasa semakin jauh jarak seiring semakin banyaknya jalan yang rusak, rumah sekolah yang bojor atapnya, rumah sakit yang semakin pelit melayani orang miskin dan akhirnya membiarkan orang mati dalam kesakitan tak terobati.

Lantas untuk apa sebetulnya tujuan Pemilu ? Jawabnya pasti “ tidak ada tujuan kecuali merebut korsi sebagai ladang hidup senang tanpa kerja keras. Ini perampok secara sistematis dari kebodohan orang yang banyak , yang masih percaya akan hari esok, yang masih percaya akan hope dari janji para politisi yang selalu bermanis muka namun bagaikan srigala berbulu domba. Ini sudah menjadi design politik ala reformasi.  Ada ratusan partai politik yang tak pernah jelas apa bedanya dengan partai lain, tak pernah jelas apa program dan ideologinya, bahkan tak pernah jelas tanda gambarnya. Ada ratusan partisipan yang memperebutkan korsi diparlemen dan ratusan korsi Kepala Daerah Tingkat Dua dan puluhan korsi Gubernur. Semua bersaing dan bersaing. Tujuannya hanya satu : kekuasaan. Soal bagaimana kekuasaan itu didapat tidak penting. Para Penyelenggara pemilu dan pengawas nampak bingung dengan semua itu karena mereka juga tak lepas dari tekanan para partisipan. Tekan menekan, terjadi dan membuat semakin bingung dan semakin tidak jelas untuk apa Pemilu/Pilkada itu ada .

Jangan-jangan, di negerti inilah sebuah pemilu dipaksakan ada untuk sebuah symbol sebagai Negara modern tapi kampungan. Mengapa kampungan? Karena semakin lama semakin menampakan wajah dari gerombolan penipu yang membuat muak rakyat banyak. Makanya tak usah terkejut bila seorang pemuda desa yang tak terdidik baik dikampus secular berani menyampaikan kekesalannya lewat SMS .Itu hanyalah letupan dari kekesalan atas opera kampungan yang telah memakan ongkos miliaran namun tak jelas tujuannya. Terbukti pemimpin yang lahir dari opera kampungan itu memang berjiwa kampungan. Lapor ke Polisi dan menggunakan pedang hukum untuk menghunus rakyat yang seharusnya dicintai, dibina dan didengar walau pahit rasanya. Tapi sayang, memang system demokrasi tidak bisa melahirkan pemimpin seperti Ali Bin Abi Thalip yang mau mendengar rakyatnya walau dihujat dan diancam pedang didepannya. Ali tetap tersenyum tanpa membalas marah dengan pedang kekuasaanya.

Segala ulah yang memalukan oleh para politisi dan pemimpin negeri ini sebetulnya mereka sedang mempertontonkan kebobrokan demokrasi sebagai sebuah system. Rakyat semakin sadar , semakin paham bahwa mereka tak ubahnya dibodohi oleh segelintir orang yang malas dan culas. Dan karenanya lewat system demokrasi yang mengusung kebebasan berbicara dan berpendapat, rakyatpun bicara tapi hanya sebuah SMS seorang pemuda desa harus masuk penjara. Jadi kesimpulannya tak ada kebebasan seperti nilai nilai demokrasi. Itu semua umong kosong. Yang ada adalah kekuasaan yang tak boleh disinggung hatinya apalagi sampai bernada mengancam. Rakyat harus diam! Tak ubahnya dengan kekuasaan dictator , hanya bentuknya berbeda namun tujuan sama : menindas.!

Sunday, June 17, 2012

Cara China...


Dalam satu kesempatan saya pernah berdialogh dengan professor di Beijing Dia mengatakan bahwa dibalik uang ada asumsi,  maka uang adalah bagian dari asumsi. Selagi asumsi ideal terpenuhi maka uang berfungsi seperi tujuannya. Asumsi ini adalah sesuatu yang ideal namun tidak pernah yang ideal itu bersua dengan kenyataan. Jadi kalau ada orang masih percaya dengan uang maka itu orang masih hidup dalam konsep otopis. Kakinya menginjak bumi tapi pikirannya dilangit. Di China, uang disebut dengan kupon. Pemerintah meyakinkan public bahwa uang adalah omong kosong bukan hanya lewat kata kata tapi dalam segala segi.  Uang kertas china di design sangat mudah rusak. Jadi kalau orang mencoba menyimpan dirumah, dipastikan akan hancur dengan sendirinya. Kalau disimpan di bank, maka penabung akan dikenakan pajak kekayaan , juga pajak penghasilan atas bunga. Bunga tabungan/deposito di china sangat rendah. Bahkan lebih rendah dibandingkan kenaikan harga (inflasi). Artinya bank sebagai saluran mendapatkan rente uang, bukan tempat yang nyaman bahkan uang akan delusi.

Bila orang menyimpan uang dalam bentuk property seperti Rumah maka rumah yang dimiliki lebih dari satu dikenakan pajak berganda. Bagi yang belum punya rumah dibenarkan pinjam uang ke bank tapi hanya untuk satu rumah. Tidak bisa beli lebih dari satu dengan sumber dari bank. Akibatnya property sebagai sarana investasi, tidak bisa diterapkan di china. Mungkin saham adalah alternative investasi yang bagus bagi orang china. Tapi itu hanya diawalnya saja. Lama lama orang china tidak lagi percaya dengan bursa saham. Karena cara mereka berpikir sederhana. Mengapa kita hanya percaya dengan selembar kertas yang dijamin oleh neraca perusahaan. Siapa yang bisa jamin nilai neraca itu sama dengan nilai pasar saham? Buktinya ketika terjadi crisis bursa saham tahun 1998 di Shanghai, banyak orang bangkrut Pengalaman ini sangat mahal dan membuat orang kapok main dibursa. Kecuali hanya segelintir pemain yang bertindak sebagai channeling agent dari luar negeri.

Lantas bagaimana cara orang china untuk mengelola hartanya ?  Pemerintah china membuat kebijakan sederhana. Selagi harta yang didapat digunakan untuk kegiatan perdagangan, industry, manufacture , jasa maka harta itu tidak dikenakan pajak kekayaan. Hanya pajak penghasilan dikenakan, Itupun kalau ternyata orang itu mendapatkan laba dari kegiatan komersialnya. Bagaimana dengan mereka yang tidak punya kemampuan menyiapkan sarana berdagang, dan mempunyai kelebihan uang dari bekerja. Apa yang harus dilakukan? Masyarakat china memang cerdas. Mereka menggunakan sytem stokis. Apapun dijadikan stokis. Dari produksi industry, manufaktur, pertanian, pertambangan ( juga emas ) termasuk juga jasa seperti travel agent, Telp selular , kamar hotel dll masuk dalam skema stokis. Hampir semua orang china memegang warkat stokis sebagai alat investasi dan sekaligus sebagai alat tukar bertransaksi. Jadi siapapun yang pegang warkat tahu pasti bahwa setiap lembar warkat itu mewakili barang rill yang tertera didalam warkat itu.

Bagaimana mekanismenya ? sederhana saja. DIsetiap kota dan distrik tersedia gudang ( hall mark ). Gudang ini dikelola oleh Perusahaan yang mendapatkan izin dari Negara. Setiap orang bisa datang kegudang dan ada sederet pengawas dan lembaga yang menjamin keamanan stok itu.Setiap produsen yang menempatkan barang digudang harus berdasarkan harga pokok penjualan dan mereka akan mendapatkan tanda terima (warkat ). Warkat ini dapat diuangkan kapan saja atau ditukarkan ( barter ) dalam bentuk apa saja, seperti bahan baku dll melalui agent yang ditunjuk. Agent ini akan mem pool ( mengumpulkan ) warkat itu dan kemudian memecahnya dalam bentuk pecahan kecil kecil. Warkat ini dijual kepada public melalui asosiasi. Biasanya kepada anggota asosiasi yang terkait dengan barang tersebut. Ketika barang itu dijual dan ternyata ada laba maka laba itu bagi antara produsen dan pemegang warkat. Mekanisme ini dikelola dengan system IT yang canggih ( clearing house, exchange , Data Center, Settlement, Delivery dll ) yang melibat ratusan ribu produsen dan jutaan komunitas, serta terhubung dengan pasar international maupun domestic.

Apa yang terjadi akibat system tersebut diatas ? likuiditas industry dan petani  sangat tinggi, tentu pula akan mendongkrat produksi. Ketika supply tinggi mereka berlindung dibalik system stokis dari jatuhnya harga dan melepasnya ketika demand tinggi untuk mendapatkan harga layak. Para petani tidak dimakan oleh tengkulak. Para industriawan tidak dimakan oleh leasing company  atau anjak piutang yang memeras, para pengelola jasa pariwisata  terselematkan dari kelangkaan likuiditas ketika tidak musim liburan. Dan yang lebih penting lagi, masyarakat yang masuk dalam kelompok pekerja tetap bisa berdagang lewat system ( membeli warkat)  yang solid ini dan mereka mendapatkan yield sebagai tambahan dari penghasilan tetap mereka. Dan ini akan terus bergerak tanpa henti karena bila berhenti  ( alhkan dana ke bank )  maka kerugian yang pasti. Melewati mekanisme ini , memang ada resiko tapi kemungkinan untung juga besar. 
Tanpa disadari orang china berserta seluruh dunia usahanya telah melakukan mudharabah berjamaah berskala massive….Bagaimana dengan kita ?

Sunday, June 10, 2012

Emas dan Perang dunia

Rabu 26 Agustus 1896, sekelompok teroris Armenia menyerbu Bank Usmani di Galata. Kelompok lainnya juga memaksa masuk ke Sublime Porte. Teroris Dashnak yang masih hidup di Bank Usmani menegosiasikan pelarian mereka yang aman dari kota setelah memperingatkan seisi dunia tentang perjuangan mereka untuk kemerdekaan Negara Armenia dari jajahan Usmani. Peristiwa ini adalah titik awal proses kejatuhan Dinasti Usmani. Walau berkali kali diserang dari segala penjuru, Dinasti Usmani tak terkalahkan dan Istanbul tetap menjadi benteng yang kuat untuk ditembus. Namun peristiwa perampokan bank Usmani yang gagal ini, menimbulkan rumor yang meluas diseluruh dunia bahwa cadangan emas Usmani tidak sesuai dengan kenyataan.. Publik tidak lagi mempercayai mata uang Khilafah. Para tentara yang dibayar mulai meragukan uang yang mereka terima.

Karena berabad berabad sebelumnya memang wabah korupsi dinasti usmani sudah jadi wabah disemua elite poltik. Pada paruh kedua abad ke-16, terjadi krisis moneter saat emas dan perak diusung ke Eropa lewat kolonial Spanyol. Akibatnya mata uang khilafah saat itu terpuruk; infasi hebat. Mata uang Baroh diluncurkan khilafah tahun 1620 tetap gagal mengatasi inflasi. Lalu keluarlah mata uang Qisry di abad ke-17.Inilah yang membuat pasukan Utsmaniah di Yaman memberontak pada paruh kedua abad ke-16. Akibat adanya korupsi negara harus menanggung utang 300 juta lira kepada Rusia. Berita rumor dari teroris Armenia yang lolos terus bergulir bagaikan bola salju. Sesuatu yang selama ini dibungkus begitu rapi oleh elite dinasti kini mulai menjadi pembicaraan disemua wilayah kekuasan Usmani. Hal ini mendorong kelompok muda bangkit untuk melakukan reformasi untuk menjatuhkan sultan Abdul Hamid.

Keadaan ini mendorong para tetangga kekaisaran yang selama ini menaruh dendam bergegas mengambil keuntungan dari kekacauan ini. Pada 6 oktober 1908, Austria merebut Bosnia- Herzegovina dan Bulgaria dan menyatakan mereka sebagai Negara merdeka. Selanjutnya Yunani mengumumkan pendudukan Kreta. Semua itu terjadi dengan cepat tanpa ada perlawanan dari pasukan Usmani diwilayah itu. Karena para tentara memilih pulang karena tida percaya dengan mata uang yang dikeluarkan sultan. Keadaan ini dibaca oleh Tsar yang tahu pasti bahwa sebagian besar para elite dinastie Usmani melarikan emas keluar dan sebagian besar disimpan di Eropa ( Negara taklukan usmani). Itulah sebabnya Tsar menarik persekutuan dengan Kekuatan Tengah- Jerman dan sekutunya dan akhirnya membentuk Perjanjian Segitiga dengan ingris dan Prancis. Tujuannya adalah merebut wilayah taklukan usmani untuk menguasai Emas. 

Dua group  berhadapan untuk tujuan sama yaitu merebut emas dan memicu terjadinya perang dunia pertama. Dimana Usmani bergabung dengan Jerman sesuai perjanjian persekutuan yang ditanda tangani 2 agustus 1914 dan tiga bulan setelah perjanjian itu usmani bergabung dalam perang dunia pertama. Selama perang dunia pertama, pasukan Usmani terlibat dalam beberapa medan peperangan: Kaukaus, Anatolia Timur, Teluk Persia, Suriah dan Palestina, Trakia, dan Dardanella. Pada saat itu pasukan Usmani bersama Jerman berhasil mendorong keluar pasukan sekutu Barat dan Rusia, dengan korban lebih dari 100,000 pasukan dikedua belah pihak. Namun itu tidak berlangsung lama setelah Sultan Mehmet V Resat meninggal dunia pada 2 juli 1918 dan digantikan oleh Mehmet VI Vahideddin. Pada saat itu pasukan usmani sudah mulai menurun kekuatannya dengan mengalami kekalahan di Irak dan Suriah.

Puncaknya ketika Mustafa Kemal Pasha memimpin  pasukan Ketujuh, Damaskus jatuh ketangan inggris pada 1 Oktober 1918. Pada hari berikutnya Francis merebut Beirut setelah pasukan Usmani mundur guna membangun pertahanan di Anatolia. Saat itulah Kemal meminta agar Sultan mengambil inisiatif melakukan perdamaian. Namun sebetulnya taktik dari Kemal untuk menjatuhkan Sultan dan membentuk pemerintah baru. Pada 31 oktober 1918 gencatan senjata ditanda tangani di Mudros dengan ketentuan bahwa pasukan Usmani harus menyerah tanpa syarat. Cerita berikutnya Turki menjadi Negara secular. Dinasti usmani yang telah berusia lebih dari 400 tahun tumbang. Namun , ini tidak selesai begitu saja. Jerman sekutu Usmani tetap dengan agenda untuk merebut emas dibekas wilayah taklukan Usmani. Perang dunia kedua terjadi.

Ketika Jerman unggul dalam putaran pertama Perang Dunia kedua, jerman menjarah semua emas yang ada diwilayah yang ditaklukannya, seperti Ukraina, Armenia, dll. Sebagian Emas yang dilarikan ke Francis oleh ex wilayah dinasti Usmani juga dijarah oleh Jerman ketika Francis jatuh. Tapi , Jerman tahu bahwa jumlah terbesar ada di Ingris. Makanya target menjatuhkan Britania Raya adalah segala galanya. Namun karena inipula AS ikut ambi bagian dalam Perang Dunia kedua dan akhirnya menyeret Rusia untuk ambil bagian bersama pasukan sekutu Barat melawan Jerman. Ketika Jerman takluk, Pasukan AS berhasil menemukan gudang emas yang disembunyikan oleh Jerman di Pertambangan Garam. AS pun mengangkut semua emas itu ke AS sebagai rampasan perang. You win you take all.  Dan setelah perang dunia kedua, AS mengimplementasikan gold standard sesuai dengan Bretton woods dan AS menjadi penguasa dunia. Semua karena emas dan emas...akankah ini dilanjutkan?

Thursday, June 7, 2012

Kekuatan AS

Anda masih ingat ketika ribut ribut soal rencana penghapusan subsidi karena harga minyak melambung tinggi dipasar international. DPR pun bersibuk mencari sensasi di senayan. Ada yang ingin subsidi dihapus dengan alasan ekonomi akan jebol. Ada juga yang tak ingin subsidi dihapus alasan demi rakyat kecil. Ketika itu harga minyak international bergerak naik dibursa utama dunia. Rasa kawatir datang dan panikpun muncul. Tapi tahukah anda, ketika dunia sedang rebut soal kenaikan harga minyak yang dipicu oleh komplik selat hurmuz Iran –Israel, saya mendapatkan berita singkat di Euroclear tentang komentar Bernaken ( chairman the FED) yang mengkawatirkan index manufacture AS turun dalam kwartal pertama tahun 2012. Saya perhatikan berita singkat itu membuat terjadi pergeseran portfolio investasi dibursa. Para pemain mulai melepas portfolio surat hutang bermata uang dollar.  Saya meliat indikasi fundamental AS akan mengakibat bola salju terhadap berbagai portfolio investasi bermata uang dollar.

Mengapa begitu ? bila index manufacture AS turun ini pertanda produksi tidak bisa lagi diserap oleh pasar karena sector financial /perbankan kehilangan darah untuk memonpa konsumsi. Pada waktu bersamaan Negara exporter utama ke AS seperti China , Jepang, Korea, Taiwan, Eropa akan terkena dampak buruk bagi peningkatan produksinya. Bila Index manufacture turun tentu akan mengurangi jam kerja mereka. Konsekwensinya kebutuhan energy akan berkurang. Saya melihat ketika itu, para trader sudah mulai melakukan aksi cut loss atas kontrak forward mereka. Para banker kebanjiran call dari para trader untuk menutup resiko kontrak. Sebulan setelah itu bursa London sudah mulai panic dan diikuti oleh bursa Chicago sebagai market place minyak. Sebulan setelah itu ( bulan Maret ) laporan index Manufacture As direlease dan bersamaan itu index Manufacture China dan eropa juga direlease. Semuanya jatuh. Dentang alarm aksi lepas posisi terjadi dimana mana.

Harga minyak jatuh dan terus jatuh dalam posisi menyedihkan. Tapi harga emas juga ikut turun namun hanya sebentar. Ketika harga emas jatuh Soros melakukan aksi beli besar besaran dibursa. Ketika itu saya sempat bingung. Berita dari media massa juga mengabarkan hal yang berbau populis bahwa Soros ingin menjaga harga emas tetap stabil. Tapi , saya dan juga trader ASIA yang suda makan asam garam dengan ulah Soros, tidak bisa begitu saja percaya dengan pernyataan populis itu. Pasti ada alasan kuat dibalik itu. Maklum Sorros punya akses kuat ke ring satu di White House. Ternyata ada kaitannya dengan berita Bloomberg mengindikasikan kekacauan moneter di Eropa karena dikawatirkan beberapa kepala Negara ( Yunani dan italia) terpilih adalah dari partai sosialis. Mereka pasti akan mengharamkan bail out terhadap bank yang terkena imbas akibat kerugian gigatik atas default surat hutang Negara. Melalui IMF , AS menegaskan tidak akan membiarkan eropa jatuh berkeping keeping. Karena semua tahu bahwa Eropa adalah part of the fed system yang terkoneksi dalam combine collateral treaty 1932 .

Bila sinyal IMF itu adalah benar maka dari mana AS akan melakukan dukungan terhadap situasi Eropa? Kas AS dalam keadaan minus. Program anggaran baru sudah tidak mungkin , apalagi menambah hutang generic lewat bursa. Adalah tidak mungkin. Citra Obama semakin menurun karena program sosialis dan populisnya tidak efektif melakukan recovery. Terbukti dana stimulus tidak mampu menaikkan index fiscal. Pada moment ini , para trader tahu bahwa hanya masalah waktu AS akan kembali mengeluarkan QE ( quantitative Easy ). Itu artinya the FED akan mencetak uang lewat system QE. Dollar akan membanjiri pasar. Maka saatnya bursa Hong Kong bergerak cepat untuk melakukan aksi beli besar besaran terhadap emas. Diikuti oleh bursa utama lainnya. Harga emas kembali terkerek keatas dan pada waktu bersamaan harga minyak turun.

Apa yang terjadi berikutnya ? mata dan telinga para trader kembali diarahkan kenegara yang menggantungkan devisa terbesarnya dalam mata uang dollar. Maka seperti  rupiah dan mata uang lainnya ikut jatuh dipasar uang. Kebijakan QE belum dilaksanakan namun tingkat kepercayaan public terhadap Dollar AS semakin menurun. Orang ramai kembali melihat emas. Namun ketika harga emas melambung tinggi akibat public semakin kehilangan trust maka pada waktu itulah value devisa AS yang sebagian besar berupa emas akan naik. Jadi apapun yang terjadi terhadap ekonomi global, baik atau buruk, bandul kemenangan selalu ke AS. Itulah system. Itulah kehebatan system. Yang tidak hanya bicara tentang hal mikro tapi makro berskala global dan menjadi tuan dari kebodohan orang yang selalu menghamba kepada uang….

Sunday, June 3, 2012

EMAS?

Sampai saat ini AS tetap sebagai Negara yang memiliki cadagang devisa berupa emas terbesar didunia sebanyak  8.133,50 Ton  atau 76,8% porsi devisanya berupa emas. Bandingkan dengan china yang hanya memiliki 1.054 Ton atau hanya 1,8% dari cadangan devisanya. Apalagi bila digabung dengan emas milik jerman sebanyak 3.396 Ton yang kini sebagian besar pisiknya disimpan di Federal Reserved Bank ( bank central AS ). Maka lengkaplah bahwa AS memang perkasa dari segi cadangan mas. Walau keadaan ekonomi AS sedang memburuk namun dollar tetap dijadikan cadangan devisa oleh banyak Negara. Sebetulnya ketika dollar melemah pada waktu bersamaan harga emas akan melambung naik dan ketika itulah value devisa AS berupa emas juga melambung. Ini secara tidak langsung system kekuatan ekonomi AS yang bertumpu dengan akumulasi harta ( produksi dan emas )  memang ampuh sebagai penyeimbang system mata uang ( fiat standard maupun gold standard ).

Selama 11 tahun belakangan ini memang harga emas terus naik. Apa penyebab naiknya harga emas itu?tanya saya kepada teman yang juga analis perdagangan emas di Hong Kong. Menurutnya ,bukan karena kondisi mata uang fiat melemah atau menguat. Bukan karena factor geostrategic. Bukan pula karena factor produksi yang melemah atau over capacity. Biang penyebab  naiknya harga emas adalah semakin rendahnya kepercayaan public kepada Negara yang menggunakan mata uang fiat. Apa penyebab rendahnya kepercayaan public tersebut ? tanya saya. Menurutnya , semakin tingginya hutang Negara kepada public. Selama 11 tahun belakangan ini, memang hutang Negara terus meroket naik , terutama dilakukan oleh Negara maju. Kenaikan ini tidak jelas dampaknya bagi terciptanya keseimbangan ekonomi global karena lebih banyak dipicu oleh sector moneter.

Berdasarkan studi Stephen Cecchetti dari Bank International For Settlement, peningkatan hutang Negara maju telah mencapai level tertinggi , bahkan sudah diatas rasionalitas. Bayangkan, utang negara-negara kaya telah melonjak drastis dari 165 persen dari PDB pada 30 tahun lalu menjadi 310 persen sekarang ini. Jepang menjadi negara yang porsi utangnya terbesar terhadap PDB (456 persen). Perhatikan juga lonjakan hutang Negara kita selama era kepemimpinan SBY. Sangat fantastic. Lonjakan hutang ini akan terus terakumulasi seiring dengan meningkatnya kebutuhan belanja modal akibat management ilusi dari makro ekonomi. Sementara pendapatan pajak akan turun karena over capacity dan melemahnya demand market dunia. Hingga tidak ada jalan lain kecuali melakukan kebijakan acrobat  yang sebetulnya mencetak uang dalam bentuk  penerbitan surat hutang dan hutang.

Nah, Pertanyaan berikutnya adalah apa yang terjadi bila semua orang beralih kepada emas ? apakah suplai  emas mencukupi?. Karena permintaan emas kian melonjak. Cina dan India, dua negara yang permintaan emasnya kini mencapai 52 persen dari total permintaan emas dunia. Di negara-negara barat, kepemilikan emas dalam bentuk reksadana memperketat pasokan emas di pasar. Di Inggris, reksadana SPDR Gold Shares (GLS) kini menyimpan 1.200 ton emas. Semakin banyak pembeli reksadana GLS dan reksadana sejenis lainnya, maka emas pun kian sedikit di pasar.Yang pasti kini, resource emas semakin sulit ditemukan. Kalaupun ada, ongkos exploitasi dan explorasinya semakin mahal. Dan lagi emas tetaplah komoditi yang dikelola oleh segelintir orang yang sebagian sahamnya sudah listed dibursa dunia, dan di transaksikan dengan mata uang fiat. 

Ini trend dunia yang sedang menggali kuburan sendiri akibat kerakusan yang dirancang untuk memompa pertumbuhan ekonomi diluar kemampuan real yang ada.  Krisis yang kini terjadi tidak bisa diatasi dengan mudah. Instrument kebijakan makro sudah useless. Stabilitas ekonomi hanya mungkin dilaksanakan bila ada kebijakan drastic berupa revolusi system, dengan perubahan akhlak dari rakus menjadi konsep memberi. Bila ini tidak segera dilakukan maka bolak balik system mata uang ( fiat ke gold dan begitu sebaliknya ) tak akan menyelesaikan masalah. Bahkan melahirkan paradox. Ya, bila kembali ke gold standard, tetap saja yang pertama kali diuntungkan adalah AS dan Negara Barat yang menguasai cadangan emas terbesar didunia dan sebagian besar devisanya berupa emas. Yang paling menyedihkan adalah nasip Indonesia, salah satu Negara yang memiliki resource emas terbesar didunia ( FREEPORT , NEWMON ) namun cadangan devisa berupa emas hanya 73,1 Ton atau 3,5% dari total cadangan devisa. Karena sisanya diangkut ke AS.  Dan lebih menyedihkan lagi adalah Arab Saudi , kerajaan Islam yang kaya minyak  namun cadangan devisanya berupa emas hanya 3,3% atau 322,9 Ton.

Memahami Politik kejatuhan Gus Dur

Kalau kita ingin memahami Politik di Indonesia paska kejatuhan Soeharto maka belajarlah dari kejatuhan Gus Dur.  Gus Dur terpilih lewat Sida...