Friday, December 11, 2015

Sikap pemerintah terhadap Freeport.

Mengapa FI harus di perpanjang? Demikian teman dari cina bertanya. Menurut saya, tak ada alasan bagi FI untuk tidak mendapatkan hak perpanjangan operasinya di Indonesia selagi FI memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh UU dan Peraturan yang ada. Betapa tidak? Indonesia butuh modal dan tekhnologi untuk stimulus ekonominya. Kita mengundang orang lain masuk , kenapa yang sudah ada diusir. Apakah FI setuju dengan ketentuan yang ditetapkan oleh UU No.4/2009 ?itu masih dibicarakan terus. Karena masa expired Kontrak Karya antara FI dengan Pemerintah Indonesia tahun 2021. Selama masa itu, sebagaimana UU No. 4 /2009, sesuai pasal peralihan pasal 169a yang menyebutkan bahwa Kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara yang telah ada sebelum berlakunya Undang-Undang ini tetap diberlakukan sampai jangka waktu berakhirnya kontrak/perjanjian. Ketentuan yang tercantum dalam pasal kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara sebagaimana dimaksud disesuaikan selambat-lambatnya 1 (satu) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan kecuali mengenai penerimaan negara. Pengecualian terhadap penerimaan negara sebagaimana dimaksud adalah upaya peningkatan penerimaan negara. Sikap pemerintah jelas ,yaitu mengikuti aman UU ini. FI tetap menikmati fasilitas dari keberadaan KK bahwa mereka mengontrol wilayah tanpa ada keterlibatan hak Pemda sebagaimana IUP yang diatur dalam UU No. 4/2009. 

Yang jadi masalah adalah walau FI setuju dengan ketentuan yang diatur oleh UU namun tidak rela bila KK dihapus. Mengapa ? Perbedaan KK dengan IUP yang diatur oleh UU Minerba adalah pada legitimasi menguasai wilayah / lokasi penambangan secara otonom. Sementara IUP adalah hak lokasi tetap ada pada PEMDA sesuai UU mengenai otonomi Daerah. Artinya PEMDA berhak atas PBB dan retribusi yang diatur dalam PERDA.Disamping itu ketentuan yang diatur oleh UU tentang keharusan membangun smelter dengan kapasitas yang dihasilkan oleh FI  adalah tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan cepat sesuai jangka waktu yang ditetapkan oleh UU. Mengapa ? Membangun Smelter yang sesuai dengan kapasitas konsentrat yang dihasilkan FI setiap harinya membutuhkan Listrik yang besar.Dari mana listriknya ? sementara Indonesia sekarang masih kekurangan listrik. BIla FI membangun sendiri Pembangkit listrik juga tidak mudah. Karena hak membangun ada pada Pemerintah dan kalaupun pemerintah memberi izin maka tidak mudah bagi FI untuk mengeluarkan dana lebih dari USD 2 miliar. Karena FI sudah masuk anak perusahaan dari Induknya yang sudah listing di bursa NY.  Itulah sebabnya, bulan Juli pemeintah Indonesia mengizinkan FI untuk ekpor konsentrat. Hal  ini disamping karena tuntutan kebutuhan akan penerimaan devisa,juga karena pemerintah menyadari kendalan soal smelter.Namun setidaknya Fi sudah menunjukan itikad baik dengan membangun smelter dengan kapasitas kecil di Gresik.

Ketika awal berkuasa JKW menyadari bahwa masalah FI sangat sensitip karena melibatkan hampir semua elite politik nasional. Juga berdampak secara international dalam upaya pemerintah menarik modal asing. Caranya yang bijak yang dilakukan oleh JKW adalah kembali kepada UU No.4/2009 dan peraturan yang ada. Dalam MOU antara FI dengan pemerintah SBY disikapi dengan bijak.Bahwa pemerintah tetap komit memperpanjang operasi FI sampai 2041 di Indonesia sepanjang mengikuti UU yang berlaku. Andaikan ada pasal UU yang tidak sesuai dengan kelaziman maka pemerintah siap merevisi. Namun tidak akan merubah prinsip bahwa era KK sudah berakhir. Semua pengusaha tambang diperlakukan sama. Tidak ada perlakuan khusus. Semua harus mengikuti aturan mengenai Izin Usaha Penambangan ( IUP). Sikap ini kosisten. Namun ada saja elite politik menarik keuntungan dari ketidak relaan FI untuk keluar dari KK. Mereka menjanjikan banyak hal kepada FI bahwa mereka mampu melanjutkan KK. Alasannya mereka punya kartu truf untuk menekan JKW. Tentu dengan imbalan yang mereka dapatkan dari FI. Dari lobby bisik bisik ini,  keadaan yang sederhana menjadi ruwet. Apalagi ada keinginan dari para pelobi agar divestasi saham FI dilakukan secara tertutup dan ini diamini oleh FI. Namun usulah divestasi tertutup disikapi oleh Pemerintah JKW bahwa divestasi harus melaui IPO atau pasar terbuka. Untuk hal ini pemerintah mendorong BUMN atau BUMD terlibat.Celah divestasi sebagai alat bancakan elite tidak lagi eefktif.

Setelah melalui proses lebih dari 3 bulan sejak bulan juni 2015 , FI semakin gerah dengan lobby elite politik yang selalu didampingi  pihak yang mengaku broker istana. Sementara yang dijanjikan mengenai perpanjangan KK tidak juga terlaksana. Jokowi memang koppig soal ini. Akhirnya FI harus menerima kenyataan bahwa mereka harus tunduk dengan UU yang ada. Dan untuk itu pemerintah bersedia memberiakn pre commitment sebelum berakhir masa KK. Bahwa pemerintah akan memberikan izin Fi beroperasi di Indonesia. Dengan adanya pre commitment ini maka FI punya kepastian untuk melanjutkan investasinya di lokasi tambangnya , untuk meningkatkan produksi,tentu menigkatkan pendapatan devisa bagi Negara. Kelak bila tahun 2021, masa berakhir KK ,FI tetap ngotot memperpanjang KK maka secara hukum FI default. Pemerintah tidak bisa disalahkan secara hokum dan pemerintah berhak untuk mengusir FI dari Indonesia.Jadi,apa yang terjadi dengan masalah FI bukanlah hal yang rumit. JKW melaksanakan kebijakan sesuai UU dan itu yang buat rakyat melalui DPR.  Kita lihat nanti tahun 2021. Apakah presiden terpilih seiring sejalan dengan JKW ataukah malah tunduk dibawah tekanan FI bersama kroninya di Indonesia…

=Ditulis dari ketinggian 40.000 feet=

Tuesday, December 8, 2015

Akhiri lelucon ini...

SN dengan tegas tidak akan menjawab pertanyaan dari  MKD dengan alasan bahwa pertama, rekaman  pembicaraan tidak utuh. Sudah di edit !.Kedua, rekaman itu diserahkan bukan oleh orang yang terlibat dalam pembicaraan tapi orang lain ( Sudirman Said).Ini melanggar hak privasi.  Ketiga, dia merasa tidak pernah mecatut nama presiden soal saham.  Dalam sidang SN berlindung dibalik UU bahwa sidang terbuka atau tertutup ditentukan oleh pihak yang disidang. Dalam hal ini SN menolak sidang terbuka untuk umum. Ini menunjukan kelasnya sebagai politisi yang matang. Karena dia tahu apabila sidang terbuka akan menimbulkan persepsi berbeda dari public. Ini akan membuat  suhu politik memanas. Menurut teman saya alasan pertama itu yang paling tepat.Karena apabila rekaman itu tidak di edit maka SN tidak akan disidangkan. Maklum hampir semua elite politik dan penguasa sebelumnya akan kena kotoran dimukanya. Ini akan memperlmalukan mereka dan tentu merusak reputasi. Itu tidak elok Apalagi minggu ini adalah jadwal  Pilkada serentak. Tapi rakyat sudah bisa menebak bahwa ada sesuatu yang busuk selama ini disembunyikan dibalik loby dan bisik para elite untuk melakukan kospirasi demi uang lendir.

Kejadian selama ini berkaitan dengan Freeport dan sidang MKD menjadi pembicaran di sosmed yang bernada lucu. Mengapa ? Lelucon menentang yang lurus dan yang lumrah. Di panggung atau di layar televisi, Asmuni atau Kirun menimbulkan gelak karena yang lurus dibengkokkan, yang lumrah dibelokkan. Itu sebabnya dalam adegan Srimulat para pembantu rumah tangga—yang dalam latar sosial Jawa mesti seakan-akan tak tampak tapi bekerja patuh di depan para tamu—bukan saja menonjol, tapi malah mempermainkan sang majikan. Etiket runtuh. Penonton tertawa. MRC menghambakan diri layaknya jongos dihadapan penguasa. Pengalamannya dengan berlaku seperti Kirun justru menghasikan uang dengan mudah walau karena itu dia bengkokkan yang  lurus , yang lumrah dia belokkan. Dulu begitulah adanya. Tapi kini ketika orang banyak mengetahui maka ia menjadi tontonan yang lucu. Dalam arti tertentu, ini juga sebuah protes kepada elite politik yang seperti persegi empat: hidup yang semua sisinya sama, semua sisinya jadi batas, semua sisisnya sudah bisa diduga. Marshal MacLuhan mungkin mengungkapkan ini ketika ia mengatakan, dalam sebuah pidato di tahun 1969, “Jokes are grievances“: lelucon adalah keluhan. Sadar atau tak sadar, kita mengeluh kepada elite politik yang persegi empat, dan kita melucu. 

Hidup di Indonesia, kita tahu, tak semuanya sebuah karnaval ala Bakhtin, ketika banyak orang mati dan jutaan manusia cemas. Bahkan bagi seorang badut pun kita harus meminta jeda. Seorang perempuan konon pernah mendengar lelucon Groucho selama tiga hari tanpa putus. Merasa tak bisa lagi bicara dan tukar-menukar pikiran, ia pun berteriak: “Please, Groucho, stop! Let’s have a nice quiet normal conversation.  Tapi sejauh mana? Pertanyaan ini memang biasa dimajukan terhadap setiap fragmen kotor. Yang lurus dan yang lumrah kian lama kian bisa mencekik, tetapi bisakah hidup terus-menerus harus berupa letupan lucu? Ini saatnya Kirun dihukum agar kelak dimasa depan tidak ada lagi orang mendapatkan tontonan yang lucu ,sesuatu yang sudah diluar batas kemuakan.Agaknya kita juga harus berteriak yang sama kepada Presiden: akhiri kelucuan ini..lawan siapa saja yang membuat rakyat tertawa menonton panggung. Pastikan keadilan menang.

Dengarlah kata Jokowi : "Saya tidak apa-apa dikatakan Presiden gila! Presiden sarap, Presiden koppig, tidak apa-apa. Tapi kalau sudah menyangkut wibawa, mencatut meminta saham 11 persen, itu yang saya tidak mau. Tidak bisa. Ini masalah kepatutan, kepantasan, moralitas. Itu masalah wibawa negara," ungkap Jokowi dengan nada tinggi. Jokowi bukan badut. Bukan subject seperti pemimpn sebelumnya yang menciptakan kelucuan dari seorang Kirun. Kewibawaan negara bukan lelucon. Pemimpin harus menghentikan ini semua. Panggung harus segara ditutup...no more joke. Its enough. 


Sunday, December 6, 2015

Divestasi...

Hari hari belakangan ini media massa ramai memberitakan kasus “papa minta saham”. Saham yang dimaksud adalah saham Freeport Indonesia ( FI). Mengapa harus ada loby para broker kelas kakap dan bahkan melibatkan pejabat Negara segala ? tanya teman saya.Menurut saya program divestasi memang bisnis yang seksi. Mengapa ? karena semua pengusaha sadar bahwa Pemda dan Pemerintah tidak ada uang untuk membayar saham yang menjadi right nya dalam program divestasi itu. Pengalaman yang sudah  sudah seperti divestasi Freeport dan terakhir Newmont, saham dikuasai oleh swasta, kroni penguasa. Sementara Negara yang diwakili pemerintah pusat dan Pemda tidak dapat apa apa kecuali pajak dan royati. Benarkah swasta memang mampu membeli saham ?  sekaya itukah mereka sehingga tidak sulit mengeluarkan uang dari kantongnya untuk program divestasi yang bernilai triliunan itu ? Tanya teman saya. Menurut saya itu tidak sepenuhnya benar.  Pengusaha tidak pernah gunakan uang dari kantongnya untuk melakukan investasi.  Mereka hanya punya financial resource dan menarik dana menggunakan financing scheme. Mereka menguasai knowledge dan know how menarik dana dari financial  resource. Dengan cara itulah mereka menguasai saham dan memberikan resiko kepada pihak lain. Kalau untung mereka kaya, kalu rugi pihak lain yang nanggung.

Saat sekarang Pemerintah jokowi melarang divestasi diserahkan kepada swasta. Pemerintah akan menyerahkan kepada BUMD atau BUMN. Bagaimana cara pemda mendapatkan dana untuk program divestasi itu ? tanya teman saya. Caranya adalah Pemda membentuk BUMD yang berdasarkan Perda bertugas melaksanakan pembiayaan divestasi. Selanjutnya BUMD membentuk satu perusahaan yang akan bertindak sebagai special propose vehicle ( SPV) di wilayah offshore.  SPV  ini sepenuhnya saham dimiliki oleh BUMD. SPV inilah yang akan melakukan fundraising. Mungkinkah ? apakah ada yang bersedia memberikan pinjaman kepada SPV tersebut ? Mungkin!. Strukturnya adalah SPV menerbitkan MCN  atau Mandatory Conversion Notes. MCN adalah surat hutang yang bisa dikonversikan ke dalam saham sesuai akad yang disepakati didepan. Skema ini sangat menarik bagi investor karena nilai saham business tambang selalu diatas price earning ratio. Pertumbuhan harganya sangat tinggi melebihi inflasi. Selanjutnya, MCN dijual dalam dua cara yaitu, untuk pembeli private investor MCN dibayar dalam bentuk blocking fund yang bisa digunakan sebagai collateral pinjaman kebank dan sisanya dijual retail kepada investor. Lewat skema ini SPV bisa mendapatkan sedikitnya 40% tunai dari bank dan 60% tunai dari pasar. Sehingga 100% kebutuhan dana untuk program divestasi ini dapat terlaksana.

Karena 100% pembiayaan berasal dari SPV  maka BUMD terhindar dari kewajiban mendapatkan persetujuan dari Menteri keuangan. Hubungan antara BUMD dan SPV adalah venture business. Bukan loan, yang memang harus mendapatkan izin dari Menteri Keuangan. Sumber revenue berasal dari deviden atas saham yang dikuasai di FI. Secara hukum dengan masuknya BUMD sebagai share holder di FI maka program divestasi sebagai dasar kebijakan ekonomi pemerintah dapat dilaksanakan. Apakah ada cara lain selain MCN itu ? tanya teman saya. Ada ! caranya dapat dilakukan melalui penerbitan municipal bond berbasis revenue. UU dan aturan mengenai Municipal bond sudah ada. Penerbitan municipal bond berbasis revenue itu juga tidak perlu izin dari Menteri Keuangan. Cukup melaporkan saja. Darimana revenue nya ? ya dari dividen atas saham yang dikuasai PEMDA di Freeport. Saya yakin rakyat Indonesia akan membeli municipal bond itu karena semangat nasionalisme. Masih ada lagi skema pembiayaan untuk mendapatkan sumber dana untuk tujuan divestasi.Jadi sebaiknya sudahi cara caa divestasi menyerahkan kepada swasta. Pejabat Pemda atau BUMD dan BUMN harus leading mengelola asset bangsa berupa SDA itu.

Divestasi adalah cara bijak menyelesaikan masa lalu yang sudah terlanjur salah. Ini juga cara terhormat dimata international bahwa negeri ini patuh hokum dan modern. Tapi sebaiknya status FI tidak lagi berupa KK tapi juga dalam bentuk IUP sesuai UU No.4/2009. Sehingga pemda Papua disamping mendapatkan deviden atas saham ,juga mendapatkan PAD dalam bentuk retribusi  dan PBB. Semoga hal ini dapat dipahami oleh elite poltik dan menjadi dukungan moral kepada Pemda Papua untuk tampil nyata membela rakyat Papua. Sudah saatnya Pemda Papua tidak lagi dianggap sebagai sleeping partners…

Sunday, October 25, 2015

Setahun bersama Jokowi

Ketika bertemu dengan Wenni tiga hari lalu disela kunjungannya di Jakarta, dia berkata kepada saya bahwa andaikan Obama melakukan kebijakan seperti Jokowi, saya yakin Obama akan dijatuhkan oleh parlemen.Mengapa ? Amerika membiayai kebijakan moneter dan sosialnya nya dari hutang. Amerika terjebak dengan management ilusi. Sementara jokowi tidak mau terjebak dengan management illusi pasar valas dan focus menggunakan dana sosial untuk dialihkan kesektor produksi. Luar biasa resiko politk yang diambil Jokowi. Karena itu Jokowi harus berhadapan dengan elite politik yang merasa nyaman dengan rezim hutang untuk mendukung fungsi sosial negara.Ya, sepertinya dia nothing to lose. Memang dia engga tertarik dengan simbol kekuasan itu sendiri dan hanya tertarik dengan perubahan akibat dari sebuah kekuasaan.Mungkin karena dia konsisten sehingga dia bisa memberikan inspirasi kepada sebagian besar elite politk untuk memahami arti perubahan. Tentu indonesia punya banyak politisi baik yang punya niat baik bagi negeri ini.Itulah asset bangsa ini untuk jadi negara besar yang disegani dunia.

Saya hanya tersenyum mendengar pendapatnya Bagaimana dengan China? tanya saya.Menurutnya cara china tidak jauh beda dengan Indonesiia..Tapi bagaimanapun indonesia lebih revolusioner..Kami iri dengan rakyat Indonesia yang bisa sabar dalam menerima dampak dari sebuah kebijakan revolusioner. Tentu mereka mencintai pemimpinnya. " Negara akan besar apabila rakyatnya percaya kepada pemimpinnya dan pemimpin melaksanakan kepercayaan itu dengan kerja keras dan berdoa kepada Tuhan agar semua berjalan dalam lindungan Tuhan.Jokowi berbuat untuk cinta dan siap berkorban karena itu...is that right darling ." Kata Wenni, saya hanya mengangguk. 

Apa prestasi Jokowi selama setahun berkuasa ? tanya teman saya lainnya. Saya diam saja. Teman itu mengatakan bahwa hal yang tak selesai berpuluh tahun dapat diselesaikan. Apa itu ? membrantas mafia migas dan pangan,. menghapus sebagian besar subsidi yang membebani anggaran, menegakkan kedaulatan negara di laut dengan menangkapi kapal penjarah ikan,surplus neraca perdagangan. Bagaimana dengan serapan anggaran yang masih lambat?kata saya.Menurutunya perlambatan serapan anggaran itu lebih kaerna faktor birokrasi yang bekaitan dengan procedure anggaran yang sangat ketat Namun tahun depan, serapan anggaran akan meningkat pesat seiring established nya kementrian yang baru dibentuk dan adanya paket kebijakan ekonomi yang berhubungan dengan debirokratisasi.Tapi yang pasti walau serapan anggaran lambat khususnya alokasi anggaran di PEMDA namun setahun Jokowi berkuasa ada beberapa proyek strategis yang behasil dieksekusi. Skema pembiayaan tidak selalu dari APBN tapi ada juga melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) melalui BUMN lewat pernyertaan modal negara (PMN) dan investor Asing, Kini pembangunan sedang berangsung terus.

Adapun proyek yang dimaksud adalah pembangunan Kilang Minyak Bontang, Pengelolaan Air Minum Semarang Barat , Jalan Tol Balikpapan-Samarinda,Revitalisasi tiga bandara, Raden Inten II, Lampung, Bandara Mutiara, Palu dan Bandara Labuan Bajo, Komodo. transmisi listrik 'High Voltage Direct Current' (HVDC) Interkoneksi Sumatera Jawa (ISJ).Pembangunan Empat ruas jalan tol Sumatera yakni Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai, dan Bekauheni-Tebanggi Besar. Pembangunan Proyek Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa. Pembangunan kereta api ekspress Bandara Soekarno Hatta. Pembangunan moda Kereta Api Kalimantan Timur untuk pengangkutan barang, Pembangunan transmisi listrik di Sumatera sebesar 500 kv. Pembangunan 11 bendungan dan revitalisasi waduk,irigasi dan estate food di Papua.

Ya setahun terlalu singkat untuk menilai prestasi jokowi namun setidaknya Jokowi telah melakukan langkah berani dengan focus kepada proyek prioritas yang strategis ,yang berpuluh puluh tahun hanya ada di dalam kepala pemimpin. Melakukan langkah berani lewat kebijakan deregulasi dan debirokratisasi, yang berpuluh tahun hanya ada dalam wacana. Memang masih terlalu banyak PR yang harus dikerjakan dan tentu tidak mudah. Semua menuntut kerja keras untuk Indonesia yang lebih baik. Pahamkan sayang..

Monday, October 19, 2015

Freeport di perpanjang

Mulai dari politisi yang mengatasnamakan presiden dan wakil presiden untuk minta jatah saham, sampai keinginan menguasai pasokan bisnis listrik ke raksasa tambang yang berlokasi di Timika, Papua, adalah kerumitan yang dihadapi dalam proses renegosasi perpanjangan kontrak karya Freeport. Bukan rahasia lagi jika politisi dan penguasa selama lima pemerintahan, mulai dari era Suharto sampai era Susilo Bambang Yudhoyono memiliki kepentingan besar dengan kelanjutan operasional PT Freeport Indonesia. Senin malam, 12 Oktober, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said memaparkan cerita di balik proses negosiasi yang berujung dengan pengumuman pada tanggal 8 Oktober lalu, yang menyatakan bahwa pemerintah dan PT Freeport sepakat melanjutkan operasi dan menambah investasi. “Dalam seluruh proses ini, kami berpegang kepada perintah langsung dari Bapak Presiden, bahwa perlu dicari solusi terbaik, dan jangan melanggar hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” kata Sudirman. Beberapa kali dia menegaskan bahwa dia hanya tunduk kepada apa yang sudah digariskan oleh presiden.Berikut kronologi perundingan pemerintah dan PT Freeport Indonesia:

19 Desember 2012. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM mengundang PT Freeport Indonesia untuk membahas 6 isu strategis renegosiasi amandemen kontrak karya (luas wilayah, kelanjutan operasi, penerimaam negara, divestasi, pengolahan pemurnian, dan penggunaan barang, jasa serta tenaga kerja dalam negeri).  25 Juli 2014. Memorandum of Understanding (MoU) renegosiasi amandemen kontrak karya antara PT Freeport Indonesia dengan pemerintah ditandatangani, wilayah kontrak karya (WKK) disepakati 90.360 hektare dan projek area 36,640 hektare, divestasi 30 persen, pajak badan nailed down, Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Pajak lainnya prevailing sampai dengan tahun 2021, kelanjutan operasi pertambangan dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), pengolahan dan pemurnian akan dilaksanakan di dalam negeri dengan mewujudkan suatu fasilitas pemurnian tembaga tambahan di Indonesia dengan mengutamakan penggunaan tenaga kerja, barang, dan jasa dalam negeri. 23 Desember 2014. Pemerintah dan PT Freeport Indonesia, dengan melibatkan pemerintah daerah (kepala dinas Energi dan Sumber Daya Mineral), melakukan rapat membahas perkembangan naskah amandemen kontrak karya PT Freeport Indonesia.

 23 Januari 2015. Pemerintah dan PT Freeport Indonesia memperpanjang MoU renegosiasi amandemen kontrak karya untuk memberikan kesempatan kepada para pihak untuk menyepakati amandemen kontrak karya. 9 Juli 2015. Surat PT Freeport Indonesia mengenai Permohonan Perpanjangan Operasi. 31 Agustus 2015. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara mengirimkan teguran keras kepada PT Freeport Indonesia atas ketidaktaatan PT Freeport Indonesia dalam menyelesaikan amandemen kontrak karya dan ketidakpatuhan dalam menjalankan amanat UU Minerba. 11 September 2015. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menanggapi surat PT Freeport Indonesia atas Permohonan Perpanjangan Operasi. 7 Oktober 2015. PT Freeport Indonesia mengirimkan surat ke Menteri ESDM terkait Permohonan Perpanjangan Operasi. 7 Oktober 2015. Menteri ESDM mengirimkan surat kepada PT Freeport Indonesia yang menyatakan bahwa PT Freeport Indonesia dapat terus melakukan kegiatan operasinya hingga 30 Desember 2021 dan PT Freeport Indonesia berkomitmen untuk melakukan investasi dan meneruskan renegosiasi untuk menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

Berita koran tiga hari lalu  menyiratkan bahwa Jokowi tidak akan membuat PP tentang perpanjang kontak Freeport. Mengapa ? Sebetulnya ini bukan hal yang luar biasa tapi karena Jokowi mengikuti kehendak UU 4/2009 tentang Minerba. Dimana dalam Pasal 169a UU Minerba yang berbunyi,”Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku: (a) Kontrak Karya (KK) dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan mineral dan batubara yang telah ada sebelum berlakunya Undang-Undang ini tetap diberlakukan sampai jangka waktu berakhirnya kontrak/perjanjian”.Dengan ketentuan ini berarti perusahaan yang masih berjalan kontrak karyanya (KK) termasuk Freeport tidak perlu mengikuti ketentuan IUP dari UU 4/2009 sampai masa kontrak karya selesai. Adapun KK Freeport berlaku sampai tahun 2021 dan dapat diperpanjang dua tahun sebelumnya atau 2019. Yang jadi masalah adalah Freeport butuh kepastian bahwa izin akan diperpanjang dan itu harus ditegaskan sekarang. Karena Feeport akan melakukan invetasi untuk tambang bawah tanah. Jokowi setuju namun perpanjangan kotrak tidak lagi mengacu dengan kontrak yang lama tapi sesuai dengan UU 4/2009. dan pembahasan soal perpanjangan kontrak itu nanti tahun 2019. Freepot keberatan...

Apa yang tersirat dari amanah UU 4/2009 ? keberadaan feeport harus memberikan manfaat bagi papua dalam bentuk PAD. Harus ada peningkatan lokal konten, divestasi, royalti dan industri pertambangan di Papua dan pembangunan smelter di Indonesia. kalau Freeport keberatan ya Freeport harus angkat kaki. Jadi masalah Freeport ini biasa saja dan tak ada istilah tekanan dari amerika atau apalah. Selagi UU itu belum direvisi maka selama itu yang menang adalah rakyat indonesia. 

Amnesty tax ?

Kemarin diskusi dengan teman .Dia mengatakan bahwa peluang invetasi terbuka lebar sejak keluarnya paket kebijakan september.  Dia yakin akan banyak teman teman pengusaha yang punya financial resource di luar negeri akan memanfaatkan peluang ini. Dana asal indonesia di luar negeri besar sekali. Bahkan akumulasinya lebih besar dari GNP.Selama ini dana tersebut dimanfaatkan oleh perbankan asing dengan bunga murah. Sementara Indoenesia mengalami kelangkaan dana sehingga rupiah melemah. Aturan yang ketat terhadap perpajakan membuat dana yang parkir di luar negeri sulit masuk ke Indoensia; Padahal untuk diketahui bahwa penempatan dana diluar negeri tidak selalu motive menyembunyikan uang hasil korupsi tapi sebagian besar kaena motive rasa aman.Maklum bicara uang ditangan dalam jumlah besar selalu dasarnya orang tidak mau ambi resiko sekecil apapun. Apabila dia tidak merasa nyaman menyimpan di Indonesia maka dia akan tempatkan di luar negeri. Apalagi skema penempatan dana di luar negeri itu tidak sulit karena kita menganut kebebasan transfer dana.

Data dana asal Indonesia yang ditempatkan di OFC (offshore financial center ) regions seperti Swiss, Bahama, BVI, Caymand Island dll, mencapai USD 200 billion lebih. Jumlah ini jauh lebih besar dari cadangan devisa negara kita. Yang jelas data yang dipublikasikan oleh Ford Foundation melalui laporan Global Financial Integrity dari tahun 2002 sampai dengan 2010 jumlah dana asal Indonesia yang parkir diwilayah offshore mencapai USD 108,89 billion. Ini harta dalam bentuk uang tunai.Tidak termasuk dalam bentuk property, Stock, Bond dll yang dokumen kepemilikannya ditempatkan di lembaga custodian yang juga berada di OFC negara tax haven. Walau penempatan dana pada OFC adalah bebas pajak namun hampir semua negara restriction dengan lalulintas dana offshore. Disamping itu ongkos penempatan dana dan mobilisasi dana offshore juga tergolong mahal. Jadi hanya satu alasan orang menempatkan dananya pada rekening offshore yaitu untuk menyembunyikan kepemilikan dana tanpa kehilangan hak mengendalikan dana. Simpulkanlah sendiri siapakah mereka itu? Kata teman saya. 

Ketika mereka ingin melakukan ekspansi bisnis di Indonessia terpaksa harus menempuh skema yang rumit dan mahal. Petama mereka harus create cash collateral.. Untuk proses ini biaya yang harus dibayar sedikitnya 5%. Kedua, mereka harus mengajukan pinjaman ke bank dengan underlying proyek yang akan dibiayainya di Indonesia. Proses kedua ini dia harus keluar ongkos sedikitnya 5%. Disamping kewajiban membayar bunga tahunan yang sediktinya 4%. Jadi total ongkos yang harus dibayar oleh pengusaha sampai uang di indonesia sebesar 10%. Belum lagi bunga yang harus di bayar tahunan. Apabila UU menganai amesty tax di syahkan maka pengusaha cukup membayar tax 3 % tanpa ditanya asal usul dananya dan ini jauh lebih murah dibandingkan pengusaha harus melewati skema layering yang mencapai 10%.Tak bisa dibyangkan apabila UU ini disyahkan maka dana offshore akan mengalir ke indonesia seperti air bah, bukan saja dana asal indonesia tapi juga asing karena maklum suku bunga, yield ,peluang investasi di indonesia jauh lebih tinggi dan luas dibandingkan luar negeri..Goodbye Singapore, goodbye Hong kong..we go home.

Saat sekarang pemerintah besama DPR sedang mempersiapkan RUU revisi Perpajakan yang salah satunya berkaitan dengan amnesty tax. di harapkan tahun ini akan disyahkan dan awal tahun depan dapat diterapkan. Sementara pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang sangat longgar untuk berinvestasi di indonesia.Ini merupakan solusi smart Jokowi dan bernuasa berani demi rekonsialiasi nasional , bersatu membangun indonesia lebih baik. Lewat tax amnesty yang biasa juga disebut offshore voluntary disclosure program (OVDP), pemerintah menargetkan mampu 'memulangkan' sekitar Rp 1.000 triliun dari Rp 3.000-4.000 triliun dana yang terparkir di luar negeri, terutama di Singapura. Dana-dana tersebut akan diarahkan untuk diinvestasikan antara lain di surat berharga negara (SBN) dan penanaman modal langsung (direct investment). Selain akan membuat pasar obligasi di dalam negeri lebih bergairah dan sektor riil berputar lebih kencang, tax amnesty bakal mendongrak penerimaan pajak karena dalam tax amnesty berlaku tarif tebusan yang besarnya sedang dibahas. Pengusaha menghendaki tarif tebusan 3-7 persen dari total nilai tunggakan pajak, sedangkan pemerintah menginginkan 10-15 persen. Selain itu, tax amnesty bisa meningkatkan pasokan dolar AS dan menambah cadangan devisa yang akhirnya akan mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Sunday, September 27, 2015

Donald Trump?

Menurut FITRA kunjungan delegasi Pimpinan DPR ke Amerika mencapai empat miliar lebih atau Rp 4.631.428.800. Ini kunjungan resmi yang sudah diagendakan oleh DPR. Namun menjadi lain ketika seorang Setya Novanto hadir dalam acara sumpah setia Donald Trump dihadapan Partai Republik untuk pencalonannya sebagai presiden Amerika.Sebetulnya kehadiran Setya Novanto dalam acara tersebut bukanlah dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPR tapi sebagai sahabat yang memang sudah terjalin lama. Dan Donald Trump sebagai pengusaha plamboyan yang tahu betul menjadikan dirinya selebritis dan memanfaatkan momen apapun untuk menaikkan reputasinya dengan mengatakan kepada publik bahwa kehadiran Setya Novanto sebagai sinyal bahwa rakyat Indonesia mendukungnya sebagai kandidat Presiden Amerika,

Jadi kesalahan ada pada Donald Trump (DT) yang bersikap sehingga menimbulkan polemik di Indonesia. Sebagian besar orang Amerika tidak begitu yakin DT adalah cocok memimpin Amerika , apalagi dikaitkan dengan kondisi Amerika yang terjebak dengan hutang gigantik.Serta pertumbuhan sektor riel yang melambat.Sebagian besar publik Indonesia mengetahui bahwa DT adalah orang kaya yang lendaris.Ya DT memang sudah kaya sebelum dia merangkak sebagai bayi karena dia terlahir dari keluarga raja property. Jadi semangatnya untuk menjadi kandidat presiden amerika tak ubahnya dengan Ical ( bakrie) yang menggunakan reputasinya sebagai orang kaya dari keluarga kaya. Tapi benarkah DT sekaya yang kita duga?

Hampir semua player dibidang financial tahu betul bahwa DT bukan businessman yang punya reputasi. Selama perjalanan business nya berkali kali dia berlindung dibalik UU kebangrutan ( Bab 11 undang undang kebangkrutan Amerika).Perhatikanlah, pada tahun 1991, dia menyatakan pailit akibat gagal bayar hutang atas proyek Trump Taj Mahal yang terletak di Atlantic City. Pada tahun 1992, Trump mengajukan Bab 11 kebangkrutan akibat gagal bayar hutang atas Trump Plaza Hotel di Atlantic City. Trump Hotel dan Casino Resorts juga mengajukan kebangkrutan pada tahun 2004. karena gagal bayar hutang mencapa $ 1,8 miliar. Pada tahun 2009, Trump Entertainment Resorts mengajukan kebangkrutan setelah gagal melakukan pembayaran bunga obligasi.

Mengapa DT tetap melangkah dengan wajah anyar dihadapan publik? DT memang seorang PR yang hebat yang mampu menempatkan citra buruk menjadi citra positip. Setiap kebangkrutannya yang menjadi pembicaraan publik dia tampil seperti orang di zolimi oleh para banker dan poltiisi yang tidak mendukung bisnisnya..Dia memang pandai mengolah kata dan merubah pandangan publik terhadap dirinya. Walau dia sendiri tidak qualified hadir dalam pertemuan Davos. Namun dia bergaul dengan para elite politik dan selebritis serta hadir disetiap pesta mahal. Sehingga dia menjadi selebritis dan namanya menjadi trade mark yang laku dijual. Bahkan Gucci menjadikan DT sebagai mitra. Banyak gedung mewah di eropa dan China menempelkan nama Trump dipuncak gedungnya untuk menaikan gengsi bangunan.

Teman saya sebagai analis investasi di Amerika berkata " Mungkin rakyat Amerika tidak butuh Profesor atau politisi yang ahli mengelola hutang negara karena memang sulit dibayar tapi butuh seorang DT yang mampu berkelit dari hutang dan tetap hidup layak plamboyan selagi ada yang membayar gaya hidupnya..."Saya tersenyum. .Mungkin DT terinspirasi dengan sahabatnya di indonesia atau mungkin sahabatnya terinspirasi dengan dia ..entahlah..Setidaknya DT bisa berkelit dari ketentuan KPU amerika untuk membuka kekayaannya..Kalau DT terpilih sebagai presiden amerika maka itulah cermin demokrasi sebenarnya dimana orang bisa menempatkan harapannya kepada siapapun

Berita Hoax

Ada seseorang memposting tulisan yang membeirkan informasi  bahwa tiga bank besar BRI, BNI, Bank Mandiri akan tergadaikan dengan China karena menerima pinjaman. Karenanya dia menyarankan agar publik menarik dana dari ketiga bank tersebut. Postinga di facebook itu  sudah di share lebih dari 4000.Ini informasi yang sesat dan provokatif. Karena dampaknya bisa membuat keresahan dimasyarakat sehingga kepercayaan terhadap perbankan bisa hancur. BIla system perbankan tidak lagi dipercaya maka bisa berdampak sistemik..ini akan menimbulkan chaos ekonomi dan bisa membuat negeri bangkrut sepeti tahun 1998.Untuk itu saya ingin jelaskan secara tekhnis bagaimana sebetulnya cara china memberikan dukungan financing untuk proyek insfrastruktur di Indonesia.

A. Direct investment.
Untuk financing ini diberikan kepada BUMN china dalam bentuk kredit ekspor.Kredit ini digunakan untuk pembiayaan lewat program BtoB. Atau business to business. Tidak ada resiko atau tanggung jawab negara atau tidak ada beban pada APBN. Biasanya china berkejasama dengan BUMN di Indonesia. BUMN menyiapkan dana pendamping seperti Izin, pembebasan tanah. Selebihnya financing berasal dari China.Pembagian saham bedasarkan kesepakatan antara BUMN china dengan BUMN Indonesia.

B..Non direct investment.
Untuk financing ini diberikan kepada Bank di Indonesia. Skema nya adalah :
1. Bank BUMN china mendapatkan line credit dari China Development bank.Dana ini digunakan untuk membeli kredit yang sudah dibiayai oleh bank dalam negeri di Indonesia. Sebagai jaminannya, bank dalam negeri harus memberikan payment guarantee ( biasanya dalam bentuk SBLC atau BG). Sebetulnya dengan penjualan credit kepada bank di china, resiko tetap ada pada bank dalam negeri.Tapi bagaimanapun resiko itu sudah di cover oleh collateral dari debitur. Jadi bank di Indonesia tidak ada resiko apapun. Nah apa keuntungan dari bank dalam negeri atas dana penjualan credit ?Ya keuntungannya adalah pemenuhan likuiditas.Dengan adanya penjualan credit ( refinancing) itu maka bank mendapatkan dana segar yang bisa digunakan untuk pembiayaan debitur lainnya ( leverage ).Jadi skema ini sangat menolong karena bagi bank bahwa likuiditas itu sangat penting guna mendukung fungsinya sebagai agent of development.

2. Bank BUMN china memberikan pinjaman langsung kepada pemilik proyek di Indonesia dengan jaminan berupa SBLC.SBLC tidak harus dari dalam negeri tapi bisa juga dari luar negeri. Apabila bank dalam negeri sebagai penjamin maka debitur harus menyediakan collateral seperti lazimnya kredit yang harus mengikuti standard compliance risk management yang diatur BI dan Bank International for settlement berkaitan dengan risk management.Kalau bukan sebagai penjamin maka peran bank dalam negeri hanya sebagai settlement agent ( channeling bank ) Tidak ada resiko apapun bagi bank dalam negeri. Bahkan mereka dapat fee dan mendapatkan arus kas dari proyek tersebut.

Demikian yang dapat saya smapaikan.Berharap teman teman dapat menyapaikan ( me share ) kepada mereka yang sengaja membuat postingan provokasi dan tidak bertanggung jawab.Ingat bahwa kita harus ambil bagian menyampaikan kebenaran agar orang baik dapat berprestasi baik dan orang jahat dapat berubah baik.

Keadaan ekonomi kita

Laporan purchasing managers' index (PMI ) China jatuh 47.3 bulan Agustus. Ini posisi terendah sebagaimana pernah dialami China paska jatuhnya wallstreet dimana tahun 2009 bulan maret PMI sebesar 47,8. Sebagai indikasi apabila index PMI diatas 50 maka itu artinya terjadi ekspansi namun dibawah itu terjadi kontraksi. Makanya bulan september kurs Yuan terus melemah dan pemeritah china terus melakukan intervensi mencapai USD 90 miiar dan berhasil menahan kejatuhan Yuan.China bagaimanapun tidak menginginkan mata uangnya terlalu dalam jatuh karena ini akan melebarkan dampak krisis global dan tentu tidak baik bagus bagi China. Apabila mata uang Yuan terus melemah maka kemungkinan besar china akan melakukan lagi devaluasi.Ini tentu akan sangat buruk bagi ekonomi dunia khususnya negara negara emerging market termasuk Indonesia. Karena sebagian besar pasar komoditas utama mereka diserap oleh China. Walau bulan agustus pertumbuhan PDB indonesia menunjukan rebound namun belum menunjukan pertumbuhan mengarah ketarget pertumbuhan sebesar 5%.

Namun masuk bulan september ini diperkirakan akan melaju percaya diri walau tidak significant ditengah keadaan ekonomi China yang melemah. Indonesia harus terus menjaga stabilitas moneter dengan memperhatikan Yuan yang terus depresiasi agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap positip. Untuk mengatasi keadaan ekonomi global yang melemah maka kata kuncinya adalah spending government ( belanja pemerintah). Saat ini dana fiskal sebesar Rp,300 triliun sudah siap digelontorkan dan Rp 200 Triliun dana perimbangan pusat daerah siap dilepas. Dan terus memastikan debirokratisasi dan dereguliasi dilaksankan secara luas agar terjadi pertumbuhan investasi dan sektor riel..

Kedepan memang berat namun kondisi fiskal kita sehat dan pemerintah akan leading sebagai pemicu pertumbuhan,dan tahun depan kita akan melesat ditengah ratapan negara lain yang terjerembab. Inilah berkah dari kecerdasan mensiasati potensi alam indonesia dan kekayaan laut sebagai sumber kemakmuran yang tak terbilang, selagi dikelola dengan smart serta disiplin tinggi menjaga ritme moneter yang sejalan dengan kebijakan fiskal..

Kebijakan ditengah krisis..

Dalam satu kesempatan bertemu dengan President Jokowi di Istana, beliau mengatakan bahwa setelah usai menghadapi mafia maka beliau akan masuk ketahap yang menentukan dan sangat penting yang berpuluh tahun tidak pernah disentuh. Apa itu? debirokratisasi. Birokrasi akan dibenahi untuk memastikan mesin birokrasi menjadi efektif mendukung pertumbuhan dunia usaha yang berkelanjutan. Dua hari lalu pemerintah mengeluarkan Kebijakan September I dan akan diikuti dengan kebijakan September II.Ini adalah janji Jokowi yang pernah dikatakannya dulu. Kebijakan ini diterapkan dengan planning dan strategy politik yang matang. Dilakukan disaat beliau sudah bisa mengendalikan Senayan setelah dihantam badai politik berkaitan dengan KPK,POLRI, UUMD3, reforamsi MIGAS ,Mafia rente ekonomi dan lain lain. Menyentuh birokrasi adalah menyentuh hidden power yang menjadi biang ketidak adilan terhadap sumberdaya selama ini. Ini lebih berat dibandingkan menghantam mafia dan lainnya. Namun Jokowi akan mampu melewatinya karena kekuatan senayan sudah bisa berdamai dengan semangat dan agendanya.Bahwa sudah saatnya negeri ini berubah dari birokrasi menjadi meritokrasi.

Memang disaat ekonomi sedang melemah dan semua link yang memanjakan birokrasi telah dipotong maka debirokratisasi adalah momentum yang tepat dilakukan walau akan menghadapi goncangan yang tidak ringan.Kebijakan september I yang kemudian diikuti dengan September II sangat luas sekali dan menyentuh langsung sektor riel yang didukung birokrasi yang efektif dan efisien. Kebijaka ini meliputi semua sektor strategis yang berhubungan dengan Pertumbuhan ekonomi. Untuk itu akan ada 89 peraturan yang akan dirombak dari 134 peraturan yang ada. Adapun kebijakan tersebut adalah : 1. Penguatan pembiayan ekspor melalui National Interest Account. “Regulasinya Peraturan Menteri Keuangan tentang Penugasan Kepala Lembaga Pembiayaan Ekspor Nasional, deregulasinya penerbitan Keputusan Menteri Keuangan mengenai Pembentukan Komite Penugasan Khusus Ekspor. Komite ini yang anggotanya berasal dari beberapa kementerian/lembaga, menurut Menko Perekonomian, akan bertugas memastikan pelaksanaan National Interest Account berjalan efektif. Proyek yang terpilih harus memenuhi kriteria, ada 6246 kriteria. 2. Penetapan harga gas untuk industri tertentu di dalam negeri. 3. Kebijakan pengembangan kawasan industri.” Ini menyangkut peraturan Menteri Perindustrian. 4. Kebijakan memperkuat fungsi ekonomi koperasi. Deregulasi ini menyangkut Keputusan Menteri Koperasi dan UKM. Adapun manfaat yang diberikan misalnya, koperasi tidak lagi jadi rancu fungsinya antara fungsi ekonomi dan fungsi sosial, tetapi berubah dengan kuatnya fungsi ekonomi koperasi menjadi mitra utama usaha mikro kecil dan menengah di daerah.

Meningkatnya kemampuan permodalan dan keuangan koperasi untuk mengembangkan usahanya sebagai sumber pembiayaan masyarakat, menjadi trading house dalam bentuk usaha mikro kecil dan menengah, untuk memproduksi barang-barang kebutuhan masyarakat industri dan ekspor, termasuk menciptakan produk-produk ekspor  ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar lokal, nasional, maupun global. 5. Kebijakan simplikasi perizinan perdagangan.  6. Kebijakan simplifikasi visa kunjungan dan aturan pariwisata. 7. Kebijakan elpiji untuk nelayan. Adanya konverter yang mengefisienkan penggunaan biaya yang digunakan oleh nelayan. Manfaat yang bisa diperoleh, apabila sekali melaut nelayan kecil membutuhkan solar sampai dengan 30 liter dengan biaya bahan bakar Rp6.900/liter, akan hemat sebesar Rp144.900. Artinya dengan modal solar Rp62.100, nelayan mendapatkan 10 kg ikan dengan asumsi seharga Rp20.000/kg, maka nelayan memperoleh keuntungan tambahan dibanding sebelumnya sebesar Rp137.900. Kebijakan ini tetu akan meningkatkan produksi ikan tangkap nasional, sekaligus memperbaiki kesejahteraan nelayan.

8. Stabilitas harga komiditi pangan, khususnya daging sapi. Menurut Darmin, ini adalah memperluas cakupan perdagangan dan negara asal impor sapi maupun daging sapi, sehingga dapat menciptakan harga sapi atau daging sapi harga yang lebih kompetitif. Memberikan kemudahan bagi pemerintah untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga daging sapi. 9. Melindungi masyarakat berpendapatan rendah dan menggerakkan ekonomi pedesaan. “ tadi yang dijelaskan oleh Presiden sebagai percepatan pencairan Dana Desa, serta mengarahkan penggunaan dari Dana Desa,” kata Darmin. Deregulasi ini,  adanya surat yang sifatnya khusus untuk Dana Desa. Ada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 (tiga) menteri yaitu Mendagri; Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi, serta Menteri Keuangan yang membuat aturan dan penyederhanaan, sehingga dengan melihat template bisa diganti langsung, juga tidak perlu ada RPJMDes (tinggal lihat template-nya, dicoret-coret dan disesuaikan). 10. Pemberian Raskin atau Beras Kesejahteraan untuk bulan ke-13 dan ke-14.

Walau terkesan kebijakan ini setengah hati namun ini langkah revolusioner karena bersinggungan langsung dengan dunia usaha dan investasi serta menjaga daya beli masyarakat. Memang kebijakan ini akan menohok orang yang biasa berada di comfort zone dan memaksa siapapun harus berani berkompetisi secara professional dan fair. Peluang menjadi terbuka bagi siapa saja dan sumber daya dalam negeri tidak lagi menjadi barang mewah yang hanya dimiliki segelintir orang tapi milik semua orang. Memang kebijakan ini bukan mie instant atau simsalabim yang bisa merubah seketika rupiah menjadi Rp.10.000 tapi langkah berani yang memaksa semua orang harus melangkah dan berubah untuk hari esok yang lebih baik

Sunday, August 30, 2015

Permainan uang

Istri saya bertanya seputar mata uang rupiah yang terus melemah ketika dia lagi setir kendaraan..
Istri : Kenapa rupiah terus turun ya pah
Saya : negara lain juga turun..
Istri : aku tanya soal indonesia 
Saya; Ya karena mata uang kita tergantung dengan negara lain khususnya dengan amerika..
Istri : Lah apa hubungannya?
Saya : Karena uang itu bukan hanya alat tukar tapi juga komoditas yang diperdagangkan..jadi ttergantung pasar..bisa naik dan bisa juga turun
Istri : Kalau bisa diperdagangkan artinya bisa dihitung dong..berapa nilai rupiah yang benar..
Saya : Ya bisa tapi tidak juga pasti
Istri : Caranya ?
Saya : Ya kita harus hitung surplus neraca perdagangan dan trend kurs mata uang negara lainnya khususnya amerika. Dan ada rumus cara ngitung sehingga ketemu nilai kurs yang efektif
Istri : Engga ngerti aku..Kenapa terus amerika yang jadi masalah?
Saya : Hampir semua negara didunia menggunakan dollar sebagai cadangan devisa negaranya.Sehingga dollar menjadi alat transaksi yang diterima oleh semua negara.Nah masalahnya karena semua negara sudah terlanjur pegang dollar sebagai ukuran maka dollar menjadi mata uang dunia. Akibatnya sedikit saja terjadi gejolak di amerika akan berdampak bertambah atau berkurangnya devisa negara lain..Tentu berdampa juga terhadap kurs.Karena untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan dan neraca pembayaran
Istri : Oh gitu..
Saya : Pemerintah Amerika kalau ingin melemahkan mata uangnya ya dia tinggal cetak lewat penerbitan obligasi yang dibeli oleh bank centralnya dengan suku bunga mendekati nol.Akibatnya dollar melimpah di brangkas pemerintah dan dilempat kenegara lain
Istri : Enak banget..tinggal cetak..terus kenapa uang itu harus dilempar ke negara lain , bukannya dikasih ke rakyat nya?
Saya : Ya itu sebetulnya bukan uang ..itu hanya main main aja. Tujuannya agar negara lain mata uangnya menguat dan dollar melemah.Sehingga amerika punya daya saing untuk ekspor dan barang impor jadi mahal.
Istri : Uh jahat sekali..
Saya : Makanya china marah.
Istri : Terus apa yang dilakukan china?
Saya : ya dia devaluasi mata uangnya agar mata uangnya melemah..indonesia juga melakukan kebijakan longgar agar kurs tidak menguat..
istri : loh kok pada pengen melemahkan mata uangnya.
saya : Ya untuk memperkuat daya saing ekspor.Nah sekarang amerika berencana memperkuat mata uangnya..
Istri : Caranya?
Saya : ya dia tarik lagi dollar yang ada diluar agar pulang kampung..
Istri : Caranya ?
Saya : Amerika naikkan suku bunga diatas bunga obligasinya.Akibatnya dolar menguat dan mata uang lainya melemah..
Istri : Jadi cuma begitu doang urusannya..
Saya : Ya begitu aja..
Istri : Gila..jadi mata uang itu hanya permainan aja 
Saya : Ya lah..
Istri : Jaminannya apa ?
saya : Engga ada. Hanya janji aja..
Istri : Lebih gila lagi..
saya : ya gila..
Istri : goblok aja kita ya..
Saya : Nah mah.. , janganlah terlalu percaya dengan uang tapi percayalah dengan Tuhan.Ini hikmah untuk kita agar hanya Tuhan yang kita percaya. Meributkan uang sama saja kita menganggap uang sebagai second god.Jalani saja hidup ..kalau berlebih berbagi kalau kurang ya sabar..
Istri : Ya papah sayang..

Offshore fund

Hasil laporan dari Tax international menyatakan bahwa setidaknya $ 21 triliun ( bandingkan GNP kita yanf hanya $500 miliar ) atau lebih dari 50 persen GNP Amerika tersedot ke negara bebas pajak yang dilindungi kerahasiaan ketat. Menurut UK campaign group Tax Justice Network. Yang ditulis oleh James Henry, mantan chief economist at international consultancy McKinsey & Co. Dana tersebut ditempatkan di grand cayman, BVI, Samoa, Swiss dll yang merupakan negara bebas pajak (!offshore) Dana tersebut tidak akan bisa terbang begitu saja tanpa bantuan perbankan kelas dunia. Menurut penelitian, 50 top world class bank berhasil menempatkan dana nasabannya lebih dari $ 12,3 Triliun pada tahun 2010 di wilayah offshore dan terus meningkat sampai dengan tehun 2013. Lembaga keuangan yang terlibat dibalik operasi ini adalah Goldman Sachs dan JPMorganChase, UBS dan Credit Suisse , Citibank, Barclay..dll 

Saat sekarang diperkirakan jumlah dana asal Indonesia yang ditempatkan di OFC (offshore financial center ) regions seperti Swiss, Bahama, BVI, Caymand Island dll, mencapai USD 200 billion lebih.Jumlah ini jauh lebih besar dari cadangan devisa negara kita. Yang jelas data yang dipublikasikan oleh Ford Foundation melalui laporan Global Financial Integrity dari tahun 2002 sampai dengan 2010 jumlah dana asal Indonesia yang parkir diwilayah offshore mencapai USD 108,89 billion. Ini harta dalam bentuk uang tunai.Tidak termasuk dalam bentuk property, Stock, Bond dll yang dokumen kepemilikannya ditempatkan di lembaga custodian yang juga berada di OFC negara tax haven

Hal ini menyedihkan karena banyak negara yang berjuang melakukan program penghematan keras untuk mengurangi beban utang. Mereka. bergelut menghadapi krisis ekonomi, defisit neraca pembayaran dan kurs yang melemah dengan memenggal cadangan devisa dan income rakyat. Sementara segelintir orang menguasai lebih separuh uang beredar. Inilah jawaban mengapa semua mafia harus menyingkir dari bumi pertiwi, semua bisnis rente harus dibatasi. Pemerintah sekarang tahu bagaimana bersikap karena ketidak adilan yang sengaja diciptakan oleh segelintir orang dengan mempengaruhi negara besar agar mendikte kekayaan dunia. Indonesia harus keluar dari lingkaran predator yang menguasai uang beredar. Makanya sejak Indonesia Keluar dari Daftar "Fragile Five" atau negara yang terkena dampak langsung dari perubahan suku bunga the Fed. Sejak indonesia keluar dari pasar 144 A SEC ( yang di create Amerika, pasar tertutup untuk obligasi). Sejak Indonesia tidak lagi mengikuti rekomendasi 10 Top Fung manager mengenai suku bunga Obligasi. Sejak indonesia membatasi intervensi pasar uang ketika dollar menguat.. Sejak Indonesia tidak lagi Good boy Amerika. Maka upaya provokatif JP Morgan yang merupakan salah satu dari 10 Top Fund Manager dunia dilakukan agar citra indonesia hancur. Tapi pasar tahu bahwa Amerika panik dan sengaja menebarkan "rasa takut dan kebencian"kepada pasar dunia terhadap investasi di Indonesia. 

Namun Sentiment positip tetap anda untuk Indonesia..dan kecil sekali pengaruhnya terhadap pasar investasi Indonesia. Berat sekalii perjuangan Presiden bersama kabinetnya ditengah badai krisis yang sengaja di create oleh Amerika.. Upaya provokatif dan aura negatif terus ditebar bukan hanya dari luar negeri tapi juga dari dalam negeri oleh sekelompok orang yang buta geopolitik dan geostrategis. Untunglah Presiden tahu siapa musuh sebenarnya dan bersikap dengan konsisten dan tentu dengan tingkat kesabaran tinggi.Semakin banyak niat baik ditebar, tentu semakin banyak tantangan yang tidak suka dan semakin banyak pula simpati datang..terus semangat pak Jokowi. dan mari focus kepada kerja nyata.Uang penting tapi bukan segala galanya. Kata kuncinya berbuat, berproduksi dan kalau ada income jangan utamakan nabung tapi berbagilah lewat karya nyata..

Ketidak adilan..

Ketika aku melangkah masuk kedalam taman itu maka bayangan tentang setahun yang lalu kembali menerawang dengan jelas. Wajah yang nampak kemerahan dari sosok Wanita blasteran Asia Amerika berjalan menghampiriku dengan senyum . Berbalut long coat peredam hembusan angin dibulan januari.“ Saya senang akhirnya kita dapat dipertemukan dalam satu team apalagi kamu adalah saudara muslimku. “ Katanya yang membuat aku terkejut. Muslimkah dia ? “ Aku memang wanita muslim atau tepatnya Mualaf. Temanku yang dulu sama sama kuliah di Harvard telah mengantarkan keimanan islam kedalam hidupku. “ Sambungnya seakan membaca keinginan tahuku tentangnya. Memang data tentangnya yang aku terima dari markas ICF menyebutkan bahwa wanita ini berotak cemerlang. Penyandang gelar Phd dibidang financial and baking dalam usia 26 tahun. Pernah menjabat sebagai chief dealer di salah satu lembaga keuangan terkemuka dengan predikat “angel “. Tapi akhirnya meninggalkan gemerlap kehidupan karirnya untuk bergabung dalam misi kemanusiaan.
Dia, memang pejuang sejati tanpa kenal menyerah. Kadang aku malu dengan keteguhannya menghadapi berbagai masalah. Satu ketika dalam email dia menulis catatan yang isinya lebih kepada kerinduannya untuk menjadikan Islam sebagai jalan hidup yang lurus :“ Agama harus disikapi sebagai bagian dari jiwa kita membangun cinta agar tidak perlu ada ketidak adilan. Yang kaya berkembang dan simiskin terjaga. " Dalam satu kesempatan , kami bertemu kembali ketika briefing di markas ICF. Dia begitu bersemangat ketika memaparkan rencananya atas misi yang harus dilaksanakannya. Matanya berbinar ketika aku berdecak kagum melihat ketelitiannya membuat perencanaan. “ Allah minta kita menggunakan akal kita untuk membuat rencana dengan baik dan selanjutnya kita ikhlas untuk tawakal terhadap apapun hasil yang akan dicapai. Namun rencana yang baik tentu harus didasarkan dengan niat yang baik pula maka pertolongan Allah akan menyertai setiap langkah kita. “ Selanjutnya , dalam setiap langkah dia melakukan maneuver yang kadang beresiko. Namun kami dalam team saling mengenal satu sama lain. Kesetiaan yang didasarkan pada kehormatan untuk menegakkan nlai agama telah memperkuat kebersamaan kami.P
Pergulatan perjuangan yang ada telah menyeret kami semua dalam situasi yang sulit. Satu demi satu anggota team yang ada tersingkir dalam setiap putaran. Mereka memilih untuk mencari selamat atau menghindar untuk melupakan misi Keadaan ini membuat kami harus menata ulang strategy dan taktik. Namun dia justru menolak dengan keras.“ Bukan strategy yang harus diperbaiki tapi semangat kita yang harus dipertebal. Ingatlah , semakin tinggi tekad kita maka semakin tinggi pula tantangan yang harus kita hadapi. Allah tidak akan memberikan kemenangan tanpa kita mampu mengikuti sunatullah. Ini hanya masalah keyakinan dan kesabaran serta berserah diri kepada kekuasaan Allah. “ katanya. Aku diam namun mulai merasa kawatir ketika dia memaksa kami untuk memotong jalur lalulintas dana komisi haram dari beberapa rekening. Aku tegaskan bahwa itu bertentangan dengan sunatulah dimana kita harus berjuang dengan cara yang benar. Antara yang haq dan baqil tidak boleh dicambur aduk. Namun dia tetap dengan pendiriannya.
“ Apakah kamu tidak tahu keadaan yang sebenarnya. Lihatlah sekeliling kamu. Adakah keadilan. Mereka yang berkuasa dan mempunyai akses permodalan dengan enaknya menumpuk uang dari hasil haram dilembaga lambaga keuangan yang ada di financial center. Mereka telah membuat kondisi ekonomi global menjadi tidak sehat. Pasar uang dicreate untuk akhirnya mendorong suplai uang kesektor moneter . Mereka adalah segelintir manusia yang sangat berkuasa dan mengontrol begitu besar lembaga keuangan kelas dunia. Sementara sector produksi yang justru memberikan efek multiflier bagi masyarakat luas diabaikan. Kita harus berbuat sesuatu. Tidak ada yang bisa diharapkan dari mereka yang dengan ikhlas untuk membantu kita .” Katanya dengan berapi api,
Sementara kami semua hanya dapat menghela nafas panjang. Dia tetap melangkah dengan caranya dan kami mengawasinya dengan cemas.Aku mulai mengkawatirkan dia.keitka mengetahui bahwa dia berhasil masuk dalam lingkaran konspirasi para pengelola dana offshore. Dia melengggang dengan lincah dan berhasil mengalirkan beberapa persen dana komisi haram itu untuk mendukung pembangunan proyek kemanusiaan dibeberapa Negara miskin.Namun belakangan upayanya dicium oleh otoritas keuangan international walau tidak mampu mendeteksi langkahnya, apalagi mendapatkan bukti dari operasinya. Pihak otoritas memperketat pengawasan melalui berbagai jalur. Langkahnya semakin sulit untuk menyalurkan dana hasil operasinya. Dia kehilangan cara pintarnya. Semua pintu tertutup rapat. “ Negara maju memang telah menciptakan hukum ganda. Mereka memperketat operasi keuangan offshore untuk private tapi membiarkan group lembaga keuangan tertentu untuk berpesta pora dengan hidden fund yang ada di clearstream. Mereka terus menangguk kemudahan akses permodalan berbiaya murah , yang kemudian menyalurkan dana tersebut bagi Negara Negara miskin dengan syarat yang menyulitkan dan menguntungkan mereka secara ekonomi maupun politik“ Katanya dalam keputus asaan.
Aku sangat terkejut ketika team kami yang ada di Madrid mengabarkan bahwa dia masuk dalam daftar target group tertentu untuk “dihabisi”. Hal ini disebakan karena dia mengadakan contact dengan beberapa agent pejuang pembebasan Palestina di Turki untuk memberikan dukungan dana perjuangan melawan agresi Israel. Keadaan ini memaksa ICF menugaskanku untuk menariknya dari Istanbul Connection. Masalahnya dia belum berpengalaman dalam bidang penyaluran dana untuk politik. Apalagi ini berkaitan dengan politik tingkat tinggi. Keadaan ini tentu akan membahayakan operasi team secara keseluruhan. Beberapa anggota team yang ada di Madrid, Dubai juga ditugaskan oleh ICF untuk menarik dia keluar. Tapi mereka tidak pernah berhasil menemukannya. Aku sendiri kehilangan kontak dengan dia.
Sebulan , sebelum ulang tahunku , aku mendapat telp dari dia. Aku sangat terkejut dan bercampur senang.“ Aku tahu langkahku sangat ditentang oleh team. Tapi aku tidak punya pilihan Aku harus melangkah menurut kata hatiku. Mungkin pengetahuan agamaku belum begitu dalam namun aku mengetahui dengan pasti bahwa aku harus berbuat untuk sesuatu yang kuyakini dan…. kemudian mati. “ Terdengar suaranya tertahan tangis. “ Aku tahu kamu melakukan itu semua hanya karena ingin mencari ridho allah. Tapi harus dicatat bahwa keberadaan mu sangat diperlukan oleh team. Perjuangan kita masih panjang. Kamu sangat berharga bagi kami. Berjuang itu harus dengan kesabaran. Bukankah itupula yang menjadi keyakinanmu. “ Kataku dengan lembut dan berharap dia dapat mengerti sikapku. Setidaknya dia dapat mempercayaiku sebagai sahabat. “ Tolong beritahu dimana kamu sekarang ? “ sambungku. Namun dia tidak menjawab. Kemudian telp ditutup.
Seminggu setelah itu , aku mendapat kabar dari team yang ada di Istanbul bahwa mereka telah menemukannya. Mati terkapar bersimbah darah dengan delapan peluru bersarang ditubuhnya. Dia ditemukan didalam kamar disebuah hotel murahan dipinggiran kota Istambul. Didalam kamarnya hanya ditemukan computer yang tidak dapat diaccess karena di protect dengan multi password. Polisi meindikasi bahwa dia dibunuh dengan pestol dalam jarak dekat. Pembunuhnya tentu sangat professional. Aku baru menyadari bahwa dia sudah mengetahui bahwa lambat atau cepat pihak yang ingin menghabisinya akan menemukankannya. Sementara dia tidak mau melibatkan kami dalam masalah ini. Makanya dia memilih untuk menjauhkan kami dari perang yang dia ciptakan sendiri. Akhirnya dia memang berhasil menemui Tuhan nya dalam usia 36 tahun. DIa mati dengan keyakinanya, berjuang dengan umurnya dan selesai..

Saturday, August 15, 2015

China vs Amerika

Kemarin malam saya bertemu dengan teman dari  China yang berkunjung ke Jakarta. Kami menghabiskan malam di cafĂ© untuk sekedar berbicara dengan santai. Akhirnya pemerintah China mendevaluasi Reminbi ( Yuan ). Kata saya. Teman ini mengangguk.Menurutnya sejak bulan juni 2010 pemerintah  China telah melakukan pelemahan Yuan sebesar 2,5%.Namun ini tidak diumumkan ke public. Setiap hari pasar uang dikendalikan dengan ketat oleh otoritas agar maksimum penguatan sebesar 2,5% dan kalau bisa ditekan melemahh sebesar 2,5%.  Namun karena kekuasaan partai begitu besar rakyat China hanya diam saja dan terus  bekerja dengan keadaan yang tidak pastai terhadap Yuan. Ketahuilah ,kata teman bahwa upaya menjaga Yuan terhadap dollar itu bukan pekerjaan mudah. Setiap hari pemerintah china mengeluarkan dana sampai dengan USD 1 miliar. Itu terus terjadi sampai dengan akhirnya kini pemerintah terpaksa membuka diri didepan public  bahwa Yuan di devaluasi. Kejatuhan wall street tahun 2008  Amerika menyalahkan  China dengan tuduhan melakukan manipulasi mata uang. Apanya yang kami tipu ? kata teman itu. China bekerja keras siang dan malam untuk berproduksi.China tidak ada urusan dengan pasar derivative yang maya itu.China hanya tahu pasar barang  yang real untuk memenuhi konsumsi dunia. Dan untuk itu China harus memaksa buruhnya bekerja dengan upah marah agar orang eropa dan Amerika bisa menikmati barang dengan harga murah. Kami melakuka apa saja agar kami bisa makan dan dunia mendapatkan harga yang murah. Dimana salah kami ? demikian teman itu dengan argumentasi sederhana.

Cobalah bayangkan, lanjut teman itu. Untuk mengatasi krisis tahun 2008, pemerintah Amerika melakukan bail out melalui 10 bank terkemuka namun dana itu tidak disuplai untuk memperkuat likuiditas sector real. Dana itu hanya ada dalam catatan akuntasi bank yang tak tersentuh untuk mendorong perbaikan sector real. Kemudian  the Fed mengeluarkan QE dengan tujuan untuk melemahkan mata uang dollar agar Amerika punya daya saing untuk ekspor nya.Tapi apa yang terjadi? Dana QE itu tidak di suplai ke sector reai. Lagi lagi digunakan untuk memusskan nafsu perang mata uang para petinggi moneter Amerika Dana hasil QE itu dilempar ke Negara berkembang seperti Brazil,Turkey, Indonesia dan Negara emerging market lainnya. Akibatnya terjadi arus dana panas masuk ke Negara emerging market. Yang terjadi berikutnya dapat ditebak. Terjadi bubble harga di bursa saham dan property.Ekonomi tumbuh namun itu bukanlah pertumbuhan real tapi hanya dampat dari bubble. Pada waktu bersamaan Negara emerging market harus kehilangan banyak devisanya untuk menahan pelemahan mata uangnya akibat ancaman kenaikan suku bunga the fed. Mereka takut ketahuan oleh rakyatnya bahwa pertumbuhan ekonomi itu hanyalah fake growth. Tapi .kata teman itu lagi,saya senang pemerintah Indoensia sejak jokowi berkuasa berani melakukan koreksi secara sistematis dengan membiarkan rupiah melemah dan mengembalikan mata uang ketingkat yang efektif diterima pasardan mendukung upaya memperbaiki fundamental ekonomi. Era fake growth sudah berlalu. Seharusnya Negara berkembang lainnya menyadari bahwa system ekonomi global sudah kacau karena ulah Amerika.

Saya berharap teman itu memahami kegusaran Amerika dimana akibat dari melemahnya mata uang china selama dua puluh tahun belakang telah menimbulkan jutaan supplay chain industry di Amerika pindah ke China. Karena industry utamanya sudah  lebih dulu pindah dan mereka tidak mau kehilangan peluang. Apalagi china memberikan subsidi terselubung kepada industry hulu guna memastikan industry hilir tumbuh dengan efisien,dan tentu upah buruh yang murah tetap hal yang menarik bagi investor asing masuk ke China. Ekonomi Amerika semakin memburuk karena tidak ada lagi pertumbuhan impor  China dari Amerika. Padahal China adalah pasar terbesar didunia. Negara Eropa-pun  merasakan dampak buruk akibat geliat ekonomi China. Makanya tidak berlebihan bila Negara Amerika dan eropa menuduh China melakukan penipuan mata uang.  Tapi teman itu dengan tangkas mengatakan bahwa amerika dan eropa tidak bisa menyalahkan  China. Kejatuhan ekonomi  amerika dan eropa karena adanya tidak sinkron nya antara kebijakan fiscal dan moneter. Semua tahu itu. Liatlah generasi muda terpelajar Amerika dan eropa lebih senang menjadi pialang oblgasi dan saham daripada menjadi enterprenuer menciptakan inovasi. Lembaga keuangan yang seharusnya menjadi mitra dunia usaha untuk petumbuhan ekonomi real malah menjadi mitra para hedger untuk tumbuhnya pasar derivative yang culas itu.

Kini Negara  Eropa dan Amerika mulai melakukan aksi perang dagang dengan disyahkannya UU Fair Trade Act oleh DPR Amerika. Dengan demikian pemerintah lebih punya legitimasi memaksa China melakukan tiga hal.Pertama, mendorong Cina untuk mengubah model pertumbuhan untuk lebih mengandalkan permintaan domestik, kedua, Yuan harus dikembalikan kepasar, dan ketiga , memberikan kesepampatan bagi perusahaan Amerika ambil bagian dari konsumi domestic China.Demikian kata saya.Dengan tersenyum teman itu berkata “persoalan  amerika dan eropa karena mereka culas dan rakus. Itu masalahnya. Dan kami tidak akan mau tunduk dari tekanan amerika dan eropa. Walau mungkin akan  ada sikap lunak pemerintah namun tidak akan mengurangi kebijakan bahwa dalam  negeri adalah segala galanya. Amerika harus  berubah dengan mendidik rakyatnya mandiri dan berproduksi. Jangan paksa Negara lain membuat kebijakan yang memanjakan Perusahaan Amerikan. Hanya itu yang harus dilaukan Amerika.Perang mata uang akan terus berlangsung dan china akan semakin kokoh membetengi industrinya dan mendidik rakyat cinta produksi dalam negeri..

Wednesday, July 15, 2015

Cara China menghadapi krisis

Pemerintah China belajar mahal dari krisis 2008 itu. Betapa tidak? Andaikan china itu negara demokrasi yang membolehkan demontrasi maka sudah dipastikan terjadi chaos sosial. Rezim akan tumbang seperti era Soeharto di Indonesia. Mengapa ? ibarat kendaraan yang sedang melaju kencang mendadak di rem karena sesuatu sebab maka dapat dipastikan seluruh penumpang yang ada akan terlempar keluar dan jatuh tersungkur. Itulah yang terjadi di China. Ada jutaan UKM yang hidup sebagai supply chain industry yang beroritentasi eksport terpaksa gulung tikar dan sebagian hidup senen kemis. Terjadi gelombang PHK yang tak terbayangkan sebelumnya. Pengangguran meningkat tajam. Seakan fondasi ekonomi yang dibangun bertahun tahun hancur begitu saja. Padahal China tidak melakukan kesalahan apapun. Ini semua karena ulah Uwak Sam yang brengsek kelola moneter dan China termasuk dunia terkena dampak buruknya. Tapi diakui juga pertumbuhan ekonomi china sebelumnya berkat kelonggaran moneter dari AS sehingga membuat rakyatnya doyan konsumsi lewat berhutang.

Memang pertumbuhan ekonomi sebelumnya secara jujur diakui oleh elite politik china bahwa telah menimbulkan economi imbalance. Secara global berdampak meroketnya harga bahan baku seperti baja dan lain lain untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri china yang rakus. Naiknya harga Crude Oil dunia akibat rakusnya industri petro chemical china menghasilan produk down stream. Disamping itu kebijakan ekonomi yang bertumpu pada eksport telah mengakibatkan terjadinya kesenjangan ekonomi didalam negeri karena pertumbuhan ekonomi lebih cepat dibandingkan pertumbuhan kemakmuran dimasyarakat. Kaum buruh terpaksa harus menerima gaji murah dan para petani harus menerima imbal hasil yang rendah demi mensuplai kebutuhan bahan baku bagi industri berorientasi eksport. Ternyata pengorbanan yang begitu besar hanyalah untuk memanjakan dunia khususnya negara maju untuk mendapatkan barang yang murah. Dan ketika mereka tidak punya kemampuan lagi berhutang untuk berkonsumsi, ekonomi terpuruk dan pasar menyusut, chinapun menjadi korban. Keadaan inilah yang disesali dan harus dikoreksi untuk masa depan yang lebih baik. Kedepan ekonomi china akan tetap menjadikan eksport sebagai target namun pasar dalam negeri adalah prioritas yang harus dikelola sebaik mungkin. China belajar dari krisis dan mendapatkan hikmah bahwa pada akhirnya kekuatan rakyatlah yang membuat bangsa dan negara kuat. Salah besar bila negara berharap kemakmuran karena bantuan pasar luar negeri dan bantuan dana luar negeri.

Jadi apa kongkritnya kebijakan yang dibuat oleh pemerintah China sehingga mampu keluar dari krisis dengan cepat, hanya lima tahun sejak tahun 2008 krisis terjadi. Tanya saya. Menurutnya sederhana saja. Kalau sebelumnya kebijakan ekonomi bertumpu kepada Export dan investasi ( lebih kepada property dan insfrastruktur ), kini kebijakannya adalah pasar domestik dan investasi pedesaan. Krisis 2008 melahirkan reformasi atas kebijakan ekonomi Deng. Lewat kebijakan ini, pemerintah mengurangi pajak UKM dan menghapus pajak bagi petani. Untuk mengganti pasar yang menyusut akibat menurunnya permintaan eksport, melalui APBN pemerintah mengeluarkan stimulus untuk belanja barang sebanyak mungkin agar produksi dalam negeri terserap. Disamping itu secara gradual sejak tahun 2008 pemerintah menaikkan UMR buruh dan kini UMR buruh telah meningkat 4 kali lipat dari UMR sebelum tahun 2008. Dengan demikian buruh ( mayoritas penduduk ) punya daya untuk berkonsumsi dan itu diarahkan untuk memperluas pasar domestik. Disamping itu, pemerintah mulai membuka diri dengan menempatkan rakyat sebagai konsumen yang berhak mendapatkan kualitas produk terbaik. Maka, Standard industri diperketat agar dapat menghasilkan out put berkualitas. Kebijakan pro sektor riil yang berhubungan dengan kenaikan upah ini tentu tidak menimbulkan penolakan dari pengusaha karena adil.

Secara Moneter, china mulai menurunkan suku bunga agar kegiatan sektor riel tidak terganggu namun pada waktu bersamaan membuat kebijakan ketat terhadap kredit property dan KPR. Bank dilarang memberikan kredit kontuksi dan dilarang memberikan kredit KPR bagi yang sudah punya rumah. Pemerintah juga menerapkan pajak progressive terhadap kepemilikan rumah. Artinya semakin banyak orang punya rumah semakin tinggi pajaknya. Ini akan mengerem motive spekulasi kaum kaya terhadap property. Dampaknya tentu membuat business property terjerembab dan menimbulkan NPL gigatik di dalam system perbankan. Harga property yang tadinya sudah bubble mulai mengempis ketingkat harga rasional. Lantas bagaimana dengan NPL tersebut. Tanya saya. Melalui dana stimulus yang disediakan oleh APBN, pemerintah mem bailout NPL tersebut dan menyerahkan asset dari perusahaan yang terkena NPL tersebut kedalam pengelolaan BUMN, dan kelak ketika keadaan ekonomi mulai membaik , asset tersebut akan dijual kepublik khususnya untuk mendukung Housing development program bagi rakyat golongan menengah bawah. Dengan kebijakan ini dampak inflasi akibat bubble price dari property dapat di eliminate dan pasar terkendali kearah keadilan. Inflasi secara keseluruhan tetap rendah karena petani semakin bergairah berprodksi sejak pajak dihapus dan UKM bisa bangkit sejak pabrik kembali berproduksi karena pasar domestik tinggi.

PMA pajaknya dinaikan dan pembatasan pasar domestik bagi PMA.Sehingga harga saham asing di bursa jatuh..Koreski harga terjadi dan dan pada titik terendah pemerintah china melalui skema yang rumit mendukung wasta lokal untu akuisi dan dalam 5tahun kedepan dipastikan PMA akan berpindah tangan ke swasta lokal.Perrtumbuhan ekonomi hanya 7 % namun distribusi kesempatan meluas.Terjadi migrasi buruh dari kota ke desa karena kesempatan luas diberikan kepada desa. Industri pengolahan yang berada didaerah mendapat pengurangan pajak dan semakin besar industri memberikan kontribusi bagi wilayah semakin besar restitusi pajak. Konsep ini hanya mungkin bila kebijakan negara berorientasi kepada keadilan sosial yang memungkinkan seluruh rakyat mempunyai akses untuk berkonsumsi karena mereka punya kemampuan berproduksi. Demikian kesimpulan teman saya itu tentang China.

Indonesia ?

PADA pertengahan abad ke 18, seorang yang menjelajah kepulauan ini—dan melihat penghu­ni­nya yang berkulit sawo matang seperti orang Polinesia—bertanya kepada diri sendiri: Apa nama manusia ini? Apa nama kepulauan yang mereka diami? Kemudian pengelana Inggris itu, George Samuel Windsor Earl, memutuskan: ”Indu nesia”. Tapi segera ia berubah pikiran. ”Malayanusia” lebih baik, katanya. Ternyata sebutan ini pun tak lama. Seorang rekannya, James Logan, memilih nama ”Indonesia”. ”Indonesia” sejak itu memasuki sejarah. Dalam The Idea of Indonesia: A History dari R.E. Elson (sebuah buku yang terbit pada 2008 dan membentuk dokumen paling lengkap tentang gagasan kebangsaan kita), dikisahkanlah bagaimana nama itu hidup dengan saga sendiri. Nama ternyata tak hanya jadi penanda. Nama bukan hanya dibuat dan dikonstruksi. Ia juga mengkonstruksi. Nama mengukuhkan sebuah identitas. Tapi nama tak seluruhnya lahir dari niat membuat konsep. Orang tak cuma menyebut ”Indonesia” dengan sebuah definisi. Nama bukan indeks yang abstrak. Robot dalam film Star Wars diberi label ”R2D2”, tapi akhirnya kita mengingatnya sebagai si ”Artuditu”. Label itu jadi nama, ketika yang menyandangnya hidup, bergerak, menampakkan emosi, berperilaku manusia. Nama menyarankan adanya personifikasi, seperti gamelan disebut ”Kyai Tunggul”. Ia menghadirkan sebuah imaji di kepala kita, menimbulkan semangat atau rasa gentar, gugup atau harap harap cemas

Nama ”Indonesia” juga seakan akan sesosok person. Ia tak hanya menandai sebuah tempat. Ketika Bung Karno menyebut pidato pembelaannya di depan mahkamah kolonial ”Indonesia menggugat”, nama itu mengacu ke sesuatu yang menderita sakit karena ketidakadilan, tapi juga mengidamkan sebuah hari esok yang bebas. Tak begitu jelas batas ”sesuatu” itu, tapi ia mengandung energi yang dahsyat yang membuat Bung Karno berani masuk sel penjara dan banyak pemuda tak gentar mengorbankan diri. ”Indonesia” telah jadi sebuah ”penanda kosong” ala Laclau. Tak ada yang dengan sendirinya mampu secara tuntas dan penuh mengisikan sebuah makna ke dalamnya. Yang terjadi hanya: masing masing orang atau pihak memaknainya, dengan bersaing atau bersengketa. Buku Elson adalah riwayat pengisian ”penanda kosong” yang berbunyi ”Indonesia” itu. Bagi para peneliti antropologi pada abad ke 19, dari Prancis, Inggris, Jerman, dan Belanda, ”Indonesia” adalah sebuah konsep praktis buat kerja. Tapi orang Belanda umumnya tak memahami ini. Salah seorang dari mereka di sidang Volksraad berpendapat, nama ”Indonesia” lebih cocok untuk merek cerutu. Sebaliknya bagi para pemuda yang datang dari tanah jajahan ke Nederland. Di tanah asing itu tumbuh rasa kebersamaan tersendiri, baik di kalangan yang datang dari Aceh maupun Ambon, yang keturunan Cina atau Jawa. Dari kebersamaan itu, nama ”Indonesia” jadi sederet bunyi yang mempersatukan, dan dengan persatuan itu mereka menuntut kemerdekaan. Mula mula mereka tak menyetujui membentuk cabang Budi Utomo (karena terbatas ”orang Jawa”). Mereka membentuk ”Indische Vereniging” (IV). Kemudian jadilah ”Indonesisch Verbond van Studeerende” (IVS).

Para politikus kolonial yang konservatif seperti H. Colijn mencoba menunjukkan bahwa persatuan Indonesia mustahil, karena perbedaan suku dan ras yang ada. ”Indonesia” bagi orang orang ini hanya ilusi. Tapi pandangan ini tak berjejak. Dalam sebuah pertemuan IV, pemuda dari Minahasa, G.S.S.J. Ratu Langie, menegaskan perlunya ”persaudaraan” pelbagai suku dan ras di ”Indonesia”. Buku Elson juga mencatat, dalam sebuah pertemuan IVS pada 1920, putra mahkota Kesultanan Yogyakarta menyebut diri sebagai ”seseorang yang dalam batas tertentu mewakili orang Jawa, dan dengan demikian juga bagian dari Indonesia”. Lalu ia pun menutup pidatonya dengan seruan, ”Hidup Indonesia!”Dari sejarah itu tampak, saya kira, yang paling berhasil mengisi makna ”Indonesia” adalah dua tokoh sebuah partai radikal, Indische Partij.Yang pertama Suwardi Suryaningrat, yang kelak jadi Ki Hajar Dewantara. Dalam majalah Hindia Poetra yang diterbitkan kembali pada 1919, aktivis itu menyatakan: ”… orang Indonesia adalah siapa saja yang menganggap Indonesia tanah airnya, tak peduli apakah ia Indonesia murni ataukah ia punya darah Cina, Belanda, dan bangsa Eropa lain dalam jasadnya.”Yang kedua adalah E. Douwes Dekker, yang kemudian dikenal sebagai Setiabudi. Aktivis berdarah Eropa ini menulis surat terbuka ke Ratu Wilhelmina pada April 1913: ”Bukan, Paduka Yang Mulia. Ini bukan tanah air Paduka. Ini tanah air kami….”

Dan ketika dua teman seperjuangannya, Cipto Mangun­kusumo dan Suwardi, ditangkap dan dibuang oleh pemerintah kolonial, ia menulis, dengan rasa sedih, tapi dengan sikap teguh: ”Kami berdiri, bukan hanya… berdampingan satu sama lain, tapi juga di dalam satu sama lain.”Kata kata Suwardi dan Dekker terbukti jadi kenyataan 100 tahun kemudian, pada hari ini. Indonesia bukan sekadar multi kultural, tapi juga inter kultural: tiap orang jadi Indonesia karena memasukkan kebudayaan yang lain ke dalam dirinya. Sebab Indonesia bukanlah ke bhineka an yang bersekat sekat seperti dalam rezim apartheid. Indonesia adalah sebuah proses yang eklektik, bercampur, berbaur dengan bebas.Dengan itu, Indonesia, si ”penanda kosong” ini, mengimbau siapa saja tak putus putusnya, menggerakkan ”kami” jadi ”kita”. Ia tak pernah sempit. Ia hidup dalam ruang dan waktu, tapi ia terasa tak berhingg @

Monday, June 29, 2015

Identitas

Ditengah suara sumbang tentang Aseng yang konotasinya etnis china,saya  sempat diajak diskusi teman etnis China soal kebangsaan ini.Dia berbicara panjang lebar.Saya hanya diam untuk menjadi pendengar yang baik.  Setelah usai bicara dia bertanya kepada saya “ Apakah kamu orang minang. Tentu dengan bangga kamu menjawabnya  ? “ Saya ketawa masam. Jawab saya: ”Saya tak tahu apa kah saya orang minang , atau bukan orang minang.”. Dia bingung. Tapi saya mengerti kenapa dia bingung. Berada di Singapura (atau Malaysia) saya sering sekali menemui percakapan macam itu: orang akan secara tersirat atau tersurat menyebut seseorang dan mengaitkannya dengan ”bangsa Cina” atau ”bangsa Melayu” atau ”bang sa” apa saja dengan suatu sifat yang mereka anggap khas pada ”bangsa” itu.  Berada di dua negeri ini, di mana ethnisitas menguasai kebijakan politik dan kehidupan sehari-hari, tendensi itu tampak sudah jadi bagian bahasa yang otomatis. Tak mengherankan bila di sana saya selalu dipandang dan diletakkan dalam satu kotak identitas. Khususnya yang terkait de ngan ”perkauman”. Kalau saya bergerak dari kotak itu, orang hilang akal. Seperti halnya tuan rumah saya malam itu. Di Indonesia agak lain soalnya. Bagi saya, yang mengganggu di sini adalah bagaimana identitas diterjemahkan dengan istilah yang seakan-akan keramat, yakni ”jati diri”. Saya selalu berkeberatan tentang ini, karena tak ada yang keramat di dalamnya. Bahkan ketika orang mengatakan telah menemukan ”jati diri”, orang sebenarnya tak tahu bahwa ”diri” yang ”(se)-jati” mustahil didapat.

”Diri” atau ”aku” lahir selamanya tak pas, bahkan terbelah. Pendekar psikoanalisis Prancis, Lacan, menemukan bahwa kesadaran akan ”aku” dimulai ketika seorang bocah berada dalam ”tahap cermin”. Si bocah melihat bayangannya di cermin, dan ia diberi tahu bahwa itulah dirinya: utuh, rata, stabil. Padahal, pada ketika itu juga, dan untuk seterusnya, ada yang tak tampak pada cermin: bawah-sadarnya, gejolak biologisnya, kedalaman impian dan traumanya. Cermin mengeliminasi itu semua. Sebuah kesatuan atau Gestalt pun muncul. Itulah yang, kata Lacan, ”melambangkan posisi permanen dari ‘aku’”. Ketika kemudian si bocah diberi nama oleh si ayah bapak yang menguasai bahasa identitas pun dikukuhkan. Tapi dengan itu identitas sebenarnya tak pernah datang sendiri. Ia dirumuskan oleh nama dan bahasa sebuah bangunan simbol yang disusun masyarakat. Identitas tam pak sebagai perbedaan, dan perbedaan tampak karena perbandingan. Perbandingan selamanya mirip mata rantai yang tak putus-putusnya antara X dan lain-lain di dunia. Di sini, saya selalu ingat James Baldwin. Pengarang da ri New York ini ia hitam, gay, dan melarat mening galkan Amerika dan hidup selama 10 tahun di Eropa. Kemudian tulisnya: ”Aku bertemu dengan banyak sekali orang selama di Eropa. Aku bahkan berjumpa dengan diriku sendiri.” Kesadaran akan diri sendiri itu sekaligus kesadaran akan orang lain. Bahkan sifatnya mengandung antagonisme. ”Identitas ditanya hanya ketika ia terancam,” kata Baldwin, ”… atau ketika si orang asing datang memasuki gerbang.”

Dalam Mein Kampf, ada satu cerita Hitler. Ketika ia masih muda, pada suatu malam ia berjalan di pusat kota Wina. Di sana ia bertemu dengan sesosok bayangan berkaftan hitam dan berambut hitam dikepang. ”Yahudikah ini?” Hitler bertanya pada diri sendiri. Setelah ia amati lebih jauh, ia bertanya kembali dalam hati: ”Orang Jermankah ini?” Hitler tak bertanya apakah si bayangan itu seorang seniman atau seorang profesor. Ia mempersoalkan identitas ethnisnya karena baginya itulah yang terpenting. Tapi dengan itu ia menganggap identitas adalah sesuatu yang dibawa dari lahir karena antagonisme yang diyakininya adalah sesuatu yang permanen. Baldwin, yang terlunta-lunta, orang yang dipojokkan dalam kerangkeng identitas (hi tam, gay, asing), menampik itu. Baginya iden titas lebih mirip ”garmen yang menutupi ketelanjangan diri”. Baginya, lebih baik gar men itu dikenakan dengan agak longgar, seperti pakaian di padang pasir: akan tampak, atau akan dapat diperkirakan, diri yang telanjang yang terbungkus di sana. Bahkan bagi Baldwin, orang harus punya ”kekuatan untuk mengganti jubahnya”. ”Anda orang minang…,” kata tuan rumah saya, dan saya tersenyum masam. Saya seperti Baldwin: bagi saya, yang penting bukanlah identitas, yang menyetrap saya dalam sebuah kotak dan seperangkat baju resmi. Bagi saya, yang penting adalah manusia sebagai agency, pelaku. Politik identitas sejak 1970-an punya peran dalam pembebasan orang hitam dan perempuan dan mungkin minoritas lain yang tak diakui. Tapi politik identitas selamanya mengacaukan kenyataan bahwa identitas itu se sekali perlu (ketika ia ”terancam”) tapi tak pernah benar-benar hadir.

Ia konstruksi atas multiplisitas yang inkonsisten, yang serabutan. Untuk meminjam kata-kata Alain Badiou da lam konteks lain, identitas adalah hasil ”compter-pou run”, ”menghitung buat jadi satu”. Dengan kata lain, dengan meneguhkan identitas, aku meletakkan diri sebagai pemersatu dari segala yang carut-marut dan tak terduga dalam diriku. Maka aku pun jadi Sang Tunggal: di luarku, terkadang terasa mengancam, bergelombang perbedaan-perbedaan yang membentuk hidup nun di sana dan hidup dalam hidupku. Dan identitas itu adalah bagian dari paranoiaku.@

Memahami Politik kejatuhan Gus Dur

Kalau kita ingin memahami Politik di Indonesia paska kejatuhan Soeharto maka belajarlah dari kejatuhan Gus Dur.  Gus Dur terpilih lewat Sida...