Saturday, March 29, 2014

Islam di Indonesia...

Siapakah yang sangat menentang keberadaan Penjajah Belanda? Demikian kata teman kemarin ketika memulai diskusi. Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriyah atau abad ke tujuh sampai abad ke delapanmasehi. Islam masuk ke Indonesia awalnya melalui  Pesisir Utara pulau Sumatera, yaitu di peureulak Aceh Timur, kemudian meluas sampai bisa mendirikan kerajaan islam pertama di Samudera Pasai, Aceh Utara. Kemudian melalui pesisir Utara pulau Jawa kemudian meluas ke Maluku yang selama beberapa abad menjadi pusat kerajaan Hindu yaitu kerajaan Maja Pahit. Agama islam secara mendalam mempengaruhi kehidupan agama, social dan politik, buktinya yaitu banyaknya nama-nama islam dan peninggalan-peninggalan yang bernilai keIslaman. Namun Kerajaan Islam di daerah Aceh, Minangkabau di Sumatera Barat dan Banten di Jawa sedikit sekali disentuh oleh kebudayaan Hindu-Budha. Walau ketika itu kerajaan Islam terpecah terdiri dari berbagai kerajaan namun mereka dipersatukan oleh aqidah dan karenanya kehidupan nusantara sangat damai. Tidak pernah terjadi pertarungan antar kesultanan. Awalnya Belanda masuk ke Indonesia untuk tujuan berniaga dan diterima dengan tangan terbuka oleh kerajaan Islam yang ketika itu dipimpin oleh para Sultan.Kemudian Belanda mengajukan izin untuk investasi disektor perkebunan. Selanjutnya Belanda berhasil menguasai kerajaan islam satu persatu dan terbentuklah kerajaan dibawah system kolonial.  Jadi dapat disimpulkan bahwa yang sangat menentang kolonial belanda itu adalah kerajaan Islam. Kata teman saya.

Apakah kesultanan Islam berdiam saja dari upaya Belanda menjadikan mereka wilayah kolonial/ Tidak. Sejarah mencatat perang Sultan Agung (1613-1645) , Perang Makassar (1633-1669), Perang Trunojoyo dan Karaeng Dalesong (1675-1680), Perang Palembang (1818-1821), Perang Paderi (1821-1832), Perang Diponegoro (1825-1830), Perang Banjar (1854-1864), Perang Aceh (1875-1903), serta banyak lagi perlawanan dan pemberontakkan kecil yang tidak disebutkan sejarah. Dalam bermacam peperangan ini telah tertawan dan gugur para  syuhada karena jihad fi sabilillah, tokoh-tokoh seperti Sultan Hasa nuddin, Trunojoyo, Karaeng Galesong, Untung Suropati, Pangeran Antasari, Pangeran Hidayatullah, Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Nan Renceh, Panglima Polem, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Cut Nyak Dien, dan ribuan pengikut-pengikutnya yang tidak bisa disebut satu per satu. Namun peperangan perlawanan yang tiada henti dari masa ke masa , dari setiap kerajaan islam , tidak mengurangi ambisi Belanda untuk terus menguasai wilayah nusantara ini. Nampaknya sekeras perjuangan perlawanan kerajaan islam ketika itu , semudah itupula bagi Belanda  memukul mundur pasukan islam dan akhirnya membuat mereka takluk dibawah kendali Belanda dengan paham sekularisme nya.Apalagi belakangan Belanda tidak hanya menggunakan kekuatan senjata tapi juga menggunakan propaganda pemikiran lewat program Snouck Hurgronye, dimana belanda tidak merusak ritual islam namun mengekang spritual sosial dan politik.

Selanjutnya perlawanan pergerakan islam masuk dalam wilayah kelembagaan namun tetap diluar system kekuasaan Kolonial. Pada tahun 1905 berdiri perkumpulan Jamiat Khair. Tahun 1911 berdiri Syarikat Islam dan Persyarikatan Ulama. Setahun kemudian atau tahun 1912 KH Ahmad Dahlan pulang dari Makkah mendirikan Pergerakan Muhammadiah. Tahun 1914 berdiri Partai Komunis Indonesia yang  digunakan oleh tokoh pergerakan Islam sebagai kendaraan perjuangan. Dari adanya wadah ini maka berkumpulah kaum cerdik pandai Islam dengan tujuan yang sama yaitu membela agama Allah. Kegagalan perlawanan islam terhadap kolonialisme dipelajari dengan seksama oleh para kaum pergerakan Islam khususnya kaum muda. Tahun 1916 , diadakan Congres Central Sjarikat Islam pertama yang diadakan di Bandung. Pada kongres ini dihadiri oleh perwakilan pemuda pergerakan Islam dari seluruh nusantara. Kongres ini berhasil menyamakan persepsi bahwa kekalahan umat islam dalam  menghadapi kolonial Belanda adalah karena umat islam tidak bisa bersatu dan ini digunakan oleh belanda untuk memecah belah melalui politik adu domba. Tahun 1920 berdiri Persatuan Islam. Tahun 1926 Kh Hasyim Ashari mendirikan  Nahdatul Ulama. Tahun 1927 berdirilah Partai Nasional Indonesia yang bertujuan tidak hanya mempersatukan atas dasar agama tapi budaya  bernama Indonesia. Dari gerakan persatuan atas dasar agama dan budaya  inilah pada tahun 1928 diadakan Kongres Pemuda yang melahirkan sumpah pemuda.

Ketika Belanda terusir dari Indonesia karena unggulnya Jepang dalam perang pacific,jepang memberikan kesempatan Indonesia untuk meneruskan persatuan itu melalui 1) Shumubu, yaitu Kantor Urusan Agama yang menggantikan Kantor Urusan Pribumi zaman Belanda, yang dipimpin oleh Hoesein Djayadiningrat pada 1 Oktober 1943. 2).  Masyumi, ( Majelis Syura Muslimin Indonesia ) menggantikan MIAI yang dibubarkan pada bulan oktober 1943, Tujuan didirikannya adalah selain untuk memperkokohkan Persatuan Umat Islam di Indonesia, juga untuk meningkatkan bantuan kaum muslimin kepada usaha peperangan Jepang.3). Hizbullah, ( Partai Allah atau Angkatan Allah ) semacam organisasi militer untuk pemuda-pemuda muslimin yang dipimpin oleh Zainul Arifin. Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ketika jepang kalah dalam perang dunia kedua,penguasa jepang di Indonesia  mendua sikapnya.Satu kelompok ingin Indonesia merdeka,satu kelompok lagi tunduk dengan hukum perang bahwa Jepang harus menyerahkan indonesia kepada pemenang perang ( sekutu). Karena sikap mendua ini jepang ragu ragu dan akhirnya karena persatuan umat islam sudah kokoh dan tersedianya kekuatan laskar maka  kaum pergerakan dapat bersikap tegas terhadap Jepang tanpa takut dikendalikan jepang. Ketika kemerdekaan sudah didepan mata, kembali terjadi pertikaian didalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia  ( PPKI). Apa bentuk negara Indonesia?

Rapat marathon dalam PPKI berlangsung alot. Satu sama lain bersiteganng soal ini. Pertanyaan mendasar yang sulit dipecahkan adalah “ apa yang mengharuskan kita bersatu”. Sumatera tidak punya kepentingan apapun bila harus bergabung dengan jawa. Begitupula Kalimantan dan lainnnya bersikap sama.  Yang mempersatukan kita adalah “Allah “. Demikian kata KH Agus Salim. Agama kita mengenal satu Tuhan. Mengapa kita harus berbeda bila tujuan hidup kita adalah sama. Mengapa ? Perbedaan suku dan budaya tak lagi dibahas bila sudah menyangkut Allah. Setiap agama mengajarkan satu hal , yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tidak ada agama yang mengajarkan keadilan yang subjective. Tidak ada!. Adil dan beradab sangat tinggi sekali nilainya. Didalamnya terkandung cinta dan kasih sayang. Berbuat karena cinta untuk memanusiakan manusia. Ketika Persatuan Indonesia dilandasi oleh rasa kemanusiaan yang adil dan beradab oleh seluruh rakyat maka kepemimpinan dipercayakan kepada elite . Mereka adalah segelintir orang yang lahir dari proses kepemimpinan yang berakar dari bawah. Mereka menjadi inpirasi bagi public sebagai taladan dan akhirnya melahirkan aspirasi kolektif. Karena para elite ini bersikap dan berbuat berdasarkan hikmat dan bijaksana. Merupakan perpaduan kehalusan nurani dan kekuatan pikiran untuk cinta, keikhlasan. Tidak ada menang kalah dalam mengambil keputusan. Semua dimusyawarahkan untuk menghasilkan mufakat. Semua berpihak kepada kebenaran ilahiah bukan golongan atau individu. Lantas apa tujuan akhir dari adanya persatuan ini? Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Semua yang hadir dalam PPKI sepakat dan  lahirlah piagam Jakarta tentang Pancasila.

Fakta sejarah bahwa Pancasila itu di create sebagian besar tokoh Intetektual Islam dan Ulama yang berkeja keras membentuk Dasar Negara dan UUD , yang dikenal dengan Piagam Jakarta. Perubahan sila pertama menghilangkan kalimat syariat islam bagi pemeluknya tidak menghilangkan ruh Pancasila sebagai puncak itjihad ulama untuk membangun peradaban yang dirahmati Allah. Karena pada sila keempat tertuang ruh Islam yang menempatkan musyawarah dan mufakat (Q.S. Asy Syurâ [42]:38). Ini tidak ditentang oleh golongan agama lain. Tidak ditentang oleh semua suku. Tidak berbeda pendapat dengan semua tokoh pendiri negara ketika itu. Pancasila ,Pemimpin tidak dipilih oleh rakyat secara langsung tapi dipilih oleh mereka yang hikmah ( Hakam/cendekiawan) dan bijaksana ( berakhlak tinggi) atas dasar perwakilan melalui mekanisme musyawarah( baiat), bukan voting. Jadi sebetulnya dalam Pancasila tidak ada istilah PEMILU. Pancasila dalam terminology dan budaya Indonesia adalah khilafah islam. Semua sepakat bahwa UUD 45 akan diperbaiki dikemudian hari agar sesuai dengan ruh Pancasila. Tapi sejak merdeka sampai kini  UUD 45 tidak pernah direvisi sesuai dengan Pancasila.  Mengapa? Umat islam mudah dipersatukan ketika melawan musuh dari luar namun bercerai berai ketika mencapai kemenangan.Mereka lupa bahwa musuh sebenarnya adalah nafsunya. Ketika mereka ditaklukan oleh nafsunya maka rusaklah barisannya,rusaklah nilai islam,maka ridho Allah menjauh...akhirnya kalah dan terkalahkan,kembali terjajah melalui neocolonialism...

Monday, March 24, 2014

Mengapa Jokowi?

Ketika  Jokowi resmi dicalonkan sebagai Presiden oleh PDIP maka reaksi media massa international sangat positip. Bloomberg  merupakan contain provider dibidang keuangan dan diakses oleh seluruh Fund Manager didunia menulis bahwa Pasar menyukai Jokowi. Kebijakannya membangun fasilitas umum dan infrastruktur mendorong IHSG menguat. Saham Bank-Bank lokal terkerek naik. Bank Mandiri sahamnya naik 9,1 persen. Bank BRI naik 11 persen. Bloomberg mengutip Khoon Goh, senior foreign-exchange strategist di Australia & New Zealand Banking Group Ltd. in Singapore, menyebut Jokowi sebagai 'Mr. Fix It'. Begitupula Reuters yang juga merupakan portal Keuangan paling tinggi kredibilitasnya menulis bahwa pencalonan Jokowi datang dengan harapan besar bisa memimpin negara terbesar di Asia Tenggara yang selama ini dipimpin dengan kebijakan yang membingungkan dan kepemimpinan yang lemah. "Dia wajah baru di politik Indonesia. Dan dia menyegarkan," kata Robert Prior-Wandesforde, ekonom Credit Suisse di Singapore.Bagaimana pendapat dari media politik dan sosial? Washington Post menulis bahwa Jokowi populer di kalangan rakyat miskin dan memiliki rekam jejak yang bersih. Dan terakhir yang cukup fenomenal adalah ungkapan dari  Sidney Morning Herald bahwa Setelah Jokowi resmi menyalonkan diri maju dalam perebutan kursi presiden, dia bisa mengubah pilihan 23 juta warga yang memiliki hak pilih untuk ikut memilih ( tidak golput). Semua media massa itu tidak ada afiliasi dengan politik. Kalau media massa itu berafiliasi dengan politik maka mereka akan memuji HT dan ARB,  Surya Paloh sebagai raja Media TV yang juga capres.

Majalah Fortune mengeluarkan daftar 50 pemimpin paling hebat di dunia. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ada dalam daftar tersebut, menempati posisi nomor 37. Malah Presiden Amerika Serikat Barack Obama gagal masuk dalam list tersebut. Majalah Fortune menilai Obama kalah bersaing dengan para tokoh lainnya. Uniknya Kantor Berita Inggris BBC pernah menyebut Jokowi sebagai Obama dari Jakarta dengan menulis bahwa  Mr Widodo adalah politikus yang bersih. Seorang pemimpin yang mendengarkan keluhan masyarakat. Dia kerap disamakan dengan Presiden AS Barack Obama, bukan karena perawakannya yang sama-sama tinggi dan langsing. tetapi karena empatinya pada masyarakat. Dengan begitu banyaknya hujan pujian dari masyarakat international , lantas apa kata Jokowi?  Dia hanya menjawab singkat bahwa dia bukanlah sekelas Obama. Dia hanyalah orang sederhana. Jokowi tidak pernah berusaha menampilkan profile kehebatannya dalam media cetak /tv/youtupe seperti yang dilakukan oleh Prabowo dan capres lainnya. Walau dia penguasa jakarta namun tidak ada satupun baleho atau poster besar yang menampilkan photonya di jalan protokol Jakarta.Beda dengan pemimpin kota/daerah lainnya yang berusaha memenuhi kotanya dengan photo wajahnya dimana mana. Jokowi berusaha menghindari dari liputan media massa namun dia tidak bisa melarang media massa untuk meliputnya.  Karena UU pers memberikan hak kepada wartawan untuk meliput.Wartawan meliput kegiatannya karena memang rating pembaca berita tentangnya tinggi sekali. Dan wartawan wajib memenuhi permintaan pembacanya atau dia akan ditinggalkan  oleh pembaca.

Sebanyak pujian,sehebat pujian tidak membuat Jokowi menjadi tinggi hati.Dia tidak merasa kecil bila harus naik pesawat kelas ekonomi dan membwa sendiri travalling bag nya. Diapun tidak merasa kecil bila dihujat oleh lawan politiknya dengan kata yang tidak santun. Fitnah tentang Jokowi bertebaran dimedia massa. Dia tak ingin hujatan dibalas dengan hujatan. Fitnah dibalas dengan fitnah. Dia  lebih memilih tidak melayani kampanye dengan cara seperti itu. Teman yang bekerja sebagai analis di lembaga keuangan Asing mengatakan kepada saya bahwa  selama Jokowi berkuasa di Jakarta dan Solo, tidak pernah dia jauh dari rakyat. Hampir setiap hari dia mendatangi rakyat,mendengar keluhaan rakyat. Hal seperti ini tidak mudah. Siapapun boleh ngomong bahwa ini pencitraan , useless tapi tidak ada satupun pemimpin di indonesia yang mampu melakukan seperti yang Jokowi lakukan.  Di Jakarta anak sekolah dari keluarga miskin bukan hanya bebas uang sekolah tapi juga mendapat Kartu ATM Jakarta Pintar yang setiap bulan menerima santunan uang transfort, gizi dan alat tulis sebesar Rp.240.000. Siapapun penduduk Jakarta asalkan ada KTP berhak berobat/rawat inap  gratis asalkan mau dirawat dengan standar kelas 3. Bagi keluarga miskin yang tinggal diperkampungan kumuh kini secara bertahap mendapat bantuan program Kampung Deret untuk perbaikan rumah yang manusiawi dan lingkungan yang bersih. Bagi mereka yang tinggal dibantaran kali dan waduk mendapat program relokasi kerumah susun dengan flexibilitas syarat sesuai dengan kemampuan warga membayar. Pedagang kaki lima dibina untuk berdagang secara formal dipasar yang disediakan dengan tarif sewa yang sangat murah.

Ya  Jokowi memang hanya bekerja untuk kepentingan rakyat miskin di jakarta sementara  orang kaya dipajaki tinggi.Pajak Bumi Bangunan (PBB) naik 100% dengan kenaikan NJOP.Tarif parkir naik.Makan direstoran kena pajak, mendatangi tempat hiburan, hotel dikenakan pajak secara online sehingga tidak bisa lagi pemungut pajak dan pembayar pajak kongkalikong. Dari itu semua DKI berhasil mendongkrak kenaikan PAD menjadi 22 triliun dan membuat APBD DKI menjadi Rp. 70 triliun.Diperkirakan dalam dua tahun kedepan APBD DKI akan tembus Rp. 100 trilun tentu akan lebih banyak lagi program pro rakyat akan dijalankan Jokowi. Tapi besarnya APBD DKI itu tidak otomatis bisa menyelesaikan masalah banjir dan kemacetan karena kedua hal tersebut berhubungan dengan kebijakan pemerintah Pusat.  Kebijakan traffic control seperti pembatasan jumlah kendaraan ,perluasan jalan, pengadaan MRT , revitalisasi Waduk, Kanal Barat, Kanal Timur, terkendala oleh kebijakan dari kementrian PU, Perhubungan, Keuangan, EKUIN yang  tidak mudah di eksekusi karena bukan wewenang  Jokowi. Menurut Ahok, bila Jokowi menjadi Presiden terpilih maka yang paling duluan diuntungkan adalah DKI karena Jokowi sudah tahu persoalannya secara detail sehingga mudah baginya mengeksekusi kebijakan untuk menjadikan DKI sebagai ibukota negara berkelas dunia.

Semakin Jokowi dihujat, didiskreditkan, difitnah semakin dia mendapat tempat dihati rakyat tertindas. Mengapa? Karena kita yang masuk kelompok menengah ini,  baik itu pemuka agama, cendekiawan, pengamat, politisi, pengusaha, tidak pernah mau dekat kepada rakyat tertindas.Kita tidak punya reputasi lagi dihadapan rakyat tertindas karena mereka sudah terlalu lama menderita dan kita asyik dengan diri kita sendiri. Ketidak sukaan  kita apapun dalilnya kepada Jokowi akan  membuat ia semakin mendapat simpati dari rakyat tertindas. Kebencian kelompok menengah inilah yang dipakai oleh kader marhaen diakar rumput untuk menarik simpati rakyat tertindas. 

Saturday, March 15, 2014

Umat Islam, bersatulah....

Minggu lalu saya ikut dalam satu pertemuan dengan sekelompok  kecil orang yang memang dekat dengan kekuasaan. Mereka ini memang berada diluar ring namun secara tidak langsung mereka ikut mempengaruhi kebijkan penguasa. Saya hadir dalam pertemuan itu karena diminta oleh mereka dalam kapasitas saya sebagai advisory. Sebetulnya ini kali pertama saya bertemu dengan mereka sebelumnya hanya tahu dari media massa.  Dalam pertemuan itu, setelah saya selesai dengan presentasi saya, terjadi diskusi hangat seputar keadaan politik setelah Pemilu. Saya tidak mau terlibat dalam dialogh ini karena saya memang bukan politisi dan bukan pula orang hidup yang bersinggungan dengan dunia politik. Saya hanyalah pengusaha dan professional. Dari dialogh itu tahulah saya bagaimana sikap mereka tentang kekuatan  Islam. Bagaimanapun Pemilu yang akan datang adalah killing field bagi Partai yang berasaskan Islam. Operasi intelligent melemahkan mereka selama 5 tahun sangat efektif membuat mereka dijauhi oleh pengikutnya dan bahkan dibenci oleh umat Islam sendiri. Setiap  issue tentang bad image islam menjadi santapan media massa. Disamping itu Infiltration intelligent berhasil masuk kedalam ormas Islam agar mempropagandakan anti demokrasi sehingga mereka keluar dari  barisan Partai Islam. Singkatnya mereka akan lakukan all at cost untuk mengeliminate partai Islam. Dengan terpilihnya Jokowi sebagai Capres maka ini menjadi alat ampuh bagi mereka untuk membenturkan dua kekuatan yaitu Islam dan PDIP ( Jokowi). Keduanya akan saling bunuh. Melempar dengan satu batu mengenai dua target.

Bagaimana dengan akar rumput dari  kelompok Marhaen (PDIP)? Ada sederet  ormas Islam dan Tokoh islam yang akan membantu kampanye melarang umat islam memilih PDIP dan Jokowi sebagai capres. Ada isyu yang akan dilontarkan kepada umat islam bahwa ; Jokowi golongan  Syiah. Jokowi termasuk Islam abangan ( kejawen). Jokowi kepanjangan tangan dari konspirasi Yahudi untuk menghancurkan Islam. Menurut mereka beberapa tokoh Islam telah berhasil mereka pengaruhi. Berbagai saluran informasi mereka gunakan untuk meyakinkan umat islam bahwa PDIP anti perjuangan Syariah Islam. Black campaign ini akan terus digulirkan untuk panetrasi ke publik. Mereka sudah dapat sponsor dari beberapa pihak untuk memastikan Partai non Islam dan pro kebijakan kapitalisme dapat unggul dalam putaran pemilu. Secara kasar bila 100 juta pemilih ditebar uang per kepala USD10 ( Rp.100 ribu) maka itu artinya hanya dibutuhkan USD 1 miliar atau setara denganRp.12 triliun atau setara dengan produksi minyak Exxon dan Chevron dua hari atau setara dengan satu hari produksi emas Freeport. Selama kekuasan SBY memang ekonomi tumbuh pesat namun kantong kantong kemiskinan semakin banyak di Indonesia dengan terbukti semakin meluasnya asal TKW yang bekerja di luar negeri. Jadi dapat dipastikan operasi serangan fajar akan efektif. Uang Rp. 100 ribu bukan jumlah sedikit bagi orang miskin yang ada dipedesaan. Itu sangat berarti bagi mereka. Jadi operasi pemenangan pemilu lewat silent operation memang dilakukan secara sistematis dan professional sehingga kekuatan politik sosialis  kiri  ( PDIP ) maupun sosial kanan ( Islam ) hancur dengan sendirinya.

Lantas apa agenda dibalik ini semua ? Saya memberanikan diri bertanya. Dengan tersenyum mereka berkata bahwa Pemilu kali ini harus bisa memastikan kekuatan mereka  menang telak dengan penguasaan suara koalisi diatas 60%. Dengan demikian maka UU Intelligent akan mereka revisi sesuai dengan design mereka. Sehingga Intel punya kebebasan untuk mengawasi gerakan bawah tanah kekuatan Islam. UU Ormas akan mereka revisi sesuai konsep awal dimana seluruh ormas berasaskan Pancasila. Bagi Ormas Islam yang menolak akan dianggap inkonsitutional alias dibubarkan secara konstitutional. RUU Gender akan disyahkan sehingga eksistensi Islam dan Ruh islam dalam NKRI hilang sudah. Saya merinding mendengar agenda itu. Mengapa sampai sejauh itu kebencian mereka terhadap Islam? Bukankah umat islam berada digaris depan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia? Salah satu perserta bule yang hadir sempat berbisik kepada saya “satu satunya yang tahu siapa musuh negeri ini adalah Islam. Satunya satunya yang tidak mereka inginkan adalah sosialis kiri ( PDIP). Dua kekuatan ini sudah lemah dan mudah dirusak barisannya. Karena sulitnya tercapainya persatuan diantara golongan islam sehingga tidak sulit bagi mereka untuk memecah belah dengan informasi sesat yang penuh rekayasa. Maklum ,semua golongan dalam Islam merasa masing masing mereka paling benar dan paling berhak mewakili perjuangan umat islam. Sementara akar rumput PDIP kebanyakan adalah komunitas miskin yang mudah disuap dengan receh. 

Setelah pertemuan itu saya terhenyak. Nyatalah peringatan Allah bahwa persatuan diantara umat itu adalah mutlak. Tahun 1980 an saya selalu sholat subuh di Masjid Almunawarah ( Tanah Abang) karena Buya M.Natsir mengisi ceramah kuliah subuh di masjid itu. Ketika itu saya tanya kepada beliau mengapa Islam selalu kalah di Indonesia? jawabnya" Walau kiblat kita sama sama ke Makkah , rasul kita sama, namun kita paling sulit dipersatukan. Selagi islam tidak bisa bersatu maka jangan berharap perjuangan Syariah Islam akan berhasil. Umat Islam akan sama dengan buih dilautan yang mudah disibak oleh sampan berukur terkecil. Ingat firman Allah yang artinya “Dan berpegang eratlah kalian semua dengan tali Allah dan janganlah berpecah belah” . (Ali Imran: 103). Apa yang dimaksud dengan tali Allah ? Buya Natsir mengingatkan tentang makna ikhlas. Bila orang bejuang ikhlas  karena Allah maka dia akan sangat mudah dipersatukan. Saat sekarang kekuatan Islam yang ada dalam sistem demokrasi ada tiga yaitu PPP, PBB dan PKS.Ketiga Partai ini berasaskan Islam. Apabila anda mencurigai mereka tidak amanah dan memilih partai lain atau memilih Golput maka yakinlah bahwa bila Pemilu usai dan Partai Islam tidak mencapai parliamentary threshold, anda yang paling getol menentang demokrasi atau mencurigai partai islam akan lebih dulu disapu oleh kekuatan sekular lewat UU Ormas,UU inteligent,UU Gender. Allah tidak akan meridhoi perjuangan yang tidak dalam barisan yang kokoh (Al- Ashaff (61):4).Bersatulah dan cerdaslah...

Saturday, March 8, 2014

Solusi utang ?

Menjelang PEMILU , PDIP telah mewacanakan untuk menghentikan pinjaman luar negeri. Menurut saya ini bukan hanya sekedar retorika dari PDIP tapi sudah menjadi bagian dari prinsip PDIP sesuai dengan idiology Marhaennya yaitu berdikari. Ketika  Gus Dur jatuh dan digantikan oleh Megawati maka yang pertama dilakukannya adalah menghentikan program recovery economy dibawah IMF dan menetapkan kebijakan zero growth hutang atau tidak  ada pertambahan hutang baru.Pada waktu bersamaan Megawati menghentikan operasional FREEPORT dengan alasan melanggar AMDAL , dan juga  Menghentikan kontrak pertambangan minyak Caltex di Blok Natuna Kepri dan Riau Daratan serta menolak penguasaan Blok Cepu oleh Exxon. Hutang dan bagi hasil Tambang adalah dua sumber penghasilan yang menopang 80% penerimaan negara dalam APBN. Tapi kedua hal itu dikeluarkan oleh Megawati sebagai sumber penerimaan. Lantas bagaimana caranya menutupi APBN?  Caranya adalah dengan mengurangi subsidi sehingga negara bisa menghemat 40% belanja rutin. Kemudian, Megawati menjual  BUMN yang Public Service Obligation yang dibawah 50% seperti Indosat dll.Pendapatan ini dimasukan dalam penerimanaan negara. Sebetulnya masih banyak lagi program yang akan dijalankan Megawati ketika itu tapi  karena terbatasnya waktu dia berkuasa  programnya tidak bisa berjalan dengan sempurna. Lawan politiknya menggunakan kebijakan pengurangan subsidi untuk membuat Megawati dijauhi oleh wong cilik. Pemilu 2004 Megawi kalah, dan digantikan oleh SBY, negara kembali berhutang, blok natuna dan Cepu dikuasai oleh Exxon dan Freeport kembali beroperasi.

Pada 2004 rasio utang terhadap PDB masih 56,6%, kemudian terus turun menjadi 47,3% (2005); 39,0% (2006); 35,1% (2007); 33,0% (2008); 28,3% (2009); 26,0% (2010); 24,4% (2011); dan sekarang pada kisaran 22,9% (2012) [Bappenas, 2012]. Dengan data ini SBY bisa berbangga hati bahwa dia telah sukses mengurangi hutang berbanding terhadap PDB. Benarkah ?  Orang awam mungkin bisa dibodohi. Perhatikan ini, bahwa kehebatan suatu negara bukan diukur dari perbandingan hutang terhadap PDB tapi tingkat ( rasio ) kemampuan negara membayar hutang. Atau disebut dengan debt service ratio /DSR  atau rasio pembayaran utang dan bunga dibagi dengan jumlah penerimaan ekspor. Dalam international economy community  ada konsesus bahwa apabila  DSR diatas 20% berarti menggambarkan lampu kuning, atau harus ekstra hati-hati. Data yang ada menunjukkan DSR Indonesia terus meningkat oleh sebab kenaikan jumlah utang, sedangkan di sisi lain ekspor cenderung menurun pertumbuhannya. Pada Triwulan I-2012 DSR melejit menjadi 30,7%, padahal pada 2011 masih di kisaran 21,1%. Disampinng itu total jumlah utang terhadap penerimaan pemerintah (pajak dan pendapatan bukan pajak) selalu lebih tinggi. Misalnya, pada 2007 total penerimaan pemerintah Rp 706 triliun, namun utangnya mencapai Rp 1.389 triliun. Pada 2011 total penerimaan pemerintah Rp 1.205 triliun, tapi jumlah utang Rp 1.803 triliun. Dan ini terus berlanjut sampai dengan 2014 dimana utang Indonesia sudah mencapai Rp.2.465,45 Triliun

Keadaan tersebut harus dihentikan karena dari tahun ketahun ketergantungan akan hutang semakin besar dan ancaman default semakin besar pula.Inilah yang menjadi PR besar dan rumit bagi Presiden terpilih. Lantas bagaimana solusi bagi PDIP untuk menghilangkan ketergantungan APBN akan utang? Peninjauan seluruh kontrak blok Migas dan Mineral. Berdasarkan hasil study KPK yang dibantu oleh lembaga riset independent international dari sektor Migas saja (tidak termasuk Freeport, batubara) potensi ekonomi mencapai Rp.7,200 Ttiliun pertahun atau 4 kali dari APBN. Artinya dengan hanya program amendment PSC ( production Sharing Contract)  yang sesuai dengan kepentingan nasional maka dalam setahun indonesia sudah bisa melunasi hutang luar negeri dan selanjutnya APBN mandiri tanpa hutang. Seorang teman yang bekerja di lembaga keuangan international pernah berkata kepada saya bahwa apabila pemerintah baru mencoba merubah kontrak Block Migas maka investor akan kabur dari Indonesia.Indonesia akan masuk blacklist financial community sehingga kehilangan financial resource. Dengan demikian akan mengancam sumber penerimaan negara untuk memenuhi APBN. Saya tersenyum saja. Bagi saya itu adalah berkah bila semua investor kabur. Karena indonesia dapat leluasa mengelola sendiri ladang Migasnya.Bagaimana caranya? Dari mana duitnya? Soal tekhnologi tidak usah kawatir karena di era sekarang tekhnologi bisa dibeli dari mana saja dan lagi insinyur Indonesia yang berkarir hebat diluar negeri tentu akan pulang apabila kesempatan diberikan.

Darimana uangnya untuk mengolah Migas bila investor hengkang? Pernah Darmin Nasution ketika masih menjabat Gubernur BI mengatakan bahwa dari total 140 juta rekening nasabah perbankan, sebanyak 3% ( 4,2 juta) nasabah menguasai 67% dana di perbankan.Kalau total dana nasabah diperbankan sebesar  Rp 3.392 triliun maka  4,2 juta nasabah menguasai Rp.2.270 Triliun atau kurang lebih sama dengan USD 200 miliar. Ini merupakan Potensi financial resouce dalam negeri yang sangat besar dan dapat digunakan pemerintah untuk sumber pembiayaan pengelolaan MIGAS. Caranya? Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan menukar ( SWAP) tabungan/deposito untuk 4,2 juta nasabah tersebut dengan  SUKUK RI (Obligasi berbasis revenue). SUKUK ini dijamin likuiditasnya oleh pemerintah asalkan disertai dengan underlying pembiayaan proyek  ( bukan untuk konsumsi). Sehingga pada waktu bersamaan pemerintah memaksa secara UU pemilik dana untuk terlibat langsung dalam produksi ( sektor riil). Jadi jangan ada lagi orang kaya menikamati rente tanpa kerja keras. Agar tidak timbul gejolak sehingga berdampak sistemik maka pemerintah menyertakan kebijakan SWAP itu dengan bebas pajak penghasilan atas pendapatan revenue dari SUKUK tersebut. Dengan demikian pemilik dana mendapatkan dua manfaat ; pertama dananya dikelola untuk usaha ( MIGAS) yang pasti mendatangkan laba yang bebas pajak dan kedua SUKUK dapat kapan saja dicairkan selagi digunakan untuk pembiayaan proyek sehingga tidak menghabat financial freedom nya. Dan yang penting pemerintah lepas dari bunga atau Riba. APBN lebih besar powernya menopang  tanggung jawab sosialnya untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh  rakyat Indonesia.

Namun ilustrasi tersebut diatas hanya mungkin bila PDJP bersama Partai sosialis kanan ( PKS,PBB,PPP) Sosialis nasionalis ( GARINDRA dan NASDEM) bersatu dalam aliansi dan menguasai mayoritas suara di Parlemen diatas 70%. Apabila aliansi ini hanya mencapai suara dibawah 50% maka dapat dipastikan walau presiden terpilih dari PDIP atau GARINDRA atau PKS tetap tidak akan bisa menerapkan kebijakan tersebut. Kekuatan kapitalisme international akan memanfaatkan pengaruhnya kepada  Partai seperti , PKB, PAN bersama  PD dan Golkar untuk menghadang setiap upaya hendak merubah UU yang bisa membuat kepentingan business Migas mereka tereliminasi. Semuanya kembali kepada Rakyat ketika PEMILU nanti. Apakah lebih suka menadahkan tangan dan gratis dari negara namun mencari rezeki sulit dan harga melambung tinggi ? Pilihlah Partai beraliran atau berkiblat kepada kapitalis. Ingin mendapatkan financial freedom karena mencari rezeki mudah dan biaya hidup murah? Pilihlah Partai yang tidak berkiblat kepada Kapitalis. Apabila anda Golput maka suka tidak suka anda ikut bertanggung jawab bila negara ini tetap hidup dari RIBA dan terjebak RIBA, karena anda diberi kebebasan memilih tapi anda milih lari dari arena. Cerdaslah! 

Memahami Politik kejatuhan Gus Dur

Kalau kita ingin memahami Politik di Indonesia paska kejatuhan Soeharto maka belajarlah dari kejatuhan Gus Dur.  Gus Dur terpilih lewat Sida...