Monday, October 3, 2011

Oportunis atau visioner ?

Tahun 80an ketika Bill Gate memulai gagasannya untuk mengembangkan bisnis Software berbasis Window, banyak orang menganggapnya gila. Mungkin ketika itu belum banyak orang tahu ide itu akan punya nilai dikemudian hari. Apalagi ketika itu IBM sudah merajai pasar computer yang dikenal dengan blue screen. Tapi tahun 1999 nilai pasar Microsoft sudah 3 kali dari IBM. Tidak ada satupun competitor di AS yang bisa menandingi Microsoft. Bahkan dunia mengatakan bahwa Microsoft telah tumbuh besar menjadi dictator Tekhnologi berbasis software yang membuat orang tidak punya pilihan lain. Seiring dengan itu, dunia kampus dan peneliti tampil dengan tesis baru bahwa cara kerja IBM salah, raksasa yang lambat. IBM tidak bergeming. Bahkan IBM bertindak lebih ekstrim dengan melepas bisnis PC kepada LENOVO raksasa computer dari China.

Tamatkah IBM setelah itu ? oh tidak! Louis Gerstner peminpim IBM yang diminta melakukan pembaharuan ditubuh IBM tentu punya strategi yang jitu dengan visi riset yang kuat. IBM berfocus kepada teknologi solusi terpadu serta pengadaan server canggih. Karena bagi Louis hanya itulah kekuatan yang tersisa ditubuh IBM dan juga itulah kekuatan IBM sedari awalnya. Adapun belakangan muncul PC itupun dilakukan tidak by design. Hanya mengikuti trend market. IBM sadar bahwa bisnis PC dan software akan terus berkembang yang tentunya akan bermunculan pemain baru untuk memadati pasar PC. Dan semua itu pada akhirnya membutuhkan layanan Server dan solusi IT yang terpadu. IBM jagonya disini.

Tahun 2000an bisnis internet mencapai booming. Microsoft mulai tak lagi lincah. Pasarnya stagnant. Sementara Google , Yahoo dan lain lain tampil semakin anyar. Ini awal bisnis aplikasi dan content tampil kedepan. Ketika orang sudah friendly dengan OS Window, orangpun menginginkan sesuatu yang lebih bermanfaat atas keberadaan OS window itu. Orang butuh informasi dan segala kemudahan mengakses informasi yang triliunan itu didunia maya. Google dan Yahoo tampil sebagai solution provider lewat search engine nya. Para investor melihat trend bisins aplikasi adalah masa depan dan Mincrosoft tak lagi menarik bagi investor. Untuk mempetahankan kekuatannya, Microsoft menggunakan cadangan labanya untuk melakukan expansi pengambil alihan bisnis aplikasi seperti Skype dan lain lan. Tapi ini tidak memberikan solusi menyeluruh bagi Microsoft untuk sustainable growth . Sikap ini tak ubahnya dengan dulu ketika IBM mencoba menjalin aliansi strategis dengan Microsoft dan berakhir pada pelepasan bisnis PC kepada Lenovo.

Walau APPLE exist lebih dulu dari Microsoft namun karena Microsoft awalnya didukung oleh aliansi dengan IBM , Microsoft berlari kencang melewati Apple. Bila Microsoft tumbuh dengan hebat justru Apple pernah bangkrut. Selama beberapa decade Apple tertinggal dibelakang Microsoft. Namun kini APPLE tampil didepan semua pemain. Itu disebabkan sedari awal APPLE tidak hanya menjual OS Mac tapi juga melakukan riset dibidang applikasi. Kini Apple bukan hanya tampil kuat dibisnis OS Mac tapi juga disemua applikasi. Bahkan Apple selalu didepan dalam tekhnolgi IT yang friendly. Computer tanpa mouse, tanpa keyboard adalah buah karya Apple untuk memberikan layanan system aplikasi yang memanjakan konsumen. Terbukti strategy Apple memang jitu. Sama halnya dengan IBM yang berfocus dengan strategy dan visi yang akhirnya menjadi something else.Pada penutupan 30/9/2011 berdasarkan data Bloomberg, nilai pasar saham IBM mencapai 214 miliar dollar AS, sedangkan Microsoft sebesar 213 miliar dollar AS. Sementara itu, Apple Inc kokoh di puncak dengan nilai pasar mencapai 362 miliar dollar AS.

Apa yang dapat kita pelajari dari perkembangan bisnis IT ini ? Teman senior saya yang bergerak dalam bisnis venture capital punya jawaban yang mungkin menarik untuk dicermati. Bahwa IBM, Microsoft, Apple didirikan oleh mereka yang berangkat dari ilmu pengetahuan yang mereka kuasai. Mereka bukan pedagang tanpa latar pendidikan keilmuan yang kuat. Mereka saisitis hebat. Namun sebagaimana IBM ketika ia terjebak dalam pragmatism mengikuti pasar yang bukan keahliannya, dia terpuruk dan akhirnya menyadarkannnya untuk kembali focus pada keahliannya. IBM unggul. Apple juga sama , walau jalan terseok namun mereka focus dengan keahliannya dan akhirnya unggul. Nah, Microsoft kini sedang dipersimpangan jalan. Apakah Microsoft akan tampil pragmatis dengan melahap competitor lewat kekuatan modalnya atau menggunakan resource nya untuk mengembangkan bidang keahliannya sendiri sambil melakukan sinergi dengan yang lainnya. BIla ini tidak segera disikapi oleh Microsoft maka hanya soal waktu Microsoft akan jatuh. Jatuh karena ketamakan.

Nabi pernah bersabda bahwa apabila suatu pekerjaan tidak diserahkan kepada ahlinya maka akan hancur. Dalam kehidupan nyata itu adalah hukum alam. Seseorang yang punya keahlian dibidangnya tentu juga mempunyai visi (dreaming ) yang harus diperjuangkannya lewat pengabdian kerja keras. Pengabdian ini tidak hanya berhubungan dengan laba atau keuntungan materi tapi lebih daripada itu adalah keuntungan batin, dimana ilmunya bermanfaat bagi orang banyak. Keuntungan batin ini tidak bisa dinilai dengan apapun dan inilah puncak obsesi bagi setiap sainsitis yang terdidik dengan baik. Mereka yang berbuat dengan keilmuannya dan keahliannya adalah motor penggerak lahirnya peradaban maju dan beradab. Di china hampir semua industry diprakarsai oleh para ahli dibidangnya yang sebagian besar almamater China Academic Science

Rusaknya peradaban karena banyak orang bermental oportunis , menarik keuntungan materi semata dengan memanfaatkan para sainsitis untuk menghasil produk yang memeras dan menipu konsumen. Di sisi lain banyak orang tak terlatih memimpin akar rumput mencoba menarik peluang dari sistem demokrasi untuk tampil menjadi pemimpin, dan kemudian memanfaatkan orang terdidik baik dibidang ekonomi, social ,budaya, dan lain lain untuk melahirkan kebijakan yang memeras dan meminggirkan rakyat lemah.

No comments:

Essay ekonomi Babo

Dalam teori ekonomi ada prinsip sederhana. Bahwa pertumbuhan ekonomi itu terjadi karena investasi. Dari investasi, mesin ekonomi bergerak m...