Thursday, February 16, 2023

Tikus mati di lumbung padi.



“ Ada dua pabrik pupuk di Aceh yang berhenti beroperasi yaitu PT ASEAN Aceh Festilizer (AAF) dan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). AAF diketahui sudah diakuisisi oleh pada 2018 lalu. AAF sama PIM berhenti, problemnya apa? Ini sudah sejak 2005," kata Jokowi.


“ Karena masalah suplai gas “ jawab Menteri.


"Saya enggak tau, berpuluh-puluh tahun, bertahun-tahun kita diamkan saja aset sebesar ini. Kalau saya turun ke desa bertemu petani. Selalu yang disampaikan adalah 'Pak pupuk nggak ada, Pak pupuk harga tinggi’. kalau enggak ada, kalau suplainya turun artinya harga pasti naik otomatis. Apalagi yang bersubsidi," Ujar Jokowi.


Tak hanya itu, Jokowi juga meminta Pabrik Amoniak PIM-1 dan PIM-2, bagian dari PIM, bisa segera dijalankan. Jokowi pun meminta Erick membantu kebutuhan gas untuk pabrik-pabrik ini. "Ini kebutuhan dasar yang kami inginkan, kok dibiarin saja," kata dia. “ Inilah masalah besar yang harus kita atasi,” kata Jokowi saat peresmian, Jumat, 10 Februari 2022. “


Anda bisa bayangkan. Pupuk yang berkaitan dengan kebutuhan mayoritas rakyat, bisa dipermainkan pasokan bahan baku. Dan lucunya lagi pabrik yang butuh bahan baku gas itu adalah BUMN. Dan lebih lucunya lagi adalah kita punya gas melimpah dan termasuk salah satu produsen gas terbesar di dunia. Jadi kalau ada yang mempertanyakan negara kalah sama kepetingan bisnis, itu bukan mitos atau hoax.


Mari perhatikan. Kita punya kilang LNG Tangguh. Tapi kita tidak bisa kendalikan pasokan untuk dalam negeri. Mengapa ? karena kilang tangguh itu dibangun oleh konsorsium Asing dengan skema offtake market. Artinya, semua produksi LNG tangguh sudah diijon oleh investor dalam jangka panjang. Kita baru kebagian tahun 2026. Ada lapangan gas Masela tapi dibiarkan mangkrak karena maksa bangun di darat demi rente.


Mengapa ? walau LNG itu dihasilkan dari sumur kita sendiri, namun standar harga LNG kita adalah harga international. Nah Beli dengan harga international jelas engga feasible untuk produksi pupuk. Karena harga kemahalan. Pemerintah memang punya program insentif bagi pabrik pupuk dengan harga diskon. Tetapi faktanya juga engga mudah pabrik pupuk dapankan jatah itu. Mengapa ? Disparitas harga lokal dengan ekspor bedanya jauh sekali. Mending ekspor lah.


Walau pabrik pupuk ada rencana impor LNG, tetapi itu hanya omong doang. Mengapa? kita engga punya pusat logistik LNG. Harus tahu bahwa LNG itu bukan barang tapi gas yang butuh insfrastruktur terminal yang canggih. Kita sibuk bangun jalan dan jembatan, tetapi lupa membangun infrastrutkur bisnis yang fital bagi rakyat banyak dan para menteri sibuk omong doang. Itu udah jadi tabiat sejak era SBY. Engga berubah sampai sekarang. Padahal kebutuhan pupuk di Indonesia mencapai 13,5 juta ton, sedang yang baru bisa dipenuhi baru 3,5 juta ton. Bego engga!


No comments:

Divestasi saham IUP.

  Negara memberikan konsesi mineral tambang kepada asing. Itu sama saja menyerahkan kedaulatan negara atas sumber daya alam. Tentu dengan al...