Friday, March 25, 2022

Politik yang bau amis darah.

 




Boris Abramovich Berezovsky. Dia doktor  Matematik dan anggota kehormatan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Institute of Control Sciences dari USSR Academy of Sciences. Penulis buku ilmiah yang produktif. Sebenarnya dia lebih tertarik kepada dunia sains. Pada tahun 1989 terjadi gelombang perubahan di Rusia. Semangat perestroika dimotori oleh kaum terpelajar yang ingin Rusia kelar dari jeratan politik komunis. Dia lebih tertarik memanfaatkan peluang perestroika untuk tujuan bisnis daripada politik. Tapi darimana dapatkan modal ?  


Dia mendirikan All-Russia Automobile Alliance (AVVA), semacam lembaga venture yang punya hak pooling fund dengan underlying bisnis otomatif. Dengan jargon kemandirian “ Mobil rakyat”, dia bisa membujuk rakyat kecil terlibat sebagai investor. Namun dari  pooling fund itu dia hanya dapat USD 50 juta. Engga cukup buat pabrik. Dia mendirikan LogoVAZ. Perusahaan yang menjadi pemasok pabrik kendaraan AvtoVAZ. Dia kuasai saham 30% sisanya publiik di AVVA. Jadi dia bisa kendalikan 100% LogoVAZ.


Namun usahanya mendukung semangat perestroika ini jadi ancaman bagi kelompok statusquo.  Dia sempat hampir terbunuh akibat bom kendaraan. Insiden itu tidak membuat dia kapok. Di penghujung tahun 1994. Dia malah kuasai  ORT Televisi. Dia menunjuk pembaca berita populer,  Vladislav Listyev sebagai CEO. Tetapi belum setahun, Listyev terbunuh. Dia semakin bersemangat dan jadikan ORT sebagai corong menghadapi Komunis dan nasionalis dalam pemilihan presiden. Dia pendukung setia Boris Yeltsin elit politik yang pro reformasi.


Tahun 1995 dia bertemu dengan Roman Abramovich. Walau usia relatif muda, 29 tahun.  Abramovich sudah jadi pengusaha sukses dalam bisnis mainan anak anak. Saat itu dia punya ambisi besar akuisisi Sibneft lewat lelang privatisasi BUMN bidang MIGAS terbesar ke enam di Rusia. Skemanya mereka memberikan pinjaman kepada pemerintah  dengan kompensasi saham pada BUMN itu. Peran Roman Abramovich hanya bertindak sebagai proxy nya. Maklum untuk menghindari kesan politik keterlibatannya dalam bisnis, Dan tetap mengukuhkan  dia  orang idealis.


***


Tahun 1996 Boris Abramovich Berezovsky mendapatkan kesempatan bersama Anatoly Chubais dan miliarder Rusia lainya ikut dalam pertemuan pebisnis kelas dunia di Davos. Kesempatan ini dia manfaatkan untuk menggalang aliansi dengan miliarder Rusia lainnya mendukung kampanye Boris Yeltsin dalam Pemilu mendatang. Dari aliansi itu terkumpul dana sebesar Pondsterling 140 juta untuk biaya kampanye. Sekembali dari Davos, dia bertemu dengan putri Yaltsin, Tatyana Dyachenko. Sudah bisa ditebak. Dia bersama sahabatnya Anatoly Chubais berusaha mendekat dengan Yaltsin. Namun tak mudah. Karena dihalangi oleh jenderal Alexander Korzhakov, dari kelompok statusquo


Dia berhasil mempengaruhi Yeltsin untuk pecat Korzhakov. Namun dia sendiri tidak ingin tampil sebagai orang ring 1 Yeltsin. Dia justru sodorkan jenderal reformis, Alexander Lebed. Tapi akhirnya Alexander Lebed sebagai penasehat pertahanan nasional dipecat Yeltsin. Digantikan dengan Ivan Rybkin. Padahal Lebed adalah arsitek perjanjian damai Khasavyurt soal Chechnya. Dalam perdamaian Checknya ini belang Berezovsky tersibak sedikit. Bahwa dia reformasi pro Eropa dan AS. Sementara Lebed bergabung dengan jenderal Alexander Korzhakov yang sakit hati dengan Yelstin.


Tahun 1997 aliansi Berezovsky dan Chubais pecah. Itu karena rebutan lelang privatisasi Svyazinvest, perusahaan induk telekomunikasi terbesar di Rusia. Antara Vladimir Potanin yang di backup Chubais dan Gusinsky, bersekutu dengan Spanish Telefónica yang dibackup Berezovsky. Lelang itu dimenangkan oleh Potanin. Akibatnya terjadi perseteruan antara Chubais dengan Berezovsky. Mereka berdua merasa berjasa menjadikan Yeltsin presiden. Mereka juga saling serang di media massa. Skandal ini memaksa Yeltsin memerintahkan pembersihan loyalis Chubais.  Termasuk Berezovsky juga tersingkir dari ring 1 presiden. Permainan politiknya berakhir. 


***


Tahun 1998, menurut badan Intelijen Rusia, memang ada perintah untuk membunuh Berezovsky. Tapi tahun itu juga dia dapat peluang lagi masuk ke politik. Dia terpilih sebagai eksekutif Persemakmuran Negara-Negara Merdeka ( eks USSR). Apa pasal? ternyata ring kekuasaan Presiden Yeltsin merasa tidak nyaman dengan  sikap Yeltsin yang lambat melaksanakan reformasi, atau cenderung statis. Terlalu mengikuti saran PM, Yevgeny Primakov. Ring 1 presiden Yeltsin berharap banyak kepada Berezovsky  memimpin arus perbahan dan kalau bisa mencari pihak lain yagn bisa menggantikan Yaltsin.


Namun kehadiran Berezovsky kembali ke panggung politik dihadapi oleh Primakov. Skandal Berezovsky di Aerfolot dibuka lagi. Primakov mengeluarkan  surat perintah menangkap Berezovsky atas kasus pembunuhan ribuan lawan politik dengan alasan mereka proxy AS dan Barat. Primakov tahu perintah pembunuhan itu datang dari Berezovsky ( saat primakov menjabat ketua Badan Intelijen Rusia), Tapi berkat pengaruh ring 1 presiden yang pro Berezovsky, berhasil membujuk Yeltsin untuk memecat Primakov. Berezovsky selamat dari kasus. Bahkan semakin kokoh pengaruhnya sebagai shadow power. 


Ditengah situasi genting dan waktu yang singkat, kebingungan siapa yang pantas menggantikan Yeltsin itu, Berezovsky melirik kepada Vladimir Putin. Itu alasannya sederhana. Saat Primakov perintahkan untuk membunuh dia , Putin saat itu Direktur  FSB ( Badan intelijent Rusia) menolak. Tapi sebenarnya persahabatan mereka sudah berlangsung sejak tahun 1990 waktu Putin jadi walikota St. Petersburg. Dia banyak memberikan bantuan financial kepada Putin.


Pada bulan juli 1999, Berezovsky menemui Putin. Menawarkan jabatan Perdana Menteri. Pada tanggal 9 Agustus, Yeltsin memecat pemerintahan Sergei Stepashin dan mengangkat Putin sebagai perdana menteri Putin.  Sebelum pemilihan sela tahun 1999, Berezovsky mendirikan partai Persatuan untuk kendaraan Putin melaju ke Kremlin. Dengan dukungan media yang dia komandani  dan dana dari proxy nya Roman Abramovich. Dia berhasil memenangkan Putin dalam pemilihan sela, untuk melaju ke pemilihan berikutnya pada musim semi tahun 2000. Akhirnya Berezovsky sukses mengantarkan Putin jadi orang nomor 1 di Rusia.


***


Tanggal 8 Mei 2000 Putin dilantik jadi Presiden. Tapi tanggal 31 Mei Berezovsky ribut dengan Putin. Apa pasal? Berezovsky  menolak RUU yang memberikan hak presiden memecat Gubernur yang dipilih lewat Pemilu daerah. Memang semangat Berezovsky adalah demokratisasi lewat otonomi daerah. Kalau RUU itu disahkan, maka Rusia kembali ke sistem otoriter. Sejak itu Berezovsky menyatakan oposisi kepada Putin. Dia gunakan media TV nya tempat dia nyinyirin semua kebijakan  Putin. Bulan oktober tahun 2000, Putin ancam media massa yang terus nyinyir kepada pemerintahannya. 


Bulan November tahun 2000, Jaksa agung membuka lagi kasus Aeroflot. Tahap awal Berezovsky dijadikan saksi. Namun dia sedang di luar negeri. Sejak itu dia tidak pernah lagi pulang ke tanah airnya. Roman Abramovich yang tadinya proxy Berezovsky telah menjadi pemilik sebenarnya dari semua bisnis yang dibidani oleh Berezovsky. Saat itu nilainya mencapai 1,9 miliar pound sterling. Tahun 2000 usia Roman Abramovich 34 tahun. Menempatkan orang ke enam terkaya di Rusia. Namun sebenarnya Roman Abramovich hanya pindah majikan. Dari Berezovsky ke Vladimir Putin. Bulan maret 2022, seluruh asset Roman Abramovich yang ada di Eropa dan AS dibekukan karena dicurigai sebagai proxy Putin. Diapun jadi buronan otoritas barat dan AS


Maret 2013 Berezovsky ditemukan tewas  di kamar mandi di rumah mantan istrinya yang bernilai 20 juta pound sterling. King Maker itu meninggal  dalam kemiskinan tanpa harta. Bahkan mewariskan hutang senilai 100 juta pound sterling. Berezovsky adalah siluet hidup tentang politik, kerakusan dan kekuasaan yang bisa membunuh jiwa dan raga siapa saja.

No comments:

Real power itu adalah Partai

  “ Kita sebagai rakyat dalam sistem politik hanya disodori daftar menu saja. Setelah kita pilih menu, yang masak tetap aja partai. Ya kita ...