Tuesday, August 17, 2021

Taliban di Afganistan


 

“ Pah, Taliban itu kan teroris? Islam radikal ? Tanya oma tadi waktu makan siang.


“ Taliban bukan teroris. Taliban dalam bahasa pashto artinya pelajar. Kehadiran mereka kali pertama di utara Pakistan pada tahun 1980an. Tujuan mereka adalah mendirikan negara Islam berdasarkan Syariah Islam. Dan menjadi sebuah gerakan politik setelah Unisoviet hengkang dari Afganistan. Itu sekitar tahun 1990an.“


“ Tetapi terkesan sama dengan ISIS. Sangat radikal menerapkan ajaran Islam”


“ Yang terkesan sama dengan ISIS, Al-Qaeda itu adalah mujahidin dari pihak asing yang bertempur melawan pendudukan Unisoviet atas Afganistan. Kebetulan di dalamnya ada faksi Taliban, Pashtun, kelompok etnis terbesar di Afghanistan dan secara tradisional mendominasi negara Afghanistan. Nah kaum  mujahidin memang dari awal dibiayai oleh gerakan Wahabi Arab Saudi dan dilatih itu CIA untuk menghadapi pasukan Unisoviet. Walau  didalam mujahidin itu jada faksi Taliban yang tentu beda dengan Taliban yang ada di Pakistan utara”


“ Bingung. Kan Taliban yang pernah berkuasa paska tahun 1990an

di Afganistan”


“ Benar. Tahun 1990 an itu Taliban dari faksi mujahidin. Yang akhirnja dihabisi AS karana dianggap bagian dari AL Qaeda,  teroris yang bertanggung jawab atas serangan Bom gedung kembar di New York.”


“ Tambah bingung “


“ Taliban itu terdiri dari dua group. Satu, dari faksi mujahidin yang merupakan etnis mayoritas di Afganistan dan satu lagi yang ada di utara pakistan. Sebetulnya mereka satu etnis tetapi dipisahkan oleh Inggris waktu pembagian wilayah ex jajahannya. Garis perbatasan ini sampai sekarang dipersengketakan oleh Pakistan dan Afganistan. Nah Taliban yang ada di utara Pakistan itu mereka moderat sama seperti  Islam NU dan Muhamamdiyah”


“ terus sekarang yang berhasil tumbangkan presiden Afganistan, Taliban mana ?


“ Taliban yang ada di utara Pakistan. Mereka warga Afganistan tapi juga punya passport Pakistan. “


“ Kenapa cepat dan mudah sekali Taliban jatuhkan pemerintahan Afganistan? Mereka kan hanya kekuatan sipil bersenjata”


“ Ya karena sebetulnya kekuatan Taliban itu juga adalah kekuatan militer Pakistan. Hanya beda seragam doang. Intel militer Pakistan memberi mereka sumber daya keuangan, pelatihan, senjata, dukungan logistik, dan tempat perlindungan di wilayah Pakistan. Dan kebetulan china sekarang menjadi sumber dana investasi dan APBN Pakistan. Paham ya sayang”


“ Terus kenapa mereka bebaskan tahan teroris isis dan Al-Qaeda”


“ Semua tahanan itu kan tidak semua terkait dengan AL Qaeda dan ISIS. Namanya Ghani kan rezim korup. Lawan politik dituduh  teroris biar punya alasan dipenjara. Dan dia bebas berkuasa sambil menikmati kucuran bantuan uang dari AS dan Barat. “


Oma manggut-manggut aja. Entah paham atau engga dia. “ udah makan, mama mau ke rumah emak. Boleh engga?


“ Pergilah.


***


Upaya perdamaian di Afganistan itu terjadi melalui proses panjang sejak tahun 2013. Berawal dari niat Qatar.  kemudian OKI menunjuk Indonesia untuk menjadi jembatan antara Taliban dan pemerintah Afganistan.  "Waktu itu banyak yang menyampaikan kepada saya, ke Afghanistan itu dibatalkan saja," ujar Jokowi bercerita Kunjungan kenegaraan ke Afghanistan, Januari 2018 lalu. “ Delapan hari sebelum saya datang ke Kabul, ada bom yang menewaskan 20 orang. Dua hari sebelum saya mendarat, ada bom yang menewaskan 103 orang. Bahkan 3 jam sebelum saya turun di Kabul, ada serangan yang menewaskan 5 orang dan belasan luka-luka. Jadi kalau memberikan saran saya jangan  ke Afghanistan ada benarnya,"  lanjut Jokowi.


Namun, Jokowi memiliki pertimbangan lain. Ia merasa harus tetap datang ke Afghanistan meski dalam kondisi keamanan yang tidak stabil. Sebab, Indonesia sudah berkomitmen untuk berkontribusi terhadap perdamaian di negara tersebut. Apalagi itu amanah UUD 45 yang harus dilaksanakan presiden. Bahwa Indonesia harus itu aktif menciptakan perdamaian dunia.   Tentu Jokowi tidak pergi begitu saja. Operasi intelijen sudah dilaksanakan jauh sebelum kunjungan Jokowi. 


Jokowi  mempercayakan JK memimpin operasi diplomasi dan lobi kepada semua pihak yang terkait dengan perdamain di Afganistan. Sejak tahun 2015 sampai tahun 2019 JK melakukan pertemuan dengan kelompok yang bertikai 4 kali. Walau presiden Ghani memberikan jaminan keselamatan atas kunjungan Jokowi namun pihak Taliban sendiri komit tidak akan ada aksi selama kunjungan Jokowi.


Itu  sebabnya “‘waktu pertemuan pertama dengan Presiden Ashraf Ghani, beliau menyampaikan, Pak Jokowi, kelihatannya hanya Indonesia yang dapat mempertemukan kelompok-kelompok bertikai di Afghanistan, mewujudkan rekonsiliasi. Oleh sebab itu, saya menindaklanjuti ke sana," ujar Jokowi.


Benarlah, kunjungan Jokowi ke Afganistan tanpa ada insident apapun. Namun sayang presiden Ghani menolak usulan Jokowi “ Afghan-owned, Afghan-led” atau yang dipimpin dan dilakukan sendiri oleh Afghanistan. Tanpa keterlibatan asing. Padahal Taliban sudah setuju. Tapi karena sikap keras kepala Ghani dan AS yang lepas tangan, akhirnya Taliban terpaksa minta dukungan China. Saya yakin Jokowi akan patuh  kepada UUD45 yaitu mendorong terciptanya perdamaian berdasarkan Afghan-owned, Afghan-lead. Kita tidak mungkin pro china atau AS untuk menganeksasi rakyat Afganistan.


***


Setelah negosiasi antara Taliban dan Amerika Serikat di Doha tersendat pada September 2019, China mencoba mengisi kekosongan dengan mengundang Baradar untuk berpartisipasi dalam konferensi intra-Afghanistan dua hari di Beijing.  Awalnya dijadwalkan pada 29 dan 30 Oktober tahunn2019.  Itu ditunda setidaknya dua kali, pada bulan Oktober dan November, sebelum China dan akhirnya dunia jatuh ke dalam krisis COVID-19.  Pertemuan itu tidak pernah terjadi. Dilanjutkan tahun 2021. Kalau akhirnya  China mendukung Taliban, itu  diluar perhitungan JK.  Tentu JK sangat menyesalkan keterlibatan China. Padahal diam diam Taliban sudah menjalin hubungan dengan china sejak tahun 2016.


Tahun 2019 dalam email ABA  ke NSA, meminta kepada presiden AS agar keluar  dari Afganistan. Sebelum membuat keputusan itu, Trump melakukan pembicaraan rahasia dengan top level Taliban. Akhirnja pertemuan itu dibantah oleh Trumps. Namun Februari 2020,  AS dan Taliban telah menandatangani "perjanjian untuk membawa perdamaian" ke Afghanistan setelah lebih dari 18 tahun konflik.  Berdasarkan perjanjian tersebut, para militan juga setuju untuk tidak mengizinkan al-Qaeda atau kelompok ekstremis lainnya beroperasi di wilayah yang mereka kuasai.


Setelah itu Pihak  AS membiarkan saja Taliban melakukan serangan ke beberapa distrik yang sehingga sebagian besar kota di Afganistan berhasil direbut, sampai akhirnja ibukota, Kabul jatuh ke Taliban.  Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari ibukota. Selanjutnya masa depan Afganistan sudah didesign oleh Beijing dan kepala kantor politik Taliban di Qatar, Baradar. Tentu ada juga keterlibatan. Jepang, Qatar Inggris, Rusia, Israel dalam proyek jalur pipa dan logistik untuk memanfaatkan kawasan Asia tengah yang kaya minyak dan gas serta Rere Earth. 


Kedepan penyelesaian politik di Afganistan sangat tergantung pembagian konsesi antar TNC masing masing negara besar.  Kalau pembagian smooth maka semua akan baik baik saja. Pemerintahan Taliban akan menerapkan Islam moderat. Nah kalau ingin tahun politik Afganistan setelah rekonsiliasi ya liatlah Myanmar sekarang. Kira kira seperti itu. Rezim yang berdiri berkat kartel bisnis. Jadi Taliban sekarang sangat berbeda dengan 20 tahun lal


No comments:

Kita mendukung orang baik.

  Saya punya visi membangun kawasan industri ASEAN  di China. Visi itu saya sampaikan kepada Direktur business development Holding. Ada tiga...