Wednesday, May 2, 2012

Iran, Suriah ?


Tahukah kamu , kata teman saya ketika kami menonton acara TV yang memuat berita kerusuhan di Suriah, bahwa tidak mungkin oposisi begitu terorganisirnya bergerak dengan satu tekad menjatuhkan rezim Bashar AL Assad tanpa ada dukungan kuat dari AS/Barat, juga Israel. Saya sempat tersenyum. Bahwa teman ini mencoba membangun teori tentang konspirasi. Padahal dunia tahu bahwa ini murni kehendak mayoritas rakyat Suriah yang ingin tegaknya demokrasi. Mereka sudah bosan dibawah rezim Alwalid yang berasal dari minoritas Syiah yang berlaku otoriter. Saya dapat maklum apa yang disinyalir oleh teman ini. Karena di china berita tentang Timur Tengah pada umumnya dan Suriah pada khususnya tidak seperti apa berita yang selama ini kita terima dari media massa Barat.  Namun saya ingin mendengar versi mereka , dari berita yang mereka ketahui. Setidaknya bisa menjadi penyeimbang untuk kita bersikap bijak terhadap persoalan yang ada. Menurut teman ini , ada hal yang sangat mudah diledakkan di Suriah, yaitu masalah hubungan sunni dengan syiah. Maklum saja di Suriah, sunni adalah kelompok mayoritas namun elite kekuasaan berada ditangan keluarga Alwalid dari sekte Syiah. Perseteruan ini sengaja dikobarkan lewat operasi intelligent.

Sejak Obama terpilih sebagai presiden upaya smart power AS untuk menjatuhkan rezim Alwalid ini telah dilaksanakan dengan systematis. Para intelektual Muslim Sunni yang ada di suriah serta militer dari kelompok reformis  dibina oleh AS lewat program pelatihan. Motor dari operasi pembinaan para oposan ini adalah Departement Luar Negeri As melalui US Institute of Peace dengan dibantu oleh Negara Eropa Barat sekutunya. Program pelatihan yang diadakan di Jerman dengan dukungan ahli intelligent ini, meliputi program agitasi dari aspek ekonomi, social ,politik,budaya dan agama. Para mereka yang telah dilatih  ini ,kembali ke Suriah membina pressure group dari kalangan LSM yang pro demokrasi, ulama sunni dan militer intelektual. Presssure group inilah yang melakukan propaganda sistematis kepada seluruh rakyat untuk terjadinya gelombang revolusi. Maka ketika harga pangan melambung tinggi dan rezim Alwalid tidak bisa mengatasi krisis pangan, maka momentum ini digunakan untuk melakukan revolusi rakyat. Ditambah lagi keberhasilan people power di Mesir menjatuhkan Hosni Mubarak , Libia yang membuat hengkang Khadafi , ikut berperan sebagai trigger meluasnya perlawanan rakyat.

Jadi kesimpulannya kerusuhan ini tercipta karena by design oleh AS dan sekutunya. Kata saya.Teman ini membenarkan. Tapi mengapa begitu banyak rakyat yang korban  dari kerusuhan itu akibat bedil tentara. Bukankah banyak cara untuk ditempuh tanpa harus menghadapi rakyat dengan bedil hingga korban berjatuhan. Kata saya. Teman ini mengatakan bahwa bila kekacauan terjadi, apapun bisa terjadi. Diawali oleh aksi demo yang tak terkendali dan terprovokasi hingga terjadi benturan keras antara rakyat dan aparat. Selanjutnya meluas hingga terbentuk group pemberontak. Bila sudah begini, maka sikap negara dimanapun akan sama, yaitu menghadapinya dengan tegas. Tindakan berontak adalah tidakan makar. Semua tahu dibelakang kelompok oposisi ada kekuatan AS/Barat. Ini operasi intelligent AS/Barat untuk menciptakan chaos dan sekaligus menebarkan berita bohong yang sengaja dibesar besarkan oleh media barat untuk membangun bad image atas rezim Suriah. Itulah sebabnya Iran harus ambil bagian untuk menjaga stabilitas di Suriah. Pada  10/2/2012 Jenmin Jibao  Media China melaporkan bahwa Iran akan  mengirim 15,000 Pasukan Khusus  ( Quds ) ke Suriah guna melindungi Bashar al Assad dari kejatuhan oleh kelompok pro demokrasi.

Mengapa Iran harus ambil bagian di Suriah ? tanya saya. Iran telah menjalin aliansi dengan Suriah sejak tahun 1979 yang didasarkan karena punya musuh bersama, yaitu Israel, AS/Barat. Ketika perang dengan Irak, Suriah dibelakang Iran dengan memberikan bantuan jalur logistic dan militer. Sejak aliansi ini terbentuk, peran Iran bersama Suriah sangat significant mengganggu grand strategy Israel bersama AS/Barat terhadap perdamaian di Timur Tengah. Iran bersama Suriah berhasil memaksa pasukan Perdamaian pimpinan AS di Lebanon harus hengkang pada tahun 1984 dan berikutnya tahun 2000 memaksa Israel harus angkat kaki dari Libanon setelah menduduki selama 18 tahun. Konsep perdamaian yang diajukan oleh pihak AS/Barat terhadap Libanon ditolak oleh partisan aliran keras di Libanon seperti Hizbullah, Hamas, Jihad Islam Palestina dan berbagai kelompok Palestina radikal. Ketika AS menyerbu Irak dan menjatuhkan Sadam, Militan Syiah yang ada di Irak mendapatkan dukungan dari  Iran dan Suriah dalam perang grilya untuk membuat tidak nyaman pasukan AS. Ketika pasukan AS di Irak ditarik mundur oleh Obama, Iran bersama Suriah memberikan dukungan terhadap kelompok Syiah di Irak agar berperan lebih dalam pemerintahan.

Enam presiden AS berganti , tak ada satupun yang  berhasil mengelola konplik di Timur Tengah seperti grand design yang di inginkan. Itu semua karena existensi Iran dan Suriah. AS/Barat sadar bahwa Suriah ingin mendapatkan kembali Dataran Tinggi Golan yang diambil oleh Israel tahun 1967, dan menjaga hak vetonya atas politik Lebanon. Iran ingin menjadi pemain regional yang unggul di Teluk Persia dan memastikan aturan sekutunya di Iraq. Bila keadaan Suriah semakin memburuk maka bukan tidak mungkin Iran akan memaksa Iraq untuk menjalin aliansi dengan Suriah agar China dan Rusia ambil bagian dalam komplik di Suriah. Karena bila aliansi terjadi maka akan sangat menguntungkan Rusia dan China untuk jalur minyak dan Gas. Tentu pula, China dan Rusia akan memberikan dukungan penuh bagi Suriah khususnya rezim alwalid yang syiah. Suriah dan Iran juga ingin melindungi kepentingan Arab (dalam kasus Damaskus) dan kepentingan Islam (dalam kasus Iran) di seluruh wilayah. Yang pasti sekutu milisi Iran dan Suriah  telah menjadi pemain politik besar, khususnya di Libanon dan Otoritas Palestina. Inilah yang sangat dikawatirkan oleh Isral , AS/ Barat , Arab Saudi dan Qatar. 

BIla rezim Bashar AL Assad  yang anti AS/Barat ini jatuh maka peta politik di Timur Tengah akan berubah. Yang pasti Israel bersama AS/Barat lebih leluasa memaksakan agendanya di kawasan TImur Tengah  dan Iran sendirian ditengah tetangganya yang sudah menjadi good boy AS. Hanya masalah waktu Iran pun akan dianeksasi oleh AS/Barat, kata saya. Namun ini tidak akan terjadi. Jawab teman itu dengan tegas. China dan Rusia akan selalu dibelakang Iran untuk memainkan kartu politiknya di Timur Tengah demi kepentingan geo-economy nya. Ini disadari oleh Iran bahwa keberadaan CHina dan Rusia adalah penting untuk memastikan AS/Barat tidak semudah membalikan telapak tangan dalam perang perebutan pengaruh itu.  Namun bagi saya, umat islam, akan lebih baik bersatu dengan satu tujuan untuk menjaga Bumi Suriah sebagai benteng Islam yang kokoh dari  musuh sesungguhnya yaitu Israel , yang  hanya sejengkal dari Suriah...

No comments:

Nasip Politik Anies.

  Dulu awal Anies berkuasa,  setiap saya mengkritik Anies soal banjir, pasti akan diserang oleh pendukung Anies. Mereka menolak “normalisas...