Wednesday, January 9, 2013

Migas dan Politik

Apabila rezim Bashar Al Asaad di suriah jatuh dan digantikan oleh kelonpok oposisi, apa yang akan terjadi ? Tanya saya. Sentimen soal Sunni dan Syiah itu hanyalah omong kosong. Perjuangan tegaknya syariah islam, itu juga omong kosong. Itu semua hanya alat propaganda politik untuk  dukungan kepada pro demokrasi menjatuhkan Bashar. Yang pasti bahwa bIla Bashar jatuh maka kebijakan politik Suriah terhadap LIbanon juga akan berubah. Begitupula kebijakan terhadap Palestina juga akan berubah. Perubahan ini pasti menguntungkan AS dan Israel. Mengapa ? Semua tahu bahwa letak geographis Suriah  dengan Turki di sebelah utara, Irak di Timur, Laut Tengah di barat dan Yordania di selatan, ini sangat strategis untuk jalur lintas perdagangannya minyak. China dan Rusia tidak ingin karena perubahan itu hegemoninya hilang di wilayah ini. Apabila Bashar jatuh maka control China dan Rusia terhadap Suriah dan kemudian Libanon  akan hilang. Tentu apapun akan dipertaruhkan oleh China dan Rusia melindungi Bashar. Harap maklum bahwa Rusia dan China adalah termasuk konsumen MIGAS terbesar didunia setelah AS. Jadi sebenarnya ini soal minyak, Ini menyangkuat resource oil and gas yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, demikian tutur teman saya yang pernah terlibat dalam pembiayaan  project migas di Arab.

Kemudian ketika saya bertemu dengan teman yang terlibat dalam business fund provider untuk minyak, sedikit tersibak pengetahuan saya soal konplik suriah ini. Dia bertanya, tahukah anda apa itu Basin Levant? itu adalah wilayah yang berada di Estern Mediteranian yang mencakup pesisir Israel, Suriah, Lebanon, Ciprus dan Palestina, mengandung sekitar 122 trilun kaki kubik gas dengan deposit minyak 1,7 miliar barel. Atas dasar itulah maka Pemerintah Israel bersama AS telah punya agenda jangka panjang untuk  membangun terminal terapung gas alam cair yang dilengkapi system pertahanan udara dan dukungan angkatan laut. Tapi rencana itu tidak semudah membalik telapak tangan. Karena berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, Palestina, Lebanon dan Suriah semua berhak untuk mengeksplorasi dan menyuling minyak dan gas di zona masing-masing. Tanpa izin dari salah satu Negara itu maka agenda Israel akan kandas secara hokum. Itu sebabnya dengan memanfaatkan Arab spring , Israel bersama AS melalui Task Force Center ( USCENTCOMdi Qatar dan Bahrain melakukan operasi intelligent yang didukung oleh Mossad dan CIA untuk menjatuhkan Bashar al-assad dan menggantikannya dengan rezim yang akan menjadi boneka AS seperti Negara teluk lainnya.

Sudah lebih 22 bulan konflik suriah tak kunjung selesai dan Bashar tetap bertahan. Mengapa ? Menurutnya yang membuat keadaan Suriah berlarut larut karena operasi menjatuhkan Bashar al-assad tidak dilakukan secara langsung seperti menjatuhkan Sadam dan Khadafi tapi melalui “ perantara “ dibawah kendali operasi intelligent. Mengapa tidak langsung ? karena pihak China dan Rusia tidak mau lagi diajak beraliansi di PBB untuk melegitimasi serangan langsung. Maklum sebelumnya China dan Rusia dibohongi oleh AS dan Barat ketika menjatuhkan Sadam dan Khadapi. Bagi bagi tidak adil. AS dan Barat mendapatkan lebih, sementara China dan Rusia mendapatkan sedikit. Karenanya AS dan Israel menggunakan jalur swasta untuk membiayai operasi intelligent menjatuhkan Bashar. Menurutnya ada sebuah perusahaan bernama XE Service LL mendapatkan dana dari perusahaan offshore company yang merupakan holding company dari berbagai perusahaan minyak yang beroperasi di Timur Tengah. Dana inilah yang dipakai untuk melatih tentara bayaran, mengirim senjata, biaya propaganda, dan lain sebagainya. Ini operasi intelligent yang rumit karena melibatkan network AS /Israel dari Turki, Irak, Afganishtan, Yordan, Arab Saudi, Qatar dll.

Mengapa operasi ini tidak efektif ? tanya saya. Secara keseluruhan efektif namun menjadi rusak karena tentara bayaran menggunakan seragam resmi tentara Bashar untuk melakukan penculikan, terror dan pembunuhan kepada rakyat sipil. Awalnya ini berhasil efektif menjatuhkan citra tentara sekaligus Pemerintahan Bashar dimata internatioanl. Namun berkat operasi kontra intelligent yang dilakukan iran dan Suriah berhasil menangkap ratusan tentara bayaran dan sebagian lainnya terbunuh dalam operasi penggerebekan. Dari merekalah terungkap pengakuan tentang operasi Xe untuk menjatuhkan rezim Bashar. Sebetulnya ini sudah lebih dulu diketahui oleh Jurnalis Barat seperti CNN namun dengan tertangkapnya pemberontak itu semakin memperkuat indikasi bahwa AS ada dibalik pemberontakan dan teror. Pada tanggal 21 Juni 2012, Wakil Presiden dari Partai Buruh Turki, Bulent Aslanoglu, mengatakan kepada PBB bahwa ia memiliki bukti bahwa sekitar enam ribu orang asing dari bangsa Arab, Afghanistan dan Turki yang berbeda, telah direkrut oleh Badan Pusat Intelijen AS ( CIA) untuk melakukan tindakan teroris di Suriah. Akibatnya Kongres AS marah besar namun bukti keterlibatan AS memang tidak ada.

Jadi apa yang menyebabkan masalah Suriah tidak pernah selesai sampai kini karena kepentingan asing begitu besarnya untuk mengontrol Suriah. Amerika punya agenda. China bersama Rusia punya agenda. Pergolakan di Suriah adalah repliksi perang antara Rusia ( bersama China ) dan AS ( bersama Barat) dengan agenda yang sama yaitu, bisnis minyak dan gas. Ini semua menyangkut dana triliunan dollar yang dipertaruhkan. Keberadaan Israel bersama Liga Arab dan Iran bersama rezim Bashar hanyalah pion dari dua group raksasa dalam perebutan konsesi minyak. Lantas dimana Rakyat suriah? Tidak ada!. Makanya saatnya persatuan umat islam tampil untuk menyelesaikan masalah ini dengan jujur untuk kepentingan rakyat Suriah. Tidak ada LIga Arab, tidak ada Iran, tidak ada AS, tidak ada China, tidak ada Rusia, tidak ada Sunni, tIdak ada syiah. Yang ada hanya rakyat suriah dan Islam, seperti Mesir menjatuhkan Mubarak.  BIsakah ?  Ini adalah fitnah akhir zaman bagi umat islam…

No comments:

Nasip Politik Anies.

  Dulu awal Anies berkuasa,  setiap saya mengkritik Anies soal banjir, pasti akan diserang oleh pendukung Anies. Mereka menolak “normalisas...