George Soros lahir di Budapest pada 12 agustus 1930 namun perang dunia kedua, keluarganya hijrah ke AS. Dia lahir dari keluarga Yahudi. Banyak pihak mengutuk George Soros sebagai penyebab krisis moneter di Asia. Banyak juga yang anggap dia sebagai genius pasar uang dan dikenal pemain hedge fund legendaris. Menurut saya apa yang dilakukan oleh Soros bukanlah hal yang terlalu fenomenal. Dia hanya berbeda sudut pandang dengan orang lain, terutama terhadap harga yang dibentuk oleh pasar. Misal, orang anggap pasar selalu benar. Bagi Soros, pasar selalu salah. Dalam hal ini dia ada benarnya walau tidak selalu benar.
Tahun 1990an ekonomi Thailand tumbuh diatas 10%. Menjadi keajaiban Asia. Sama seperti Indonesia yang dikenal dengan istilah macan asia. Pasar uang bergairah dan banjirnya modal masuk. Mata uang menguat. Namun dibalik pujian pasar itu, Soros bersikap lain. Menurutnya pasar telah tertipu. Setiap pertumbuhan diatas wajar, pasti ada masalah. Setidaknya moral hazard. Di balik confident market, data ekonomi Thailand berkata lain. Pertumbuhan itu dibiayai dari utang luar negeri. Pabrik berdiri dengan ketergantung supply chain impor. Itu growth diatas istana pasir.
Makanya saat Soros masuk ke pasar dengan niat mempecundangi Baht, itu dianggap oleh sebagian besar orang dia berjudi. Padahal itu hanya perbedaan sudut pandang aja. Dengan kendaraan Quantum Fund, dia fundraising. Menjual product hedge fund kepada investor dan lembaga keuangan. Dari uang yang terkumpul itu dia leverage lewat kontrak berjangka ( future trading) dan opsi. Operasi keuangan itu memang dibenarkan dalam system keuangan dunia.
Contoh, dia pasang posisi baht dalam future trading. Katakanlah pada kurs USD 1 sama dengan 25 baht Thailand di bulan juni 1997. Kemudian dia banjiri pasokan baht di market. Itu memungkinkan. Karena dia masuk lewat leverage. Misal untuk transaksi USD 100 juta, dia hanya bayar premium opsi 0,08%. Bayangin aja kalau dana hedge fund nya ada USD 10 miliar. Itu raksasa sekali volume transaksinya.
Ya wajar kalau karena itu mendorong supply baht meningkat significant terhadap permintaan mata uang USD. Ya hukum demand and supply. Bisa ditebak endingnya. Kalau pasokan tinggi, harga jatuh. Nah disaat kurs baht jatuh ke 50/USD pada januari 1998, product hedge fund nya untung dua kali lipat. Apalagi karena itu Bank central lakukan devaluasi mata uang.
Apa yang terjadi pada Thailand tahun 1998, juga sama dengan yang terjadi pada Malaysia ringgit, Korea Won, Indonesia IDR. Kalau sudah terjadi, keliatannya sederhana. Tetapi sebelum itu terjadi, semua mengatakan tindakan Soros spekulatif. Apalagi IMF dan World bank memuji ekonomi Thailand dan Indonesia yang lentur dan resilience terhadap goncangan eksternal.
Dan kalau akhirnya Soros untung miliaran USD, itu karena lawan tradingnya banyak, yang semuanya berlawanan arah dengan Soros. Sebenarnya langkah Soros itu sebelumnya sudah dia lakukan pada inggris tahun 1992. Apa yang dikenal dengan Black Wednesday. Crash money market pond. Dia memanfaatkan kerentanan Poundsterling secara fundamental. Tapi orang banyak tidak pernah belajar dari sejarah. Memang pasar itu seperti sihir. Mudah mengecoh orang yang irrasional. Tetapi tidak bagi pemain hedge fund.
Tetapi berbeda dengan Hong Kong, yang juga diserang oleh Soros tahun 1997. Awalnya Hong kong sempat kewalahan. Karena cadev nya hampir habis menghadapi serangan Soros. Sementara Soros sudah untung banyak. Tetapi akhirnya Beijing masuk lewat pasar Hangseng melindungi Hong Kong. Dengan kekuatan candangan devisa China, justru Soros harus perintahkan team nya untuk retreat dari Hong Kong. Sementara setelah itu Hong Kong semakin tinggi trust nya di pasar uang dunia.
Nah, daripada terus mengutuki Soros dan menjadikan dia sebagai icon monster pasar uang, dan kambing hitam, lebih baik pemerintah focus kepada penguatan fundamental ekonomi dengan kebijakan yang rasional seperti China. Ingat, kalau mata uang Rupiah terpuruk, kita bisa saja menyalahkan pasar atau orang semacam Soros. Namun kita tidak berdaya. Karena sebenarnya pasar sedang mengkoreksi kita dengan membuka aib kita. Artinya kalau selama ini kita keliatan hebat, bukan karena fundamental kita kuat. Tetapi karena pasar menyembunyikannya. Pahami itu.
No comments:
Post a Comment