Thursday, March 20, 2008

Kembalilah ..




Apakah system itu ? Mengapa "system " itu begitu pentingnya dalam sebuah organisasi. Pada organisasi system tersebut adalah satu kesatuan yang tidak dipisahkan untuk terjadinya sebuah proses mencapai tujuannya. Didalam system ada aturan yang tak dapat dirubah susunan ataupun urutannya. 

Contoh dalam sebuah Kendaraan. Kendaraan itu adalah system yang terdiri dari mesin, body, orang. Mesin tidak kan berfungsi tanpa bensin. Body tidak akan berfungsi tanpa ban. Orang tidak akan bisa menggerakan mobil tanpa kunci. Walau kunci dan ban ada namun kendaraan tidak akan dapat jalan tanpa mesin. Mesin yang hebat dengan supir yanga ahli serta ban yang berkualitas, tidak akan dapat jalan tanpa ada bensin. Mobil tidak akan pernah sampai ditujuan bila orang tak berdaya mengendalikan setir karena mesin dan ban tidak mau diatur. DIbolak balik bagaimanapun , system adalah system yang didalamnya terdapat bagian yang saling ketergantungan, bukan terpisah

Sejak negara ini di-proklamirkan, para pendiri negara telah berhasil menciptakan system kenegaraan dan pemerintahan dalam bentuk UUD 45. Visi dari UUD 45 itu tertuang dalam Pancasila dengan menempatkan Ketuhanan diatas segala galanya. Kemudian nasionalisme diurutan kedua, Human right diurutan ketiga, Serta demokrasi diurutan ke empat dan akhirnya mencapai tujuan nasional berupa keadilan sosial. Dari philosopy Pancasila, jelas sekali bahwa tujuan akhirnya berdirinya negara hanya mungkin dicapai bila system negara berjalan dengan urutan pancasila tersebut. Dari sinilah, semua aturan dalam bentuk UUD dicreate. 

Sejak berdirinya negeri ini , UUD 45 selalu menjadi silang sengketa untuk diubah sesuai dengan kepentingan politik. Mengapa ? Karena kemerdekaan melahirkan peluang untuk berkuasa. Tentu beda  ketika negeri akan merdeka. UUD 45 disusun tanpa ada kepentingan lain? kecuali lepas dari kolonialisme. Namun setelah merdeka keadaan lain. Masing masing golongan ingin menggantinya, dan tidak berhasil membuat negeri ini mencapai tujuan akhir "keadilan sosial ". 

Puncaknya, adalah ketika rezim reformasi berhasil menjatuhkan Soeharto. UUD 45 pun di Amandemen agar sesuai dengan konsep USAID- Democratic reform, Constitutional reform and yudicial reform. Maka selesailah sudah segala impian pendiri negara ini. Mari kita lihat bagaimana system negara ini dirubah..

Kedudukan MPR dan DPR
Tidak ada lagi lembaga tertinggi yang menjamin semua golongan dalam satu barisan nasional dan tujuan yang sama. Setelah amandemen, MPR dikebiri kewenangannnya. Karena alasan semua orang yang duduk di MPR haruslah orang yang terpilih melalui pemilu langsung. Padahal tidak semua rakyat cerdas memilih. Tidak semua rakyat punya pengetahuan cukup soal politik. Makanya system perpolitikan kita mengadopsi system perwakilan yang terdiri dari : Anggota DPR yang dipilih secara langsung dan Anggota Golongan ( wakil dari ormas , profesi, agama ) serta Utusan Daerah. Dengan demikian ada keadilan perwakilan dalam konteks sosio culture situasional bangsa. 

Dengan adanya amandemen UUD 45 ini, maka semua orang, siapa saja dapat terpilih sebagai anggota DPR. walau kenyataannya 90% menggunakan uang untuk terpilih dan sebagian besar memilih atas dasar emosional dan irasional. Engga aneh bila pada akhirnya kekuasaan adalah komoditi yang dapat dibeli oleh siapa saja asalkan punya uang. 

GBHN 
Negeri  yang luasnya setara london –Siberia , ternyata tidak memiliki grand design pembangunan nasional. Tidak ada lagi road map untuk membangun. Itulah hasil amandement UUD 45. Akibatnya, tidak ada satupun yang dapat dipertanggung jawabkan oleh president. Keberhasilan president tidak ada barometernya. Yang pasti negeri ini , masa depannya tergantung siapa yang menang dan diatur oleh mereka yang ada di parlemen. Dreaming negara hanyalah sebatas usia kekuasaan dan kelak akan digantikan lagi oleh mereka yang menang. Semua berdasarkan kepentingan pragmatis.

Kalaupun GBHN digantikan oleh RPJPN ( rencana pembangun Jangka Panjang Nasional ) namun kedudukannya hanyalah sebuah undang undang biasa yang setiap saat dapat dirubah.. Tidak sama seperti GBHN yang tidak dapat dirubah karena disyahkan oleh lembaga tertinggi negara berdasarkan permintaan president terpilih. 

Makanya engga aneh bila kebijakan negara tidak terstruktur. Pembangun dibidang ekonomi, sosial, budaya, agama, pertahanan, amburadul dan menimbulkan kebingungan. Kualitas kesejahteraan , daya saing , moral berbangsa dll dari tahun ketahun mengalami penurunan. Antara moneter dan fiskal menjadi timpang. Kebijakan pasar bebas menciptakan ketidak seimbangan. Pembangunan Infrastructure ekonomi tidak efisien. Negara agraris tapi menjadi pengimpor pangan. Alam melimpah tapi hanya menghasilkan kerusakan lingkungan. Law emporcement tidak jalan. Dll. 

DPD. 
Dengan adanya amandemen UUD 45 maka dibentuklah Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ini kompromi setengah hati atas dihapusnya Utusan Dearah. Anehnya tidak ada aturan yang jelas tentang kedudukan antara DPD dihadapan DPR. Apakah DPD adalah bagian dari DPR ataukah setara ? Kalau DPD pun dapat membuat UU maka bagimana fungsi DPR sebagai satu satunya lembaga pembuat UU ? Anehkan ? Berati secara defacto diakui bahwa didalam lembaga tinggi negara ada dua kamar. Mana yang benar ? Kacau,kan ? 

DPA
Keberadaan DPA dalam UUD 45 diakui sebagai bagian dari lembaga tinggi negara yang bertugas sebagai “ Advisory council “. DPA dibentuk sebagai dasar atas prinsip kekeluargaan dan semangat gotong royong dalam system pemerintahan. Tapi dalam amandement UUD 45 , ini dihapus. Digantikan oleh Tim penasehat president melalui keputusan Presdeint. Kedudukan Tim Penasehat sangat lemah legitimasinya dibandingkan dengan DPA yang dijamin oleh UUD 45. Integritas dan legalitas serta akuntabilitas jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Tim Penasehat President.

Mengapa DPA dihapuskan ? Apakah reformasi takut mendapatkan masukan dari orang orang yang diatur haknya dalam UUD ? Inikah kekuasaan yang diinginkan oleh konsep reformasi ? 

Mahkamah Konstitusi ( MK). 
Sebagai kelanjutan dari kompromi dari Amandement atas hak MPR untuk menilai setiap keberadaan UU yang dibuat oleh DPR maka dibentuklah Mahkamah Konstitusi, yang anggotanya dipilih oleh anggota DPR. Yang jadi pertanyaa, apakah Mahkamah Konstitusi adalah lembaga politik yang berhak menilai sebuah keputusan politik berupa UU ataupun aturan? Aneh kan ? Lembaga ini sebagai wasit untuk menentukan benar atau salah setiap kebijakan politik yang dikeluarkan oleh lembaga tinggi negara yang diatur oleh UUD. Siapakah penguasa politik di republik ini sebenar nya.?

Yang lebih lucu lagi adalah keputusan Mahkamah konsitusi adalah bersifat final tida ada hak banding bagi yang bersengketa. Aneh, kan? 

Kedudukan Partai Politik ( Parpol ).
Amandemen UUD 45 telah merombak structure ketatanegaraan dan bersifat kontroversial, membuka peluang kepada parpol untuk memberi intepretasi subyektive mengenai posisi parpol didalam lembaga legislative. Bahkan ada yang menganggap bahwa amandemen ini telah merubah system pemerintahan dari presidential menjadi semi parlementer, dan karena itu merasa tidak mempunyai pegangan untuk bisa menyatakan posisi dirinya dan fungsinya di DPR. Makanya ada istilah Kubu oposisi dan kubu pemerintah. Pada sejatinya, dalam UUD 45, fungsi DPR adalah bertugas secara fungsional tanpa kecuali untuk mengawasi tugas eksekutive, membuat UUD, menetapkan APBN. Jadi tidak ada istilah kubu pemerintah ataupun oposisi. 

Makanya , dengan amandement ini terjadi perpecahan kelompok pemikiran di DPR sesuai kepentingannya terhadap kebijakan pemerintah. Akibatnya menciptakan ketidak pastian yang tak berujung, sehingga melahirkan politik dagang sapi. Pasal UU diperdagangkan atau dibarter dalam sharing kekuasaan di parlemen. Makanya, jangan aneh bila UU dicreate bukan untuk kepentingan rakyat tapi kepentingan partai /kekuasaan. 

Mahkamah Agung. ( MA) 
Sejak Amandemen UUD 45, Inilah lembaga Tinggi negara yang super power. Sangat berkuasa dan tak tersentuh oleh kekuatan manapun. Dizaman Gus Dur lembaga ini berhasil menjatuhkah keputusan menganulir keputusan President , yang merupakan lembaga tinggi negara yang dipilih oleh rakyat. Padahal lembaga ini orang orangnya bukanlah mewakili rakyat. Ini bukan lembaga politik namun berkuasa lebih dari politik. 

Sekilas , nampaknya kelompok reformasi begitu percaya dengan trias politica tentang ” separatioan of power. Padahal senyatanya tidak ada separation of power dinegara manapun di dunia. Yang ada adalah Distinction of Power. Bukan pemisahan kekuasaan tapi pembedaan kekuasaan. Artinya harus ada pembedaan namun tidak dapat dipisahkan satu sama lain untuk saling mendukung. Karena ketiganya mempunyai visi dan misi yang sama sesuai tugasnya masing masing.

Dalam UUD 45, kekuasaan dan kebebasan hakim adalah ketika dia mengambil keputusan di pengadilan. Bukan kekuasaan dalam kelembagaannya. Jadi ini ada penyalah artian tentang kekuasaan dan kebebasan Hakim. Makanya kini jadilah MA sebagai lembaga yang untoucable dan super body. Jangan kaget bila BPK tidak berhasil menyeret kasus Korupsi di MA dan juga gagalnya KPK menyeret ketua MA kepengadilan. Hebat, kan ? 

Departement Hukum dan HAM. 
Ada kasus sengketa Niaga di luar negeri yang melibatkan badan usaha di Indonesia. Ketika pihak pengadilan international meminta legal opinion dari pemerintah kita , ternyata tidak bisa. Apa pasal ? Ternyata kita memang tidak ada lembaga pemerintah yang berhak mengeluarkan legal opinion atas kasus hukum international. Syarat yang ditetapkan untuk dapat mengeluarkan legal opinion adalah Ministry of Justice. Di negara manapun ministry of justice itu ada, kecuali indonesia yang berganti menjadi Minister of law and human right. Inilah hasil dari amandement UUD 45 tentang “ Kekuasaan Kehakiman “, yang menghapuskan keberadaan Departement Kehakiman. Aneh, kan ? 

Dalam UUD 45 , kekuasaan kehakiman ( lembaga ) ada ditangan pemerintah namun hak judicial hakim dilindungi oleh Undang Undang untuk bebas menentukan keputusan tanpa ada kekuatan lain yang dapat mempengaruhinya. Jadi sangat jelas sekali membedakan kelambagaan dengan profesi hakim orang perorangan. UUD 45 tidak mengizinkan Hakim mengelola urusan rumah tangganya yang berkaitan dengan gaji, administrasi. Agar hakim hanya focus menjalani profesinya. 

Oganisasi Pertahanan Negara 
Amandement UUD 45 menyebutkan bahwa president adalah pemegang kekuasaan tertinggi atas AD, AL,AU. Tapi dalam UU ini, TNI ditempatkan di bawah Menteri Pertahanan. Padahal menteri Pertahanan adalah pembantu President. Sebaliknya Polisi ditempatkan langsung dibawah president.. Kan , aneh. Kok TNI dibawah menteri sementara Polisi dibawah presdent. Sementara pemilihan Pimpinan TNI tetap harus melewati fit and proper test di DPR sama dengan Polisi. Apakah peran TNI memang tidak lagi diperhitungkan dalam menjaga kedaulatan negara ? 

Makanya jangan kaget ketika President memerintahkan agar Anggaran TNI ditingkatkan untuk memperbarui persenjataanya tidak ditanggapi oleh Menteri Keuangan. Juga jangan kaget bila Polisi menentang keras RUU tentang Kemanan Nasional yang diusulkan oleh Departement Pertahanan untuk mereposisi Polri. Lantas siapakah yang bertanggung jawab soal Keamanan Nasional ? System Presidential. Nah , inilah kesimpulan dari pesan dibalik amandemen UUD 45. Apakah itu ? Membuat system presdential yang diakui oleh UUD 45 menjadi lemah dan tak berdaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan VISI , MISI pembangunan dalam kebersamaan. 

President 
Sebagai pemegang komando tertinggi dalam bidang pemerintahan, kenegaraan, angkatan perang telah dilucuti secara systematis oleh amandement UUD45. Jadi tidak ada lagi imam yang bisa memastikan para makmun untuk mengikutinya. Bahwa kekuasan President untuk mengangkat Panglima TNI telah dicampuri oleh DPR. Kekuasaan President untuk mengangkat Kapolri, juga dicampuri oleh wewenang DPR. Kekuasaan untuk mengangkat Duta Besar dan Konsul, juga dicampuri oleh DPR. Termasuk hak mengangkat Gubernur BI, tidak lepas dari campur tangan DPR. 

Bila pemimpin negara dan pemerintahan secara system lemah maka negeri ini tidak akan pernah dapat menyelesaikan masalah, apalagi berdaulat terhadap pengaruh atau tekanan dari pihak asing. Juga tidak akan bisa mengambil keputusan yang cepat dan praktis untuk menjawab perubah dan tuntutan pembangunan yang bergerak cepat.

***

Ini semakin memperjelas bahwa reformasi lahir karena keterlibatan asing yang tahu pasti membuat bangsa ini lemah secara systematis, sehingga dapat dengan mudah digiring dalam jaringan globalisasi untuk memuaskan kapitalisme , agar bebas memanfaatkan semua potensi negeri ini. Inilah neocolonialsm yang sejak awal dikawatirkan oleh pendiri negara ini ketika berhasil mengusir kolonialisme. Kini, memang tidak ada lagi single power tapi yang ada kolecitive power. Bila kolective power ini menjadi gerombolan ganas menganeksasi hak rakyat maka penyelesaiannya tidak bisa lagi dengan reformasi seperti menjatuhkan single power tapi harus dengan revolusi. Inihal yang harus disadari oleh semua pihak agar kembali kepada nuraninya. Kembalilah... sebelum semua terlambat.

Thursday, March 13, 2008

OKI dan Perdamaian dunia

Saat ini sedang dilakukan Pertemuan OKI ( organisasi Komperensi Islam ) di Dhaka. Perhatian dunia dalam kegiatan ini cukup besar karena ditengah situasi Politik Timur Tengah yang memanas akibat komplik Israel – Palestina, Iran, Irak ,Afganistan. Dunia ingin melihat sejauhmana komitmen OKI dalam perannya mendukung perdamainan didunia ini , khususnya dikawasan yang sedang bertikai tersebut. Negara Non OKI yang dimotori oleh AS-Barat telah menciptakan ketidak seimbangan system ekonomi dan politik dunia sehinga menyebabkan kubangan kemiskinan bagi komunitas negara miskin ( yang sebagian basar adalah negara OKI ) dan komplik di negara anggota OKI. Ini harus disadari agar OKI tidak hanya sebagai forum politik belaka dan hanya bersifat retorika.

Islam adalah agama yang mengalami pertumbuhan yang cepat sejak kali pertama diperkenalkan oleh Muhammad SAW. Data dari Madina Masjid Houston Researh , menyebutkan bahwa dari tahun 1900 sampai dengan 2005, populasi Islam di dunia meningkat dari 12% menjadi 23 %. Sementara Populasi Kristiani meningkat hanya sebesar 2% atau dari 27% menjadi 29%. Yang paling mengejutkan adalah pertumbuhan Umat Islam di Eropa dan AS. Didua negara ini, populasi Islam adalah nomor dua terbesar setelah Kristiani dan diatas populasi yahudi.. Yang pasti, populasi Islam dunia 82% adalah non Arab dan dari 189 negara negara yang ada didunia, 58 nya berpenduduk mayoritas Islam. Inilah fakta bahwa komunitas Islam adalah kekuatan significat dalam percaturan politik global dan juga kekuatan real ekonomi dunia. Artinya kalau ada kemauan kebersamaan maka tidak sulit untuk melakukan penekanan kepada pihak Zeonisme atau Israel untuk menghargai hak hak bangsa Palestina. Makanya tidak berlebihan bila ada tuntutan kepada OKI untuk lebih serius menggunakan kekuatan komunitas Islam dalam upaya menciptakan stabilitas dunia berdasarkan azas islam tentang rahmatan lilalamin.

Dipenghujung tahun 1996, Dalam konferensi tingkat Menlu OKI, president Indonesia , Soeharto menyampaikan Pidato yang sangat monumental tentang perlunya paradigma baru dari keberadaan OKI agar lebih focus kepada kerjasama dibidang Ekonomi dan Pembangunan. Karena disadari semua bahwa yang membuat terjadi pertikaian dan ketidak adilan dunia disebabkan oleh faktor ekonomi. Ini terjadi sejak dari dahulu kala. Berangkat dengan sebuah realitas tentang potensi negara OKI yang sebagian besar menguasai SDM , Natural resource besar didunia. Bila kekuatan komunitas islam ini dapat dikelola dalam barisan yang kuat dalam ukhuah Islamiah maka OKI akan diperhitungkan dalam setiap sikap politiknya untuk menciptakan perdamain dimuka bumi. Sikap Soeharto tersebut sejalan dengan analisis sosiologi ekonomi Max Weber--yang dituangkan dalam karya monumentalnya The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism--agama, tak terkecuali Islam, ternyata memiliki peran besar dalam memajukan ekonomi. Misi penyelamatan manusia oleh agama terutama diwujudkan ke dalam perilaku manusia pada semua tahap dan aspek kehidupan yang sesuai dengan nilai nilai spiritual tentang kejujuran, amanah, keikhlasan, kasih sayang. Ekonomi sebagai salah satu aspek dalam kehidupan manusia, harus sesuai dengan nilai nilai agama.

OKI harus memperkuat kerjasama dalam bentuk kelembagaan dibidang ekonomi. Setidaknya dalam bentuk penyediaan clearing settlement untuk traksaksi keuangan dan perdagangan yang berbasis syariah. Dalam transaksi keuangan antar negara OKI tidak perlu lagi melalui Bank International for Settlement yang di create sesuai kebijakan dari AS sebagai pemegang mayoritas saham. Dalm hal perdagangan Dunia , OKI dapat menyediakan sendiri clearing perdagangan untuk komoditas unggulan seperti Crude oil, Agriculture. OKI juga dapat menyediakan portal otorisasi payment settlement berbasis syariah untuk pengganti credit card ( VISA, MAstercard ) dan Debit Card ( Cirrus ) yang jelas jelas bertentangan dengan ajaran islam. Dari penyediaan system clearing settlement ini , maka komunitas islam yang ada dinegara OKI akan menjadi kekuatan dahsyat untuk diperhitungkan dalam ekonomi global dan dapat berperan active untuk mempengaruhi kebijakan APEC, AFTA, WTO , World Bak maupun IMF agar lebih peduli tentang keadilan ekonomi global.

Dikalangan negara OKI adalah tiga kelompok dalam menyikapi masalah ketidak adilann system ekonomi dunia, Kelompok pertama adalah kelompok yang bersedia berkerjasama untuk melawan kekuatan AS-Barat. Kelompok ini di motori oleh Iran, Malaysia , Indonesia ( dulu ketika zaman Soeharto). Kelompok kedua, adalah kelompok yang lebih memilih berkerja sama dengan AS-Barat Dalam kelompok ini , Arab Saudi, Kwait, Emirat Arab, Turky dll. Kelompok ketiga adalah kelompok yang tidak peduli sama sekali dan lebih suka bicara politik tanpa tindakan nyata. Semoga dalam konferensi OKI sekarang ini dapat dihasilkan suatu kebijakan bersama berdasarkan semangat ukhuah islamiah untuk menyatakan perang terhadap system ekonomi AS-Barat yang telah menyebabkan kemiskinan dan ketidak adilan ekonomi terus terjadi. Mampukah OKI ? Semua tergantung sikap pemimpin Negara negara OKI, apakah mereka lebih mencintai agamanya dengan berjuang untuk misi rahmatan lilalamin atau tunduk dibawah tekanan dari AS-Barat ? Yang harus disadari bahwa tidak ada system apapun didunia ini yang dapat menjamin kesejahteraan dan keadilan melainkah system yang dibawa oleh ALquran dan Hadith. Tidak ada satupun pemimpin di dunia ini yang bisa menyelesaikan masalah dunia yang sudah carut marut tanpa dukungan dari ALLAH.

Sunday, March 9, 2008

Surat dari Iran

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Wahai Allah Yang Mahakuasa anugerahkan kepada umat manusia sang manusia sempurna yang Engkau janjikan, dan jadikanlah kami di antara para pengikutnya.

Rakyat Amerika yang mulia,

Mengapakah kita tidak menentang aktivitas-aktivitas pemerintah AS di sebagian belahan bumi ini dan implikasi-implikasi negatif dari aktivitas-aktivitas tersebut terhadap kehidupan sehari-hari sesama kita, berikut terjadinya banyak perang dan tragedi yang dipicu pemerintah AS juga konsekuensi-konsekuensi tragis akibat intervensi pemerintah AS terhadap negara-negara lain.

Bukankah rakyat Amerika mengimani Tuhan, mencintai kebenaran, dan menuntut keadilan sementara pemerintah AS terus menyembunyikan kebenaran dan menutupi fakta-fakta objektif dari realitas-realitas kontemporer.Dan bukankah jika kita tidak saling berbagi tanggung jawab universal untuk membela dan melindungi kebebasan serta martabat dan integritas kemanusiaan, maka hanya akan ada sedikit urgensi untuk membangun sebuah dialog antara kita.Meskipun takdir Tuhan menempatkan Iran dan Amerika Serikat sebagai dua negara yang secara geografis saling berjauhan, kita seharusnya menyadari bahwa nilai dan spirit kemanusiaan universal yang sama-sama kita yakini—yang menegaskan martabat dan kedudukan agung semua manusia—justru telah menjadikan dua bangsa besar ini, Iran dan Amerika Serikat,saling berdekatan.Bukankah kedua bangsa kita menyembah Tuhan, mencintai kebenaran, dan menuntut keadilan, dan bukankah juga keduanya sama-sama hendak menuju kepada kemuliaan, kehormatan, dan kesempurnaan.Bukankah keduanya sangat menghargai dan mendukung nilai-nilai ideal manusia, seperti kasih sayang, empati, menghormati hak-hak asasi manusia, melindungi keadilan dan kesetaraan, serta membela orang-orang yang tidak berdosa dan lemah di hadapan penindasan dan tirani.Bukankah kita sama-sama menghendaki kebaikan dan membantu satu sama lain, khususnya kepada mereka yang membutuhkan.Bukankah kita sama-sama menentang ketidakadilan, penindasan hak-hak rakyat, dan intimidasi serta penghinaan terhadap umat manusia.Bukankah kita sama-sama membenci kezaliman, kepalsuan, kebohongan, dan distorsi, serta berupaya untuk mencari keselamatan, pencerahan, kemurniaan, dan kejujuran.Esensi murni manusia-manusia dua bangsa besar ini, Iran dan Amerika Serikat, akan menjadi saksi akan kebenaran pernyataan-pernyataan tersebut.

Rakyat Amerika yang mulia,

Bangsa kami selalu mengulurkan tangan persahabatan kepada setiap bangsa lain di dunia ini. Ratusan ribu warga Iran kini hidup di antara kalian dalam ikatan persahabatan dan perdamaian. Mereka pun berkontribusi secara positif bagi masyarakat kalian. Rakyat kami telah melakukan hubungan dengan kalian sejak beberapa tahun yang lalu dan tetap mempertahankan hubungan ini meskipun adanya pembatasan-pembatasan diskriminatif yang tidak logis dari pejabat-pejabat AS.

Sebagaimana telah disebutkan, kita memiliki concern yang sama, menghadapi tantangan yang sama, dan menanggung derita yang sama akibat kekisruhan dan instabilitas dunia dewasa ini.Kami, seperti juga kalian, berduka amat dalam atas penderitaan tak terperikan yang dialami rakyat Palestina. Agresi tiada henti Zionis terus membuat hidup menjadi lebih sulit bagi mereka, para pemilik sah tanah Palestina.

Di siang hari bolong, di hadapan kamera-kamera televisi dan mata-mata pemirsanya di dunia, mereka (Zionis) membom warga sipil yang tak berdosa dan tak berdaya, membuldoser rumah-rumah, menembakkan senjata-senjata mesin mereka ke arah para pelajar di jalan-jalan dan gang-gang sehingga menyebabkan banyak meratapi tewasnya anak-anak mereka.Tiada hari yang berlalu tanpa kejahatan yang baru.Bukankah ibu-ibu Palestina, seperti halnya kaum ibu di Iran dan Amerika, sangat mencintai anak-anak mereka sehingga begitu berduka oleh penahanan, penyiksaan, dan pembantaian anak-anak mereka. Adakah ibu yang tidak terganggu oleh penderitaan anak-anak mereka?

Selama 60 tahun, rezim Zionis telah mengusir jutaan penduduk asli Palestina dari rumah-rumah mereka. Sebagian dari para pengungsi ini kemudian mati dalam diaspora dan kamp-kamp pengungsian. Anak-anak mereka menghabiskan masa kecilnya di kamp-kamp tersebut dan tumbuh dewasa seraya terus memendam harapan untuk kembali ke tanah air mereka.

Kalian pasti tahu bahwa pemerintah AS dengan konsistennya terus memberikan “dukungan buta” kepada rezim Zionis, membuatnya makin berani meneruskan kejahatannya, dan terus mencegah DK-PBB untuk mengutuknya.Siapa yang dapat mengingkari janji-janji yang telah dilanggar dan kezaliman-kezaliman yang serius terhadap kemanusiaan oleh pemerintah AS?

Pemerintah mana pun eksis demi melayani rakyatnya. Tidak ada rakyat yang mau hidup dan mendukung para penindas. Namun sayangnya, pemerintah AS bahkan mengabaikan opini publik mereka sendiri dan tetap kokoh berdiri untuk mendukung perampasan hak-hak bangsa Palestina.

Lihatlah Irak. Sejak kehadiran militer AS di Irak, ratusan ribu warga Irak telah dibunuh, dibantai, dan dihilangkan. Terorisme di Irak tumbuh demikian pesatnya. Dengan kehadiran militer AS di Irak, tampaknya tidak ada yang dapat dilakukan untuk membangun kembali reruntuhan, memulihkan infrastruktur, atau mengentaskan kemiskinan. Pemerintah AS dulu menjadikan “senjata pemusnah massal” sebagai dalih di Irak tetapi kemudian semakin jelaslah bahwa itu semua tidak lebih daripada bualan dan kebohongan.Meskipun Saddam disingkirkan dan rakyat bergembira karenanya, kepahitan dan penderitaan rakyat Irak tetaplah eksis dan bahkan makin memilukan.

Di Irak, sekitar seratus lima puluh ribu pasukan Amerika, yang terpisah jauh dari keluarga-keluarga mereka dan orang-orang yang mereka cintai, bertugas di bawah kendali pemerintahan AS. Bahkan, jumlah yang signifikan dari mereka terbunuh atau terluka sementara kehadiran mereka justru malah mendegradasi citra rakyat dan pemerintah AS.Ibu-ibu dan keluarga mereka, dalam banyak kesempatan, telah menunjukkan ketidakrelaan mereka dengan kehadiran anak-anak mereka di negeri yang jauhnya ribuan mil dari tanah Amerika. Tentara-tentara Amerika pun bertanya-tanya tentang alasan rasional penempatan mereka di sana. Saya tidak sepenuhnya yakin bahwa kalian, rakyat Amerika, setuju dengan miliaran dolar yang dikeluarkan dari anggaran kalian untuk membiayai ekspedisi militer yang tragis ini.

Rakyat Amerika yang mulia,

Kalian telah mendengar bahwa pemerintah AS menculik orang-orang yang mereka tuduh sebagai musuh di seluruh bumi ini dan secara sewenang-wenang menahan mereka tanpa proses peradilan atau pengawasan internasional di penjara-penjara rahasia yang terpencil, yang dibangun di banyak bagian dunia. Tuhan Maha Mengetahui siapa sebenarnya para tahanan ini, dan nasib mengerikan yang tengah mengintai mereka.Kalian juga pasti mendengar kisah-kisah sedih dari penjara-penjara Guantanamo dan Abu-Ghraib. Pemerintah AS berupaya menjustifikasi penjara-penjara itu atas dasar klaim “perang melawan teror”. Namun, setiap kita mengetahui bahwa perilaku semacam ini, pada hakikatnya, bertentangan dengan opini publik internasional, memicu antipati dan pada gilirannya makin memperluas terorisme serta memperburuk citra AS dan kredibilitasnya di mata banyak bangsa.

Tindakan pemerintah AS yang ilegal dan tidak bermoral bahkan tidak terbatas hanya di luar negeri. Sehari-harinya kalian pasti menyaksikan bahwa dengan dalih “perang melawan teror”, kebebasan sipil di Amerika Serikat secara drastis terlucuti. Bahkan privasi tiap-tiap individu begitu cepat kehilangan maknanya. Proses peradilan dan hak-hak fundamental dirampas begitu saja. Telepon pribadi disadap, para tersangka secara sewenang-wenang ditahan, malah kerapkali dipukuli di jalan-jalan, atau bahkan ditembak hingga mati.Saya yakin bahwa rakyat Amerika tidaklah menyetujui perilaku ini dan benar-benar menolaknya.Pemerintah AS tidak menerima akuntabilitas organisasi, institusi, atau lembaga mana pun. Pemerintah AS telah menginjak-injak kredibilitas organisasi-organisasi internasional, khususnya PBB dan dewan keamanannya.

Namun, saya tidaklah bermaksud untuk membicarakan semua kehancuran tersebut dalam surat ini.Legitimasi, kekuatan, dan pengaruh sebuah pemerintah tidaklah lahir dari persenjataan dan tank-tank, pesawat-pesawat tempur, rudal ataupun senjata nuklir. Legitimasi dan pengaruh pada hakikatnya bersemayam di dalam suara logika, hasrat kepada keadilan, kasih sayang, dan empati bagi semua umat manusia. Posisi global AS, dalam segala kemungkinannya, akan semakin lemah karena pemerintahnya terus memilih untuk memaksakan kehendak, menyembunyikan kebenaran, dan menipu rakyat Amerika tentang kebijakan-kebijakan dan perilaku-perilakunya.Tidak diragukan lagi, rakyat Amerika tidak rela dengan perilaku semacam ini dan kalian pun telah menunjukkan ketidakrelaan kalian pada pemilu yang baru lalu. Saya berharap bahwa, dengan hasil pemilu sela, pemerintah Presiden Bush akan mendengar dan memperhatikan pesan rakyat Amerika tersebut.

Pertanyaan saya adalah sebagai berikut.Adakah pendekatan yang lebih baik untuk memerintah?Tidak mungkinkah kemakmuran dan kekuatan digunakan untuk melayani keadilan, kedamaian, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi semua orang melalui sebuah komitmen kepada keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak setiap bangsa, alih-alih digunakan demi agresi dan perang?Kita semua mengutuk terorisme karena korban-korbannya adalah mereka yang tidak berdosa.Namun, apakah terorisme dapat dihapus melalui perang, penghancuran, dan pembunuhan ratusan ribu orang yang tidak bersalah?Jika dapat, maka mengapakah problem ini belum juga terselesaikan?

Pengalaman pahit invasi atas Irak ada di depan mata kita semua.Apa yang dihasilkan oleh dukungan membabi-buta pemerintah AS kepada Zionis bagi rakyat Amerika? Amat disayangkan bahwa, bagi pemerintah AS, kepentingan penjajah ini lebih penting daripada kepentingan rakyat Amerika sendiri dan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.Apa yang telah Zionis perbuat bagi rakyat Amerika sehingga pemerintah AS merasa wajib memberi dukungan buta kepada para agresor ini? Apakah ini bukan karena mereka menguasai porsi yang sangat signifikan dari perbankan, fiskal, budaya, dan sektor-sektor media?

Saya pernah merekomendasikan, dalam sebuah presentasi, bahwa demi kepentingan rakyat Amerika dan kemanusiaan, maka hak bangsa Palestina untuk hidup di tanah air mereka sendiri haruslah diakui sehingga jutaan pengungsi Palestina dapat kembali ke rumah-rumah mereka serta masa depan seluruh rakyat Palestina dan bentuk pemerintahannya dapat ditentukan dalam sebuah referendum. Ini akan menguntungkan setiap pihak.

Kini, Irak memiliki sebuah konstitusi dan parlemen serta pemerintahan yang independen. Maka, bukankah lebih menguntungkan jika para pejabat dan militer AS di sana dapat kembali pulang serta mengalihkan pengeluaran militer AS yang demikian tinggi itu bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Amerika? Sebagaimana yang kalian pasti ketahui, banyak korban Katrina masih tetap berada dalam kesusahan dan tak terhitung banyaknya warga Amerika yang hidup dalam kemiskinan dan terlantar tanpa tempat tinggal.Saya juga ingin mengatakan sesuatu kepada para pemenang pemilu sela di AS:Telah banyak pemerintahan berlalu di AS: beberapa di antaranya meninggalkan warisan positif sementara yang lainnya tidak dicintai, baik oleh rakyat Amerika maupun bangsa-bangsa lain.Kini kalian (para pemenang pemilu AS) menguasai salah satu bagian penting dari negara AS. Maka, kalian juga akan dimintai pertanggungjawaban oleh rakyat kalian dan oleh sejarah.

Andai saja pemerintah AS menghadapi tantangan-tantangan domestik dan eksternal kontemporer dengan pendekatan yang didasarkan atas kebenaran dan keadilan, maka ia akan mampu menyelesaikan beberapa problem masa lalu dan mengurangi konflik global serta kebencian kepada Amerika. Namun, apabila pendekatan yang dipilih tetaplah sama, maka janganlah terkejut jika tiba-tiba rakyat Amerika juga akan menolak para pemenang pemilu yang baru ini karena pemilu tersebut, alih-alih merefleksikan kemenangan, justru malah mengarah kepada kesalahan kebijakan-kebijakan pemerintah yang sekarang. Persoalan-persoalan ini secara luas telah disampaikan dalam surat saya kepada Presiden Bush awal tahun ini.

Ringkasnya:Adalah mungkin untuk memerintah dengan berdasarkan atas pendekatan yang sama sekali berbeda dari intimidasi, pemaksaan, dan ketidakadilan.Adalah mungkin untuk secara jujur melayani dan mendukung nilai-nilai universal kemanusiaan, kejujuran, dan kasih sayang.Adalah mungkin untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan tanpa ketegangan, ancaman, penekanan, atau bahkan perang.Adalah mungkin untuk mengantarkan dunia ini ke arah kesempurnaan dengan tetap mempertahankan harmoni, monoteisme, moralitas, dan spiritualitas serta mengejawantahkan ajaran-ajaran nabi-nabi Tuhan.

Maka, rakyat Amerika yang mulia, yang beriman kepada Tuhan dan menjadi pengikut agama-agama Tuhan, akan mampu mengatasi setiap kesulitan.Saya percaya bahwa kalian, rakyat Amerika, akan memainkan peran penting dalam menegakkan keadilan dan spiritualitas di seluruh dunia. Janji-janji Yang Mahakuasa dan para nabi-Nya pasti akan terwujud, yakni bahwa Keadilan dan Kebenaran akan menang dan semua bangsa di dunia akan hidup dalam kehidupan yang sejati dan dalam suasana yang penuh dengan cinta, kasih sayang, dan harmoni.

Pemerintah, para pejabat, dan orang-orang kuat AS semestinya tidak memilih jalan-jalan yang lama. Sebagaimana para nabi telah mengajarkan kepada kita, ketidakadilan dan kejahatan pada gilirannya akan menghasilkan kemunduran dan kehancuran. Hari ini, jalan untuk kembali kepada keimanan dan spiritualitas terbuka lebar dan tidak pernah dibatasi.Perhatikanlah Firman Tuhan dalam al-Quran berikut ini. "Adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan amal saleh, dia termasuk orang-orang yang beruntung. Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 28:67-68.

Saya berdoa semoga Yang Mahakuasa memberkati bangsa Iran dan Amerika dan juga seluruh bangsa di dunia dengan kemuliaan dan kesuksesan.

29 Nopember 2006
Mahmoud Ahmadinejad
Presiden Republik Islam Iran

Friday, March 7, 2008

BLBI dan IMF

Tahun 1997, ketika mata uang rupiah semakin melemah terhadap mata uang dollar , bank dalam negeri limbung. Karena arus liquidtias bagai air bah mengalir keluar yang ditarik oleh nasabah untuk memindahkan dananya keluar ( capital outflow ) kedalam bank bank asing. Dalam situasi panik tersebut, bank tidak berdaya mengatasi tuntutan penarikan dana dalam skala besar dari masyarakat secara serentak. Demi menjagi integritas bank dan kepercayaan publik maka Bank Indonesia memberikan Kredit Likuiditas Bank Indonesia. Setiap kali Kredit Likuiditas disalurkan, tak juga kunjung selesai meredam kepanikan masayarakat dan rush tabungan terus saja berlangsung. Pada moment inilah IMF berperan besar memaksa pemerintah untuk menutup 16 bank seketika. Akibatnya pemerintah ( Bank Indonesia ) harus memberikan pinjaman BLBI kepada bank bank tersebut tanpa ada persiapan yang matang. Ini disebut dengan potensial loss dan sekaligus cut loss.

Tidak sampai disitu saja, IMF juga berperan menetapkan kuridor penyelesaian penyesahatan system perbankan melalui pembentukan BPPN. Lembaga ini bertugas melakukan recovery system perbankan namun kenyataannya tidak ada perbaikan sama sekali kecuali merekomendasi penerbitan Obligasi Rekap sebagai peganti NPL yang diambil alih. Kemudian para obligor BLBI diwajibkan untuk menyerahkan assetnya kepada BPPN melalui Master Settlement Agreement ( MSA) dengan kompensasi mendapatkan Release and Discharge ( R&D). Masalahnya saelesai. NPL sudah diambil alih oleh BPPN dengan SWAP obligasi rekap, maka bankpun sehat. Kekurangan pelunasan BLBI pun , sudah ditambah melalui MSA dalam bentuk penambahan asset yang diserahkan. Sampai disini semua nampak jelas dan transfarance sesuai arahan IMF. Semua proses penyerahan asset, pengambil alihan asset , dilakukan audit dan appraisal oleh lembaga independent berdasarkan internatioanl tender.

Tindakan selanjutnya, IMF memaksa pemerintah untuk menjual saham saham bank yang sudah mendapatkan obligasi rekap tersebut kepada publik dalam rangka mengisi kekurangan APBN. Tidak sampai disitu saja, IMF juga memaksa agar pemerintah menjual seluruh NPL yang ada kepada publik , tujuannya , tentu untuk mengisi APBN. Proses lelang penjualan asset dan saham bank rekap dilakukan secara transfarance melalui tender dan diawasi oleh independent consultant. Yang lebih penting lagi adalah semua itu dilaksanakan oleh pemerintahan yang legitimate dari hasil Pemilu yang paling demokratis.

Kini IMF sudah keluar. BPPN sudah dibubarkan. Tugas dalam krisis perbankan usai sudah. Lantai mengapa pemerintah SBY kembali membuka kasus ini dan memburu para obligor yang sudah mendapatkan R& D melalui Team 35 BLBI ? Mengapa para obligor BLBI yang diburu ? Mengapa bukan IMF yang dipersalahkan , yang telah menggiring pemerintah dalam masalah besar, khususnya yang berkaitan Obligasi rekap yang harus ditanggung APBN dengan imbal asset yang tidak lebih 30% ? .Mengapa pula pada akhirnya saham perbankan yang mendapatkan fasilitas obligasi rekap akhirnya jatuh kepihak asing dengan harga murah ? Mengapa ?

Dapatkah dibayangkan , bahwa penugasan Team 35 BLBI harus berhadapan dengan suatu keputusan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebelumnya. Apa yang dapat mereka lakukan bila keputusan R& D tersebut dikeluarkan oleh pemerintah hasil pemilu yang demokratis ? Apalagi mereka yang terlibat dalam proses keputusan tersebut sebagian besar sekarang masih menjabat di pemerintah , DPR atau menjadi pimpinan Partai. Kesimpulannya penugasan Team 35 BLBI tidak lebih hanyalah penugasan untuk konsumsi politik bukan untuk tujuan keadilan yang sesungguhnya. Kalau memang untuk tujuan keadilan , maka pemerintah SBY haruas berani menuntut kepada IMF atas dosa dosanya terhadap keterpurukan ekonomi Indonesia. Tapi, tidak ada satupun elite politik yang berani berkata lantang dan mengusut proses pengambilan keputusan penyelesaian BLBI secara objective.

BLBI adalah kasus besar di era reformasi sebagai akibat krisis yang sengaja diciptakan oleh AS dan Group nya untuk menjatuhkan rezim Soeharto. Kemudian, IMF masuk dengan kekuatan legitimasi penyelemat namun menyesatkan. BLBI pun akhirnya dijadikan sarana untuk menjadi amunisi bagi elite politik untuk mendapatkan dana kampanye dan menjadi pemenang dari system demokrasi yang ditetapkan oleh IMF. Inilah harga dari system yang kita yakini , dengan korban jutaan rakyat hidup dalam jeratan kemiskinan. Harga yagn terlalu mahal dengan implikasi korban kemanusiaan yang sangat dahsyat sepanjang sejarah umat manusia. Sadarkah kita...?

Tuesday, March 4, 2008

Myanmar dan pro demokrasi

Banyak orang beranggapan bahwa perjuang pro demokrasi di Myanmar dibawah kepemimpian oposisi Aung San Suu Kyi adalah sangat mulia dalam rangka membawa rakyat Myanmar pada kehidupan yang demokratis dan jauh dari penindasan junta militer. Berbagai kampanye anti junta militer terus bertebaran diseantero dunia. Termasuk PBB pun ikut bersuara keras untuk menekan junta militer Myanmar namun kandas ketika China, Rusia dan India menolak. ASEAN pun nampak bingung menghadapai situasi kampanye pro demokrasi ini. Karena sebagian anggota ASEAN seperti Malaysia, Singapore, Bruney, Indonesia tidak jauh lebih baik dibandingkan Myanmar soal nilai nilai demokrasi. Disamping itu ASEAN menyadari bahwa masalah Myanmar menjadi masalah international hanya karena AS dan kelompoknya ikut terlibat menekan junta militer.

Apa yang terjadi di Myanmar bukanlah masalah besar. Ini masalah dalam negeri Myanmar sendiri. Kalaupun ada pergolakan dan penolakan rezim yang berkuasa sekarang maka jumlahnya tidaklah mencerminkan mayoritas rakyat Myanmar. Saya pernah berkunjung ke Yangon dari Yunan. Kehidupan rakyat disana nampak biasa biasa saja. Kebutuhan pokok terjamin dan infrastructure ekonomi dibangun dengan systematis dibawah dukungan China. Memang kebebasan seperti kehidupan masyarakat materialistis seperti dinegara demokrasi lainnya , tidak nampak. Pemerintah memang mengontrol kehidupan masyarakat sesuai dengan donkrit politik mereka yang sadar dengan ancaman pengaruh dari luar. Apapun paham yang dapat membuat Myanmar terpecah sebagai negara berdaulat akan berhadapan dengan tangan besi pemerintah.

Kalaupun kini Myanmar lebih memilih China, India sebagai mitranya dan menapik AS ( Barat ) maka itupun harus dihormati. Karena AS dengan pro demokrasinya pun tidak bisa menjamin kehidupan rakyat akan lebih baik setelah penguasa otoriter dijatuhkan. Buktinya Indonesia. Kejatuhan Soeharto dan kemenangan pro demokrasi , tidak membawa perbaikan apapun kepada rakyat. Bahkan melahirkan demokrasi tiran untuk menganeksasi hak rakyat dengan berbagai regulasi untuk kepentingan kapitalisme ala AS. Seyogianya, membiarkan rakyat Myanmar menjalani kehidupannya sesuai dengan pilihannya adalah lebih bijak daripada terus menekan penguasa disana, yang justru menambah persoalan bertanbah rumit dan akhirnya rakyat Myanmar juga yang akan menderita. Seperti arogansi AS yang membekukan dana pemerintah junta militer di luar negeri. Anehnya, AS tidak melakukan hal yang sama kepada penguasa Israel yang menyerbu pendudukan Palestina. Yang pasti Myanmar tidak sendiri melawan arogansi AS, disampingnya ada Iran, Sudan dan Korea Utara, yang selalu tampil gagah berani demi kehormatan bangsanya.

Yang harus diketahaui oleh Rakyat Myanmar bahwa pandai pandailah memanfaatkan komplik yang kini terbentuk diantara dua kekuatan raksasa , China dan AS. Kedua negara besar ini, tidak pernah tulus untuk membuat kemakmuran bagi bangsa Myanmar. Kedua duanya mempunya kepentingan ekonomi untuk menjadikan Myanmar sebagai resource bagi kelangsungan pertumbuhan ekonomi mereka. Kekuatan dalam negeri harus terus dibangun sambil mendidik rakyat untuk cerdas menyikapi setiap pengaruh asing yang masuk. Kemudian secara gradual membuka katup kehidupan politik lebih terbuka, sebagaimana yang dilakukan china kini setelah berhasil dengan reformasi ekonominya.

AS dan China atau lainnya tidak bisa memaksakan kehendak seperti apa yang mereka mau untuk rakyat Myanmar. Rakyat Myanmar lebih tahu , mau dibawa kemana negerinya. Memprovokasi mereka tentang pro demokrasi atau lainnya, tidak akan membantu mereka. Semoga Myanmar dapat belajar dari kehidupan politik Indonesia, paska kejatuhan Soehato. Jangan pernah percaya dengan jargon demokrasi dari AS atau Barat, kalau ingin menjadi bangsa berdaulat.

Yahudi di AS

“Tahukah , kamu,? “ kata teman saya yang warga negara AS. Dia nampak geram dengan berita televise yang berceritakan kebrutalan tentara Israel membordir wilayah palestina dengan alasan memburu pendukung Hamas. “ Dari 10 orang Amerika , 7 membenci Israel. Kami muak dengan mereka yang membuat bangsa kami nampak tolol dimata international. Bahkan kami sempat bertanya , mengapa Israel tidak marah kepada bangsa Jerman yang terbukti pernah mengirim orang yahudi ke kamar gas beracun untuk dieksekusi secara massal. Mengapa membunuhi bangsa palestina ? Mengapa ? “ lanjut teman saya ini sambil menggeleng gelengkan kepala.

Untuk diketahui bahwa Yahudi berbeda dengan Zionisme.. Orang-orang Yahudi menentang eksistensi Rezim Zionis Israel dan tidak bersedia mendukungnya. Sebanyak 65 persen warga Yahudi di AS menolak Israel dan membencinya. Jadi ada pembedaan antara Yahudisme sebagai sebuah agama dan Zionisme. Sebab Zionisme mengorbankan agama untuk kepentingan Israel dan Zionisme. Akan tetapi umat Yahudi, misalnya yang tinggal di wilayah kuno kota Jerussalem hidup berdampingan dengan para pengikut agama yang lain. Mereka tidak ada kaitannya dengan Rezim Zionis Israel, bahkan menyebut Israel sebagai rezim pendudukan, anti agama dan bobrok

Kelompok yahudi di AS adalah komunitas minoritas atau bahkan jauh dibawah komunitas negero. Tapi keberadaan mereka sangat menentukan arah kebijakan politik luar negeri AS. Mengapa ? Sederhana saja. AS negara kapitalis dan yang berkuasa adalah uang. Bukan mayoritas suara. Yahudi yang segelintir itu menguasai 60 % Industri keuangan di dunia dan 90% di AS. Mereka juga pemilik jaringan media massa di AS seperti CNN, dll. Disamping itu hampir 80% Industri consumer goods dimiliki oleh mereka, termasuk jaringan usaha ritelnya. Juga industri raksasa yang menguasai produksi obat obat , dikuasai oleh kelompok Yahudi. Dibidang Persenjataan mereka menempatkan diri sebagai pemasok utama untuk memenuhi ambisi pentagon menguasai teknologi mutakhir dibidang persenjataan. Dengan ini semua, maka tidak berlebihan , walau mereka segelitir namun mereka menguasai sendi sendi kehidupan AS.

Infiltrasi dan kekuasaan zionisme di berbagai struktur pemerintahan AS, termasuk di jantung gedung putih, adalah masalah yang berkali-kali dibicarakan di lembaga-lembaga politik dunia. Kekuasaan atas media massa, struktur politik, militer dan sosial di AS, dan pada akhirnya infiltrasi serta kekuasaan zionisme di dalam sistem perekonomian AS, adalah sesuatu yang selalu muncul di dunia sebagai faktor saling pengaruh-mempengaruhi antara AS dan rezim zionis. David Luchins, wakil ketua Asosiasi Kerjasama Yahudi Ortodoks AS, dalam hal ini berkata, “Kami bukan sebagai kelompok minoritas, tetapi bagian dari mayoritas dimana segala sesuatu yang kami inginkan, pasti akan berlaku.”

Oleh sebab itulah, dengan mempelajari sejarah 55 tahun pendudukan Palestina dan deklarasi keberadaan ilegal rezim zionis, kita lihat bahwa semua presiden AS tanpa terkecuali, pasti melakukan pertemuan dan dialog dengan para pemimpin Yahudi dan pemimpin Israel. Dokumen-dokumen terpercaya juga menunjukkan bahwa pertahunnya 1/5 dari seluruh bantuan luar negeri AS diberikan kepada rezim zionis. Selain itu, berbagai kedutaan dam konsulat luar negeri AS selalu memiliki diplomat-diplomat yang bertugas mempelajari berbagai jalan perluasan hubungan dengan warga Yahudi Amerika, dalam rangka menjaga interes negara mereka. Di kalangan para diplomat asing, beredar pemeo terkenal sebagai berikut; “Jika Anda ingin memperoleh mediator yang handal di AS untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan negara Anda, maka Anda dapat memanfaat kan pengaruh warga Yahudi Amerika.”

Zionisme yang merupakan sebuah gerakan politik itu, mengumumkan kewujudannya pada tahun 1897. Bersamaan dengan dimulainya perang dunia pertama, ada hubungannya dengan kepentingan kekuatan-kekuatan besar dunia dengan gerakan Zionisme menjadi pemicu penandatangan deklarasi Balfour yang berakhir dengan terbentuknya rejim Zionis di tanah Palestin. Pada 2 November 1917, Menteri Luar Negeri Inggeris yang ketika itu disandang oleh Arthur James Balfour, mengeluarkan pernyataan yang berisi keterangan mengenai pembentukan “tanah air bangsa Yahudi” di Palestin. Kebanyakan para pemimpin Zionis saat itu adalah orang-orang liberal yang tidak mempercayai agama Yahudi. Mereka pada awalnya tidak memandang Palestin sebagai negeri yang akan menjadi milik orang-orang Yahudi.

AS sebagai tempat Zionism berkembang, pertama kali diperkenalkan di tahun 1942 dan selanjutnya mendapat dukungan luar biasa dari warga AS keturunan yahudi yang sudah berada disana berabad abad.. Seperti slogan mereka “Dukungan kepada zionisme bukan berarti hijrahnya seorang Yahudi atau perolehan kewaraganegaraan asing. Tetapi, untuk menciptakan Amerika yang lebih baik, kita harus menjadi Yahudi yang baik, dan untuk menjadi Yahudi yang baik, kita harus menjadi seorang zionis.” Efektifitas slogan seperti itu dalam menarik keanggotaan dari masyarakat Yahudi Amerika, telah membuka peluang yang amat luas bagi terbentuk dan terlembaganya masyarakat Yahudi Amerika. Dengan demikian, terbentuklah masyarakat Yahudi AS; dan Amerika pun dipilih sebagai tempat yang dianggap paling sesuai untuk pusat aktifitas mereka menciptakan negara baru yang bernama Israel.

Kini para pemimpin Yahudi dapat berkata kepada dunia “Hari ini, kita masyarakat Yahudi Amerika, telah berhasil, baik di dalam negeri mau diluar negeri, merealisasikan sesuatu yang tidak pernah diimpikan oleh nenek moyang kita. Melanjutkan perjuangan mereka, kini putra-putra mereka telah berhasil memperoleh kekuatan yang sedemikian besar di Amerika. Ini semua adalah berkat kerjasama lembaga-lembaga Yahudi zionis di AS dengan dukungan masyarakat Yahudi di Eropa. . Tidak ada satupun kekuatan social maupun ekonomi yang lepas dari kekuatan kita. Tidak ada budaya yang aman dari pengaruh kekuatan kita. Kitalah penakluk dan penguasa sejati di planet bumi ini. Saatnya hancurkan musuh abadi kita, Islam...

Sunday, March 2, 2008

Modal meninggalkan AS

Gal Dymant , seorang Pimpinan perusahaan Venture Capital Amerika keturuna Israel. Memperhatikan data China Hi- Tech Directory tahunan. Data yang ada menunjukkan pertumbuhan industri hi-tech dichina melebihi data resmi yang diterbitkan oleh pemerintah. Maklum saja , publikasi data pemerintah kalah cepat dengan laju pertumbuhan industri itu sendiri. Data tersebut sudah cukup bagi Gal Dymant untuk memberikan proposal terbaiknyan kepada beberapa investor untuk membangun industri alat kedokteran, MRI ( Magnetic Resonance Imaging ). Alat ini merupakan tekhnologi paling maju dan paling mahal karena merupakan keajaiban tekhnologi yang dapat menangkap gambar gambar jaringan lunak dengan rinci dalam tubuh manusia. Walaunpun alat ini mahal namun dapat membebaskan pasien dari bedah pada tahap observasi untuk menghasilkan diagnostic yang tepat.

“ Di china , ada banyak orang berbakat untuk membangun apa saja” Kata Daymant” Kami kira kami dapat membangun MRI dan menghemat empat puluh persen bila dibandingkan dengan membuatnya di AS”. Demikian Daymant meyakinkan kelompok investor yang ada di AS. Mereka nampak menyetujui dan antusias untuk menanamkan modalnya kedalam project besar ini. Bagi pemodal amerika yang hidup dalam lingkungan kapitalis , membangun industri ditempat lain tidak ada masalah walau harus mengorbankan industri dinegaranya sendiri. Bukankah idiologi mereka adalah laba.

Sesungguhnya menciptakan mesin MRI yang laku dipasar adalah suatu pekerjaan besar. Proses tersebut memerlukan keahlian terbaik dari beberapa bidang yang sangat bersifat tekhnis. Industri china akan melibatkan ahli ahli fisika yang memiliki pengetahuan mutakhir tentang resonansi nuklir dan kemampuan superkonduksi. Hal ini akan membutuhkan ahli programmer dan tekhnisi yang dapat menangani design bidang magnetic tiga dimenasi dengan sangat cepat.

Ketika tekad membangun industri ini dicanangkan , maka Daymant mendapatkan dukungan penuh dari pemerntah china. Target mereka adalah produksi yang mampu bersaing baik secara kualitas maupu harga dengan produk yang dihasilkan oleh pemain yang sudah lama seperti Philips, General electric , Siemens , dll. Daymant , merasa optimis bahwa para investor tidak akan kecewa dan bagi china tidak ada yang tidak bisa. Semua dapat dilakukan. “ Karena keahlian ada di china dan tersedia dengan biaya yang murah. “ Demikian katanya meyakinkan.

Namun , permasalahan muncul ketika menyangkut chip computer untuk menggerakan system MRI itu. Industri china membutuhkan prosesor sehebat Intel. Ini disikapi oleh pemerintah china dan bersama industrinya untuk menemukan prosesor sendiri yang melebihi kehebatan Intel. Para peneliti dari Chinese Academy of Science, yang bekerja sama dengan BLX , suatu perusahaan desain chip yang dikelola oleh para ilmuwan ilmuwan akademi tersebut, menyatakan dirinya telah menemukan suatu chip yang disebut Godson 3, yang menyamai chip tebaik intel. Untuk meningkatkan kemampuan dari chip tersebut, BLX bergabung dengan pesaing utama Intel di amerika , Advance Miro Device ( AMD) . Sekali lagi inilah bentuk lain dari kehebatan china yang mampu menjalin ikatan antar lembaga lembaga riset pemerintah untuk mendukung kemajuan industri dan sekaligus mengadu perusahaan perusahaan asing satu sama lain dipasar.

Akhirnya china menjadi pemain yang diperhitungkan dipasar microchip, yang hampir tidak mungkin dilakukan oleh Negara manapun dalam waktu sesingkat yang dapat dilakukan china. Selanjutnya , akan menjadikan china sebagai pesaing utama dbidang peralatan kedokteran didunia. Miliaran dollar pangsa pasar dalam negari china berhasil dikuasai oleh tekhnologi china sendiri dan sebagian menembus pasar eksport ke AS , Eropa dan Negara lainnya.

Kita dapat menarik pelajaran berharga dari kasus tersebut diatas bahwa Sumber Daya Manusia adalah kata kunci untuk meraih akumulasi modal. China memiliki 17 juta mahasiswa , yang mayoritas mengambil bidang sains dan tekhnic. Setiap tahun china menghasilkan tidak kurang dari 325,000 insinyur. Setiap tahun china membelanjakan USD 60 milliar untuk penelitian dan pengembangan. Untuk saat sekarang ini , penekanan dalam laboratorium laboratorium china diarahkan secara besar besaran pada pelatihan bagi karyawan dan manajer teknik.

Di china walau investor dimanjakan dengan kepastian laba dan keamanan investasi namun tidak mempunyai posisi tawar menawar terhadap kebijakan pemerintah yang mengutamakan pemain lokal untuk tampil dominan. Bagaimanapun bagi Yahudi yang merupakan pemilik akumulasi modal global, china adalah lahan subur bagi pengembangan dananya. Juga bagi mantan mantan konglomerat Indonesia yang bermental yahudi. Mungkin suatu saat , para yahudi yang ada di wall street akan melembaikan tangan kepada uncle sum ..bye uncle, bye everyone… Dan sebagian konglomerat kita sudah ada yang melambaikan tangan

Dollar AS melemah

Dalam minggu ini mata uang dollar semakin melemah. Diperkirakan dollar rupiah akan mencapai dibawah Rp. 9000. Ini hanya soal waktu. Menguatnya mata uang Rupiah bukanlah karena keberhasilan ekonomi Indonesia dalam mengumpulkan devisa tapi lebih kepada semakin membengkaknya deifisit AS. Nampaknya, AS menuju kepada kehancuran system ekonominya. Tentu ini bukanlah hal yang menggembirakan. Ini soal serius. Bahkan lebih serius dibandingkan dengan isu Nuclear. Betapa tidak ? Pertumbuhan ekonomi Asia seperti China dan India , Korea , jepang ,menghadapi ancaman serius bila Dollar semakin lemah. Harga barang produksi mereka akan menjadi mahal dan semakin kecil menikmati laba dari pasar eksportnya ke AS. Juga disektor moneter, suku bunga AS yang cenderung turun akan memangkas yield cadangan devisa negara Asia , yang sebagian besar dalam bentuk surat hutang pemerintah AS.

Yang pasti kejatuhan ekonomi AS adalah koreksi systematis dari system ekonomi global yang selama ini terbentuk, yang telah membuat AS begitu sangat berkuasanya dan akhirnya tidak lagi larut dalam pemanfaatan system keseimbangan ekonomi pasar tapi malah menjadi korban dari ekonomi pasar itu sendiri. Sebagai akibat globalisasi sector financial yang memudahkan AS untuk terus berhutang dan berhutang , untuk memenuhi konsumsinya yang boros. Namun lupa membangun kekuatan daya saing produksi dalam negerinya. Kita bisa bayangkan , hutang pemerintah AS sekarang sudah mencapai diatas USD 9 triliun sementara total APBN nya hanya sebesar USD 10 triliun. Inilah penyebab utamanya. Sama seperti yang kini terjadi di Indonesia.

Tapi lihatlah kini, keculasan AS untuk memaksa negara kreditur atau negara yang paling besar membeli surat hutangnya untuk terus membantu defisitnya.Cara yang dilakukan AS adalah menggunakan system pasar uang , dengan menurunkan suku bunga pasar uang AS. Keadaan ini memaksa negara kreditur seperti Jepang, China, India, Korea, Hong Kong untuk terus membeli surat hutang AS agar difisit dapat teratasi dan Dollar kembali menguat hingga barang barang mereka tetap murah bagi pasar AS. Buah simalakama. Membantu kehilangan yield , tidak membantu kehilangan pasar. Hebatkan. Tapi kesediaan ini tidak bisa terus dipertahankan. Negara negara kreditur sudah mulai menerapkan strategy kedepan dengan tidak lagi menjadikan dollar sebagai cadangan devisanya. Secara bertahap mereka akan mengurangi cadangan tersebut dan megalihkannya kepada mata uang euro.

Amerika memang diambang kehancuran dari system yang mereka citptakan sendiri yang terkenal culas dan menindas. Secara politik AS menuai kekesalan dunia, termasuk dunia Barat, sudah mulai muak dengan brutalitas Israel dan AS. Terbukti, dalam resolusi DK PBB yang bermaksud menghentikan agresi Israel, hanya AS yang menolak dengan veto. Sebagian besar mendukung dan sisanya –beberapa negara pengikut buta AS seperti Inggris– abstain. Begitu pula dalam pertemuan puncak G8 di Rusia, hampir semua negara mengecam Israel, kecuali AS. Avonturisme Israel dan AS di Timur tengah juga dianggap telah mengancam kestabilan ekonomi dunia dengan melonjaknya harga minyak mentah yang belakangan telah mendekati 80 dolar AS per barel. Di AS saat ini banyak pihak mulai berani menyuarakan terang-terangan ketidakberdayaan AS menghadapi tekanan dan pemerasan lobi Israel. Belum lama ini tersebar luas tulisan panjang lebar dua profesor dari Universitas Harvard dan Chicago, yang mengkritik keras politik luar negeri AS yang dikendalikan oleh lobi Israel. AS disebut lebih mementingkan melindungi kepentingan Israel daripada kepentingan jangka panjang AS.

AS dan sekutunya sudah sangat kelelahan di Afghanistan dan (terutama) di Irak. Ratusan miliar dolar AS telah dikuras dari anggaran belanja AS dan ribuan tentara mereka telah tewas tanpa gambaran yang meyakinkan bahwa ‘misi’ mereka telah atau menuju berhasil. Justru sebaliknya, belakangan ini korban-korban di kalangan sipil Irak terus berjatuhan dan ‘demokrasi’ yang dijejalkan AS di sana sangat rapuh. Posisi AS di Irak serba salah dan dilematis. Tetap bertahan salah dan rakyat AS sudah tidak sabar. Sedangkan meninggalkan Irak dalam keadaan sekarang berarti mengakui kekalahan. Kita memperkirakan, apapun kondisi di Irak, AS tidak akan mampu bertahan lebih dari setahun lagi.

Dengan itu semua maka kekuatan-kekuatan progresif di dunia mulai bermunculan menentang secara terbuka hegemoni AS di dunia. Tidak saja di Asia dan Afrika saja, tapi juga di Eropa dan Amerika Latin. Di Asia, Iran dan Korea Utara terang-terangan menantang dan melawan tekanan AS. Cina yang dianggap oleh AS sebagai potensi ancaman ekonomi dan militer terbesar di Asia, tinggal menunggu saat yang tepat untuk unjuk gigi.

Di Eropa, Rusia telah mulai menunjukkan jati dirinya dengan tidak selalu setuju dengan AS, walau saat ini masih menjaga keseimbangan demi kepentingan ekonominya. Di Afrika, AS yang pernah terusir dari Somalia dan gagal mengendalikan Sudan, akan berpikir dua tiga kali sebelum mencoba berpetualang di sana. Di Amerika Latin, di bawah pimpinan Presiden Hugo Chavez dari Venezuela dan Fidel Castro dari Kuba, satu persatu hegemoni AS runtuh di Bolivia, Chile, dan hampir saja di Meksiko yang kandidat presidennya dari kelompok kiri sampai sekarang masih belum mengakui kekalahan tipis dari lawan konservatifnya.

Kejatuhan AS memang semakin tak terelakkan, yang terjebak dalam kumbangan masalah HAM dan demokrasi , yang menjadi kebanggaannya namun justru mereka sebagai negara nomor satu yang mempermainkan nilai nilai demokrasi, semakin menyiratkan bahwa negeri adidaya itu tengah menggali kuburannya sendiri. Dan Kuburan itu telah menganga menanti terjerembabnya AS dalam kubangan nafsu angkara muraknya sendiri. Suatu pembenaran sejati bahwa musuh terbesar manusia bukanlah yang nampak diluar tapi dalam dirinya sendiri , yaitu nafsu. Dan Amerika tersungkur karena nafsunya.

Saturday, March 1, 2008

Media Massa dan AS

Bergembiralah Anda yang mendukung “teori konspirasi.” Jerry Gray meneguhkan keyakinan Anda bahwa media Amerika bersekongkol menyokong kejahatan Presiden George Bush. Menurut Gray, berita-berita stasiun televisi Amerika taklebih dari sebuah “dagelan ala pertandingan hiburan gulat profesional.” Mereka seolah menyajikan berita, padahal menggiring khalayak ke sudut pandang tertentu. Pemberitaan di stasiun televisi, kata Gray telah menjadi ajang pertandingan mengejar rating alih-alih kebenaran berita itu sendiri.

Pada awalnya berita televisi bukanlah tambang uang, bahkan menderita kerugian. Namun, setelah CNN berjaya memanfaatkan momen Perang Teluk Pertama dan memperoleh banyak uang, stasiun-stasiun televisi di Amerika mulai mengandalkan pemeringkatan program.

Padahal, yang mampu mendongkrak rating bukanlah kebenaran berita atau dalam istilah Gray “kebenaran-kebenaran yang membosankan,” melainkan skandal dan sensasi. Mereka hanya menampilkan perkiraan, jajak pendapat, opini, pendapat para pakar, pendapat umum, tanggapan pendapat, kabar burung, dan informasi tidak relevan. Pendek kata, stasiun televisi di Amerika Serikat sesunguhnya tidak benar-benar menyajikan berita (h.11).

Penyiar kondang Wolf Blitzer dari CNN, umpamanya, pernah membaca berita di layar kaca, “Pemerintah AS telah menemukan dua laboratorium berjalan yang menurut sebagian orang adalah bukti penemuan senjata pemusnah massal di Irak. Mungkinkah kedua lab itu digunakan untuk memproduksi virus antraks atau senjata kimia?” Dengan gaya begitu, kata Gray, khalayak keburu percaya bahwa stok antraks dan senjata kimia ada. Padahal, belum dapat dipastikan bahwa kendaraan itu digunakan sebagai laboratorium. Faktanya, hanya dua kendaraan ditemukan. “Sisanya spekulasi,” tulis Gray (h.26).

Menurut Gray, invasi memberikan keuntungan kepada perusahaan minyak Amerika dari emas hitam milik rakyat Irak (h.65). Kelompok pemantau korupsi independen menyebutkan bahwa dokumen-dokumen aktivitas Satuan Tugas Energi Maret 2001 dan 2003 yang dijalankan Dick Cheney “berisi peta ladang minyak, jaringan pipa, kilang minyak, dan jalur akhir minyak Irak,” kutipnya (h.63).

Saat itu Irak sedang dikenai sanksi, tapi Cheney bisa-bisanya memasukkan minyak Irak sebagai kebijakan energi Amerika. Padahal, AS tidak memiliki hubungan diplomatik ataupun dagang dengan mereka. Perjanjian bisnis dengan Irak, kata Gray tidak dimungkinkan, kecuali perubahan yang ekstrim semisal pendudukan militer.

“Bagaimana Cheney bisa mengantisipasi peruabahan semacam itu, ketika satu-satunya jalan adalah Bencana 11 September? Mengapa Cheney menyertakan keseluruhan infrastruktur energi?” tulis Gray (h.64). Itulah sebab, Pemerintah AS ingin agar Saddam Hussein dihujani delegetimasi guna melegalisasikan tindakan mereka. Draf pertama pidato Collin Powell yang ditulis staf Cheney dan National Security Council yang berisi Al-Qaida, hak-hak asasi manusia, dan senjata pemusnah massal, sebagai contoh, “hanyalah pernyataan-pernyataan yang tidak substansial,” tambah Gray.

Tatkala Cheney memaklumatkan bahwa Irak mampu memproduksi senjata nuklir, media televisi Amerika mengudarakannya tanpa pertanyaan meskipun kebohongan semacam ini, kata Gray, bisa dijadikan sebagai landasan pemakzulan. Lantas media televisi Amerika siang malam menyiarkan berita tentang Saddam yang memanfaatkan uang hasil penjualan minyak untuk membangun istana dan keuangan pribadi. Yang tidak diangkat media Amerika, papar Gray, adalah bahwa Saddam juga menyediakan perawatan kesehatan dan pendidikan cuma-cuma serta pembangunan industri demi rakyat Irak sendiri.

Gray menyimpulkan bahwa Dick Cheney memiliki motif kuat “untuk menjalankan, memungkinkan, atau mengizinkan” terjadinya Peristiwa 11 September. Tapi, para jurnalis Amerika membiarkan kejanggalan ini (h.66). Gray lalu mempertanyakan bahwa selama empat belas bulan George Bush tidak mengizinkan penyelidikan kejadian-kejadian yang mengarah pada Serangan 11 September. Penyelidikan baru dilakukan selama November 2002 setelah desakan keluarga korban. Keganjilan lain, Pemerintahan Bush hanya memberikan 3 juta dollar kepada Komisi 11 September, sedangkan dana untuk penyelidikan kecelakaan pesawat ulang alik Colombia disediakan 50 juta dollar. “Bahkan Bush menjegal dan menghambat investigasi.” kata Gray (h.87.

Dua tahun setelah invasi, ratusan ribu penduduk Irak tewas dan seratus jiwa lagi meninggal setiap pekan. Sementara itu, pihak Sekutu, lebih dari 1700 prajurit gugur dan puluhan ribu lagi terluka. Namun lagi-lagi, tulis Gray, media Amerika tidak melaporkan secara akurat jumlah korban. Mereka tidak menyampaikan informasi kerusakan alam, properti. Tidak juga penderitaan yang dirasakan rakyat Irak.

“Satu-satunya kepedulian mereka hanyalah mempublikasikan ‘kejayaaan’ serdadu AS ,” kecam Gray. Media Amerika menghalalkan darah penduduk sipil bak pasukan musuh (h.98). Akibat corong pemerintah - CNN, MSNBC, dan FOX News - melansir berita sepihak, kini fantasi menjadi realitas bagi khalayak yang mengandalkan berita arus utama (h.48) Salah satu efek dahsayatnya cuci otak: Jutaan pemirsa televisi Barat percaya bahwa Muslim itu teroris, sedangkan Islam itu jahat, atau ancaman bagi kedamaian dunia (h.xxv). Individu atau jurnalis yang bertahan dengan kisah sesunguhnya dideskreditkan melalui serangan pelbagai media sekaligus. Menurut Gray, situasi tersebut adalah kemunduran setelah Bob Woodward dan Carl Bernstein dari Washington Post pada awal 1970-an dengan pengabdian dan integritas yang tinggi berhasil menurunkan laporan investigatif tentang skandal korupsi pada jenjang pemerintahan teratas: Kasus Watergate. Lantaran degradasi integritas jurnalisme itu, 38 persen khalayak Amerika yang kritis mulai beralih ke mdia alternatif seperti internet.

Jerry Gray adalah mantan wartawan Metro TV dan CBNC Asia. Saat ini dia bekerja sebagai kontributor untuk media-media mancanegara. Dalam bukunya Dosa-dosa Media Amerika ini, Selain kasus Irak, Gray mendedahkan fakta-fakta lain yang tak terungkap di media arus utama Amerika. Misalnya pengeboman Oklahoma City, keuntungan Amerika dari perdagangan opium di Afganistan, penghancuran lingkungan oleh rezim Bush, penyebaran AIDS, dan pembungkaman terhadap Al-Jazeera.

Gray menolak bahwa bukunya spekulatif dan merupakan teori konspirasi itu sendiri. Akan tetapi, Gray terlalu menggambarkan betapa media Amerika melakukan persekongkolan secara akur, dan tidak menjelaskan keuntungan apa yang diperoleh mereka dengan keberpihakan tersebut. Dengan kata lain, Gray mungkin harus menunjukkan fakta-fakta lain tentang seberapa kuat relasi ekonomi politik antara kepemilikan media di Amerika dengan Pemerintahan Bush, sampai-sampai mereka tunduk pada keinginan Bush.

Yang jelas, buku Gray dapat mengajarkan kita tentang kecerdasan bermedia. Kita harus mafhum bahwa dalam ruang redaksi ada keterlibatan individu dan struktur dalam menentukan dan mengkonstruksi sebuah berita. Di sinilah sebagai khalayak, kita berhak meminta pertanggungjawaban media yang menebarkan dusta.

Judul Buku: Dosa-dosa Media Amerika; Penulis: Jerry D. Gray; Pengantar: Effendi Ghazali, Arif Suditomo; Tebal: 238 + xxii halaman; Penerbit: Ufuk Press; Tahun: 2006.

Iran dan AS

Ketika Resolusi DK PBB Nomor 1747 disyahkan maka banyak pihak terutama masyarakat muslim didunia marah besar. Mereka menilai PBB telah menjadi alat Amerika untuk meng aneksasi hak hak bangsa Iran. Ini merupakan fakta bahwa penindasan dengan menggunakan infrastructure kelembagaan international kembali di gunakan Amerika untuk melegalkan tekananya kepada negara yang dijadikan targetnya. Dan kini target berikutnya adalah Iran ( Setelah sebelumnya Irak ). Sikap Indonesia yang juga ikut mendukung resolusi DK PBB tersebut dituangkan dengan argumentasi apik oleh Menhan bahwa Indonesia bersikap konsisten membela politik luar negeri yang bebas dan aktif. Menhan menyatakan bahwa sikap iran yang tidak koorperative telah memaksa Indonesia bersikap tak punya pilihan kecuali mendukung resolusi PBB.

Kita semua mengetahui bahwa program nuklir Iran memang bukan untuk tujuan perang atau destruktif. Pengembangan teknologi nuklir di negeri Khomeini itu untuk tujuan damai, yakni energi listrik. Mengembangkan teknologi nuklir, sejauh bukan untuk mengumbar syahwat perang, adalah hak seluruh bangsa di dunia. Sementara Negara yang memiliki reaktor nuklir di dunia tidak hanya Iran. Lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB: Amerika, Inggris, Prancis, Rusia, dan China lebih dahulu memproduksi senjata nuklir. Di luar itu, India, Korea Utara, dan Israel disebut-sebut juga punya reaktor nuklir. Amerikalah yang mengawali dehumanisasi dengan senjata nuklir di Jepang pada Perang Dunia II. Tidak kurang 350.000 manusia menemui ajal karena bom maut di Hiroshima dan Nagasaki. Atas Issu Nuklir ini President Iran menantang Presiden Amerika untuk mengadakan debat terbuka di forum international dan siap diliput oleh media international , namun ajakan ini ditolak oleh President Amerika.

Saya tidak mengerti bila Indonesia berlindung dibalik sikap politik bebas Aktif. Sejatinya persoalan nuklir Iran terkait dengan ketakutan Amerika atas sikap keras politik Iran yang tidak ingin bekerja sama dengan Amerika disegala bidang. Bagi Iran , Amerika tidak lebih adalah pemeras kapitalis yang tidak pernah berniat bekerjasama untuk kesetaraan , perdamaian , kemerdekaan. Amerikan ingin mengontrol semua potensi negara berkembang bagi kejayaan negerinya sendiri. Tanpa peduli dengan nasip negara berkembang. Jadi , Perlawanan Iran merupakan simbol perlawanan menegakkan keadilan dimuka bumi. Sikap Pemerintah Indonesia adalah juga lambang tidak peduli dengan perjuangan menegakkan keadilan atau terjebak dengan permainan canggih politik amerika.

Dari segi ekonomi , sanksi dari Resolusi DK PBB itu tidak akan ada pengaruhnya sama sekali dengan Iran. Hampir sebagian besar kebutuhan barang import disuplay oleh China dan Rusia yang tentu tidak akan peduli dengan tekanan PBB. Karenanya tidak berlebihan bila Gubernur Bank Centeral Iran Ebrahim Sheibany mengatakan “"Sanksi itu tidak ada pengaruhnya karena tidak terkait dengan ekonomi kami. Sanksi itu hanya terkait dengan beberapa hal simbolik, contohnya mereka menjatuhkan sanksi atas persenjataan kepada negara lain.

Iran bukanlah produsen utama ataupun pengekspor persenjataan ke negara lain. Namun sebagai response permusuhan Amerika kepada Iran maka kami telah mengurangi cadangan devisa dalam bentuk dollar AS ke tingkat hanya 20 persen Ekonomi Iran bisa mengatasi sanksi-sanksi PBB dan negeri kami mempunyai cukup cadangan devisa dalam bentuk mata uang asing untuk mengatasi jika terjadi guncangan besar. ”

Saya teringat pada waktu tahun lalu ketika bertemu dengan teman di Beijing bahwa Iran adalah teman sejati bagi China dan Rusia. Hal ini karena hubungan budaya dan kedeketan letak geographis Iran dengan china. Bahasa Iran banyak ditemukan di daerah Eurasia, dari kawasan Balkan hingga ke Xingjian di China. Itulah makanya tidak aneh ketika situasi issue nuklir ini semakin menghangat, diadakan pertemuan akbar di Shanghai yang melibatkan China, Rusia, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan, serta mendatangkan pengamat dari Iran, India, Pakistan dan Afganistan President Iran Ahmadinejad, dalam pidatonya mengatakan bahwa kelompok ini harus waspada menghadapi "kekuatan dominan asing". Sedangkan Presiden Uzbekistan Islam Karamov mengajak kelompok ini melawan "campur tangan pihak luar terhadap sistem politik" negara mereka. Meski tak ada satu pun dari pemimpin itu yang menyebut kata "AS", tetapi sulit dibantah bahwa mereka merujuk kepada negara adidaya tersebut. President Rusia Putin pun dalam pidatonya menyamakan kehadiran militer AS di Asia Tengah seperti "banteng di toko keramik China". Tak heran, katanya, bila Uzbekistan tahun lalu memutuskan menutup pangkalan udara AS di negaranya.

Bagi pengamat politik di China mengatakan, pengaruh kelompok ini akan terus berkembang karena Negara Negara ini merupakan kerjasama Negara Negara yang memiliki sumber daya minyak dan gas berlimpah. Perusahaan Gazprom Rusia menyatakan siap berpartisipasi dalam pembangunan jaringan pipa gas alam dari Iran ke India dan Pakistan sepanjang 2.600 kilometer. Juga, China terlibat kontrak jangka panjang pembelian gas alam dan minyak bumi dengan Iran.. Untuk Gas saja , china menanda tangani kontrak 25 tahun dengan Iran. Hampir sebagian besar insfrastructure ekonomi dan sosial dibangun oleh kontraktor dari china. Hal ini, membuat Amerika harus berhitung untuk melakukan penyerangan terhadap Iran. Karena China dan Rusia , tidak akan tinggal diam. Secara politik sikap China dan Rusia atas resolusi DK PBB itu ditandai dengan pertemuan pemimpin Rusia Vladimir Putin dengan pemimpin China Hu Jintao di Moskwa, kedua pemimpin itu dalam pernyataan bersamanya menyampaikan, "Rusia dan China menekankan bahwa masalah program nuklir Iran harus diselesaikan hanya dengan cara damai, melalui perundingan." Ditambahkan, Rusia dan China akan melakukan segala upaya untuk memastikan dimulainya kembali perundingan dengan cepat dan menemukan sebuah penyelesaian jangka panjang yang bisa diterima semua pihak.

AS VS CHINA

Teman saya yang juga bankir di china berkata “ Sebetulnya kami lelah dan prihatin melihat begitu besarnya pengorbanan rakyat china untuk memuaskan bangsa Amerika yang boros berkonsumsi. Rakyat kami yang gemar bekerja dan menabung menikmati yield yang sangat rendah untuk memuaskan kebijakan pemerintah membeli surat hutang AS agar kurs mata uang kami tetap dan mesin produksi kami terus berputar. “ Disisi lain teman saya yang merupakan analis keuangan diperusahan AS mengatakan “ China telah merampas lapangan kerja bagi jutaan rakyat Amerika. Pemerintah AS tidak berdaya menghentikan arus modal yang terus bergerak memasuki daratan china. Hampir sebagian besar key player business di AS telah memindahkan businessnya ke China. Dan kemudian mereka akan menghasilkan produk produk berkualitas dengan memanfaatkan tenaga kerja teranpil dichina untuk memasuki pasar AS yang sangat konsumtive dan boros. “

Apa yang menjadi keprihatinan teman saya diatas adalah suatu fakta tentang kebijakan system ekonomi kapitalis yang memang mempunyai kelemahan. System kapitalis adalah mengejar laba setinggi tingginya dengan pengorbanan serendah rendahnya. Tujuan akhir ekonomi kapitalis adalah memuaskan pemilik modal dengan mengabaikan hak pekerja dan lingkungan. Kelemahan inilah yang dintisipasi oleh china ketika mereka masuk dalam ekonomi pasar, China tidak bisa menghindari kapitalis untuk mengejar produktifitas yang tinggi namun tetap didasarkan pada keterlibatan komunitas yang seluas luasnya. Makanya China mampu meningkatkan surplus perdagangannya dengan AS dengan harga barang yang murah.

Kelemahan system kapitalis ini dicermati dengan piawai oleh china agar dapat terus mereka gunakan untuk meningkatkan kemampuan berpoduksinya secara luas bagi kemakmuran rakyatnya. Dengan kelebihana devisa yang raksasa, China mengontrol ketat rakyatnya berspekulasi dalam perdagangan mata uang dan menekan bunga tabungan serendah mungkin kemudian mengarahkannya untuk menjaga kestabilan nilai tukar mata uangnya melalui membeli surat hutang AS. Disini nampak rumit bagi AS, karena china membeli begitu banyak surat utang AS dipasar, sesungguhnya china menaikkan bukan hanya mata uang AS, melainkan juga utang amerika secara keseluruhan. Dan, karena setiap perubahan dalam laba dari suatu instrument utang biasanya bergerak kearah yang berlawanan dengan setiap perubahan terhadap nilainya, pembelian china secara besar besaran terhadap obligasi pemerntah AS dan bentuk bentuk utang pemerintah dan swasta lainnya berperan untuk mendorong jatuh suku bunga AS ke bawah. Hebatnya, pembelian surat berharga AS dilakukan China melalui mekanisme pasar AS.

Melalui Private Investment Company (PIC) mereka yang ribuan jumlahnya serta jalur yang rumit , telah berhasil memanfaatkan lembaga lembaga perantara seperti Freddie Mac, Fannie Mae untuk membeli surat hutang AS. Hingga transaksi ini dapat berlangsung secara significant tanpa ada yang mengetahui secara pasti nilai , komposisi , dan perdagangan portofollionya, tetapi Wall street biasanya menganggap bahwa china juga memiliki obligasi perusahaan AS yang bermutu tinggi dalam jumlah besar, yang semakin meningkatkan kekayaan nasionalnya dengan saham saham terbaik AS- yang banyak diantaranya adalah perusahaan yang sama dengan yang meraup kekayaan di china sendiri. Demikianlah china secara tidak langsung memperoleh keuntungan dari perusahaan AS yang mencari keuntungan di china.

Total surat hutang AS yang berhasil dibeli oleh china telah mencapai hampir USD 1 triliun Dalam jangka panjang AS tidak bisa memikul beban hutang yang begitu besarnya dengan difisit perdagangan yang tinggi. Apa sebab ? karena kapitalisme dibangun dengan monetary based economy bukan real based economy. Artinya , banyak ( dominan) bermain di level moneter dibanding sector riel. Rente ekonomi diperoleh bukan melakukan kegiatan investasi produktif tetapi dalam investasi spekulatif. Bahaya potensial berikutnya yang akan di hadapi AS adalah runtuhnya sistem keuangan. Tanda-tanda ini sudah mulai nyata sebagaimana diketahui dari angka-angka tentang efek negatif monetery based economy yang berkembang saat ini.

Bukti mengenai ini sudah nampak dimana setiap tahun dividen yang dibayar kepada china terus meningkat dan bahkan lebih besar dari yang diterima oleh warga amerika sendiri. Dalam scenario terburuk, kesediaan AS membuang kekayaan nasionalnya untuk mendanai konsumsi swasta dan pengeluaran pemerintah yang tidak productive akan memaksakan harga yang permanent pada perekonomian , yang akan mengakibatkan AS mengalami kemerosotan terus menerus sehingga sulit untuk melepaskan diri dari jebakan ini. Yang ditakutkan adalah apabila China mencairkan surat hutang tersebut dan mundur dari pasar surat hutang amerika maka tentu akan menimbulkan kepanikan bagi bank central Amerka yang terpaksa harus menaikan suku bunganya. Bila ini terjadi , AS akan mengalami krisis yang serius dan tentu akan berpengaruh terhadap kekuatan politik AS dan Negara lainnya yang berkiblat pada system yang sama. Disinilah hegemoni AS sebagai Negara super power akan melemah , baik secara politik maupun ekonomi. Apa yang terjadi kini antara AS dan China adalah suatu pertarungan untuk mencapai kemakmuran dengan system yang berbeda.

Lambat atau cepat bila AS tidak bisa merubah system dan attitude rakyatnya maka bukan tidak mungkin AS akan ditelan oleh China. Karena china akan terus tumbuh dan berkembang sementara AS akan teru berhutang kepada China. Suatu saat nanti tiba saatnya dimana AS tidak lagi mempunyai kemampuan apapun karena beban hutang yang melambung (seperti Indonesia ) dan saat itulah mungkin terjadi penyesuain mata uang china agar AS belajar hidup hemat dan menghayati makna hidup yang sesungguhnya; kebersamaan bukan individualistic. Apakah para pakar ekonomi Indonesia masih berkiblat dengan AS , yang gemar berkonsumsi, berhutang dan lemah berproduksi ? Padahal Keyneys pernah mengatakan, kita terkungkung dan kehabisan energi dalam perangkap teori dan implementasi ilmu ekonomi kapitalis yang ternyata tetap saja mandul untuk melakukan terobosan mendasar guna mencapai kesejahteraan dan kualitas hidup umat manusia di muka bumi ini.

Rahasia Dunia lain

Dalam satu pertemuan dengan beberapa teman di Mariot Hotel Hong Kong. Salah satu teman mengatakan tentang " Dunia lain " yang sangat rahasia. Dunia lain ini adalah dunia virtual. Sebagai mana dunia tentu didalamnya ada komunitas seperti layaknya sebuah negara. Mereka mempunyai system untuk berbuat apa saja demi tercapainya tujuannya menguasai dunia nyata. Karena yang hadir dalam pertemuan itu adalah teman teman yang berprofesi sebagai fund manager maka tentu arahnya dapat ditebak yaitu kerahasiaan perdagangan pasar keuangan.

Memang ada kecurigaan public khususnya orang awam dibidang bisnis keuangan tentang adanya “ perdagangan rahasia (secret trading ) “ untuk berbagai jenis produk pasar uang. Tapi hal ini dijawab tegas oleh pihak perbankan “ tidak ada perdagangan rahasia (no “such secret” market exists “. Bahkan sinyalemen ini dinyatakan oleh otoritas pengawas pasar uang sabagai bentuk lain dari sekelompok orang yang ingin merusak reputasi dunia perbankan. Tapi bagi pemain kelas atas dipasar uang global , sikap otoritas dan lembaga perbankan yang tidak mengakui adanya perdagangan rahasia adalah munafik. Teman saya yang bekerja di salah satu lembaga keuangan raksasa di US mengatakan “ setiap hari , banyak jenis surat hutang dan surat berharga yang diperjual belikan melalui portal service tanpa diketahui oleh public. Hebatnya kegiatan ini dilakukan oleh perbankan kelas dunia dan lembaga keuangan lainnya yang tujuannya adalah melayani kebutuhan nasabah pribadi ( Private placement ).

Tidak banyak orang mengetahui bahwa ada system yang sengaja dicreate oleh pemerintah AS untuk menciptakan bubble asset melalui private placement. Sebagaimana ketentuan dari Lembaga pengawas pasar uang /modal Amerika yang diatur dalam
SEC 144 A , menegaskan bahwa The National Association of Securities Dealers (NASD) tidak akan mempublikasikan informasi transaksi perdagangan yang terkait dengan SEC 144 A (NASD will not disseminate trade report information for transactions involving Rule 144A eligible, privately places debt securities, including PORTAL designated and investment grade DTC eligible debt.”) Jadi jelas sekali bahwa perdagangan rahasia itu ada. Hebatnya transaksi ini menggunakan electronic screen-based system, yang dapat access dalam 144A SEC adalah member ( lembaga keuangan ) yang memenuhi kualifikasi sebagai pemain. Transaksi dilakukan diatara member untuk kepentingan nasabahnya masing masing dalam rangka meningkatkan nilai investasi. Jumlah nasabah yang terlibat dalam system ini diperkirakan mencapai 2500 rekening. Rata rata nasabah itu harus mempunyai rekening minimum USD 100 juta tunai dan mereka adalah kalangan private ( istilah yang dipakai seperti QIBs/QIPs- Qualified Institutional Buyer/Qualified Institutional Purchaser) Transaksi ini dijalankan dengan mekanisme portal dan terhubung dengan lembaga clearing baik lokal maupun global, seperti Euroclear, clearstream, DTC ( deposit trust & clearing corporation ). Lembaga clearing ini bukanlah governmen body, Mereka adalah lembaga perusahaan biasa yang kepemilikannya oleh pribadi. Namun lembaga ini berdasar hukum AS , merupakan a member of the Federal Reserve System and a registered clearing agency with the Securities and Exchange Commission.

Mereka melakukan transaksi dengan sangat spektakuler baik dari sisi jumlah maupun volume. Sebagai perbandingan , rata rata per tahun terjadi perpindahan asset di DTC sebanyak 164 juta transaksi dengan volume USD 77 trilion dan total asset yang dipegang oleh DTC mencapai USD 19 triliun. Ini baru DTC , belum lagi yang lain. Total seluruh asset yang ditempatkan dalam system ini diperkirakan mencapai USD 540 trilion. Sangat fantastic!!!Bandingkan dengan GNP British yang USD 15 triliun .

Jadi karena sifatnya rahasia tentu diatara members dapat melakukan apa saja sesuai kesepakatan. Tentu saja ini juga kesepakatan dengan penguasa mata uang. Mengapa harus dirahasiakan ? lantas uang siapa yang mereka kelola? Siapakah nasabah private tersebut ? inilah yang menjadi pertanyaan yang tak pernah terjawabkan. Yang pasti ” tidak ada transaksi kecuali bagaimana menciptakan laba dan laba. System di create untuk laba. Inilah system yang menjamin semua pemain mendapatkan untung. ” Demikian tanggapan teman saya yang bekerja sebagai money broker tetang keberadan system ini. Jadi sebetulnya ” mereka ( AS ) mencetak uang melalui system tanpa peduli dengan fundamental ekonomi.” sambung teman saya itu. Sementara melalui system lain, para pemain harus mengambil resiko ketidak pastian.

Apa jadinya ,bila sebagian private nasabah ini menggunakan laba transaksi tersebut untuk masuk kesystem publik , yaitu melalui pasar uang atau pasar modal ? Di perkirakan saat ini mereka bergentayangan di pasar uang public seperti AS, Eropa, dan Asia. Dan bahayanya adalah modal mereka yang masuk tersebut berjangka pendek. Diperkirakan mencapai triliunan dollar AS, di antaranya digerakkan oleh hedge fund dan sepenuhnya bermotif spekulasi. Tentu dengan kekuatan modal yang mereka dapat melalui system tersebut diatas , dapat dengan mudah mengontrol perputaran transaksi dan menentukan arah kebijakan pasar. Pasar publik tidak akan berdaya menghadapi pemain pemain dari ”dunia lain” ini. Asia , yang sangat renta dengan fluktuasi mata uang AS , benar benar berhadapan dengan masalah serius dimana stabilitas mata uangnya didukung oleh system seperti ini.

Inilah , paradox dari cara kapitalisme. Tidak berlebihan bila baru baru ini , Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia Pasifik (ESCAP), Bank for International Settlement yang merupakan bank sentralnya bank-bank sentral di seluruh dunia, dan mantan Pemimpin Federal Reserve (Bank Sentral AS) Alan Greenspan juga sudah mengingatkan rentannya negara- negara korban krisis Asia 1997/1998 untuk jatuh kembali ke dalam krisis. Mungkinkah ini ? Indikator tanda bahaya yang mereka lihat adalah munculnya berbagai kondisi atau gejala mirip seperti yang terjadi menjelang krisis 1997/1998.

Gejala tersebut terutama gelombang arus modal jangka pendek dalam skala masif ke emerging markets Asia di tengah ekses likuiditas berlimpah di pasar finansial global. Arus modal deras itu mendorong terjadinya inflasi nilai aset-aset finansial (overvalued) atau gelembung-gelembung (bubble) dalam perekonomian yang berpotensi meledak atau mengalami koreksi tajam dalam kasus terjadi pembalikan arus modal. Jika ini terjadi, imbasnya dikhawatirkan bakal mengguncang tidak saja di pasar modal dan pasar uang, tetapi juga perekonomian emerging market secara keseluruhan. Salah satu indikasi bubble itu adalah penguatan nilai tukar yang terlalu cepat serta lonjakan indeks harga saham dan kapitalisasi pasar modal ke rekor tertinggi. Hebatnya, negara Asia dan lainnya bekerja keras dengan mengerahkan sumber daya manusia berlebih serta sumber daya alamnya untuk mengisi cadangan mata uang dollarnya , sementara sekelompok kecil pemain “mengatur” semuanya tanpa harus melakukan apapun kecuali hanya mengutakatik system. Sampai kapan keadaan ini terus berlangsung. Rasanya saatnya kini mata uang kembali keemas, ya kan ?