Tuesday, August 30, 2016

Target dan realisasi Pajak...


Kalau  di minta memimpin organisasi katakanlah perusahaan maka Anda harus tahu pasti potensi sumber daya yang ada terlebih dahulu sebelum menentukan kebijakan.  Bukan hanya sekedar tahu tapi harus tahu secara detail. .Tugas Anda bagaimana menjadikan potensi itu  menjadi kekuatan real. Kalau Anda tipe pemimpin yang tunduk dengan keterbatasan sumber daya dan malas menemukan solusi maka Anda tidak perlu memaksakan diri. Cukup lalui “apa adanya”. Yang namanya” apa adanya “ tentu tidak optimal. Tapi kalau Anda tipe pemimpin yang tidak mau berjalan “apa adanya”. Tidak melihat kesulitan sebagai hambatan tapi peluang. Maka Anda akan mencari solusi bagaimana caranya mengatasi hambatan dan mengoptimalkan potensi yang ada. Tentu konsekwensi nya akan terjadi perubahan. Contoh kalau laba sekarang Rp 1 miliar maka Anda harus punya target tahun depan sebesar Rp 1,5 miliar. Padahal keadaan pasar sekarang tidak mendukung dan harga sedang jatuh. Tapi anda tidak melihat keadaan pasar sebagai alasan menurunkan target. Anda melihat ada peluang lain yang bisa meningkatkan penjualan.  Setidaknya melakukan perluasan pasar . Dengan target yang tinggi memaksa semua anggota perusahaan bekerja keras melaksanakan startegi yang telah di tetapkan. Berusaha menerapkan solusi yang ada agar penjualan meningkat. Anda pun akan meminta pemegang saham mendukung rencana strategis Anda dengan membuat aturan dan menambah modal agar sumber daya yang ada lebih optimal meningkatkan penjualan.

Setiap Manager punya target yang jelas, bukan berdasarkan statusquo dengan apa adanya tapi target dengan tantangan yang besar untuk berubah. Apa yang terjadi kemudian ? Benarlah semua pihak dari karyawan , Manager, direksi dan komisaris kerja keras bahu membahu mencapai target. Ternyata target tidak tercapai. Apakah pimpinan gagal? Memang target tidak tercapai tapi tetap lebih tinggi dari tahun sebelumnya , bahkan di kala pasar tidak lagi krisis ekonomi dimana harga penjualan masih tinggi, tetap penjualan sekarang lebih tinggi walau pasar menyempit dan harga jatuh.  Target hanyalah motivasi yang harus di capai tapi yang paling penting sebetulnya bukan hanya hasil tapi bagaimana semua pihak telah melaksanakan proses yang benar. Artinya perusahaan telah berhasil melakukan perubahan sehingga di tengah krisis masih mampu mencatat pertumbuhan penjualan lebih tinggi di banding sebelum krisis. Selama proses mencapai hasil itu, tentu akan ada goncangan dan tentu pula ada koorban yang tersingkir karena tidak memenuhi standar kinerja yang ditetapkan oleh anda  sebagai pemimpin. Itu hal yang biasa karena anda sedang melakukan proses seleksi alam ,  bahwa hanya mereka yang qualified menurut ukuran anda saja yang boleh masuk team management anda.

Memimpin perusahaan mungkin relative sama dengan mengelola perekonomian Negara. Target yang hendak di capai di kaitkan dengan agenda dari presiden terpilih dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada. Agenda ini tentu berhubungan dengan idiologi yang menjadi dasar presiden berpijak. Segala kebijakan tentu terkait dengan idiologi tersebut. Ketika target di tetapkan presiden dan di setujui oleh DPR sebagai wakil shareholder , maka DPR harus memberikan dukungan penuh dengan meloloskan semua kebijakan yang mendukung agenda tersebut, termasuk kebijakan perpajakan, efisiensi, pelonggaran dan penghapusan segala hambatan investasi yang selama ini membuat dunia usaha sulit berkembang, Memotong birokrasi sehingga meminiminal business no tradable dan memacu business tradable yang menampung angkatan kerja serta memberikan dampak berganda di tengah masyarakat. Bila target pajak tahun anggaran 2016 di nilai terlalu optimistis dan tidak realistis, mengingat kondisi perekonomian tahun depan diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Sementara untuk separuh tahun ini saja, pemerintah baru bisa mengumpulkan pajak sekitar 41,03 persen dari target 2015 sebesar Rp1.294 triliun. Itu biasa saja karena sumber penerimaan dari migas drop akibat harga minyak jatuh.  Ini sebagai indikator bahwa kita tidak bisa lagi tergantung migas.
perhatikan harga minyak  terus jatuh dan penerimaan migas drop tahun 2015
Kalau tidak ada kebijakan keras memacu mental untuk berubah maka negeri ini akan bernasip sama dengan Venezuela, Jadi kalau sampai di koreksi Penerimaan pajak, itu bukan berarti kebijakan salah. Karena setiap kebijakan yang paling utama bagaimana  merubah platform ekonomi dari yang bertumpu kepada sector tradisional berupa SDA kepada sector industry, perdagangan dan jasa. Untuk itu pemerintah harus focus menyediakan sarana umum ( insfrastruktur ) pendukung berkembangnya industry berskala besar maupun UMKM. Mengapa? andalan penerimaan pajak dari migas dan minerba tidak bisa lagi di andalkan. Ini sudah mendekati closed file. Kedepan andalan itu berasal dari sektor non migas. Sektor non migas ini besar sekali potensinya. Hanya saja belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya penerimaan negara. Untuk UMKM saja potensinya mencapai Rp. 5400 triliun, potensi dana parkir di luar negeri Rp.  Rp3.147 triliun. Dengan potensi yang ada tersebut , target penerimaan pajak yang diajukan dalam RAPBN-P 2016 adalah realistis. Mengapa? Dengan amnesty tax, potensi pajak terjaring meluas. Rasio pajak akan naik sehingga potensi penerimaan pajak  dimasa mendatang akan lebih besar lagi. Bila sudah terjaring maka selanjutnya harus ada kebijakan mendukung potensi pajak terdaftar menjadi pontesi real. Gimana caranya ?

Pertama, meningkatkan tax base dan kepatuhan wajib pajak. Caranya, dengan implementasi kebijakan amnesti pajak, ekstensifikasi dan penguatan basis data perpajakan, intensifikasi melalui penggunaan teknologi informasi, dan implementasi konfirmasi status wajib pajak bagi pelayanan publik. Kedua,  memberikan insentif perpajakan. Salah satu insentif tersebut adalah keringanan tarif industri tertentu untuk meningkatkan iklim investasi, daya saing industri, dan mendorong hilirisasi industri dalam negeri. Ketiga, ,memperbaiki regulasi perpajakan. RUU Ketentuan Undang-Undang Perpajakan (KUP) ditargetkan selesai pada 2016 dan RUU Pajak Penghasilan (PPh) ditargetkan rampung di 2017. Keempat , Pemerintah juga akan mengenakan cukai atau pajak lainnya untuk mengendalikan konsumsi barang tertentu dan negative externality. Langkah terakhir ialah mengarahkan perpajakan internasional untuk mendukung transparansi dan pertukaran informasi, pertumbuhan investasi, peningkatan perdagangan, dan perlindungan industri dalam negeri. 

Target revisi penerimaan Pajak pada APBN-P akan tercapai 100%.  Jadi bila proses ini terus di jaga dan di terapkan dengan konsisten maka dalam jangka panjang platform ekonomi kita akan bergeser bila tadinya sebegian besar penerimaan Negara dari sector migas dan Minerba tapi selanjutnya adalah Industri manufacture yang bertumpu kepada sumber daya manusia…saat itulah kita berada di jalur yang benar yaitu membangun peradaban modern dan terhormat..dimana Indonesia akan masuk rangking 7 negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

.

Tuesday, August 23, 2016

Adat dan Agama

Kemarin sore sahabat saya dan juga mitra saya dari Shenzhen khusus datang ke KL untuk mendampingi saya rapat dengan relasi saya. Dia memberi saya mooncake atau kue bulan. Kue ini di beli oleh istrinya untuk saya. Festival mooncake (kue bulan) untuk tahun ini jatuh pada tanggal 8-15 September dan menjadi perayaan istimewa dalam menyambut datangnya musim gugur. Selama 10 tahun bersahabat , dia selalu tidak lupa memberi hadiah mooncake. Baginya saya bukan lagi sekedar sahabat tapi juga keluarga. Pemberian mooncake itu sebagai wujud kebersamaan yang tak boleh di pisahkan oleh waktu dan tempat. Yang jauh dan dekat akan berkumpul untuk selalu mensyukuri kehidupan ini, dan itu di tandai dengan makan kue bulan bersama sama. Di China, festival kue bulan menjadi perayaan besar kedua setelah hari raya Imlek.

Pernah waktu ulang tahun istimewa istri saya, dia menghadiahi istri saya kalung emas dengan icon kelinci sesuai shio saya. Menurutnya itu sebagai ujud agar istri saya selalu menjadi sahabat saya dalam susah maupun senang. Sayapun memberikan penghargaan khusus bagi dia dan istrinya. Baik dalam momen perayaan keagamaan Islam maupun acara keluarganya. Dia menerima dengan senang hati dan merasa tersentuh dengan sikap saya. Kami berbeda budaya , agama, dan tentu beda bangsa namun melalu tradisi dan budaya masing masing kami di persatukan. Mengapa? Karena adat mengajarkan cinta dan kasih sayang , dan agama menanamkan keyakinan itu.

Orang minang di didik oleh adat 

Nan kuriak iyolah kundi (Yang burik ialah kundi)
Nan merah iyolah sago (Yang merah ialah sega)
Nan baiak iyolah budi (Yang baik ialah budi)
Nan indah iyolah baso (Yang indah ialah basa (basi)
Kuek rumah dek basandi (Kuatnya rumah karena sendi)
Rusak sandi rumah binaso (Rusak sendi rumah binasa)
Kuek bangso karano budi (Kuatnya bangsa karena budi)
Rusak budi bangso binaso ( Rusak budi bangsa binasa)

Di Minang apabila orang tidak berbudi maka akan di katakan " tidak beradat". Itu akan sangat menyakitkan. Mengapa tidak di katakan tidak ber agama? Karena apabila adat tidak di pakai maka orang itu hakikat nya tidak punya keimanan kepada Tuhan. Dia beriman hanya di mulut tapi dalam pergaulan nya dia di tolak karena tidak beradat sehingga orang menjauh dan tentu rezeki pun semakin sulit di dapatnya. Kalau kita beriman maka seharusnya agama berkata , adat memakai. Antara adat dan agama seperti gelas dan tatakan. Air minum di dalam gelas akan nampak " sopan " bila di hidangkan dengan tatakan. Ya, bangsa kuat karena akhlak  budi pekertinya indah.

Anak ku , hiduplah teposaliro, tenggang patenggangkan, sakit di orang sakit pula di kita. Senang di orang senang pula kita. Semua kembalikan ke diri kita. Hiduplah beradat agar agamamu menjadi indah dan hiduplah berakal agar mati beriman.
Pahamkan sayang

Sunday, August 14, 2016

Warga dunia...

Setiap putra Minang di didik oleh adat untuk merantau,sebagaimana pantun: "'Marantaulah buyung daulu, di kampung baguno balun. Pantun ini motivasi adat agar pria minang tidak takut merantau dan itu di lakukan untuk mendidiknya jadi dewasa.  Memang kehidupan kampung hanya mengajarkan rumah dan surau. Selebihnya hanyalah rutinitas yang tak lekang oleh panas dan tidak lapuk karena hujan. Tidak ada kemajuan dan tidak perubahan yang berarti. Namun adat mendidik pria pergi merantau mencari ilmu dan rezeki agar pusaka tinggi bisa di tambah dengan pusaka rendah untuk bekal bagi anak kamanakan serta orang kampung. Kebiasaan marantau bukan hanya monopoli adat Minang tapi juga adat dari daerah lainnya di nusantara ini, juga  budaya bangsa lainnya di dunia. Bahkan kalaulah tidak ada budaya merantau etnis China dari daerah Yunnan tentu tidak akan ada rumpun Melayu di Indonesia. Yang pasti orang yang berani merantau dan apalagi sampai sukses di rantau , itu bukanlah hal mudah. Tanpa kekuatan mental dan wawasan keimanan yang tinggi , hampir tidak mungkin dia bisa mandiri jauh dari sanak family. Anda boleh saja beragumen buruk tentang mereka tapi yang tak bisa anda lakukan adalah pergi jauh dari rumah dan bersaing untuk hidup. 

Kalau Anda ke Ho Cin Min, Vietnam akan mudah menemukan pengusaha Indonesia. Sebagian besar pengusaha asal indonesia pindah ke Vietnam setelah krusuhan Mey 1998 Mereka memindahkan pabriknya dari Indonesia karena trauma peristiwa chaos menjelang kejatuhan Soeharto dimana banyak tempat tinggal di bakar dan para wanita di perkosa. Begitu pula kalau Anda ke China Anda akan mudah menemukan pengusaha Indonesia yang membangun pabrik di sana. Di Hongkong akan banyak ditemukan warga Indonesia yang berprofesi sebagai PRT. Juga di Timur tengah dan Korea yang umumnya pria sebagai buruh kasar dan wanita jadi PRT. Belum lagi di AS yang bekerja sebagai profesional dan businessman. Makanya kalau Anda pergi ke luar negeri jangan kaget bila suatu waktu Anda bertemu dengan warga Indonesia. Diaspora warga Indonesia hampir di semua negara. Tentu dengan berbagai alasan keberadaan mereka di rantau itu. Tanpa berkecil hati, mereka sadar bahwa rezeki dan ilmu itu tidak hanya ada dimana dia di lahirkan tapi di bentangkan Tuhan seluas bumi ini. Paham kebangsaan hanyalah ciptaan manusia namun eksistensi manusia berkumpul dari berbagai suku bangsa adalah sunnatullah. 

Kalau mereka sampai punya dua paspor ke warga negaraan seperti dugaan kepada putra Minang Archandra Tahar yang kini jadi menteri ESDM, bukan berarti dia tidak mencintai Indonesia. Dan lagi bisa saja karena alasan extra ordinary person di sebabkan keahlian khusus sehingga mereka mendapat perlakuan istimewa dari negara di mana mereka berkarir atau tinggal. Perlakuan istimewa itu seperti di AS berupa green card pada awalnya dan kemudian setelah 5 tahun  berhak dapat paspor sebagai warga negara. Namun walaupun begitu mereka tetap jadikan indonesia sebagai rumah utama dan tidak pernah melepas kewarga negaraannya. Artinya setiap masa berlaku habis paspor mereka akan perpanjang lagi melalui KBRI. Karena memang di luar negeri seperti di AS orang tidak di permasalahkan punya kewarga negaraan lebih dari satu. Secara global juga hal biasa. Saya punya travel card APEC. Artinya saya warga negara 21 negara Asia pacific yang bebas saya kunjungi tanpa perlu ada visa. Itu semua bertujuan agar lebih mudah melaksanakan aktivitas di negara orang tanpa terbentur hambatan ke imigrasian.  

Memang yang selalu di rindukan oleh seluruh putra Putri Indonesia di rantau adalah pulang ke tanah air. Bila ada kesempatan , itu pasti di ambil. Bahkan  walau penghasilan lebih kecil , seperti Sri Mulyani yang bergaji mata uang USD enam digit di world bank tidak mempermasalahkan bila jabatan barunya bergaji sebagai menteri hanya puluhan juta rupiah. Juga sama halnya dengan Archandra Tahar  terpaksa melepas jabatan Eksekutif di perusahaan besar di AS karena terpilih sebagai Menteri ESDM. Yang luar biasa adalah kesediaan mereka melepas segala kemelipahan hidup di negeri orang untuk kembali ke Indonesia dengan penghasilan jauh di bawah yang mereka terima di luar negeri. Tanpa ke imanan dan kecintaan kepada tanah air , rasanya tidak mungkin orang mau berkorban begitu besar. Ketika mereka memilih pulang dan saat itu tanpa di minta pun mereka akan melepas ke warga negara lain dan menjadikan paspor Indonesia satu satunya yang dia pegang. Karena memang bekerja dan tinggal di Indonesia sebagai WNI tidak boleh punya dua kewarga negaraan atau punya paspor lebih dari satu. 

Jadi, kalau kita menolak orang asing untuk mencari rezeki di negeri kita itu sama saja kita menolak sunnatullah. Selagi mereka membayar pajak dan menggunakan ilmu serta modalnya untuk menjadikan potensi ekonomi SDA kita menjadi Pontesi real seharusnya kita sikapi dengan bijak sebagai warga dunia di mana semua manusia sama di ciptakan oleh Tuhan, dan kedudukannya ditentukan dari kualitas etos kerja serta akhlak. Mengapa kita antipati ? Mengapa kita tidak bermitra dengan mereka dan mendapatkan kemakmuran bersama sama. Keberadaan mereka sama dengan saudara kita yang diaspora ke seluruh dunia untuk mencari rezeki yang kadang sangat di butuhkan oleh negara lain. Cukup banyak anak bangsa yang sukses di negeri orang akhirnya pulang ke Indonesia untuk menebarkan kesuksesan bagi sanak family dan saudara sebangsa se tanah air. Jadilah warga dunia yang melihat masa depan dengan mata batin dan iman, bukan dengan paranoid yang justru merendahkan kualitas akhlak dan iman itu sendiri..

Saturday, August 13, 2016

Ekonomi Gotong royong


Bulan lalu saya di datangi oleh team koperasi bersama pengusaha swasta dan pejabat daerah. Mereka menyampaikan kesulitan yang sedang di hadapi oleh rakyat kebun sawit. Sawit mentah produksi petani di hargai dibawah harga pasar oleh pabrik PKS dan pembayaran pun di lakukan secara berjangka sehingga petani di rugikan dari segi harga dan kesulitan cash flow. Maklum di wilayah itu pemilik PKS juga adalah pemilik kebun yang tergolong konglomerat. Jadi tanpa produksi petani, pabrik PKS yang ada tetap bisa aman dari hasil kebunnya sendiri. Ini hukum kapitalis. Melawannya tidak dengan teriak teriak dan mengeluh tapi harus di hadapi dengan cerdas. Satu satunya solusi adalah bangun pabrik PKS sendiri. Rakyat bersama koperasi berniat bangun pabrik sendiri. PEMDA telah memberikan dukungan dengan menberikan izin serta tanah untuk bangunan pabrik. Saya liat aini sinergi yang luar biasa. Karena pemda peduli dan tidak membiarkan rakyat terpuruk karena kekuatan modal. Rakyatpun tidak ribut protes karena sikap kapitalis dari perusahaan  besar yang ada di wilayah mereka. Bagaimanapun ini sistem yang telah eksis dan mereka juga pembayar pajak bagi negera.

Namun mereka kesulitan mendapatkan pembiayaan proyek sebesar Rp. 240 miliar untuk kapasitas 60 ton per jam atau 1200 ton per hari. Total penjualan tahunan di rencanakan akan mencapai diatas Rp. 500 miliar dengan IRR yang menjanjikan. Mereka minta agar saya memberikan solusi untuk itu. Alhamdulilalh, kemarin proses pembiayaan selesai. Sehingga dalam waktu dekat pabrik segera di bangun. 


Bagaimana solusi pembiayaannya ? Untuk biaya bangunan dan instalasi mesin saya mengajak perusahaan besar sebagai EPC ( Engineering, Procurement, contracting ) sebagai undertake pembangunan dengan komitment uang muka sebesar 15%. Sisanya di bayar setelah proyek selesai di bangun. Namun mereka minta jaminan sisanya. Saya sanggupi akan keluarkan jaminan setelah proyek 15% selesai di bangun. Untuk mendapatkan jaminan pembayaran itu saya harus dapatkan pinjaman non cash loan dari bank dalam bentuk payment guarantee kepada EPC. Bank akan memberi Payment guarantee setelah proyek berjalan 30%. Artinya saya harus sediakan cash equity sebesar 30% dan bank akan keluar sebesar 70%. Ini yang di sebut non recourse loan. Pinjaman yang di jamin oleh proyek itu sendiri. Masalahnya bagaimana mendapatkan 30% cash equity ?

Saya menghubungi asset management di Singapore yang juga punya rekanan trader CPO. Dia menyanggupi memberikan pinjaman 30% itu dengan skema REPO atas saham perusahaan. Harga saham ketika jatuh tempo di tetapkan di depan dan perusahaan harus membeli kembali saham itu pada saat jatuh tempo REPO. Di samping itu pihak asset management mengarahkan agar kontrak penjualan produksi ke perusahaan yang di rekomendasi oleh mereka. Saya menyanggupi. Masalah bangunan pabrik dan berserta fasilitas teratasi.

Sekarang bagaimana dengan modal kerja? Pabrik PKS itu butuh modal kerja 45 miliar per bulan, untuk pembelian bahan baku dan upah. Saya menggandeng perusahaan pembiayaan non bank untuk pengadaan bahan baku sebesar Rp. 35 miliar. Skemanya melalui joint escrow dengan perusahaan pembiayaan atas hasil penjualan yang setiap bulan di lunasi sesuai yang di pinjam dan di buka lagi bulan berikutnya. Di perkirakan dalam 6 bulan, perusahaan engga butuh pinjaman untuk modal kerja pembeliaan bahan baku karena cash flow sudah aman. Dengan demikian petani akan dapat uang tunai dari setiap penjulan ke PKS dan tentu harga bagus. Untuk upah sebesar Rp. 10 miliar di sediakan dari pemegang saham secara gotong royong.

Demikianlah ..kerjasama adalah kata kunci untuk menyelesaikan masalah dari keberadaan sistem kapitalis dan kekuatan itu ada karena berkumpulnya semua potensi untuk mencapai nilai nilai kebersamaan: kerja keras atas dasar niat ibadah dan bila dapat berbagi, tidak bermewah tapi hidup hemat untuk menabung agar usaha terus tumbuh dan kemandirian di capai, bukan dengan jargon tapi berbuat. Mari gotong royong untuk kejayaan negeri..

Monday, August 8, 2016

Dampak Tax Amnesty..



Minggu lalu teman cerita bahwa sekarang pasar keuangan Indonesia sedang ramai. Semua portfolio jadi incaran investor. Itu sudah bias di tebak. Karena sebelum di syahkan saja dana asing sudah mulai masuk. Mulai dari 1 Januari sampai 24 Juni dana masuk ke Indonesia sebesar Rp97 triliun, Jadi sentiment positip atas TA begitu besar dan setelah di syahkan oleh DPR, dana masuk semakin besar. Investor ingin melaksananakan kewajibannya sebagai wajib pajak dengan mengikuti program deklarasi harta di luar negeri, tarif yang berlaku adalah 4% (Periode I mulai 1 Juli-30 September 2016), 6% (Periode II mulai 1 Oktober-31 Desember 2016), 10% (Periode III mulai 1 Januari-31 Maret 2017). Itu sebabnya semua ingin mendapatkan program awal repatriasi karena tebusanhya murah hanya 4%. Hal ini bedampak luas sekali di pasar keuangan dan pasar modal. Sepanjang periode 1 hingga 5 Agustus 2016, rata-rata nilai transaksi harian mengalami kenaikan 14,28 persen. Performa positif IHSG turut mengerek nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia ke level tertingginya sepanjang masa sebesar Rp5.838,51 triliun di akhir pekan ini dari Rp5.614,62 triliun di akhir pekan lalu atau telah meningkat 3,99 persen. Selama Juli, nilai tukar rupiah menguat mendekati level Rp13.000 per dolar AS. Imbal hasil SBN juga terus menurun hingga mencapai 6,99%, terendah dalam 3 tahun terakhir. Dana repatriasi diperkirakan akan terus meningkat mendekati akhir 2016.

Instrument investasi yang diminati paling tinggi oleh wajib pajak biasanya NCD ( negotiable Certificate Deposito ) yang memang di sediakan oleh bank yang di tunjuk oleh pemeritnah sebagai bank persepsi untuk pengampunan pajak. Di samping itu ada lagi pilihan investasi yang di buru oleh investor yaitu  surat utang pemerintah seperti SBN, surat utang BUMN , surat utang korporasi,  Reksa dana yang underline-nya infrastruktur juga RDPT. Pada tahap awal memang dana dana itu masuk ke sector keuangan yang  mengendap sesuai holding periode yang di tetapkan pemerintah dan selanjutnya akan masuk ke sector real seperti industry dan manufaktur, bisnis insfrastruktur yang berbasis PPP, perdagangan dan jasa. Ini akan sangat luas sekali karena peluang investasi sejak di keluarkan paket kebijaksanaan ekonomi terbuka lebar di semua sector. Negara lain seperti Singapore, Hongkong, Swiss tidak bisa menahan arus capital outflow ke Indonesia ini. Karena di samping dana tersebut memang milik warga Negara Indonesia dan hak nasabah untuk memindahkan uangnya di akui oleh otoritas jasa keuangan di manapun, juga karena imbal hasil yang di tawarkan Indonesia jauh lebih tinggi dari Negara lain. Maklum karena sebagian besar dana di Negara tersebut di tempatkan di money market yang end user nya sebagian besar punya bisnis di Indonesia. Tentu yield lebih rendah dan akan jauh lebih tinggi bila langsung masuk ke Indonesia.

Di perkirakan dana repatriasi asset ini akan mencapai Rp. 500 triliun menyerbu dalam negeri. Di satu sisi memang bagus namun juga ancaman serius bila pemeirntah tidak antisipasi dengan baik. Ingat bahwa dana repatriasi ini walau mendatangkan pajak tapi juga menimbulkan ongkos moneter yang tidak murah.  Kalau investor tidak nyaman, mereka bisa pindahkan lagi dana itu keluar negeri dan ini bisa  menyebabkan sudden capital reversal  khususnya di pasar keuangan. Harga asset akan melambung tinggi atau bubble.  Benarkah ? Pengalaman arus dana masuk seperti air bah bukan hanya sekarang tapi pernah terjadi di tahun 2010-2012 akibat kebijakan QE (Quantitative Easing)  dari AS. Operasi moneter yang di lakukan BI selama pelaksanaan QE terus meningkat dari kisaran Rp257 triliun per bulan (2009) menjadi Rp390 triliun di 2011. Biaya operasi moneter yang digelontorkan Bank Indonesia meningkat tajam hingga menyebabkan defisit sebesar Rp46 triliun selama 2010-2011. Di samping itu juga berdampak mata uang mulai menguat sehingga membuat barang impor jadi murah. Keadaan ini mendorong swasta berlomba lomba impor dan memanfaatkan dana melimpah itu dengan  menarik pinjaman yang sebagin besar tanpa di hedging.  Akibatnya, pada saat The Fed  melakukan tapering pada Mei 2013, terjadi pembalikan dana secara massif dan nilai tukar kembali melemah bahkan sempat overshoot mencapai level Rp14.000 per dolar AS.

Pemerintah Jokowi harus  belajar dari pengalaman masa lalu. Agar lebih focus memberikan kemudahan bagi investor dengan melakukan diversifikasi investasi di sektor financial. Kalau bisa instrument pasar obligasi di perluas diversifikasinya sehingga tidak semua masuk ke sector pebankan yang bisa mengancam stabilitas moneter. Pemerinah harus memahami skema financial engineering yang memungkinkan berbagai instrument pasar keuangan dan pasar moda dapat di askes untuk mendorong tumbuhnya sector real. Peluang investasi insfrastruktur jangan lagi hanya berkutat kepada BUMN dan pengusaha itu itu saja. Kemudahan akses investasi harus mengabaikan eklusifitas dan memberikan kesempatan siapa saja, termasuk bagi pendatang baru. Jangan sampai seperti dulu ketika uang melimpah,  arus investasi masuk tidak menodorong pengusaha melakukan langkah  strategis  atas jatuhnya harga komoditas utama karena memang pemerintah tidak mengansipasinya dengan  baik sehingga berdampak current account deficit pada 2012 sebesar -2,8% terhadap PDB. Padahal pada 2009, neraca transaksi berjalan Indonesia masih positif. Paradox !

Waktu bagi pemerintah Jokowi tersisa hanya 3 tahun kurang, sementara dana repatriasi akan mengendap paling lama 3 tahun.  Memang pada tahap awal, investasi akan masuk melalui pasar uang dan modal. Jika kondisi perekonomian masih belum meningkat, likuiditas akan mengalir ke BI melalui instrumen operasi moneter seperti SBI, reverse repo SBN maupun Term Deposit. Jangan sampai dana melimpah yang masuk akibat Tax Amnesty tidak berdampak apapun bagi perluasan investasi sector real, tapi justru menimbulkan dampak buruk bagi sector moneter yang bisa menguras cadangan devisa. Resikonya sengat mahal. Semoga cabinet yang sekarang tahu resiko itu dan bekerja keras memastikan semua akan baik baik saja, kalau tidak maka 2019 sulit bagi Jokowi bisa bertahan dan Indonesia masuk dalam masalah besar yaitu krisis struktur yang parah..