Sunday, June 25, 2017

STATE CAPITALISM


Sejak rontok nya Wallstreet yang dipicu oleh bangkrutnya Lehman Brothers, negara liberal seperti AS dan Eropa mulai kembali menempatkan State capitalism dalam kebijakan ekonominya. Mengapa ? Suksesnya China dan Rusia , Singapore lepas dari jerat krisis ekonomi karena kebijakan state capitalism yang begitu besar dalam perekenominan negara. State companies (di Indonesia dikenal dengan BUMN) mengambil proporsi 80% dari nilai pasar saham di China. China (Sinopec Group, China National Petroleum Corporation dan State Grid) masuk dalam sepuluh peringkat perusahaan dengan pendapatan terbesar melawan hanya dua perusahaan dari Eropa (Royal Dutch Shell dan British Petroleum). Juga Rusia selalu perkasa menghadapi badai krisis karena 62% dari total kapitalisasi asset di Rusia. Bahkan Singapore mencapai 90% dikuasai oleh BUMN nya.
Cina dan Rusia yang telah mengembangkan formula state capitalism dalam beberapa dekade belakangan ini. State capitalism saat ini mempunyai alat-alat yang lebih sophisticated dibanding state capitalism saat dulu. Negara modern mempunya peran yang lebih kuat dibanding sebelumnya seperti Chinese Communist Party yang memiliki jumlah pengikut yang sangat besar. Walaupun umumnya partai penguasa sering menggunakan cronies dalam pemberian kekuasaan sehingga mempunyai kemungkinan penggunaan modal tidak berjalan dengan baik tetapi partai komunis Cina menggunakan manager professional bahkan bila perlu impor dari luar sehingga perusahaan dapat berjalan dengan baik. Jadi kekuatan yang besar (negara), dana yang besar (anggaran negara), nasionalisme dan profesionalisme nantinya akan menjadi kekuatan sistem ekonomi yang baru yaitu state capitalism.
Apa yang di lakukan era Jokowi adalah menjalankan konsep state capitalism itu. Peran BUMN bukan hanya sebagai pencetak laba dan pelaksana Public service obligation tapi juga sebagai agent of development. Dengan adanya BUMN maka ekspansi anggaran melalui PMN tidak menjadi terbuang begitu saja dan lebih transfarance karena mudah di audit. Dan yang lebih penting lagi dana PMN itu akan meningkat berkali kali melalui leverage sehingga dapat mempercepat penarikan dana publik dalam pembiayaan infraastruktur maupun jasa untuk kepentingan publik. Jokowi berhasil membenahi PERTAMINA dari yang tadinya selalu kesulitan likuditas dan kalah di bandingkan PETRONAS kini menjadi BUMN berkelas dunia dengan peringkat mengalahkan raksasa TNC sejenis. Ketika perusahaan Minyak dunia merugi justru PERTAMINA mencetak laba, bahkan lebih besar dari laba PETRONAS. PLN di era SBY yang sudah insolvent , oleh Jokowi juga berhasil di restruktur permodalannya melalui program revaluasi asset sehingga PLN menjadi qualified masuk pasar uang global untuk meleverage asset nya bagi keperluan pembangunan pembangkit listrik. 
Juga PELINDO, Angkasa Pura, Jasa Marga yang tadinya lesu darah bergerak mengeskalasi pertumbuhan perbaikan layanan, di Era Jokowi kini telah tampil digaris depan menyediakan sarana bandara dan pelabuhan, jalan toll diseluruh Indonesia dengan dana minimal dari APBN namun kinerja maksimal. Masih banyak lagi kinerja hebat BUMN di era Jokowi. Namun kembali lagi bahwa itu semua orientasinya bukan hanya sosial tapi sosial capitalism. Dengan persepsi bahwa pertumbuhan dan perluasan layanan publik karena bisnis yang berorientasi laba. Dari laba inilah perbaikan layanan dan perluasan layanan dengan skema sudsidi silang dapat diterapkan. Dan ini hanya mungkin bila semua di kelola oleh negara melalui BUMN. Dengan adanya state capitalism negara terhindar dari proyek yang tidak efisien dan terbuang percuma. Semua ada nilai sosial dan ekonomi yang dapat di pertanggung jawabkan secara bisnis.
Namun dari sukses hebat tersebut, ada catatan yang harus diperhatikan oleh Jokowi bahwa keberadaan BUMN yang suka tidak suka tidak bisa lepas dari politik maka sebaiknya para Preskom di BUMN tidak hanya sekedar jabatan belas jasa atas sukses mereka menjadikan Jokowi sebagai presiden. Bukan rahasia umum bila hampir sebagian besar Komisari BUMN adalah para pengangguran yang miskin kontribusinya bagi direksi BUMN namun memakan anggran operasional BUMN. Belum lagi ulah komisaris BUMN yang kebanyakan bertindak juga sebagai broker untuk memberikan fasilitas kepada rekanan mendapatkan akses terhadap proyek yang sedang dibangun BUMN. Walau pengaruhnya tidak significant namun tetap merupakan krikil tajam dalam membangun jalan mulus lahirnya BUMN berkelas dunia yang efisien.

Saturday, June 24, 2017

QATAR?

Awalnya Suriah dan kini merembet ke Qatar. Andaikan bukan sifat paranoid Arab Saudi terhadap Iran, mungkin tidak akan pernah ada konflik regional. Andaikan tidak ada kepentingan bisnis untuk menguasai jalur distribusi gas ke Eropa tentu tidak akan pernah ada konflik. Jadi unsur paranoid dan rakus lah yang menjadi penyebab konflik ini. Tidak ada agama dan idiologi yang di pertaruhkan, Ini berhubungan dengan bisnis dan rasa aman sebagai raja yang berkuasa secara absolute. Lantas siapa yang ambil bagian dalam pertarungan ini ? Amerika Serikat, Rusia, Iran, Arab Saudi, Qatar, Turki, Uni Eropa, dan bahkan Hizbullah di Lebanon.
Issue Syiah..
Bagi AS dan Uni Eropa, mereka tidak ada urusan dengan sekte sunni -syiah. Namun issue Sekte ingin sengaja di tiupkan kepada negara Arab yang sunni akan bahaya Iran. Tujuannya mengasingkan Iran. Namun rezim Bashar al-Assad yang berasal dari minoritas Syiah Alawiyah dan menjadi sekutu utama Iran di Timur Tengah tidak juga kunjung jatuh. Kalau Bashar jatuh tentu akan menjadi pukulan hebat bagi kampanye Iran dalam menentang Barat, AS dan Israel. Sebaliknya, aliansi strategis Iran-Suriah membuat Iran bisa membentuk "Poros Syiah" (Iran-Irak-Suriah-Hizbullah di Lebanon) yang mengancam kekuatan Sunni Arab seperti Saudi dan juga Israel. Poros ini juga menjadi alat untuk melancarkan perang terselubung di Suriah demi menaikkan posisi tawar dalam masalah nuklir dan menangkal ancaman militer Israel.
Jalur Pipa Gas..
Eropa dan AS berkeyakinan apabila Bashar jatuh maka kelompok Sunni akan mengambil alih kekuasaan. Tentu rezim Sunni di Suriah akan bisa memuluskan rencana jalur pipa gas Qatar-Saudi-Yordania-Suriah-Turki sehingga Eropa mendapatkan gas untuk mengurangi ketergantungan kepada Rusia. Skenario rezim Sunni di Suriah juga akan membuat Eropa semakin bisa mengisolasi Iran. Apakah Rusia menerima begitu saja ? Tidak. Rusia melakukan intervensi langsung di Suriah, karena jika Eropa mendapatkan pilihan gas yang lebih murah niscaya memukul ekonomi Rusia.
Sementara itu Iran dan Qatar sedang mengusahakan ladang gas bercadangan terbesar di dunia, persis di tengah Teluk Persia, di Parsi Selatan (Iran) dan Kubah Utara (Qatar). Tentu Iran ingin membangun jalur pipa dari Qatar ke Iran. Karena tanpa jalur pipa tersebut iran tidak bisa bisa mengekstrak gas secepat dilakukan Qatar. Untuk melancarkan pemasaran Gas, pada tahun 2015, Iran, Irak dan Suriah menyepakati perjanjian pembangunan jalur pipa gas dari Teluk Persia ke Laut Tengah untuk mencapai Eropa. Padahal sebelumnya Qatar telah menawarkan proposal yang sama ke Suriah namun Bashar lebih tertarik kerjasama dengan Iran. Kembali Iran dan Rusia yang memenangkan sementara pertarungan regional.
Arab Saudi terkepung
Poros Syiah Iran-Irak-Suriah, ditambah Hizbullah di Lebanon dan Yaman, jelas mengepung Saudi dari berbagai sudut. Saudi hanya bebas dari ancaman aliansi Syiah di sebelah barat di perbatasan Yordania dan Laut Merah. Sementara Iran sudah mencatat sukses menyanggga rezim-rezim Syiah di Irak dan Yaman yang keduanya berbatasan langsung dengan Saudi yang sekitar 15 persen penduduknya Syiah.
Arab atas usulan dari AS menggunakan senjata minyak untuk menjatuhkan Iran dan Rusia. Dengan membanjiri minyak di pasar, harga minyak akan jatuh dan ini tentu akan memukul ekonomi Rusia dan Iran. Tapi apa yang terjadi ? Yang lebih dulu senen kemis ekonominya justru Arab saudi sendiri. Sementara AS yang mengusulkan perang harga minyak justru di untungkan dengan bangkitnya business shale gas nya. Dan yang lebih mendapatkan keuntungan adalah China karena dapat pasokan minyak murah. Difisit APBN Arab telah mencapai lebih dari 30% dan terus digerogoti biaya perang di yaman.
Bagaimana dengan Turki ? 
Turki tidak melihat ISIS sebagai ancaman. Justru yang paling di kawatirkan itu adalah front Nusra dan pejuang Kurdi, yang merupakan lawan paling tangguh bagi ISIS maupun rezim Bashar. Maklum kebijakan luar negeri Turki di Suriah lebih kepada melindungi perbatasan dan kedaulatan Turki. Satu satunya cara untuk mengamankannya adalah berbaikkan dengan Assad dan Rusia yang sama-sama melihat Kurdi ancaman. Mengapa Saudi dibelakangi? Karena terbukti Arab ikut mendukung dan mendanai perjuangan suku Kurdi. Dan dukungan militer Turki kepada Qatar atas konplik dengan Arab adalah lebih bertujuan mengamankan kepentingan dalam negeri Turki sendiri baik dari sisi ekonomi maupun Keamanan regional.
Sikap Indonesia…
Jokowi telah menelphone langsung Emir Qatar dan juga Raja Salman. Jokowi menanyakan akar masalahnya. Agar indonesia bisa ambil peran menyelesaikan masalah. JK juga sudah memanggil Duta besar Arab dan Qatar untuk mendiskusikan dimana peran Indonesia akan terlibat. Mengapa indonesia begitu penting ? Karena lobi indonesia terhadap Rusia, China dan Amerika, Eropa cukup baik, apalagi indonesia masuk anggota G20 dan anggota aktif OKI. Selagi AS, China, Rusia bisa duduk bersama membicarkan masalah Timur Tengah, konplik timur tengah itu tidak perlu terjadi. Dan Arab memang butuh penengah yang tak membuat dia kehilangan muka, itu hanya ada pada Indonesia

Dosakah bekerja di Bank Konvensional?

" Babo, ada beberapa teman saya yang sadar dan akhirnya berhenti kerja di bank konvensional"
" Kenapa?
" Ya kan bank konvensional menerapkan sistem riba. Riba kan dosa besar Babo.
" Oh itu. "
" Ya"
" Sekarang babo tanya, apakah pakai uang rupiah itu halal atau haram ?
" Ya halal"
" Kenapa ?
" Ya kan engga ada utang piutang yang berbunga."
" Kamu tahu , setiap uang yang kamu pegang itu adalah bukti kamu berhutang dan bukti kamu bayar bunga."
" Loh kok gitu. ?
" Nilai uang kita dijamin oleh neraca keuangan negara. Didalam neraca itu ada aktiva dan juga ada pasiva. Disisi pasiva itulah ada hutang dan juga ada bunga"
" Tapi saya engga pernah bayar bunga"
" By sistem kamu membayarnya dengan kenaikan harga barang dan penurunan nilai uang. Apakah kamu pernah dengar harga barang turun ?
" Ya. Naik terus. Kenapa harus gunakan sistem mata uang seperti itu? Kan bisa gunakan emas?
" Karena pertumbuhan manusia dan peradaban lebih cepat daripada kebutuhan barang dan jasa. Kalau masih menggunakan emas , maka manusia akan kesulitan memenuhi kebutuhannya."
" Jadi terpaksa manusia harus menggunakan sistem mata uang ini agar keseimbangan pertumbuhan dan kebutuhan tercapai."
" Bukan terpaksa tapi itulah rahasia kehebatan Tuhan yang maha pengatur yang sedemikian rupa akal manusia bisa menciptakan sistem yang menjawab setiap perubahan zaman"
" Kan engga adil, Babo"
" Justru disitulah letak keadilan Tuhan."
" Mengapa?
" Karena setiap orang pegang uang entah dari mana asalnya pasti juga ada yang engga dapat uang, makanya tanpa disadari by sistem negara membebankan kepada setiap orang yang pegang uang untuk membantu meraka yang engga dapat uang. Jadi uang itu adalah lambang hak dan juga kewajiban. Adil kan"
" Luar biasa ya, kekuasaan Tuhan."
" Kalau mata uang itu haram maka semua lembaga keuangan juga haram termasuk bank Syariah, dan tidak akan ada kehidupan modern seperi sekarang yang bisa kirim orang ke ruang angkasa. Paham?
" Paham Babo. Jadi kalau orang bilang sistem perbankan konvensional itu haram , itu lebih karena keterbatasan wawasan dan pengetahuan akan uang"
" Ya."
" Tapi mengapa bank Syariah harus diadakan ?
" Bank syariah diadakan bukan berarti bank konvensional tidak halal. Tapi sebagai pilihan saja. Mau sistem bagi hasil ya silahkan. Mau cara bunga atas dasar akad ya silahkan. Tapi intinya baik bank Syariah maupun bank konvensional punya prinsip yang sama, yaitu dasarnya adalah akad suka sama suka. Tidak ada pemaksaan. Yang pasti Tuhan larang itu adalah apabila ada unsur pemaksaan dan zolim. Selagi suka sama suka, dan semua senang ya Happy aja"

LION AIR

Anda mungkin sering mendengar istilah KONDOTEL. Pihak developer menawarkan kondominium kepada anda sebagai wahana investasi. Apabila anda setuju invest maka pada waktu bersamaan kondominium itu anda serahkan kepada developer untuk dikelola sebagai Kondotel. Di samping itu anda bisa juga gunakan kondotel itu untuk berlibur dan bisa juga dapatkan income bila tidak sedang di gunakan. Berlalunya waktu anda mendapatkan revenue dari kondotel tersebut, sementara asset tetap atas nama anda sampai kapanpun. Kalau suatu saat anda butuh uang, anda berhak untuk menjualnya dengna harga pasar. Yang menarik adalah selalu harga beli selalu lebih murah dari harga pasar. Jadi bagaimanapun tetap untung. Jadi anda dapat revenue dari pengelolaan Kondotel dan juga dapat untung ketika di jual. Developer dapat apa ? Mereka dapat bagi hasil atas hak kelola kondotel dan juga dapat fee bila anda menjual kondotel.

Begitu juga dengan kasus pembiayaan pembelian pesawat yang di lakukan oleh LIon Air. Bagaimana skemanya?

1.Sebagai perusahaan pemilik izin operasi penerbangan, Lion menawarkan kerjsama investasi kepada investor. Investor itu bukan satu tapi beberapa investor. Yang ditawarkan oleh Lion adalah A. Harga pesawat lebih murah dibandingkan beli dari agent. Kok bisa ? ya karena Lion beli banyak tentu dengan harga pabrik dan belinya langsung ke prinsipal. B. Pada waktu bersamaan Lion juga tawarkan jasa kelola pesawat tersebut dengan kondisi yang disepakati bersama. Jadi semacam sales and leaseback. Bagaimana investor bisa percaya ? Lion memberikan akses kepada investor untuk mengetahui setiap waktu jumlah seat terjual atas pesawat yang dimiliki oleh investor. Jadi transfarance. C. Investor hanya akan bayar setelah pesawat diserahkan oleh pabrikan. Semua biaya dan proses sebelum delivery menjadi tanggung jawab Lion. Secure kan. Engga ada istilah investasi bodong. Bayar janji.

2. Setelah jumlah investor terkumpul sejumlah pesawat yang akan dibeli maka Lion mengajukan pinjaman ke bank. Pinjaman ini tentu tidak berhubungan dengan neraca perusahaan LION. Mengapa ? Secara akuntasi perusahaan sekelas LION engga qualified beli pesawat ratusan. Makanya diterapkan Non Recourse loan atas nama perusahaan cangkang. Artinya, hutang atas pembelian pesawat itu dijamin oleh Pesawat itu sendiri. Kok bank percaya ? Ya kan sudah ada jaminan dari para investor yang segera membayar setelah delivery. Jadi uang dari investor akan mengalir langsung ke rekening hutang lion di bank. Bank aman dan investor juga aman.

3. Namun masalahnya tidak sesederhana itu. Karena sesuai aturan bank tidak mungkin memberikan Non Recourse loan kalau belum ada sales and purchase agreement. Untuk teken akad sales and purchase agreement dimaksud , LION harus bayar uang muka yang diperkirakan berisar 20-50% dari nilai pesawat bersih. Dari mana DP itu ? Lagi lagi LION menggunakan skema back to back atas komitment dari para investor. Atas dasar itu Purchase agreement dengan ketentuan DP di biayai oleh Bank Export Import dimana pabrikasi pesawat itu dibuat. Kok mau ? Loh kan itu hanya bridging. Artinya setelah purchase agreement ditanda tangani, pihak bank akan memberikan Non recourse loan kepada LION. Dan lagi tugas negara dimanapun membantu pabrikan mendapatkan fasilitas pembiayaan atas kontrak penjualan berkaitan dengan Ekspor. Masalah DP selesai.

Dengan skema tersebut maka LION bisa terus mengembangkan usahanya. Dari mana pendapatan Lion? 
1. Profit sharing atas revenue setiap pesawat.
2. Management fee. ( termasuk semua biaya operasional di bebankan secara proporsional dengan jumlah pesawat yang di invest ).
3. Maintenance fee. Setiap maintenance pesawat di hangar yang di lakukan oleh vendor, Lion dapat fee. Termasuk pembelian spare part.

Kesimpulan:

Lantas apa business LION sesungguhnya ? ya service provider khusus management business air flight. Mereka punya fiture business sebagai wahana investasi yang aman dan menguntungkan bagi investor. Dan untuk itu neraca perusahaan terhindar dari hutang. Semua karena konsesi binis yang diberikan negara berupa izin maskapai penerbangan dalam dan luar negeri. They create money of nothing..

PERJALANAN EKONOMI ERA JOKOWI

Anda tahu, 2004 SBY naik sebagai Presiden , waktu itu LDR ( loan to deposi ratio) perbankan cuma 30%. Kok rendah? karena Megawati telah mengabil keputusan dengan me write off hutang melalui skema BPPN dalam bentuk NPL di swap dengan obligasi rekap. Jadi perbankan ramping dan likuid sekali ketika itu. Dan nasip baik datang lagi, harga komoditas utama seperti batu bara, cacao, CPO dan lain naik. Tapi ketika SBY berakhir masa jabatannya, Jokowi mewarisi ekonomi yang sangat sulit. LDR yang tadinya tahun 2004 sebesar 30%, tahun 2014 telah mencapai 93%. Artinya ruang ekpansi kredit sudah kecil sekali akibat ekspansi perbankan gila gila era 10 tahun SBY berkuasa. Di samping itu jokowi harus menghadapi harga komoditas utama indonesia anjlok di pasar dunia. Banyak bisnis tambang batu bara masuk ruang ICU perbankan karena gagal bayar bunga dan cicilan hutang. NPL membengkak drastis. 
Namun secara GNP era SBY berhasil naik 3 kali lipat. Namun itu tidak likuid. Hanya ada dalam catatan akuntasi saja. Semester pertama Jokowi memimpin memang seperti berjalan diatas gelombang ganas. Betapa tidak. DSR yang sudah diatas rasional. Rupiah melemah ke level Rp 13.311 per dolar AS dari sebelumnya di kisaran Rp 12.025 pada hari pertama pemerintahan Jokowi. Angka ini bahkan terus merosot hingga hampir mencapai Rp 14.800 pada bulan September 2015. Sejalan dengan pergerakan rupiah, perkembangan harga saham juga mengalami tekanan. Pada awal November 2014 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat sebesar Rp 5.085,51 merosot menjadi Rp 4.120,5 di akhir September 2015 akibat derasnya arus modal asing yang keluar dari Bursa Efek Indonesia. 
UPAYA RECOVERY..
Disituasi sulit itu Jokowi masih harus menghadapi politik yang memanas akibat KMP di DPR membuat masalah dalam rapat pembahasan RAPBN. Kebijakan reformasi MIGAS yang menendang PETRAL keluar dari business PERTAMINA juga membuat situasi politik memanas. Belum lagi sebagai akibat kebijakan penyesuaian harga BBM pada bulan November 2014, inflasi melonjak menjadi 8,36 % (yoy) pada akhir tahun 2014. DPR punya alasan kuat bahwa RAPBN Jokowi tidak kredibel. 
Namun berkat kerjas keras team Kabinet dengan loyalitas tinggi serta focus menyelesaikan masalah dengan kebijakan keras meningkatkan surplus neraca perdagangan pada triwulan II 2015 yang lebih baik dari prakiraan sebelumnya yaitu 2,5% dari PDB, dan lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,9% dari PDB. Akhirnya pemerintahan Jokowi-Jk berhasil memperkokoh nilai rupiah kembali ke kisaran Rp 13.500 pada pertengahan bulan Oktober 2015 ( semester kedua ). Rangkaian Paket Kebijakan Ekonomi pemerintah yang diterbitkan sejak 9 September 2015 telah membawa persepsi positif kepada investor pasar modal, sehingga IHSG naik kembali menjadi 4.591,91 pada 19 Oktober 2015. Sekarang IHSG sedikit lagi tembus 6000. Di perkirakan di akhir masa jabatannya bisa tembus 10.000. Inflasi menjadi 6,83% (yoy) atau 2,24% (ytd). 
Karena LDR bank sudah terlalu tinggi maka pada tahun pertama Jokowi berkuasa yang dilakukan bukan me write off NPL tapi melakukan ekspansi fiskal masuk kesektor perbankan melalui program KUR dengan bunga rendah, kredit ekspor melalui LPEI untuk mendukung UKM beorietasi ekspor, pemerintah juga memberikan fasilitas pinjaman atau kredit modal kerja dengan tingkat bunga yang lebih rendah dari tingkat bunga komersial. Fasilitas ini terutama diberikan kepada perusahaan padat karya dan rawan PHK. Dengan kebijakan ini perbankan kembali bergairah dan likuiditas kembali mengalir. Kanal tersendat dipasar obligasi dan Pasar modal, di buka lebar agar dunia usaha dapat melakukan restruktur permodalannya. BIla dulu era SBY struktur permodalan satu perusahaan sepertiga ekuitas, dua pertiga utang bank. Sekarang era JOKOWI sangat efisien, sepertiga perbankan, sepertiga ekuitas, sepertiga obligasi. Jadi sangat kecil perbankan akan kena bencana NPL gigantik walau LDR masih tinggi berkisar diatas 90%.
Di bidang fiskal, pemerintah menyediakan fasilitas pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan mulai dari 10 hingga 100 persen untuk jangka waktu 5-10 tahun (tax holiday). Persyaratan penerima tax holiday adalah wajib pajak baru yang berstatus badan hukum, membangun industri pionir dengan rencana investasi minimal Rp 1 triliun, rasio utang terhadap ekuitas (debt equity ratio) 1:4, serta mengendapkan dana di perbankan nasional minimal 10 persen dari total rencana investasi hingga realisasi proyek. Yang disebut industri pionir meliputi industri logam hulu, pengilangan minyak bumi, kimia dasar organik, industri permesinan, industri pengolahan berbasis pertanian, kehutanan dan perikanan, industri telekomunikasi, informasi dan komunikasi, transportasi kelautan, industri pengolahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan infrastruktur. 
Dampaknya sangat luas. Animo investor kesektor ini luar biasa besarnya. Belum lagi adanya terobosan kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah memberikan layanan cepat dalam bentuk pemberian izin investasi dalam waktu 3 jam di Kawasan Industri. Dengan mengantongi izin tersebut, investor sudah bisa langsung melakukan kegiatan investasi. Kriteria untuk mendapatkan layanan cepat investasi ini adalah mereka yang memiliki rencana investasi minimal Rp 100 miliar dan atau rencana penyerapan tenaga kerja Indonesia di atas 1,000 (seribu) orang.
Guna terjadinya koneksitas antar wilayah lewat darat laut dan udara, Jokowi menggunakan strategi pembangunan insfrastruktur ekonomi. Anggaran melalui APBN dari sejak dia berkuasa , terus naik luar biasa. Tahun 2013: Rp 184,3 triliun. Tahun 2014: Rp 206,6 triliun. 2015 menjadi Rp 290,3 triiliun. Tahun 2016, Pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp 313,5 dan tahun 2017 dana pembangunan infrastruktur mencapai Rp 387,7 triliun. Dari total kebutuhan dana investasi pembangunan insfrastruktur sebesar Rp. 4.796,2 triliun sampai tahun 2019, porsi pemerintah mencapai 41 % yang 59% berasal dari investor swasta nasional/asing. Porsi pemerintah lebih diarahkan kepada Indonesia centris.
Lantas mengapa Jokowi bisa membalik keadaan menjadi lebih baik ? Ada tujuh sendi kekuatan atau points of strength yang membuat perekonomian Indonesia terlalu kuat. Tujuh sendi ini yang dijadikan dasar grand strategi melewati goncangan ekonomi. Pertama, jumlah penduduk yang besar yakni sekitar 240 juta jiwa. Kuantitas sebanyak itu merupakan pasar yang menarik bagi para pelaku usaha. Kedua, sumber daya alam yang berlimpah di sektor pertanian dan pertambangan. Ketiga, Indonesia memiliki bonus demografi hingga 20-30 tahun ke depan, di mana sekitar 50 persen dari jumlah penduduk adalah kelompok usia produktif, yang akan merupakan engine of economy growth. 
Kekuatan keempat yang dipunyai Indonesia adalah cadangan devisa yang besar. Dengan kekuatan ini,Indonesia bisa merespons setiap perubahan lingkungan baik eksternal dan internal secara cepat. Dalam hal ini, pemerintah dan Bank Indonesia mempunyai crisis management protocol sebagai tindakan pencegahan krisis. Kelima, Indonesia memiliki Bank BUMN yang sehat dengan daya tahan yang kuat. Dengan kondisi yang demikian baik, perbankanpun dipandang mampu menghadapi gejolak yang ada. Keenam, Indonesia memiliki kestabilan politik karena didukung oleh sistem politik yang demokratis. Ketujuh, kekuatan ekonomi Indonesia terletak pada capaian peringkat layak investasi dari sejumlah lembaga pemeringkat internasional.
PENUTUP.
Masa masa sulit Jokowi me recovery economy telah berlalu. Tahun 2016 dia sudah berhasil menempatkan ekonomi Indonesia dari keadaan terburuk sebagai wirasan SBY, kini Ekonomi Indonesia pada posisi on tract. Indonesia mencatat negara G20 paling tinggi permbuhannya setelah CHina, dan India. Surat utang Indonesia sudah masuk investment grade. Semua index baik korupsi, EDOB semakin membaik. Saatnya dia mulai membenahi hal yang ringan namun juga tidak mudah , yaitu reformasi Politik agar demokrasi berada pada keridor hukum yang benar. Mengapa politik belakangan dibenahi ? Ya karena apabila ekonomi masih morat morit ,bicara politik pasti bisa jadi blunder. Kejatuhan banyak penguasa bukan karena politik tapi karena ekonomi. 
Makanya aksi berjilid jilid kemarin, tidak dihadapi terlalu serius bagi Jokowi. Situasi memanas belakangan ini di DPR dengan hak angket atas KPK juga dihadapi dengan santai. Malah itu di jadikan bagian dari strategi untuk mereformasi Politik. Apa yang terjadi setelah itu ? RUU Pajak selesai di syahkan DPR. UU Pemilu bisa diproses cepat. Revisi UU ITE dapat berhasil di syahkan DPR sehingga lebih efektif untuk menegakan kebebasan yang bertanggung jawab. Revisi UU Anti teroris yang terus dibahas di DPR dengan menempatkan peran TNI secara significant. Sebentar lagi akan ada kepres tentang Ormas sehingga ormas yang anti pacasila dapat segera di bubarkan.